
Saat hendru dan aziz sedang berbicara serius. Ryan masuk ke dalam ruangan untuk memberitahukan kalau ada kecelakaan diproyek. Keluarga korban tak menuntut ganti rugi padahal mereka sudah diberi ganti rugi.
"Maaf kalau aku ganggu kalian." kata ryan.
"Ada apa yan, kayaknya ada yang penting?" tanya aziz melihat wajah ryan yang cemas.
"Itu diproyek yang baru kita ada kecelakaan. Keluarga korban ingin menempuh jalur hukum kalau kita tidak mengganti rugi sama seperti yang mereka inginkan.
"Bukannya perusahaan sudah memberikan ganti rugi dan juga biaya Rumah Sakit perusahaan juga yang tanggung?" kata Aziz.
"Iya ziz benar, tapi aku gak tau kenapa mereka bisa melakukan demo padahal awalnya mereka sudah setuju. Tapi besoknya mereka melakukan demo pasti ada orang yang mendukungnya." kata ryan.
" Yan kamu selidiki siapa yang ada dibalik demo ini. Biar aku pergi ke proyek sendiri." kata Hendru.
"Aku ikut denganmu ndru." kata aziz.
"Kamu gak ada kerjaan?" tanya hendru.
"Gak aku sedang nyantai. Kita pakai mobilku aja biar nanti ryan nyusul pakai mobilmu." kata aziz.
"Gimana yan?" tanya hendru.
"Oke, aku selidiki dulu siapa orang dibalik demo?" kata ryan.
Mereka bertiga keluar dari ruangan hendru tapi berbeda tujuan. Ryan kembali ke ruangannya untuk menyelidiki apa yang terjadi melalui anak buahnya. Sedangkan hendru dan aziz pergi ke lokasi proyek. Tapi sebelum itu hendru menelpon widya untuk memberitau widya kalau kemungkinan gak bisa jemput.
Hendru akan menyelesaikan masalah lebih awal supaya bisa jemput widya tapi kalaupun tak bisa dia akan meminta tolong pak aji untuk menjemput widya.
Widya yang baru saja menerima telpon dari hendru kembali mengerjakan pekerjaannya tanpa memperdulikan perkataan hendru tadi. Dia berpikir kalau hendru tak bisa menjemput widya bisa naik taksi.
Saat dia lagi serius mengerjakan pekerjaannya. Mama naya masuk ke dalam ruangan. widya dan tiara yang serius mengerjakan tugas tak menyadari kalau mama Naya masuk ke dalam.
"Heemmm..." kata mama naya yang sudah lama berdiri dibelakang mereka.
"Loh ma kok ada disini?" kata widya kaget.
"Iya mama daritadi disini tapi kalian berdua tak sadar." kata mama naya.
"Maaf ma. kami benar-benar gak sadar." kata widya.
__ADS_1
"Gak papa, aku cuma mau liat gaun yang kalian bikin sudah jadi berapa persen?" kata mama Naya.
"Besok gaunnya insyaallah sudah selesai." kata widya.
"Syukur deh. Tadi mama dapat kabar dari kakakmu kalau kamu lulus test dan besok harus ke kampus lagi untuk mengumpulkan syarat-syarat yang diperlukan." kata mama naya membuat widya dan tiara terkejut dan senang.
"Benar ma, aku keterima." kata widya memastikan lagi.
"Iya sayang benar, besok mama antar kamu lagi. oh ya tadi hendru telpon mama nanti pulang kerja kamu dijemput pak aji karena mama mau ke rumah nenek sekarang." kata mama naya.
Setelah memberitau wudya mama naya keluar. widya dan juga tiara langsung mengerjakan gaunnya lagi sambil berbicara.
"Selamat ya atas keberhasilan kamu. Aku yakin kamu bisa jadi desainer kayak ibu naya malah lebih sukses lagi dari beliau." kata tiara.
"Amin makasih atas doanya." kata widya.
"Mas hendru bolehin kamu kuliah sambil bekerja wid?" tanya tiara.
"Untuk sekarang masih boleh mbak, tapi gak tau nanti soalnya mas hendru sekarang sibuk banget. Dikantor lagi ada masalah tapi dia juga harus tetap mengajar dikampus." kata widya.
"Itu yang aku maksut wid. kalau kalian sama-sama sibuk takutnya malah gak ada waktu buat pasangan." kata tiara.
"Insyaallah kami bisa membagi waktu. Nanti kalau aku udah mulai kuliah, kalau ada pesanan gaun mau aku kasih ke orang buat ngerjain gaun itu." kata widya.
Hendru yang ada diproyek menemui langsung keluarga korban. Hendru ingin berdiskusi dengan keluarga korban dan apa yang ingin mereka mau sebenarnya.
"Asalamualikum semua... Saya selaku pimpinan perusahaan meminta maaf dan turut berduka karena kecelakaan kerja. Tak ada orang yang menginginkan kecelakaan ini terjadi. Saya disini ingin tau apa yang dikeluhkan oleh kalian sehingga melakukan demo." kata hendru melakukan pendekatan dengan keluarga korban.
"Pak hendru sudah disini kalian bisa menyampaikan keluh kesah langsung ke orangnya mumpung beliau ada disini." kata mandor disana.
"Pak ganti rugi yang diberikan oleh perusahaan tidak sesuai dengan perjanjian." kata salah satu keluarga korban.
"Pak boleh saya liat kwitansinya. Bukannya setiap ada pembayaran pasti ada kwitansi." kata hendru meminta catatan pembayaran karena data keuangan kantor sesuai dengan yang sudah dijanjikan.
"Iya pak apa kata warga itu benar, ganti rugi memang hanya setengah dari perjanjian." kata mandor membuat hendru dan aziz saling pandang.
"Boleh kami liat catatan pembayaran dan kalian bukti pembayarannya karena saya ingin tau apa yang terjadi sebab laporan keuangan yang saya terima sudah sesuai dengan perjanjian." kata hendru.
Mendapat perintah dari hendru mereka semua bubar untuk mengambil bukti pembayaran dan akan dikumpulkan diruangan pak mandor.
__ADS_1
"Ini pak catatan ganti rugi untuk para korban." kata pak mandor menyerahkan laporan keuangan.
Hendru langsung menerima dan memeriksa laporan. Benar apa yang dikatakan oleh keluarga korban karena disana ternyata yang tercatat hanya setengahnya saja.
"Berarti ada yang mengelapkan uang ganti rugi. Tapi siapa? Kenapa mereka tega?" kata hendru.
"Gak ada yang gak mungkin kalau mereka sudah buta karena serakah dengan uang." kata aziz.
"Pak kalau boleh saya tau siapa yang mentransfer semua uang ini ke bapak." kata hendru.
"Pak kris yang mengantarkannya kemari." kata mandor.
"Gak mungkin kris melakukan ini." kata hendru.
"Kita gak tau tapi harus segera menyelidiki." kata aziz yang dianggukin oleh hendru dan juga mandor disana.
Setelah berjanji dengan keluarga korban hendru dan aziz pulang. Aziz langsung mengantarkan hendru pulang kerumah karena tadi dia menyuruh ryan untuk tak menyusul tapi ryan harus menyelidiki siapa yang mengelapkan yang ganti rugi.
Sampai dirumah hendru, aziz dan juga hendru masuk ke rumah ternyata orangtua hendru dan widya sedang berada diruang tengah.
"Lagi bicarain apa kok serius banget." kata hendru yang berjalan mendekati mereka.
"Kamu udah pulang ndru? Gimana kalian berdua bisa mengatasi keluarga korban?" tanya papa ikhsan.
"Pa mereka berdua baru pulang kok langsung bicarain pekerjaan sih." kata mama naya yang memarahi suaminya.
"Gak papa kok ma. Papakan juga ikut khawatir sama perusahaan. Memang benar ada masalah diproyek karena ganti rugi yang mereka dapatkan hanya setengah dari perjanjian yang telah disepakati oleh keluarga korban dan perusahaan." kata hendru.
"Memang siapa yang tega mengelapkan uang korban?" kata mama naya yang gak percaya ada orang yang tega mengelapkan uang. Padahal uang itu sangat dibutuhkan oleh korban.
"Aku masih nyuruh ryan menyelidiki. Ryan bilang besok akan menyerahkan hasil penyelidikannya." kata hendru.
"Syukur deh kalau gitu. Mama mau kamu melaporkan orang itu ke pihak yang berwajib." kata mama naya.
"Iya ma." kata hendru.
"Kalian udah makan belum? kalau belum biar mama suruh bi narti menghangatkan makanan." kata mama naya.
"Belum ma kami belum makan daritadi gak sempet." kata hendru.
__ADS_1
"Biar aku aja yang nyiapin makanan ma bi narti biar istirahat." kata widya tanpa menunggu persetujuan dari mereka widya sudah berjalan ke arah dapur.
Hendru berpamitan untuk mandi terlebih dahulu. Aziz juga ikut ke atas ke kamar yang biasa dia tidur kalau menginap. selesai mandi mereka berdua turun dan langsung menuju meja makan. widya setelah menyiapkan makanan untuk hendru dan aziz langsung pamit kembali ke kamar.