Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 27


__ADS_3

dalam perjalanan pulang hendru dan lia diam saja tanpa terlihat canggung.


"selamat ya wid?" kata hendru yang berinisiatif agar suasana didalam mobil tidak merasa canggung.


"selamat buat apa mas?" tanya widya yang tak mengerti ucapan dari hendru.


"selamat karena kamu mendapatkan pelanggan pertama kamu dan dia menyukai pakaian yang kamu desain sendiri. aku bangga sama kamu bukan hanya cantik tapi juga pintar." kata hendru yang memuji widya dengan tulus.


sedangkan widya yang dipuji wajahnya menjadi merah karena malu atas pujian dari hendru.


"kenapa muka kamu merah wid?" tanya hendru.


"tidak ada apa-apa mas. hanya saja mendengar pujian dari mas hendru rasanya widya belum pantas mendapatkan pujian seperti itu." kata widya yang merendahkan dirinya sendiri.


"kamu pantas lagi wid dapat pujian itu karena kamu benar-benar berbakat dalam bidang it. kamu harus mensyukuri bakat ang ada padamu." kata hendru.


"iya mas. karena bakat itu juga dulu waktuu SMA aku bisa mendapatkan beasiswa karena a berhasil mendapatkan juara 1 desain baju antar daerah."kata widya yang membuat hendru bangga lagi kepada widya.


mengingat beasiswa sebenarnya widya ingin mencari beasiswa agar dia bisa melanjutkan kuliahnya.


"ada apa wid?" tanya hendru yang melihat widya melamun.


"tidak ada mas."kata widya.


"katakan saja kalau ada yang kamu inginkan siapa tau aku bisa membantu kamu." kata hendru yang meyakinkan widya supaya dia mau mengatakan keinginannya.


"sebenarnya aku ingin melanjutkan kulaihku dengan cara mencari beasiswa." kata widya hati-hati takut kalau hendru marah dengan keinginannya.


"oh masalah itu. untuk sekarang kamu kuliah sudah sangat terlambat jadi aku memutuskan kamu akan ambil kuliah mulai tahun depan." kata hendru menjelaskan.


widya yang mendengar itu langsung melihat hendru. widya tak percaya dengan omongan hendru.


"benar mas izinin aku lanjut kuliah?" tanya widya untuk meyakinkan dirinya.


"ya wid, kalau kamu daftar sekarang sudah sangat terlambat karena kamu akan ketinggalan banyak materi. jadi aku memutuskan akan membiayai kuliah kamu tahun depan." kata hendru menjelaskan panjang lebar agar widya percaya.


"aku mau kuliah tahun depan tapi kalau masalah biaya kuliah aku gak mau mas yang biayain aku bisa cari beasiswa." kata widya yang membuat hendru terkejut.


"kenapa aku gak boleh biayain kamu kuliah?" tanya hendru.


"aku gak mau ngerepotin kamu mas." kata widya yang gak enak kalau hendru yangmembiayai kuliahnya.

__ADS_1


"aku gak repot wid. apa kamu lupa kalaiu sebentar lagi kamu adalah tanggungjawabku sepenuhnya." kata hendru.


"maksutnya mas?" tanya widya yang tak mengerti dengan ucapan hendru.


"kamu sama aku an sebentar lagi menikah jadi kamu kan akan menjadi tanggungjawabku." kata hendru yang membuat widya teringat kalau mereka berdua akan segera menikah.


"udah sampai wid. sampai dikamar gak usah begadang langsung tidur saja ya." kata hendru sambil keluar untuk membukakan pintu untuk widya.


"iya mas makasih untuk hari ini." kata wdya saat sudah berada diluar mobil.


"besok aku antarjemput lagi." kata hendru yang hanya dibalas angguukan oleh widya.


mereka berjalan menuju rumah masing-masing. hendru masuk kerumah utama sedangkan widya ke rumah belakang.


sesampai dirumah utama hendru tidak langsung masuk dia menunggu widya sampai tidak terlihat lagi baru dia masuk kedalam.


setelah masuk ke dalam hendru langsung naik ke atas untuk menuju kamarnya. didalam kamar dia langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi.


dia menanggarkan pakaiannya lalu masuk kedalam bak mandi untuk merilexkan badannya. setelah dirasa cukup merendam dirinya untuk menghilangkan pegal pegalnya dia langsung membersihkan badannya diibawah shower lalu keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke wolk in closed untuk memakai celana kolor karena dia terbiasa tidur tanpa mengenakan kaos.


sedangkan ditempat widya saat dia baru sampai sudah ditunggu bi narti diteras rumah belakang.


"walaikumsalam...nduk sini duduk dulu." kata bi narti sambil menepuk bangku disebelahnya.


"ada apa bi?" tanya widya setelah dia duduk disebelah bi narti.


"apa benar kamu tadi makan malam dengan ibu dan keluarga untuk merayakan keberhasilan kamu?" tanya bi narti.


"iya bi tadi aku makan malam bersama keluarga bu naya dan juga karyawan kantor." kata widya jujur tanpa menutupi apapun dari bi narti.


" iya sudah kalau begitu. bibi merasa lega."kata bi narti.


"memang kenapa bi?" tanya widya bingung


"bibi takut orang-orang bilang kalau kamu hanya memanfaatkan den reza saja." kata bi narti yang juga didengar oleh yanti.


"gak usah pikirin omongan orang bi yang penting kita tau apa yang sebenarnya. orang-orang itu berkata begitu karena iri terhadap widya." kata yanti agar bi narti tidak memikirkan omongan orang lain.


"benar apa yang dikatakan mbak yanti bi." kata widya yang menytujui ucapan yanti.


"tapi bibi takut... kita itu tak sebanding dengan mereka." kata bi narti mengatakan ketakutannya yang ada didalam hatinya.

__ADS_1


"bi aku tanya sama bibi boleh?" kata yanti yang gemas dengan kata-kat bi narti yang masih membeda-bedakan kasta.


"mau tanya apa yan?" kata bi narti.


"sekarang aku tanya sama bibi apa selama ini ibu dan bapak membeda-beda kan kita atau malah mengagap kita sebagai keluaganya sendiri?" tanya yanti.


"semua keluarga ini menganggap kita sebagai keluarganya sendiri tanpa membeda-bedakan status." kata bi narti.


"nah itu bibi tau. terus kenapa masih takut mereka akan membedakan widya. mereka pasti bisa menerima widya karena mereka telah memilih widya sebagai bagian dari keluarganya." kata yanti panjang lebar dan disetujui oleh widya.


"ya sudah wid kamu masuk dan mandi sana pasti kamu capek kan bekerja dari pagi." kata yanti menyuruh widya masuk.


"ya mbak aku masuk dulu ya." kata widya.


"iya sana masuk biar bi narti aku temani disini." kata yanti yang tau kalau bi narti belum ingin masuk kedalam rumah.


"baiklah kalau begitu bi mbak aku masuk." kata widya sambil berjalan masuk menuju kamarnya.


sampai dikamar widya meletakan tas dan mengambil baju ganti dan handuk untuk mandi karena kamar mandi dirumah ini hanya berada diluar rumah.


tidak butuh waktuu lama widya meyelesaikn ritual mandinya. selesai mandi dia langsung kembali ke kamar dan melaksankan sholat habis itu baru lah dia berbaring diranjang.


saat berbaring diranjang dia melihat hpnnya ternyata ada pesan dari hendru.


[apa sudah sampai] kata hendru tapi setelah 1 jam tidak ada balasan dari widya membuat dia khawatir.


[maaf mas tadi pulang aku berbicara sebentar dengan bi narti dan mbak yanti] jawab widya yang tak enak hati.


[oh aku pikir kemana] kata hendru setelah dapat balasan dari widya dia merasa lega.


[maaf ya mas] kata widya tidak enak.


[ya gak papa. yasudah kamu tidur lah] kata hendru.


[iya mas ini baru mau tidur untung saja aku liat hp dulu kalau gak liat pasti gak tau kalau mas mengirimi aku pesan] kata widya panjang lebar.


[baiklah selamat istirahat] kata hendru


[iya mas kalau gitu mas juga istirahat ya jangan begadang] kata widya.


mereka mangakhiri mengirim pesan dan akhirnya mereka sama-sama tertidur dikamar masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2