
Mereka baru saja meyelesaikan kegiatan saling memadu kasih terdengar suara panggilan dari hp hendru.
"Siapa mas, malam-malam begini telpon?" tanya widya yang masih berada dalam pelukan hendru.
"Gak tau biarin aja." kata hendru.
"Mas angkat dulu siapa tau penting." kata widya.
Hendru melihat siapa yang telpon. Saat dia tau siapa yang telpon emosinya naik. Widya yang melihat kalau hendru sedang emosi menenangkannya dengan cara mengelus lengan hendru. Elusan widya dilengan hendru sedikit mengurangi emosinya.
"Hallo Asalamualaikum... yan ada apa malam-malam menelpon ganggu aja?" kata hendru yang sudah mulai bisa menguasai emosinya.
"Walaikumsalam... maaf kalau aku ganggu istirahat kalian." kata ryan yang gak enak hati.
"Ada apa katakan?" kata hendru.
"Ada masalah dikantor, kamu harus secepatanya menyelesaikannya." kata ryan.
"Apa masalahnya serius? Kamu gak bisa nyelesaiin dulu yan?" kata hendru.
"Gak bisa ndru. Soalnya banyak investor kita yang membatalkan kontrak." kata ryan yang membuat hendru terkejut.
"Kok bisa begitu bukannya kemarin baik-baik aja?" tanya hendru.
"Iya, aku juga gak tau kenapa jadi begini?" kata ryan.
"Baiklah pesankan aku tiket besok sore. Aku mau nyelesaiin urusanku disini dulu." kata hendru.
"Urusan apa?" kata ryan yang ingin tau.
"Kamu gak perlu tau. Pokoknya pesankan tiket buat besok sore. Hari senin pagi langsung kita adakan rapat." kata hendru.
"Baiklah nanti aku kirim no bookingannya." kata ryan.
"Baiklah, aku tutup dulu. Aku mau istirahat capek." kata hendru yang langsung mematikan panggilan sepihak tanpa menunggu ryan menjawab.
Setelah mematikan langsung saja hendru memeluk widya. Dia melakukan itu supaya bisa sedikit meringankan pikirannya yang sekarang sedang kacau. Saat diberitau hendru kalau perusahaannta ada masalah.
"Mas ada apa?" kata widya yang khawatir.
"Ada masalah dikantor. Besok sore kita harus pulang gak papa kan hanya 2 hari disini?" tanya hendru.
"Gak papa mas. Masalah kantor lebih penting." kata widya.
"Makasihya kamu udah ngertiin aku." kata hendru.
"Iya mas." kata widya sambil memeluk hendru.
"Sayang jangan erat-erat peluknya nanti ada yang bangun lo." kata hendru.
"Mas ih, masih sempet-sempetnya mesum."kata widya sambil mencubit perut hendru.
"aduh...sakit sayang. kok kamu tega sih?" kata hendru.
__ADS_1
"Biarin aja siapa suruh pikirannya mesum terus." kata widya.
"kan udah aku bilang sama kamu. Kalau aku didekat kamu rasanya ketagihan terus."kata hendru.
"Itu sih maunya kamu mas." kata widya.
"Satu kali lagi ya... please." kata hendru.
Widya sebenarnya sudah capek tapi saat mengingat kalau sekarang hendru ada masalah hanya bisa menganggukan kepalanya. Mungkin aja bisa membuat hendru lupa sejenak dengan masalahnya karena hanya itu yang bisa widya lakukan.
Malam itu melakukan lagi entah berapa ronde yang mereka lakukan. Disaat hendru melihat widya lelah barulah mereka berhenti dan tidur.
Besoknya mereka bangun kesiangan padahal mereka harus bersiap-siap pulang tapi sebelum itu mereka harus pemitan dulu dengan azam dan ibunya.
"Mas bangun.. ini udah siang tau." kata widya membangunkan hendru.
"Bentar lagi sayang." kata hendru sambil memeluk widya lebih erat lagi.
"Mas bukannya mas bilang hari ini kita pulang dan kita harus bertemu dengan azam buat pamitan." kata widya.
Perkataan widya membuat hendru membuka matanya karena teringat janjinya dengan azam untuk mengantarnya beli peralatan sekolah.
"Jam berapa sekarang?" kata hendru.
"Udah jam 10. Nanti kita pulang jam berapa?" kata widya.
"Tunggu bentar aku belum sempat liat email dari ryan." kata hendru mengambil hpnya dan melihat email dari ryan.
"Nanti kita berangkat jam 5 masih ada waktu. kamu mandi dulu." kata hendru.
"Oke tapi ada syaratnya kalau mau dilepasin." kata hendru sambil menarik turunkan alisnya.
"Apa syaratnya mas. Gak usah aneh-aneh pokoknya kan aku harus segera berkemas dan juga kita belum beli oleh-oleh buat yang lain." kata widya mengingatkan.
"Gampang kok syaratnya. Kamu harus cium aku disini, disini dan disini." kata hendru sambil menunjukan pipi, kening dan juga bibirnya.
"Harus memangnya mas." tanya widya.
"Harus dan itu harus dilakukan setiap habis bangun tidur." kata hendru.
Dengan terpaksa widya melakukan apa yang diperintahkan hendru suapya mereka bisa cepat keluar dan membeli oleh-oleh buat keluarga dirumah.
"Udahkan aku mandi dulu." kata widya sambil berlari ke arah kamar mandi. Hendru yang melihat hanya tersenyum.
Hendru bangun dari ranjang. Sambil menunggu widya selesai mandi dia menyiapakan pakaian yang akan dipakai dia dan widya. Tak lupa juga mengepak baju mereka berdua ke dalam koper agar nanti widya tak kerepotan.
Widya selesai mandi langsung terkejut saat melihat hendru sedang memasukkan pakaian mereka ke dalam koper.
"Mas apa yang kamu lakukan?" kata widya yang mendekati hendru hanya memakai handuk saja karena dia tadi lupa tak membawa pakaiannya masuk ke dalam kamar mandi.
"Kamu mengodaku sayang?" tanya hendru yang melihat widya dengan pandangan mesumnya.
"Apa sih mas, aku tadi lupa bawa pakaian bukan mau mengodamu. Cepat mandi sana kasian pasti azam udah menunggu." kata widya.
__ADS_1
"Iya, iya ini mau mandi. Itu baju kamu udah aku siapkan. pakaian kita juga udah aku packing nanti tinggal pulang aja." kata hendru sambil mencuri ciuman dari widya.
"Mas..." kata widya sambil geleng-geleng melihat tingkah laku hendru.
Setelah memakai pakaian widya duduk main hp sambil menunggu hendru selesai mandi karena tugas mengepack pakaian sudah diselesaikan oleh hendru.
"Cepet banget mas mandinya?" tanya widya.
"Iya, kasian azam lama menunggu." kata hendru.
Dan benar saja saat mereka keluar dari penginapan sudah melihat azam yang duduk dibawah pohon untuk berteduh.
"Kamu daritadi disini zam?" kata hendru.
"Iya kak, kemarin kan kakak bilang jam 10. Tadi sebenarnya azam tunggu dirumah tapi karena sudah jam 10 lewat jadi aku kesini." kata azam membuat widya dan hendru merasa bersalah.
"Kenapa gak ketuk pintu penginapan zam?" tanya widya.
"Aku takut ganggu kakak." kata azam.
"Iya sudah kita beli makan dulu. kamu tau tempat jualan makanan yang enak zam?" tanya hendru mengajak azam mencari makan terlebih dahulu.
"Tau kak. gak jauh dari sini ada tempat makan enak." kata azam sambil berjalan duluan menujukan tempatnya ke hendru dan widya.
Mereka menikamti makanan yang mereka pesan. Habis itu pergi untuk membeli peralatan sekolah azam tak lupa pula widya membeli oleh-oleh kas sana. Tak lupa juga mereka memberi gelang untuk oleh-oleh.
Mereka berdua mengantar azam pulang sekaligus berpamitan.
"Masuk dulu kak?" kata azam.
"Disini aja zam. Ibumu mana?" kata widya.
"Bu... ibu dicari kak hendru dan kak widya nih." kata azam.
"Ya nak. Maaf ibu lagi masak dibelakang. kok gak masuk kak?" tanya ibu ida.
"Gak usah bu. Saya cuma mau antar azam sekalian mau pamit." kata hendru.
"Loh katanya disini 4 hari kok baru dua hari sudah mau pulang?" tanya ibu ida.
"Iya bu ada urusan yang mengharuskan saya untuk pulang segera."kata hendru tanpa mengatakan kalau ada masalah takut malah membebani mereka.
"Begitu ya. Kapan kalian mau pulang?" tanya ibu ida.
"Setelah dari sini, kami akan langsung pergi ke bandara bu tapi mau ambil barang dulu dipenginapan." kata hendru.
"Baiklah hati-hati.Kalau udah sampai kasih kabar kami. Maaf kalau kami tak bisa kasih apa-apa. kami malah merepotkan kalian."kata bu ida
"Gak papa bu. Nanti sampai rumah kami kasih kabar." kata hendru.
"Zam nurut sama ibu, sekolah yang bener kalau butuh apa-apa telpon aku atau kak hendru ya." kata widya.
"Siap kak. kalian hati-hati." kata azam.
__ADS_1
Setelah berpamitan mereka berdua kembali ke penginapan dan langsung saja pergi ke bandra untuk pulang. Dibandara mereka masih menunggu 30 menit lagi.
Selama 30 menit itu hendru sibuk dengan hpnya untuk memeriksa email yang diberikan oleh ryan. widya yang tau kalau hendru sibuk dia melihat-melihat media sosialnya.