Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 50


__ADS_3

Keesokan paginya hendru bangun lebih dulu hatinya menghangat saat melihat widya yang tidur disampingnya 'cantik' batin hendru sambil mengelus pipi widya.


Widya yang mendapatkan elusan dari hendru merasa terganggu. Akhirnya dia membuka mata dan terkejut karena wajah hendru ada tepat didepannya. Dia mulai teringat kejadian semalam yang membuat wajahnya bersemu merah karena malu.


"Kenapa sayang kok pipinya merah gitu?" tanya hendru menggoda istrinya dia tau kalau sekarang widya sedang malu.


"Gak papa mas cuma kaget aja." kata widya.


"Kaget kenapa?" kata widya lagi.


"Pagi pagi bangun tidur ngelihat pria tampan memelukku." kata widya.


"Sudah pandai mengoda ya sekarang." kata hendru.


"Siapa yang mengoda gak ada wong yang aku ucapkan benar kok." kata widya.


"Kalau gitu aku boleh ngelakuin kayak semalam dong." kata hendru sambil menaik turunkan alisnya.


"Ngelakuin apa?" kata widya yang belum paham maksut dari hendru.


Tanpa menjawab pertanyaan widya, hendru langsung memberikan ciuman panas kepada widya. Hendru melepas ciuman itu saat dirasa mereka sudah kehabisan nafas.


"Udah paham kan masksutku. Boleh aku melakukan lebih dari ciuman?" kata hendru.


"Bukannya kita mau jalan-jalan ya?" tanya widya.


"Jalan-jalannya nanti setelah kita melakukan satu ronde." kata hendru.


"Bener hanya satu kali kan?" tanya widya yang gak yakin dengan hendru karena mereka berdua semalam entah melakukan penyatuan beberapa kali dia juga gak ingat.


"Aku gak janji soalnya kamu buat aku terus ketagihan." kata hendru membuat wajah widya semakin bersemu merah.


"Bolehkan katanya mau jalan-jalan. Bukannya lebih cepat lebih baik?" kata hendru.


Widya tak menjawab hanya menanggukan kepalanya. Hendru yang mendapatkan anggukan langsung saja bersemangat untuk melakukan penyatuan. Entah berapa kali pagi ini mereka melakukan penyatuan karena setelah dirasa widya lelah hendru langsung menghentikan kegiatan itu.


Mereka tertidur sampai matahari terbit sangat tinggi barulah hendru bangun dan melihat kalau widya masih tertidur. Hendru turun dari ranjang pelan-pelan karena tak mau membangunkan widya. Selesai mandi hendru langsung memesan makanan dan membangunkan widya.


"Sayang bangun udah siang." kata hendru membangunkan widya tapi tak ada sedikitpun pergerakan dari widya.


Hendru memiliki ide jahili untuk membangunkan widya. Hendru menciumi pipi widya berkali-kali membuat widya bangun karena tidurnya terganggu.


"Siang sayang, ayo bangun katanya tadi mau jalan-jalan." kata hendru.


"Ini jam berapa mas?" kata widya sambil bangun dan tak ingat kalau dia tidak memakai baju hanya selimut saja yang menutupi badannya tapi sekarang selimut itu merosot ke bawah.


Hendru yang melihat itu langsung melototkan matanya. Widya yang sadar ditatap hendru langsung melihat ke bagian yang dilihat oleh hendru. Widya langsung terkejut dan langsung ingin menutupnya tapi tangannya ditahan oleh hendru.


"Mas.." kata widya yang melihat kabut gairah dimata hendru.


"Aku meninginkanmu lagi sayang." kata hendru yang langsung saja ******* bibir widya dan akhirnya mereka melakukan penyatuan lagi tapi hanya satu kali karena hendru tau kalau widya sekarang kelelahan.

__ADS_1


"Mas katanya jalan-jalan kok malah ngelakuin lagi sih." kata widya sambil memukul dada hendru.


"Siapa suruh mengodaku." kata hendru.


"Siapa yang mau mengoda mas gak ada." kata widya sambil mengelucutkan bibirnya.


"Itu apa kalau tak mengoda, bibirnya itu lo minta dicium." kata hendru.


"issh nyebelin banget. Aku mau mandi." kata widya.


"Baiklah, Aku mandiin mau?" kata widya.


"Gak gak mau." kata widya sambil bangun dari ranjang tapi saat mau berjalan terasa dibagian intinya sakit membuat widya meringis.


Hendru yang melihat langsung saja mengendong widya ke kamar mandi. Awalnya widia terkejut tapi dia butuh bantuan hendru.


Hendru membawa widya masuk ke dalam kamar mandi dan meletakkannya dibathtop. Setelah itu hendru keluar dari kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi terdengar pintu diketuk hendru langsung menyambar kaos yang tergeletak dilantai. Hendru membuka pintu hanya pakai celana boxer dan kaos.


"Dengan bapak hendru." kata pelayan.


"Iya saya sendiri." kata hendru.


"Ini pesanan yang bapak pesan mau saya taruh dimana pak?" kata pelayan


"Taruh dimeja sana saja." kata hendru yang langsung memiringkan badannya agar pelayan itu bisa masuk ke dalam.


"Sudah pak, kalau gitu saya permisi dulu." kata pelayan itu.


"Terimakasih pak." kata pelayan itu sambil keluar dari kamar mereka.


Hendru habis menutup pintu dan menguncinya saat berbalik badan dia menatap widya yang hanya memakai handuk yang hanya menutupi dada dan paha atasnya saja.


"sayang kamu mau mengodaku lagi?" tanya hendru sambil jalan mendekati widya.


Widya yang melihat hendru berjalan kearahnya mengetahui kalau itu tanda bahaya.


"Mas mas mau ngapain?" kata widya.


"Kenapa keluar gak pakai baju?" kata widya sambil memeluknya.


"Aku tadikan gak bawa baju, ini sekarang mau ambil baju mas." kata widya.


"Bohong kamu mau mengodaku kan sayang." kata hendru.


"Ish siapa yang mau mengoda mas. Minggir mas aku mau pakai baju lapar perutku. Katanya tadi mau ngajak jalan-jalan kepantai." kata widya.


"Nanti sore aja, jalan-jalan kepantainya sekarang dipantai masih panas." kata hendru.


"Terserah mas saja deh, lepasin aku mau pakai baju terus makan perutku udah lapar banget." kata widya.


"Gak usah pakai baju gini aja." kata hendru.

__ADS_1


"Gak gak mau, aku tau mas pasti modus. Gak capek apa kita udah melakukan beberapa kali lo mas?" kata widya.


"Gak ada capek sayang kalau melakukannya denganmu aku malah ketagihan. Siapa tau pulang nanti disini sudah ada benihku." kata hendru sambil mengelus perut widya.


Sedangkan widya yang mendapat perlakuan seperti itu dari widya langsung pipinya bersemu merah.


"Lepas ih mas aku mau pakai baju." kata widya.


"Baiklah baiklah tapi jangan lama-lama ya." kata hendru sambil berjalan menuju ke sofa untuk menunggu widya selesai berpakaian.


"Makan yu mas aku udah lapar ini." kata widya.


"Suapin kayak semalam ya sayang." kata hendru.


Widya langsung saja menyuapin hendru makan sampai habis. Setelah selesai langsung saja membereskan bekas makanan.


"Mas habis ini kita mau kemana?" kata widya yang duduk disebelah hendru yang sibuk dengan hpnya.


"Nanti ya sayang sore kita kepantai sekarang masih panas." kata hendru.


"Mas lagi ngapain kayaknya sibuk banget?" tanya widya.


"Ini aku memeriksa email yang dikirim oleh ryan." kata hendru.


"Ada masalah diperusahaan?" tanya widya.


"Gak ada kok aku cuma baca perjanjian yang akan ditandatangani dengan klien baru." kata hendru.


"ooo..." kata widya.


"Kamu istirahat dulu. Nanti sore kita kepantai." kata hendru sambil mengelus rambut widya.


widya langsung saja pergi ke arah ranjang dan tidur sebentar. Sore harinya hendru benar-benar mengajak widya ke pantai. widya sangat senang kepantai karena sudah lama dia tak pergi kepantai sejak kakeknya meninggal.


"Kamu senang wid?" tanya hendru.


"Senang banget kak." kata widya.


Mereka berjalan-jalan menikmati suasana pantai. Hendru mempersiapkan makan malam yang romatis untuk widya malam ini. Hendru juga mengajak untuk menonton diombak villa.



Open air movie diombak villa



Melihat sunset



Jalan-jalan di Gili Terawangan.

__ADS_1


__ADS_2