
widya keluar mencari tiara untuk membantunya mencari kain yang akan dibuat untuk gaun yang akan widya bikin untuk pelanggan.
"mbak tau mbak tiara dimana gak?" tanya widya ke ida.
"tadi aku liat mbak tiara masuk keruangan kalian." kata widya.
"oh ya sudah kalau gitu. makasih Ya." kata widya lalu berjalan masuk ke dalam ruangannya untuk meminta tolong pada tiara.
"mbak aku boleh minta tolong gak?" tanya widya saat melihat tiara yang masih sibuk melihat laporan.
"mau minta tolong apa?" kata tiara yang mengalihkan pandangannya ke widya.
"ini mbak soal gaun yang dipesan oleh pelanggan kita." kata widya.
"oh memang sudah jadi sketsanya?" tanya tiara.
"sudah mbak ini tinggal kasih warna saja. tadi aku minta pendapat sama mama naya katanya warna pink dan unggu muda." kata widya sambil menunjukan sketsa ke tiara.
"ya ampun wid ini bagus banget tau padahal belum diwarna. apalagi kalau sudah diwarna. oke aku nyelesein laporan dulu kamu warna. habis itu baru kita cari kain bareng-bareng." Kata tiara yang langsung dianggukin oleh widya.
mereka berdua menyelesaikan tugas mereka masing-masing. widya mencocokan warna agar gaun itu serasi.
widya selesai mewarnai bersama dengan tiara yang selesai memeriksa laporan. mereka berdua langsung pergi ke bagian pembuatan gaun tapi terlebih dahulu mencari lain yang akan mereka pakai.
tak butuh waktu lama mereka mencari kain setelah itu bikin pola dan memotong kain itu untuk dijahit dijadikan gaun.
saat widya fokus memotongin kain hendru masuk ke dalam ruangan.
"wid ayo pulang." kata hendru yang masuk ke dalam ruangan untuk mengajak widya pulang.
"emang udah jam pulang mas?" sambil melihat jam yang ada didinding.
"sudah ayo pulang. mbak tiara juga pulang bareng sama kita aja gimana?" tanya hendru yang gak tega kalau tiara pulang sendirian.
"gak usah mas. saya pulang sama sari bawa motor." kata mbak tiara menolak dengan halus tawaran dari hendru.
"ya sudah mas tunggu diluar dulu biar aku sama mbak tiara beresin ini dulu." kata widya.
"ya sudah aku tunggu diparkiran." kata hendru yang langsung berjalan keluar dari ruangan itu menuju mobilnya.
__ADS_1
widya dan tiara langsung membereskan kain-kain yang akan dipakai dijadikan satu sedangkan yang tidak dipakai dipisahkan juga siapa tau nanti berguna.
"maaf ya kita berdua gak bisa bantuin beresin yang diluar tadi." kata tiara meminta maaf pada sari dan ida yang gak bisa bantuin beres-beres didepan.
"gak papa kok kalaian bedua juga sibuk didalam." kata ida yang dianggukin oleh sari.
"ya sudah kalau begitu ayo kita pulang semua sudah bereskan?" tanya tiara ke ida dan sari.
"sudah mbak tinggal pulang saja."kata ida.
mereka berempat keluar dari butik . diluar widya langsung pamit pulang karena gak enak dengan hendru yang menunggu diparkiran sejak tadi sedangkan ketiga temannya masih mengunci pintu butik habis itu baru pulang kerumah masing-masing.
"mas maaf nunggu lama." kata widya meminta maaf kepada hendru setelah dia masuk kedalam mobil.
"gak papa aku tau kamu sibuk hari ini apalagi tadi ada pesanan gaun yang harus kamu kerjakan." kata hendru memaklumi widya.
"mas besok gak usah antar jemput widya lagi ya. aku gak enak kalau mas hendru nunggu lama kayak tadi." kata widya yang gak enak kalau besok besok hendru nunggu lagi.
"gak papa kok besok aku kerja dikantor bukan dikampus jadi aku juga pulang lambat kayak kamu." kata hendru menjelasa kepada widya.
"memang kalau dikampus pulangnya beda sama dikantor mas?" tanya widya yang gak mengerti jam kerja antara kampus dan kantor.
"kalau kerja dikampus aku cuma mengajar kalau ada jadwal aja. misalnya hari ini hanya 1 kelas ya 1 itu yang aku ajar setelah itu aku bisa pulang. sedangkan dikantor jam kerjanya sama kayak butik." kata hendru menjelaskan ke widya panjang lebar.
"ya gak lah pada dasarnya semua kerjaan itu punya konsekuensinya sendiri-sendiri. kalau dosen kita harus lebih sabar menghadapi mahasiswa yang bandel atau sering gak ngerjain tugas. sedangkan kalau dikantoran biasanya kitaaka ditipu oleh klien bisa juga dengan orang yang kita percaya kita juga tetap harus waspada." kata hendru menjelaskan samapi widya menanguk mengerti.
"oh begitu ya." kata widya.
tanpa mereka mengobrol panjang lebar daritadi ternyata dia sudah sampai dirumah hendru.
"makasih ya mas untuk hari ini." kata widya berterimakasih kepada hendru.
"iya sama-sama. pulang langsung beersih-bersih terus tidur ya." kata hendru menasihati widya.
"iya mas." kata widya sambil keluar dari dalam mobil.
hendru pun ikut keluar dari dalam mobil. mereka bersama tapi saat didepan rumah utama mereka sudah ditunggu oleh kedua orangtua hendru.
"kalian baru pulang?" tanya mama naya.
__ADS_1
"iya ma tadi hendru ajak widya makan diluar dulu." kata hendru.
"besok-besok makan dirumah aja ya sayang. makanan dirumah lebih sehat." kata mama naya.
"ma direstaurant yang hendru datangi juga terjamin kebersihannya." kata hendru yang tak terima kalau mama bilang kalau hendr tak memperdulikan kenersihan dan kesehatan.
"iya mama tau tapi sering-sering makan diluar itu gak baik." kata mama naya.
"udah udah ngapain sih kok pada berdebat. ma ingat tujuan kita menunggu mereka pulang." kata papa ikhsan yang merelai perdebatan ibu dan anak itu.
"oh ya mama sampai lupa pa." kata mama naya sambil menepuk jidatnya sendiri.
"memang ada apa ma pa?" tanya hendru yang penasarn.
"dua hari lagi kita pergi ke rumah widya untk melamar widya." kata mama naya yang membuat keduannya terkejut.
"loh ma kok cepat sekali bukannya maih minggu depan ya?" tanya hendru yang masih gak percaya dengan ucapan mamanya.
"iya harus ya memang minggu depan tapi nenek sama kakek maunya dimajuin dua hari lagi." katapapa ikhsan yang hanya dibals heraan nafas sama hendru.
"terserah kalian lah hendru capek mau masuk." kata hendru yang langsung masuk kedalam tanpa mendengar lagi kata-kat dari mama naya.
hendru hari ini sangat lelah apalagi masih ada banyak kerjaan yang harus hendru kerjakan tidak hanya dikampus tapi juga dikantor.
kalau dikantor ada ryan yang selalu menemani dan membantu pekerjaan hendru. sedangkan dikampus dia harus memeriksa tugas-tugas dari anak didiknya sendiri.
hendru langsung maasuk kamar langsung masuk ke dalam kamar mandi dia berendam untuk meyegarkan otot-ototnya yang tegas.
dibawah widya memandangi kedua orangtua hendru. mau bicara kalau itu terlalu cepat buat mereka tapi bibirnya keruh.
"kenapa wid mama lihat kamu sedang banyak pikiran?" tanya mama naya.
"gak papa ma. mungkin widya kecapekan saja." kata widya.
"baiklah kalau gitu mama sama papa gak nahan kamu disini lagi. kembalilah ke rumha belakang sampai langsung mandi dan istirahat biar bsok fress lagi." kata mama naya yang menyuruh widya untuk pulang kerumah belakang karena mama naya melihat wajah lelah widya.
"iya ma kalau begitu widya ke belakang dulu." pamit widya ke mama nalya.
"iya sayang." kata mama naya.
__ADS_1
widya pergi kerumah belakang setelahberpamitan dengan kedua calon mertuanya.
sampai dirumah belakang dia gak langsung mandi tapi dia merebahkan badannya diatas kasurnya untuk merenggangkan otot-otonya dan menyadarkan punggunya.