Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 66


__ADS_3

Widya mendekati Hendru yang sedang duduk dikarpet tempat dia menggambar tadi. Widya penasaran apa yang sedang dilakukan oleh Hendru.


"Mas lagi ngapain?" tanya Widya yang sudah duduk disebelah Hendru.


"Ni lagi memeriksa email yang tadi baru aja dikirim oleh Ryan." kata Hendru untung aja Ryan baru aja memberitau Hendru kalau dia tadi sudah mengirim email.


"Kok tumben?" kata Widya.


"Kan besok libur sayang, jadi karena lusa akan dibahas dengan klien baru makanya hari ini dia kirim. Kemarin dia lupa ngirimnya." kata Hendru.


"Oh, aku pikir email apa?" kata Widya.


"Kenapa kayaknya gak senang begitu?" tanya Hendru.


"Gak papa. Mas boleh aku tanya sama kamu?" kata Widya.


"Memang mau tanya apa?" kata Hendru sambil menarik Widya agar duduk dipangkannya.


"Siapa wanita yang kita temui tadi?" kata Widya.


"Kamu mau tau dia buat apa?" tanya Hendru.


"Aku penasaraan aja. Lagian wanita itu kelihatan ngebet banget sama kamu." kata Widya membuat Hendru tersenyum.


"Kamu cemburu ya? Tapi aku senang kalau kamu cemburu itu tandanya kamu sudah benar-benar sayang sama aku." kata Hendru.


"Mas gak usah ngalihin pembicaraan deh?" kata Widya.


"Baiklah, aku akan jujur Nessa mantanku dan sekarang dia bekerja diperusahaan." kata Hendru membuat Widya terkejut.


"Kok dia bisa kerja diperusahaan?" tanya Widya.


"Dia minta kerja ke aku, kasian dia baru saja bercerai." kata Hendru.


"Oh begitu gak papa asal jangan mas kecantol aja lagi." kata Widya.


"Gak dong sayang kan hatiku udah mentok dikamu." kata Hendru.


"Gombal banget sih." kata Widya.


"Nh aku kasih bukti." kata Hendru sambil mencium bibir Widya.


Walaupun awalnya hendru hanya menemperkan bibirnya ke bibir Widya tapi lama kelamaan ciuman itu semakin dalam,


Hendru mengendong Widya ke tempat tidur tanpa melepas ciumannya. Hendru membaringkan Widya ditepat tidur pelan-pelan. Sesudah mereka berdua berbaring dengan tubuh widya berada dibawah Hendru.

__ADS_1


Ciuman itu semakin panas apalagi Hendru tangannya mulai bergerayangan ditubuh Widya membuat mereka semakin larut dalam gairah.


Setelah dirasa cukup pemanasannya Hendu mulai melakukan penyatuan. Mereka malam itu tak ada rasa lelah untuk meneguh kebahagiaan surga dunia.


Keesokan paginya mereka dikejutkan oleh gedoran pintu yang membangunkan mereka berdua. Hendru bangun duluan dan melihat jam sudah menujukan pukul 9 pagi.


Hendru mengelus pipi Widya dan mencium kening istrinya untuk membangunkan istrinya itu.


"Hemmm... jam berapa sekarang mas?" tanya Widya sambil pelan-pelan membuka mtanya dia masih mengantuk karena baru jam 3 tadi mereka tertidur.


"Jam 9 sayang." kata Hendru santai sedangkan Widya langsung bangun karena terkejut.


"Ya ampun mas kok baru bangunin aku sih?" kata Widya sambil mengambil baju yang berserakan dilantai dan berjalan masuk kekamar mandi.


"Memang ada apa sayang? Kan kita ke kantornya nanti jam 11." kata Hendru.


Mereka akan pergi ke acara lebih awal karena akan melihat perlombaan yang diadakan untuk para karyawan.


"Aku kan harus siap-siap mas." kata Widya.


"Pestanya masih nanti malam sayang. Sekarang buat apa kamu dandan?" kata Hendru.


"Mas aku tu istri seorang CEO masak ak datang kekantor dengan wajah kusut?' kata Widya.


Hendru tak meneruskan menjawab pertanyaan Widya karena dia tau pasti perdebatan mereka tak akan ada ujungnya.


"Siang tan, tumben jam segini masih sarapan?" tanya Hendru.


"Iya semalam gak bisa tidur ada kerjaan yang harus aku kerjakan."kata Mirna.


"Siapa suruh untuk kerja diperusahaanku gak mau?" kata Hendru.


"Bukan gak mau, aku mau cari pengalaman diluar." kata Mirna.


"Pengalaman sih, pengalaman tapi kapan tante akan menikah kalau terus kerjaan yang diurusin terus." kata Hendru.


"Sekarang berani ya ngejek aku setelah kamu sudah menikah." kata Mirna yang hanya dibalas cengiran oleh Hendru.


"Kalian udah siap belum? kalau udah ayo kita berangkat!" kata mama Ina.


Hendru naik ke atas untuk mengambil baju yang akan dipakai untuk pesta nanti karena mereka akan bersiap-siap dihotel.


Sampai dihotel mereka semua masuk sebentar ke kamar untuk meletakkan pakaian dan peralatan lainnya.


Widya kagum dengan kekompakan para karyawan saat mengikuti lomba. Dia juga kagum dengan keluarga suaminya yang mau berbaur dengan karyawan lainnya."

__ADS_1


"Ada apa kok senyum-senyum sendiri?" tanya Hendru yang melihat Istrinya tersenyum sendirian.


"Gak papa, aku merasa bersyukur karena bisa menjadi bagian keluargamu mas." kata Widya yang langsung dipeluk oleh Hendru.


Saat Hendru memeluk Widya banyak pasang mata yang memandang kearah mereka. Ada yang kagum dengan merek ada juga yang iri dengan mereka berdua.


Tanpa terkecuali dengan sepasang mata yang dari awal mereka datang ketempat itu. Siapa lagi kalau bukan Nessa yang ingin segera menyingkirkan Widya.


Nessa mulai menjalankan rencananya untuk mendekati keluarga Hendru. Tapi hanya Risa saja yang menaggapinya.


Nessa mencoba bersabar karena dia berpikir sebentar lagi pasti mereka akan menanggapinya seperti dulu


Malamnya setelah siap-siap Hendru mengajak Widya menuju tempat pesta. Saat mereka masuk ternyata sudah banyak orang yang datang.


Hendru mengajak Widya untuk menemui klien dan juga para teman-teman Hendr. Mereka memuji kecantikan widya saat Hendru mengenalkannya.


Mereka mengucapkan terimakasih atas pengapdian para karyawan dan juga berterimakasih dengan para perwakilan perusahaan yang sudah bekerjasama dengan perusahaan.


Selain itu mereka juga menyampaikan 2 kabar bahagia yang pertama tentang perikahan Hendru dan Widya. Awalnya para karyawan terkejut karena diam-diam CEO mereka menikah.


Banyak karyawati yang patah hati karena idaman mereka sudah menikah. Selain itu berita bahagia yang kedua adalah kehamilan Risa yang kedua.


Mereka semua yang hadir mendoakan kebahagiab dan keselamatan semua keluarga bosnya itu.


Tapi tidak dengan Nessa yang akan tetap menjalankan jebakannya. Saat dia melihat Widya yang sedang sendirian dia langsung mendatanginya.


"Hai, kamu masih ingat aku kan?" tanya Nessa.


"Oh ya mbaknya yang bertemu direstaurant kemarinkan?" kata Widya.


"Iya apa kamu tau ada hubuungan apa antara aku dan Hendru?" kata Nessa.


"Mas Hendru sudah cerita kalau kamu itu mantannya." kata Widya.


"Apa dia gak cerita kalau aku mantan terindahnya dan sangat susah dia lupakan?" kata Nessa.


"Lalu apa hbungannya denganku. Kamu memang mantannya mas Hendru tapi itu hanya masa lalu sedangkan aku masa depannya." kata Widya membuat Hendru tersenyum saat mendengar perkataan Widya.


Padahal tadi dia kalut saat melihat Nessa menghampiri Widya.


"Makasih sayang udah percaya denganku." kata Hendru sambil melangkur pinggangnya membuat Widya terkejut.


"Mas ngagetin aja, kita kembali ke kamar yuk aku capek." kata Widya.


"Iya sudah ayo." kata Hendru.

__ADS_1


"Kami pergi dulu ya mbak." kata Widya.


Mereka berdua berjalan menjauhi Nessa yang sekarang sedang kesal karena rencananya gagal.


__ADS_2