Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 81


__ADS_3

Pagi harinya Widya bangun duluan untuk bikin sarapan. Saat dia masak Lydia mendatangi Widya ke dapur.


"Masak apa Wid?" tanya Lydia.


"Aku masak nasi goreng aja. Kamu beneran gak mau ikut jalan-jalan?" tanya Widya.


"Gak aku mau dirumah aja. Aku ingin tidur seharian hari ini."kata Lydia.


"Gak seru tau kalau kamu gak ikut." kata Widya.


"Serulah, kan satu keluarga kecil yang jalan-jalan." kata Lydia.


"Kamu apaan sih Ly?"kata Widya.


"Emang aku salah apa? kan kataku bener."kata Lydia.


"Dah ah malas,mandi sana aku mau bangunin mas Hendru sama mandiin Dara."kata Widya.


"Mandiin Dara apa sama Hendru sekalian?"kata Lydia.


"Mandiin Daralah mas Hendru bisa mandi sendiri."kata Widya.


"Siapa yang bisa mandi sendiri?" tanya Hendru sambil mengendong Dara.


"Kamu mau dimandiin sama Widya."kata Lydia.


"Benar itu sayang?"kata Hendru.


"Gak usah dengerin Lydia mas."kata Widya.


"Ya gak papa kalau kamu mau mandiin aku aku dengan senang hati."kata Hendru.


"Mandi sendiri udah gede juga."kata Widya.


"Apa yang gede Wid?"tanya Lydia.


"Udah gak usah aneh-aneh kalian ayo mandi katanya mau jalan-jalan. Dara sama mama ya mandinya."kata WIdya yang mau mengambil Dara dari gendongan Dara.


Saat Dara mau diambil oleh WIdya, dia malah mengeratkan langkurannya dileher Hendru. Perilaku Dara membuat Hendru dan Lydia tersenyum sedangkan Widya malah cemberut.


"Kamu kenapa Wid?"tanya Lydia yang melihat Widya menekuk wajahnya.


"Ini gara-gara kamu mas."kata Widya.


"Emang aku ngelakuin apa?"kata Hendru bingung apa yang dia buat.


"Kalau ada kamu Dara tak mau aku gendong."kata Widya.


"Kamu tau gak Wid? Benar apa kata orang-orang kalau anak perempuan itu cinta pertamannya pasti ayahnya. Iya gak sayang?"kata Hendru sambil mencium pipi Dara.


Sedangkan Dara hanya terkekeh geli. Hendru langsung mengajak Dara masuk ke dalam kamarnya dengan Widya yang mengikuti dibelakangnya.


"Biar aku aja mas yang mandiin Dara."kata Widya saat Hendru mengajak Dara masuk ke kamar madi.


"Aku mau belajar mandiin Dara boleh?"kata Hendru.


"Baiklah biar aku siapin dulu peralatan untuk Dara mandi."kata Widya.


Mereka berdua akhirnya memandikan putri kecilnya itu berdua. Hendru sangat senang karena dia bisa memandikan putrinya. Dia tak pernah menyangka kalau dia akan memiliki seorang putri.


"Mas ayo angkat Dara dari bak mandinya. Dia sudah kedinginan itu."kata Widya membuat Hendru tersadar dari lamunanya.


Hendru langsung mengambil handuk yang disiapkan oleh WIdya. Saat dia mengendong Dara benar bayi kecil itu sudah kedinginan membuat Hendru merasa bersalah. Dia memeluk anaknya itu dengan erat.


"Kamu kenapa mas?"tanya Widya yang melihat Hendru memeluk erat putrinya.

__ADS_1


"Maaf karena aku tuan putri kita kedinginan."kata Hendru masih merasa berslah.


"Kamu gak salah mas, Dara memang suka dengan air. Sini biar aku yang memakaikan bajunya mas mandi dulu. Biar gak kesiangan kita jalan-jalannya."kata Widya.


"oke aku mandi dulu."kata Hendru.


Hendru masuk ke dalam mandi sedangkan Widya meemakaikan baju Dara. Dara selesai memakai baju bertepatan dengan Hendru yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Ih anak ayah sudah cantik."kata Hendru sambil mendekati putrinya.


"Mas pakai baju dulu."kata Widya yang melihat Hendru mendekat dengan mengunakan handuk yang dililit dipinggangnya.


"Memang kenapa? Aku mau mencium putriku terlebih dahulu."kata Hendru sambil mencium putrinya.


"Mas cepat pakai bajunya biar aku gantiian mandinya."kata Widya.


"Oke aku pakai baju sebentar ya sayang."kata Hendru.


Hendru berjalan kearah tasnya yang dia bawa dari jakarta untuuk mengambil baju. Dia langsung mengunakannya. Awalnya Widya canggung karena sudah lama dia tak melihat Hendru bertelanjang dada didepannya.


Tapi dia mencoba untuk menetralkan kegugupannya bermain dengan Dara. Dia saking asiknya bermain dengan Dara, Widya tak sadar kalau Hendru sudah ada didekatnya.


"Udah sana mandi!"kata Hendru membuat Widya terkejut.


"Udah selesai pakai bajunya?"kata Widya.


"Udah sana mandi, perempuankan dandannya lama."kata Hendru.


"Enak aja, liat aja pasti sebentar aja aku selesai dandannya."kata Widya tak terima jika dia lama berdandan.


Benar saja Widya mandi dan dandan dengan cepat membuat Hendru tersenyum. Dia mendekati Widya sambil mengendong putrinya itu mendekati ibunya.


"Ayo berangkat!"kata Hendru.


"Ayo kita mau kemana?"tanya Widya.


"Kenapa malah tanya aku balik sih."tanya Widya.


"Gimana kalau kita piknik ke kebun binatang atau ke taman dekat-dekat sini saja."kata Hendru.


"Gimana kalau ke taman dekat sini saja. Kalau ke kebun binatang Dara masih belum mengerti jika ditunjukan dengan nama-nama binatang."kata Widya.


"Ya sudah ayo kalau kayak gitu kita berangkat. Lydia tak ikut kita jalan-jalan?"tanya Hendr.


"Dia bilang mau istirahat aja hari ini seharian."kata Widya.


"Ya sudah ayo nanti panas kalau siang hari ditaman."kata Hendru.


Mereka bertiga pergi ke taman setelah berpamitan dengan Lydia. Mereka mencari tempat yang teduh dibawah pohon agar tak keepanasan.


Seharian itu dihabiskan mereka untuk bermain ditaman dengan Dara. Mereka tak sangka bisa berkumpuul lagi setelah sekian lama tidak bertemu.


Mereka bertiga pulang sore hari. Saat sampai rumah ternyata Lydia menunggu didepan rumah.


"Ngapain kamu disini?"tanya Widya.


"Kalian kemana aja sih? Aku tungguin daritadi tak pulang-pulang."kata Lydia.


"Kami tadikan sudah bilang kalau kami pergi ke taman kamu diajak gak mau ikut."kata Hendru sambil mengendong Dara yang tertidur.


"Aku pikir kalian tak lama jalan-jalannya."kata Lydia.


"Ya sudah ngapain kamu tunggu kami disini?"kata Hendru.


"Aku lapar."kata Lydia.

__ADS_1


"Ya sudah ayo masuk aku masakin."kata WIdya.


"Emang kamu gak bisa masak Ly."kata Hendru.


"Ih kakak kan tau kalau aku gak bisa masak dari dulu."kata Lydia.


"Aku pikir kamu selama ini belajar masak dari Widya, kaliankan selama ini tinggal serumah."kata Hendru.


"Aku malas kak, lagian masakan Widya lebih enak."kata Lydia.


"Kamu harus belajar, gak mungkin kamu tinggal satu rumah dengan widya. Kamu suatu saat akan menikah dan tinggal dirumah suami kamu."kata Hendru.


"Nanti aku belajar, lagian siapa yang mau sama aku?"kata Lydia.


"Makanya jangan terlalu cuek dan galak sama semua pria yang mendekatimu."kata Hendru.


"Siapa yang cuek mereka aja yang gak tahan dengan sikapku."kata Lydia.


"Itu tau kenapa malah tanya, kamu tau sikap kamu itu buat orang gak betah kecuali kalau orang itu benar-benar sudah tau kamu."kata Hendru.


"Aku cuma mau mereka terima aku apa adanya tanpa ada yang harus ditutup tutupi."kata Lydia.


"Terserah kamu ajalah, kamu ma masak apa Wid?"tanya Hendru.


"Masak yang cepat jadi aja gimana?"kata Widya.


"Terserah kamu aja. Aku mau menidurkan Dara lalu mandi dulu udah gerah."kata Hendru.


"Kak kapan pulang ke jakarta?"kata Lydia.


"Kenapa kamu mengusirku?"kata Hendru.


"Gak aku mau tanya aja. Aku mau titip sesuatu."kata Lydia.


"Mau titip apa?"kata Hendru.


"Aku mau titip barang buat mama."kata Lydia.


"Kenapa gak kamu aja yang pulang ke jakarta?"tanya Hendru.


"Aku malas nyetir sendiri."kata Lydia.


"Ya sudah besok pagi aku bawa sekalian, habis ini aja kamu kasih barangnya. Takutnya besok kamu belum bangun."kata Hendru.


"Oke nanti habis makan malam aku kasih ke kakak."kata Lydia.


Hendru setelah berbicara begitu langsung masuk ke kamar untuk menidurkan Dara dan sekalian dia mandi.


"Kamu kenapa suruh mas Hendru bawa barang ke rumah kamu sih?"tanya Widya.


"Wid kamu gimana sih, besokkan kita harus ke jakarta. Jangan-jangan kamu lupa kalau besok ulang tahun kak Hendru."kata Lydia.


"Aku tau tapi pasti papa sama mama bikin perayaan dirumah mereka kalau gak gitu dihotel."kata Widya.


"Terus kamu mau tunggu Hendru diluar apartemen gitu besok?"kata Lydia.


"Ya gak lah."kata Widya.


"Makanya aku suruh mama untuk cari tau pasword rumah suami kamu dulu dengan cara cari tau dimana dia tinggal."kata Lydia.


"Lagi ngomongin apa sih?"kata Hendru yang baru saja datang.


"Gak ini loh mas, lydia ribet banget pengen ajk aku keluar besok."kata Widya.


"Emang mau kemana?"tanya Hendru.

__ADS_1


"Ada deh, ayo kita makan dulu aku lapar."kata Widya.


Mereka bertiga makan malam bersama sambil melontarkan candaan. Saat mereka asik mengobrol tiba-tiba ponsel Hendru berbunyi.


__ADS_2