Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
bab 23


__ADS_3

keesokan paginya hendru benar benar menunggu widya diparkiran mobil untuk berangkat bersama. widya yang baru keluar dari rumah belakang langsung melihat hendru yang berdiri didepan mobil hendru.


widya langsung bergegas menghampiri hendru takut kalau dia lama menunggu.


"pagi mas.." sapa widya saat dekat dengan hendru.


"pagi wid, kamu udah siap ayo berangkat." kata hendru.


"tapi mas widya biar nanti naik motor aja. kan pulangnya kita gak sama mas saya takut ngrepotin." kata widya takut kalau malah bikin hendru repot dia tak enak hati memang siapa dia.


"gak papa kok kamu gak ngerepotin." kata hendru sambil dia mebukakan pintu moobil untuk widya masuk jadi dengan terpaksa widya masuk kedalam mobil.


"mas beneran gak papa?" kata widya.


"gak papa nanti kamu pulang jam 7 kan?" tanya hendru ke widya.


" iya mas nanti saya pulang jam 7." kata widya.


"iya sudah nanti tunggu aku jemput ya baru pulang gak usah naik angkutan umum kalau pulang." kata hendru.


"mas kan pulangnya jam 5, masuk baru sampai rumah lalu pergi lagi gak enak sama bapak sama ibu mas?" kata widya.


"gak papa wid, mereka malah seneng kok kalau akan antar jemput kamu lagian sebentar lagi kamu jadi tanggungjawab aku jadi itung-itung buat belajar." kata hendru yang langsung membuat pipi widya menjadi merah.


hendru yang melihat jadi gemas sendiri ingin menciumnya. tapi dia tahan takut kalau widya marah.


"oh ya wid aku boleh tanya gak?" tanya hendru.


"tanya apa mas kalau widya bisa jawab ya widya jawab?" tanya widya sambil menghadap hendru karena dia penasaran.


"hem apa pernah kamu punya kekasih wid?" tanya hendru.


"saya belum pernah pacaran mas, lagian saya gak terlalu mikirin itu karena yang terpenting bagi saya adalah bisa lulus sekolah dengan nilai yang bagus widya kan bisa lulus sma karena dapat beasiswa." kata widya panjang lebar.


jawaban dari widya membuat hendru semakin kagum dan juga beruntung karena hendru menjadi yang pertama bagi widya.


"kenapa mas memangnya?" tanya widya yang menyadarkan hendru dari lamunannya.


"gak papa aku penasaran aja apa kamu sudah pernah pacaran apa belum." kata hendru sambil nyengir.


"oh saya pikir ada apa." kata widya.

__ADS_1


"sudah sampai wid. kamu kerja yang semangat ya. nanti tunggu aku jemput." kata hendru.


"baik mas kalau begitu aku keluar dulu. hati-hati dijalan." kata widya sambil keluar dari mobil hendru.


widya menunggu mobil hendru sampai tidak terlihat baru lah dia masuk kedalam butik. didalam butik sudah ada tiara, sari dan ida.


mereka bertiga melihat widya masuk sambil tersenyum senyum. mereka sudah tau kalau widya dijodohkan dengan hendru putra pemilik butik.


"cie cie cie ada yang bahagia nih?" kata ida mulai menggoda widya yang membuat pipinya menjadi merah.


"hush kasian tu widya sudah merah mukanya." kata tiara.


"ya namanya juga lagi berbunga-bunga kayak mbak gak tau saja dulu gimana waktu awal menikah?" kata sari.


"iya juga ya kamu benar memang dunia serasa milik berdua." kata tiara ikut menggoda.


"apa sih kalian ini." kata widya yang wajahnya sudah merah seperti tomat .


"sudah sudah gak usah ganggu widya lagi, ayo kita mulai kerja sebentar lagi pasti ibu naya datang daripada kita kena omel waktu dia datang pekerjaan kita belum beres." kata tiara yang langsung disetujui oleh semuanya.


mereka menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing bertepatan dengan bu naya masuk kebutik.


"ada bu, pesanan yang gaunnya didesain oleh widya hari ini datang." kata tiara.


"iya bu saya mau ibu memeriksanya apa ada yang kurang biar nanti saya benerin sebelum pelanggan datang." kata widya yang gak yakin dengan gaun buatanya karena waktunya yang sangat singkat untuk membuat sepasang baju.


"oke ayo kita liat, tapi aku yakin kalau kamu bisa. coba kamu tunjukan desainnya kesaya?" kata mama naya.


"iya ma desainnya ada disebelah gaunnya." kata widya sambil mereka berjalan keruangan widya dan tiara berada.


sampai didalam mama naya kaguum akan hasil tangan widya. dia yakin kalau widya pasti akan jadi desainer terkenal karena karya karya dia yang bagus.


saat mereka mengagumi baju buatan widya. dikantor hendru langsung masuk kedalam ruangannya. sebelum sampai diruangan didepan ruangannya ada ryan sama rina yang gelisah.


"ada apa dengan kalian?" kata hendru yang heran melihat kedua karyawannya itu mondar mandir.


"anu itu pak didalam ada tamu." kata rina.


"tamu bukannya saya bilang kalau saya beluum datang tidak ada yang boleh masuk keruangan saya." kata hendru dengan nada tinggi karena geram dengan asisten dan sekertarisnya yang gak bisa diandalkan.


"jangan marah dulu hen, aku gak bisa ngusir dia?" kata ryan.

__ADS_1


"gak bisa emang dia siapa sampai kamu gak bisa menahannya?" tanya hendru.


"yang didalam rheka ndru?" kata ryan. mendengar kalau rheka yang ada didalam dia semakin murka.


"kenapa kamu biarin dia masuk." kata hendru dengan wajah yang menahan amarah yang membuat rina ketakutan tapi tidak dengan ryan.


"aku gak bisa mengusir rheka bukan hanya dia sebagai teman lama kita tapi dia juga jadi model brand ambasador kita." jelas ryan panjang lebar yang membuat hendru menarik nafas berat.


"baiklah rin kamu tetap disini aku dan ryan masuk kedalam dulu. kalau ada yang mencariku bilang aku sedang rapat didalam." kata hendru yang langsung dianggukin oleh rina.


hendru dan ryan masuk kedalam disana sudah ada rheka yang duduk disofa. saat melihat kedatangan hendru dia langsung berdiri dan berlari untuk memeluk hendru.


ryan yang melihatnya merasa jijik setelah melihat tingkah rheka yang sekarang.


padahal dulu rheka itu anaknya mandiri dan selalu jaga jarak dengan pria. hendru yang risih dengan pelukan rheka langsung melepaskan pelukan itu.


"apa kamu tidak suka bertemu denganku ndru?" tanya rheka berusaha mengoda hendru.


melihat dari tingkahnya rheka itu hndru sudah tau kalau sebenarnya rheka ingin mengodanya. yang membuat hendru semakin jijik dan menyesal kenapa dulu dia bisa menyukai wanita ular ini. untung saja dulu rheka menolaknya.


"ndru kok diam aja sih, pasti kamu kagetnya kok aku bisa ada disini?" tanya rheka ke hendru yang merasa kalauu hendru mengabaikannya.


"iya kita bicara sambil duduk lebih nyaman kayaknya." kata hendru yang langsung berjalan kearah sofa untuk duduk.


hendru duduk dikursi single sedangkan rheka dan ryan duduk berdampingan.


"ngapain kamu kesini rhe?" tanya hendru langsung.


"aku kangen kamu makanya aku kesini." kata rheka.


'kangen sama hendru doang rhe?" kata ryan.


"eh gak lah sama kalian juga." kata rheka terpaksa berbohong padahal tujuan dia kesini untuk mengoda hendru agar dia bisa mendapatkan hendru kembali dan menikmati fasilitas yang diberikan oleh hendru.


rheka sudah lelah bekerja sebagai model apalagi biaya hidup yang menuntutnya bergaya glamor membuat dia memikir otaknya untuk mendapatkan kucuran dana walaupun dia harus menjadi simpanan om-om dia lakukan.


tapi akhir-akhir ini tidak ada yang membokingnya jadi terpaksa dia harus memutar otak. saat dia kebingungan ternyata dia malah bertemu dengan hendru jadi dia menggunakan kesempatan ini untuk menjerat hendru.


siapa tau dia bisa menjadi istri hendru, kalau dia bisa jadi istri hendru dia tak perlu bekerja keras.


sedangkan gerak gerik rheka sudah diketahui oleh ryan dan hendru. jadi untuk menyuruhnya keluar jadi terpaksa ryan mengatakan kalau mereka ada rapat untung saja rheka percaya dan pergi meninggalkan ruangan itu yang membuat ryan dan hendru menghera nafas rega.

__ADS_1


__ADS_2