Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 9


__ADS_3

flashback


seesampainya ditempat reuni ternyata disana sudah sangat rame sekali. saat menyapa mereka tak sengaja mata hendru melihat mantan pacarnya nessa.


"hai semua sorry kita terlambat." kata aziz sambil menarik kursi untuk duduk.


"tumben kamu terlambat."


"ni nunggu hendru lama banget siapnya." kata aziz.


"oalah gimana kabar kalian." tanya reza suami nessa.


"baik za gimana kabar kamu?"


"ya gitu deh sibuk kerja ma usaha agar kita dapet momongan. kamu seendiri gimana ndru?"


"ya gini gini saja sibuk kerja."


"hendru kan kerja di 2 tempat sekaligus." sahut aziz


"oh iya kah kerja dimana emang?" tanya tio


"aku jadi dosen ma bantuin papa ngurus perusahaannya." jawab hendru santai.


"wah pantes sampek seekarang masih jomblo." kata nisa.


"apaan sih lo nis. emang gampang apa cari pasangan kalau cari yang asal asalan sih banyak u yang nungguin hendru." kata aziz.


"emang kamu cari yang kayak gimana biar aku cariin?"


"gak usah nanti kalau sudah waktunya aku kasih tau kalian." jawab hendru.


flashback off

__ADS_1


rasanya hidup itu kok gak adil soalnya gak semua yang aku inginkan terwujud. lagian gak ada yang seimbang antara kerja dan kehidupan pribadi.


pasti ada salah satunya yang kalah entah itu kerjaan atau masalah pribadi.


saat termenung terdengar suara hp hendru yang berbunyi. hendru melihat layar ternyata asistennya ryan.


"hallo ada apa yan malam-malam telfon?"


"maaf pak kalau saya menggangu."


"ada masalah apa?"


"ini soal masalah yang bapak suruh saya mencari tahu."


"oke apa sudah ada hasil?"


"sudah pak ternyata memang benar tentang dugaan bapak."


"oke besok kita berangkat kee proyek."


hendru menghera nafas lalu berjalan masuk kedalam kamar.


sedang hendru baru terlelap tidur ditempat widya dia terbangun karena merasa badannya sakit semua ternyata dia tertidur sambil duduk makanya badannya terasa pegal semua.


widya membereskan sketsa dan menuju ranjangnya untuk lanjut tidur. walaupun ranjangnya kecil tapi tempatnya nyaman.


saat suara azan subuh terdengar baru widya terbangun. dia sangat terkejut karena biasanya sebelum subuh dia terbangun akhirnya dia langsung ke dapuur menemui bi narti.


"maaf bi aku terlambat bangun."


"gakpapa nduk pasti kamu kecapekaan. ya sudah sana sholat dulu baru kita kerumah utama."


"baik bi."

__ADS_1


mereka bergegaas ke rumah utama untuk masak dan bersih-bersih. saat widya bersih-bersih bertepatan dengan hendru yang turun membawa koper.


"wid aku mau minta tolong ke kamu boleh?" tanya hendru.


"boleh den. aden minta tolong apa?"


"aku mau pergi keluar kota sekarang tapi belum sempat pamit sama mama papa. nanti tolong pamitkan ke mereka ya."


"baik den nanti saya sampaikan ke ibu."


"oke kalau gitu saya berangkat dulu. taksi sudah menungguku didepan."


"baik den hati-hati."


hendru langsung berjalan keluar. didalam taksi sudah ada ryan. mereka berdua naik taksi untuk pergi menuju bandra.


perjalanan 2 jam yag mereka tempuh untuk sampai ke tempat proyek.


disana mereka langsung menuju kepenginapan sebelum mereka memeriksa proyek.


dipenginapan hendru mandi untuk menyegarkan badan. selesai mandi dia keluar kamar untuk menuju dapur. disana sudah ada ryan yang menyiapkan sarapan buat mereka berdua.


"kamu masak sendiri yan."


"tidak pak saya beli diwarung depan. tidak apa kan pak?"


"tidak apa asal enak makannya."


"syukurlah kalau begitu."


"habis makan kita langsung ke proyek."


"baik pak."

__ADS_1


sesapainya diproyek mereka langsung bertemu dengan mandor yang menangani proyek tersebut untuk menanyakan proyek yang sedang berjalan itu.


pak bahrun menggajak dua orang itu berkeliling untuk melihat dan menjelaskan proyek yang mereka kerjakan.


__ADS_2