Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 17


__ADS_3

setelah mendapat telpon dari hendru mama naya langsung keluar dari kantornya untuk mencari widya. saat keluar dari dalam kantor mama naya bertemu dengan ida jadi mama naya memutuskan bertanya dengan ida.


"ida sini dulu." panggil mama naya ke ida lalu ida langsung datang menghampiri.


"iya bu, adayang bisa saya bantu?" kata ida.


"kamu lihat widya dimana da?" tanya mama naya sambil matanya mencari-cari widya.


"widya ada diruangan mbak tiara bu, widya kan harus fokus bikin gaun pesanan pelanggan yang kemarin." kata ida.


"oh ya saya lupa, ya sudah kalau gitu biar saya cari widya disana." kata mama naya sambil berjalan keruangan tiara dan widya sekarang.


sedangkan dari jauh mendekati ida. dia penasaran apa yang dibicarakan oleh teman kerja dan juga bosnya itu.


"ada apa mbak ida?" tanya sari saat sudah dekat dengan ida.


"oh itu ibu cari widya." kata ida.


"oh aku pikir ada apa. iya sudah ayo bantuin aku beresin kardus yang berisi pakaian itu." kata sari sambil mengeret tangan ida supaya membantunya.


mama naya melihat dari luar kalau widya dan tiara sedang berdiskusi tentang sesuatu. tanpa mereka sadari dibelakang mereka mama naya sudah berdiri lama.


"hem serius amat sampai saya dibelakang kalian dari tadi gak tau kalian." kata mama naya sambil nada bicaranya dibuat-buat marah.


"maaf bu kami terlalu serius karena gaun ini sebentar lagi harus kami buat pola pada kain agar cepat dijahit." kata widya.


"iya bu takut pelanggan marah dan ini tadi widya sudah meyelesaikan gambar jas nya tinggal tunggu pelanggan itu datang dengan pasangannya untuk diukur." tambah mbak tiara.


"memang meereka sudah setuju dengan gambar jas yang kalian bikin?" tanya mama naya.


"sudah bu tadi saya kirim foto gambar jasnya ke pelanggan dan pelanggan setuju." kata tiara.


"oh baiklah kalau begitu. ya ampun sampai lupa tujuan aku kesini karena liat kalian terlalu serius." kata mama naya sambil menepuk jidatnya.


"memang ada apa ya bu?" tanya tiara penasaran.


" kita harus dandani widya secantik mungkin karena hari ini jam 7 dia akan dijemput oleh hendru." kata mama naya sambil tersenyum.


sedangkan tiara bingung kenapa putra dari pemilik butik ini harus menjemput widya apalagi widya harus dandan segala. tadi memang tiara sempat melihat kalau hendru mengantar widya kebutik tapi tiara diam. tapi sekarang tiara malah semakin penasaran.


" memang ada apa ya bu kok widya harus dandan?" tanya widya yang bingung.


" hendru mau ajak kamu kenikahan temannya mungkin sekalian ngenalin kamu sebagai calon istrinya." kata mama naya sambil tersenyum.


" jadi sebenarnya widya ini calon menantu ibu bukan karyawan disni?" tanya tiara.


" apa sih mbak aku tetap karyawan kok disini." kata widya.


" hehehe oke oke." kata tiara.


" ya sudah ra kamu panggil ida sama sari biar bantuin kita baju mana yang cocok dipakai widya." kata mama naya.


" baik bu." tiara langsung memanggil dua teman kerjaannya itu.


" iya bu ada apa ya?" kata ida mewakili sari.


" gini aku mau kalian pilihan baju yang cocok buat diajakin widya malam ini sekalian kita dandani widya." kata mama naya.


" maaf bu kalau boleh tau pakaian buat acara apa ya?" tanya sari.


"buat acara nikah." kata mama naya.


mendengar itu mereka bertiga langsung pergi memilih milih baju yang ada dibutik untuk digunakan oleh widya. mereka masing-masing membawa 2 stel gaun.


ini bu gaunnya. widya yang melihat gaun yang dibawa oleh ketiga teman kerjaannya hanya mengeleng-gelengkan kepala karena widya tau harga dari gaun gaun yang teman-temannya bawa itu harganya puluhan juta.


"maaf bu apa itu gak berlebihan?" tanya widya gak enak hati.


" berlebihan gimana maksud kamu wid?" tanya mama naya.


" apa saya pantas pakai baju mahal itu bu?" kata mama naya.


" pantes pantes aja wid, lagian kapan lagi kamu bisa pakai baju mahal kayak gini?" kata sari yang langsung disikut oleh ida.


" maaf ya bu sari memang suka ceplas ceplos." kata ida yang tak enak hati dengan bu naya.


"gak papa aku ngerti. sekalian aku juga mau kasih tau kalau sebenarnya widya ini calon mantan saya." kata mama naya yang membuat ida dan sari yang melonggoh.


sedangkan tiara yang sudah tau dari tadi hanya tersenyum melihat kedua temannya terkejut.

__ADS_1


"jadi kalian bantu widya ya?" kata mama naya.


" selalu kalau itu bu." kata sari.


"sudah sudah kalian itu. ayo wid kamu coba baju baju ini mana yang cocok buat kamu biar kita liat." kata tiara menyadarkan teman-temannya.


"iya kita cuma punya waktu 2 jam untuk dandani tiara." kata mama naya.


"tenang bu kalau masalah dandan biar saya saja nanti." kata sari.


" memang kamu bisa sar?" tanya mama naya.


"bisa dong bu saya kan pernah bekerja disalin sebelum kerja disini." kata sari sambil nyengil.


"ya sudah kalau gitu. saya gak perlu panggil penata rias kalau kamu bisa. biar nanti bayarnya buat kalian bertiga saja."kata mama naya.


mereka bertiga mendengar itu langsung tersenyum bahagia. beberapa kali widya ganti baju sampai baju yang terakhir baru mereka puas dengan baju yang dikenakan oleh widya gaun panjang berwarna tosca itu sangat cocok digunakan oleh widya.


"ini gak terlalu terbuka ya?" kata widya yang gak pernah sekalipun pakai baju yang pres body dan tanpa lengan.


" gak kok kamu cantik tau pakek itu. nanti aku tinggal dandani kamu dengan make up natural aja sudah cantik kamu."kata sari.


" pasti nanti pak hendru liat kamu langsung terpesona dia." kata tiara dan dianggukin oleh kedua temannya.


mereka bertiga bertugas medandani widya sedangkan mama naya tadi keluar untuk membeli tas dan sepatu yang akan dikenakan oleh widya tapi sebelum membeli mama naya memastikan dulu gaun warna apa yang dipakai oleh widya.


"sini aku dandani kamu biar tambah cantik lagi." kata sari.


mereka hari ini lebih awal menutup butik supaya mereka bisa fokus mendandani widya supaya terlihat cantik.


setengah jam waktu yang digunakan oleh sari untuk make up dan rambut widya. make up widya sari bikin tipis aja biar kelihatan natural sedangkan rambutnya dia kumpulkan dibahas samping yang menambah kecantikan widya.


"liat bagus gak hasil karyaku." kata sari memperlihatkan wajah widya.


ida dan tiara hanya mentapa sambil memuja. tanpa mereka katakan pun sari tau kalau dalam hati mereka berdua sedang memuji habis widya.


saat mereka sedang serius menatap widya terdengar pintu butik terbuka ternyata yang masuk kedalam hendru.


saat hendru masuk dia langsung terkejut saat melihat widya yang begitu cantik walau dengan make up tipis sampai mata hendru tak berkedip saat melihatnya. tanpa hendru sadari mama naya ada dibelakangnya. mama naya tersenyum saat melihat siapa yang dilihat putranya itu tanpa berkedip.


"mama gak salah kan jodohi kamu ma widya dia cantik bukan?" tanya mama naya


tanpa sadar hendru hanya menganggukan kepalanya saja. yang membuat mama naya langsung tergelak.


saat widya sadar siapa yang ditertawai mama naya. widya langsung tersipu malu yang membuat ketiga temannya langsung menggoda.


" tu pangeran kamu sudah datang." goda ida.


" kita liat ya pasti mas hendru terkesima dengan kecantikan widya kita aja kagum apalagi dia." kata sari yang semakin membuat widya tersipu malu.


pipinya yang putih menjadi merah karena malu saat hendru melihatnya ingin sekali langsung mencium pipi itu.


"kamu kenapa hen?" tanya mama hendru.


"eh gak papa ma."kata hendru.


" bukannya kamu mau jemput widya jam 7. ini belum ada jam 7 lo hen. liat ni mama saja baru kembali dari membeli tas dan sepatu buat widya." kata mama naya.


"hendru kesini mau cari jas buat handru sendiri ma." kata hendru.


" oalah ya sudah kalau gitu ayo kita masuk nanti aku suruh tiara mencarikan jas yang cocok buat kamu."kata mama naya sambil masuk dan melangkah menghampiri keempat perempuan itu.


"ra tolong cariin jas buat hendru ya?" kata mama naya saat berada didekat mereka.


" baik bu sebentar saya ambilkan." kata tiara langsung pergi masuk kedalam untuk mencari jas yang cocok buat hendru.


" wid kamu biasa pakek highheels." tanya mama naya.


" belum pernah bu." kata widya.


" ya sudah ini kan masih ada waktu 30 menit gimana kalau kamu belajar pakai ini. aku ajarin pasti kamu bisa." kata sari.


" baik lah." kata widya ragu apa lagi melihat kalau sandal itu memiliki hak yang tinggi.


hendru yang melihat pun agak ngeri melihatnya apalagi dia dengar tadi kalau widya belum pernah memakai highheels.


" ma emang mama gak beli yang lebih pendek sedikit itu hak nya." kata hendru.


" memang kenapa ndru." kata mama naya.

__ADS_1


" aku kok ngeri sendiri melihatnya." kata hendru yang membuat widya semakin takut.


sari yang melihat raut ketakutan diwajah widya hanya mengelus lengan widya sambil menyakinkan kalau widya bisa.


selama 30 menit itu mereka gunakan untuk mengajari widya pakai sadar dan diliat oleh hendru. awalnya widya gugup dan takut tapi lama-lama dia terbiasa. hendru melihat jam dipergelangan tangannya dan mengajak widya berangkat.


"ayo kita berangkat sudah hampir waktunya." kata hendru.


" baik den..eh maksudnya mas." kata widya gugup. hingga membuat yang ada disana tersenyum.


" hati-hati dijalan jagain widya jangan sampai menantu mama ini recet sedikit pun." kata mama naya mewanti-wanti hendru.


" iya ma iya. kami pamit dulu ma.


ayo semuanya aku duluan." kata hendru sambil mengandeng tangan widya keluar.


sedangkan didalam butik mama naya berterimakasih kepada ketiga karyawannya dan memberikan bonus kepada ketiga karyawan tersebut sesuai dengan perkataan mama naya.


" bu ini gak salah ini banyak banget lo." kata sari waktu membuka amplop tersebut.


"iya bu sari benar ini banyak banget lo." kata ida menimpali.


" itu beneran buat kalian. karena kalian sudah bikin calon menantu aku jadi perempuan yang sangat cantik malam hari ini." kata mama naya.


" makasih bu." kata mereka bertiga serempak habis itu mereka tertawa bersama karena mereka kompak mengatakan terimakasih.


" ya sudah sekarang kita pulang pasti kalian sudah capek. jangan lupa kunci pintu dan jendela ya. saya pulang duluan." kata mama naya.


" baik bu. hati-hati dijalan." kata tiara sambil ikut mengambil tasnya untuk bersiap-siap pulang.


sedangkan hendru dan widya yang ada didalam mobil hanya diam saja.


" kamu cantik wid." kata hendru.


dipuji oleh hendry cantik membuat pipi widya menjadi merah seperti tomat.hendru yang melihatnya merasa gemas sendiri. setelah itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka.


hingga akhirnya hp hendru berbunyi. ternyata yang menelpon aziz.


" hallo ziz ada apa?" kata hendru.


" lo dimana aku sama Ryan nungguin lo diparkiran hotel sampai pegel tau." kata aziz.


" la kenapa gak masuk duluan aja." kata hendru.


" terus kalau kita masuk kamu gimana? undangan kamu kan ada di Ryan tadi dia lupa kasih ke kamu." kata aziz.


hebdru yang mendengarnya langsung tepuk jidatnya sendiri yang membuat widya bingung ada apa dengan hendru. tapi dia tak berani bertanya takut kalu hendru marah. mending habis hendru selesai telpon baru widya bertanya.


" ya ampun aku tadi juga lupa. ya sudah tunggu aku diparkiran bentar lagi aku sampai." kata hendru.


" oke aku tunggu." kata aziz.


hendru langsung mematikan telponnya. habis itu dia langsung menghera nafas berat.


"ada apa mas?" tanya widya.


" tadi aziz telpon kalau dia tunggu kita diparkiran hotel karena undangan punya aku ada di Ryan. aku tadi lupa gak minta undangannya ke Ryan." kata hendru.


" oh tapi gak papa kan mereka nunggu takutnya mereka nanti marH lagi karena kita kelamaan." tanya widya.


" gak lah mana berani mereka marah sama aku." kata hendru.


"benaran mereka gak akan marah." tanya widya tidak yakin dengan perkataan hendru.


" bener sayang percaya deh sama aku." kata hendru sampai gak sadar kalau dia mengucap sayang ke widya.


sedangkan widya yang mendengar hendru menyebut dia sayang menjadi terkejut dan terdiam. hendru yang melihat widya terdiam jadi bingung apa dia salah berbicara.


" kenapa kok diam memang ada kata-kata aku yang salah?" tanya hendru.


" gak ada kok mas." kata widya.


" bener gak ada?" kata hendru gak yakin.


" iya mas bener." kata widya.


mereka tiba dihotel tempat pernikahan itu diadakan. hendru langsung menuju parkiran untuk mencari parkiran yang kosong. saat mencari parkiran hendru melihat dua sahabatnya itu sedang berdiri didepan mobil aziz dan di setelahnya ada parkiran kosong.


" itu mereka disana." kata hendru

__ADS_1


widya langsung menoleh dan mencari dimana orang yang dimaksud oleh hendru. hendru langsung memarkirkan mobilnya disebelah mobil aziz langsung membuka pintu mobil dan berlari kecil menuju pintu sebelah kemudi. aziz dan Ryan saling berpandangan.


saat widya turun dari mobil barulah mereka terkejut karena baru kali ini hendru membawa cewek apalagi cewek itu cantik


__ADS_2