Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 68


__ADS_3

Nessa benar-benar diusir oleh Ryan. Ryan juga memberitau satpam untuk tidak membiarkan Nessa masuk lagi. Barang-barang Nessa diambilkan oleh salah satu karyawan yang Ryan suruh tadi.


"Kamu hanya seorang asisten disini tapi kamu berani sama aku. Awas aja kalau sampai aku menikah sama Hendru aku akan suruh dia pecat kamu." kata Nessa.


"Coba saja kalau kamu berani. Lagian gak akan mungkin Hendru mau kembali sama perempuan ular kayak kamu." kata Ryan.


"Kamu liat aja nanti." kata Nessa.


"Aku tunggu." kata Ryan.


Nessa dalam hatinya bersumpah akan membalas apa yang mereka lakukan hari ini. Tapi untuk saat ini dia harus mencari pekerjaan lagi karena sekarang dia tak bisa mengandalkan Kevin yang gak bisa apa-apa itu. Nessa juga ingin segera menceraikan Kevin agar bisa secepatnya dia bisa nikah dengan Hendru.


Benar saja saat Nessa sampai rumah ternyata Kevin masih tidur dan tak melakukan apa-apa membuat dia geram.


"Bangun kamu." kata Nessa.


"Kamu ngapain pulang jam segini? Kenapa kamu bawa barang-barangmu pulang, kamu dipecat sama Hendru?" kata Kevin.


"Diam kamu ini gara-gara kamu yang gak becus ngelola perusahaan." kata Nessa.


"Kamu gak usah nyalahin aku, bukannya kamu juga sudah banyak menikmati hartaku." kata Kevin.


"Iya tapi sekarang seharusnya kamu cari kerja bukannya malah enak-enak tidur." kata Nessa.


" Aku udah cari kerja tapi belum ada yang memanggilku interview." kata Kevin.


"Sekarang kita harus gimana? Aku udah dipecat oleh Hendru." kata Nessa.


"Aku gak bisa mikir, kamu aja yang mikir." kata Kevin.


"Baiklah kalau begitu kita cerai sekarang." kata Nessa.


"Kamu yakin?" tanya Kevin.


"Iya aku yakin. Sekarang tolong kamu keluar dari rumahku." kata Nessa.


"Dengan senang hati aku akan keluar dari sini. Aku harap kamu gak akan nyesal nanti." kata Kevin.


"Aku gak akan nyesal karena setelah kita cerai aku akan kembali dengan Hendru." kata Nessa.


"Aku doakan semoga kamu berhasil tapi aku yakin kamu gak akan bisa dapatkan dia lagi." kata Kevin.


"Terserah kamu yang penting sekarang kamu pergi dari sini." kata Nessa.


Setelah diusir oleh Nessa Kevin kembali kerumahnya sendiri. Sebenarnya dia gak benar-benar bangkrut dia cuma ingin test Nessa saja apa benar dia seperti yang dikatakan oleh teman-temannya kalau Nessa hanya menginginkan hartanya saja.

__ADS_1


[Hallo Ndru sorry aku ganggu.]


[Kamu Vin tumben telpon?]


[Aku cuma mau ngingetin kamu hati-hati dengan Nessa karena sekarang aku sudah gak bersamanya lagi.]


[Kamu cerai dengannya? Aku mau tanya sama kamu apa benar kamu sekarang bangkrut?]


[Gak aku gak benar benar bangkrut. Aku hanya mau test dia saja.]


[Test kenapa?]


[Aku cuma mau tau apa benar yang dikatakan oleh orang-orang kalau Nessa itu hanya menginginkan hartaku saja.]


[Lalu apa yang kamu dapat?]


[Ternyata benar apa yang mereka bilang. Kamu harus hati-hati karena dia bilang sama aku kalau dia ingin kembali sama kamu.]


[Makasih karena kamu sudah ingatin aku.]


Hendru kembali ke kamar sesudah mengakhiri panggilan dari Kevin tadi. Dia melihat Widya yang asik dengan kegiatan menggambarnya.


"Kamu sedang gambar apa?' tanya Hendru.


"Ini mas tadi mbak tiara bilang ada yang pesan gaun buat pesta ulang tahun." kata Widya.


"Iya, karena mbak Tiara tadi bilang pelanggan itu akan datang lagi besok." kata Widya.


"Ya sudah kamu lanjut aku juga mau periksa tugas mahasiswa." kata Hendru yang bangun untuk mengambil kertas dan leptopnya.


Mereka berdua sibuk masing-masing pekerjaannya. Saat Hendru menyelesaikan pekerjaannya dia memandang Widya yang sudah tertidur diatas kertas gambarnya.


Hendru membereskan barang-barangnya tak lupa juga barang milik Widya. Setelah beres dia langsung menggendong Widya untuk dibaringkan diranjang. Sebelum dia tidur terlebih dahulu Hendru mencim kening Widya.


Esok harinya Widya yang bangun duluan pelan-pelan bangun dan masuk ke kamar mandi untuk cuci muka habis itu dia pergi ke dapur. Sampai didapur ternyata hanya ada bi Narti dan mama mertuanya.


"Loh bi, mbak Yanti kemana?" tanya Widya yang tak melihat Yanti didepan dan didapur.


"Yanti minta cuti pulang kampung." kata mama Naya.


"Ya udah kalau kayak gitu biar aku aja yang bersih-bersih rumah." kata Widya menawarkan diri.


"Gak usah Nduk biar aku aja yang bersih-bersih nanti kamu bantuin kami masak aja sekarang." kata bi Narti.


"Ya sudah kalau kayak gitu, aku ngapain sekarang?"kata Widya.

__ADS_1


"Kamu cuci sayur ini dulu." kata bi Narti.


LIa setelah selesai membantu pekerjaan didapur langsung kembali keatas untuk membangunkan suaminya tapi terlebih adahulu dia mandi dan bersiap-siap setelah itu baru membangunkan Hendru.


"Mas... mas bangun." kata Widya.


"Morning kissnya mana sayang?" kata Hendru.


Widya langsung mencium suaminya itu agar cepat bangun karena dia sudah menyiapkan air hangat tinggal baju Hendru saja.


Hendru langsung bangun setelah mendapat ciuman dari Widya. Saat Hendru mandi Widya mempersiapkan pakaian Hendru dan turun ke bawah.


"Hendru mana Wid?"' tanya mama Naya sedangkan papa Ikhsan tetap membaca koran tanpa perduli apa yang dibicarakan oleh kedua perempuan.


"Mas Hendru masih mandi ma." kata Widya.


"Kamu nanti ke butik Wid?" tanya mama Naya.


"Iya ma, habis dari kampus aku langsung ke butik." kata Widya.


"Hari ini kata Tiara ada yang ingin datang untuk memesan gaun rancangan kamu?" kata mama Naya.


"Iya ma kemarin mbak Tiara sudah bilang." kata Widya.


"Emang banyak yang pesan gaun rancangan kamu Wid?" tanya papa Ikhsan.


"Banyak pa, kebanyakan mereka seumuran dengan Widya." kata mama Naya.


"Kamu gak mau buka butik sendiri?" kata papa Ikhsan.


"Papa ngomong apa sih kalau Widya buka butik sendiri siapa nanti yang ngurusin butik mama. Risa aja lebih memilih buka restaurant." kata mama Naya.


"Siapa tau kalau Widya mau buka sendiri, papa akan kasih dia modal." kata papa Ikhsan.


"Gak perlu pa, nanti kalau Widya mau biar aku saja yang kasih dia modal." kata Hendru yang baru datang.


"Kalian ini memang ayah sama anak sama aja gak ada yang dukung mama." kata mama Naya.


"Untuk saat ini Widya masih ingin fokus sama kuliah dan bantuin mama dulu pa." kata Widya.


"Itu baru menantu kesayangan mama." kata mama Naya.


Habis sarapan mereka berempat kembali kerutinitas masing-masing. Hendru yang baru sampai kantor sudah dihadang oleh Nessa.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Hendru.

__ADS_1


"Aku mau ketemu kamu gak boleh?" kata Nessa dengan pakaian yang kurang bahan.


Nessa berharap kalau Hendru akan tergoda tapi ternyata dugaannya salah. Hendru sama sekali tak meliriknya.


__ADS_2