
Widya masuk kamar Lydia karena pintunya tak pernah dikunci dari dalam kalau Lydia tidur. Jika kesingan bangun Widya yang akan selalu membangunkannya.
"Ly...Lydia bangun, katanya kemarin mau bantuin aku packing barang-barang yang akan dibawa ke jakarta."kata Widya sambil menepuk lengan Lydia tapi tak ada pergerakan.
Widya yang kesal langsung masuk ke kamar mandi membasahi tangannya. Dia lalu dduk ditepi ranjang dan meletakkan kedua tangannya dipipi lydia, membuat gadis itu terbangun.
"Ada apa sih Wid? Ini masih pagi tau."kata Lydia.
"Bukannya kemarin bilang mau bantuin aku berkemas."kata Widya yang membuat Lydia tersadar kalau hari ini ibu dan anak itu akan kembali ke jakarta.
"Iya aku bangun, aku cuci muka sebentar habis itu baru ke kamar kamu."kata Lydia.
"Oke, aku kembali ke kamar dulu."kata Widya.
Widya keluar dari kamar Lydia dan masuk kekamarnya dia kemarin sebelum Hendru datang sudah memasukkan pakaian miliknya dan juga Dara ke dalam koper.
Yang ada didalam lemari akan dia masukkan kardus dan akan dikirim oleh lydia melalui expedisi.
Saat widya sedang memasukkan barang-barangnya Lydia datang ke kamarnya. Dia langsung duduk didepan Widya.
"Mana yang akan kamu bawa ke jakarta?"tanya lydia.
"Itu 2 buah koper itu yang aku bawa dan yang ini aku mohon sama kamu tolong kirim ke jakarta saat kamu kembali kesini."kata Widya.
"Oke siap, kamu gak akan kembali kesini lagi?"kata Lydia.
"Aku akan kesini jika ada urusan dengan butik itu pun aku tak akan menginap disini."kata Widya.
"Kamu benar-benar akan meninggalkanku?"kata Lydia.
"Maaf aku sebenarnya tak ingin meninggalkanmu tapi ini juga demi kebahagiaan Dara. Aku ingin dia tumbuh dengan keeluarga yang utuh."kata Widya.
"Aku mengerti, aku akan berusaha sendiri." kata Lydia.
"Kalau ada apa-apa telepon aku nanti. Aku berharap kamu cepat mendapatkan pendamping hidup."kata Widya.
"Udah gak usah bilang kayak gitu, sekarang aku masih ingin fokus dengan perusahaan papaku."kata Lydia.
"Apa kamu masih berharap dengan Rehan?"kata Widya.
"Kamu ngomong apa sih Wid, gak usah ngawur deh."kata Lydia.
"Aku cuma nanya aja tapi kok kamu ngegas sih."kata Widya.
"Udah gak usah bahas dia lagi."kata Lydia.
Lydia kembali sibuk dengan barang-barang milik Widya agar dia tak bertanya lagi. Widya yang tau kalau Lydia tak ingin membicarakan tentang Rehan dia jadi terdiam.
Mereka bertiga berangkat ke jakarta pukul 7 pagi. Begitu sampai dijakarta mereka terlebih dahulu mampir ke rmah orangtua Lydia.
"Asalmualaikum ma...."kata Lydia.
"Walaikumsalam, kalian udah datang. Mana cuc mama?"kata tante Intan.
__ADS_1
"Tu kan makanya aku malas pulang, kalau kami kesini yang pertama kali dicari Dara."kata Lydia merajuk ke mamanya.
"Kamu tu udah besar susah diatur tapi kalau Dara dia masih lucu dan ngangenin."kata mama Intan mengambil Dara dari gendongan Widya.
Bayi perempuan itu tertawa saat berada digendongan neneknya. Saat mereka asik mengobrol bibi datang dan memberitau kalau ada den Hendru diluar.
Mereka bertiga langsung saling pandang, mereka takut kalau rencananya akan gagal. Tante Intan langsung berdiri tapi terlebih dahul menyerahkan Dara ke Widya.
"Kamu bawa Dara ke rumah belakng aja dulu, biar gak ketahuan."kata tante Intan.
"Siap ma."kata Lydia.
Tante Intan langsung menghampiri Hendru setelah melihat kedua perempuan itu sudah masuk ke rumah belakang.
"Maaf tan pagi-pagi aku kesini."kata Hendru.
"Gak papa ndru, ada apa tumben?"kata tante Intan pura-pura tak mengetahui apa maksut kedatangan Hendru kesini.
"Aku kesini untuk menyerahkan titipan Lydia dan sekalian memberi undangan ini dari mama."kata Hendru.
"Undangan apa ini Ndru? Kamu mau nikah?"tanya mama Intan.
"Tantekan tau kalau aku sudah punya istri gak mungkin aku akan menikakh lagi."kata Hendru.
"Iya siapa tau, mama kamukan gencar cariin kamu istri lagi."kata tante Intan.
"Gak tan, aku tetap setia dengan istriku. Ya sudah tan aku harus pergi dulu, jangan lupa datang ya."kata Hendru.
"Aku tunggu tan,."kata Hendru.
Setelah Hendru pergi dari rumahnya, tante Intan langsung berjalan ke rumah belakang. Ternyata Dara tertidur pulas saat dia datang.
"Yah padahal nenek mau bermain denganmu sayang."kata tante Intan mengambil Dara dari pangkuannya Widya.
"Ma kak Hendru udah pergi?"kata Lydia.
"Iya baru aja, kayaknya kamu harus disini dulu deh Wid sampai nanti malam baru kamu ke apartemen Hendru."kata tante Intan.
"Loh kok gitu ma?"kata Lydia.
"Acaranya dimulai pukul 7 sayang. Kalau nanti kalian disana dan Hendru pulang bukannya gagal rencana kalian."kata tante Intan.
"Benar apa kata tante, aku sama Dara istirahat aja disini dulu nanti saat tante sama om berangkat kita juga berangkat ke apartemen."kata Widya.
"Oke aku ikut aja, kita sarapan yuk aku lapar."kata Lydia.
Mereka berdua sarapan sedangkan tante Intan menidurkan Dara ditempat biasa mereka kalau menginap disini.
Sedangkan Hendru sampai kampus langsung disibukkan dengan mengajar tapi juga membimbing skripsi mahasiswanya. Dia sebenarnya lelah tapi dia tak ada waktu untuk istirahat. Pukul 5 Hendu pulang ke apartemennya.
Saat dia masuk rumah ternyata disana sudah ada mama dan juga kakanya. Hendru langsung datang menghampiri kedua perempuan itu.
"Kalian kok sudah ada disini?"kata Hendru.
__ADS_1
"Ya iyalah ni kamu coba dulu jas mana yang cocok buat kamu."kata kak Risa.
"Oh ya Ndru kenalin ini Rheka kamu sudah kenalkan dengannya."kata mama Naya.
"Iya ma aku sudah kenal dengan Rheka, ngapain mama ajak dia kesini?"kata Hendru.
"Dia yang mendesain jas ini sendiri lo."kata mama Naya.
Hendru melihat jas itu dan melihat ada nama Mala disana. Hendru tersenyum sinis karena label jas itu milik butik Widya.
"Mala butik."kata Hendru.
"Iya aku membuka butik disurabaya dengan nama Mala."kata Rheka.
"Kenapa harus Mala?"kata Hendru.
"Kok kamu nanya begitu sih Ndru."kata mama Naya gak enak sama Rheka.
"Gak papa ma aku cuma tanya aja. Aku mau coba dulu jas ini."kata Hendru yang langsung pergi dari ruang tamu dan masuk ke kamarnya.
Saat dia mencoba jas itu, dia mngambil foto dan dikirimkan ke Widya. Widya yang sedang mendandani tante Intan langsung membuka pesan dari Hendru. Ternyata dia mengirim foto dan sebuah pesan.
[Gimana pantas gak aku pakai ini?]
[Cocok dengan tubuh kamu mas.]
[Kamu tau gak ini dibeli dari butik mana?]
[Aku gak tau tapi aku merasa familiar dengan yang kamu pakai mas?]
[Beneran kamu gak tau ini dari butik mana?]
[Dah deh mas gak usah main tebak-tebakan aku lagi sibuk sekarang.]
[Ada orang yang ngaku kalau Mala butik adalah miliknya. Kalau aku gak tau dari awal mungkin aku akan percaya kalau itu punya dia.]
[Siapa yang mengaku itu butik dia mas?]
[Nanti kalau aku ke surabaya akan kasih tau kamu. Ya sudah mama sudah menelponku.]
Hendru meletakkan ponsel diatas meja stelah itu dia keluar menemui mamanya. Mama Naya sangat senang karena putranya tambah semakin tampan dan gagah saat memakai setelan itu.
"Ada apa ma?"tanya Hendru.
" Kamu tambah tampan sayang pakai setelan itu."kata Hendru.
"Masak sih ma!" kata Hendru.
Mereka berangkat ke hotel tempat diadakan pesta ulang tahun Hendru. Hendru hanya menghera nafasnya karena mamanya bilang kalau acaranya akan diadakan kecil-kecilan ternyata mewah malam ini.
Sedangkan Widya dan Lydia setelah orangtua Lydia berangkat mereka langsung berangkat ke apartemen Hendru untuk memberi kejutan. Tapi sebelum ke apartemen mereka mampir ke toko kue untuk membeli kue.
__ADS_1