
hendru dan ryan menghera nafas lega karena akhirnya masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus menempuh jalur hukum.
"terimakasih pak karena sudah membantu kami." kata bu nadia dan pak tito secara bersamaan.
"aku tidak melakukan apa-apa, aku cuma mencari kebenaran saja bukan untuk membela salah satu pihak." kata hendru.
"walaupun begitu bapak sudah membantu kami menyelesaikan ini kalau tidak ada bapak mungkin kita harus mengakui atas apa yang tidak kami lakukan karena ini bukan hanya menyangkut kampus tapi juga kerjasama dengan perusahaan bapak." kata pak budi.
"apa hubungan dengan perusahaanki?" tanya hendru yang bingung.
"pak hendrawan tau kalau universitas ini milik papa mertua pak ikhsan. beliau mengancam akan membatalkan kerjasama dengan perusahaan anda kalau kami tidak mengakui bahwa itu kami yang melakukan penganiayaan." kata bu nadia.
"wah padahal aku tadi merasa bersalah karena mengancam akan membatalkan kerjasama dengan perusahaannya tapi ternyata dia duluan yang mengancam kenapa kalian tidak mengatakannya tadi?" kata hendru.
"kami takut pak. lagian walaupun itu bukan perusahaan kami tapi kalau perusahaan itu ada masalah kami juga ikut andil sebab karena kami berdua yang membuat kerjasama batal. iya kalau perusahaan itu gak bangkrut kalau bangkrutkan kasian para karyawan." kata pak tito panjang lebar.
"opa memang tak salah merekrut dosen seperti kalian tak hanya perduli tentang mahasiswa saja tapi juga perduli dengan orang lain." kata hendru dengan bangga.
"bos apa kita mau kembali ke kantor atau tetap disini." tanya ryan yang baru datang dari toilet.
mendengar pertanyaan dari ryan hendru langsung melihat jam tangan yang ada dipergelangan tangannya.
"kita langsung kebutik saja malam ini mama akan mentraktir kita untuk makam malam." kata hendru karena dia melihat kalau waktu sudah menunjukan pukul 4 dan sebentar lagi jam pulang.
"memang ada acara apa?" tanya ryan karena sudah lama mereka tidak ada makan malam.
"dalam rangka keberhasilan widya mendapatkan pelanggan pertamanya dan juga berhasil membuat pakaian yang disukai oleh pelanggan." kata hendru menjelaskan dengan rona yang bahagia.
"oh cuma makan malam perayaan atau ada yang lain?" tanya ryan sambil tersenyum.
"makan malam biasa saja tak ada yang lain. memang kamu mau makan malam untuk apa?" tanya hendru.
"siapa tau acara untuk pertunangan kamu." kata ryan sambil menggoda hendru yang membuat ketiga dosen disana terkejut.
"apa benar yang saya dengar?" tanya pak budi yang tidak percaya karena selama ini pak budi tidak pernah mendengar kalau pak hendru berpacaran dengan seseorang.
"doain saja supaya semua lancar." kata hendru meminta doa dari semua yang ada disana dan diamini oleh mereka.
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu saya permisi pulang dulu. besok saya kesini lagi ada jadwal mengajar." kata hendru pamit kepada para dosen.
"ayo yan, kita pulang." kata hendru yang berjalan lebih dulu dan diikuti oleh ryan dibelakangnya.
didalam mobil hendru tersenyum senyum sendiri. ryan yang melihat dari kaca spion merasa sangat bahagia karena hendru sebentar lagi akan mendapatkan kebahagiaannya.
saat sampai didepan butik terlihat kalau pelanggan dibutik hari ini rame sekali mereka berdua berinisiatif untuk membantu dibutik.
ternyata didalam bukannya membantu tapi malah mereka berdua menjadi pusat perhatian para ibu-ibu disana.
itu malah mepersulit mererka yang ada disana karena mereka tidak mau dirayain oleh para wanita tapi harus dilayani oleh hendru da ryan alhasil mereka berdua malah ditertawai oleh para karyawan setelah semua pelanggan pergi dari sana.
"terimakasih karena sudah membantu kami pak bos." kata tiara dan dianggukin oleh yang lain.
sedangkan mama naya yang melihat kedua pria itu hanya tersenyum-senyum. dia merasa lucu sekaligus kasian pasti mereka berdua sangat kelelahan.
"semua sudah bereskan ayo kita berangkat sekarang." kata mama naya sambil menghampiri mereka.
"sudah bu mari kita berangkat sekarang." kata tiara.
"ma bentar lagi bisa gak hendru masih lelah ni." kata hendru ke mamanya dan disetujui oleh ryan.
"baiklah yan kalau gitu ayo berangkat. ma biar widya ikut mobilku saja gak papakan ma?" tanya hendru sambil berjalan keluar.
"terserah kamu saja ndru." kata mama naya.
hendru langsung menarik tangan widya untuk berjalan menuju mobilnya. widya yang ditarik harus mengikuti jalan hendru yang panjang.
"mas pelan bisa gak kakiku sakit." kata widya yang membuat hendru tersadar.
"maaf ya aku gak bermaksut. gak ada yang terluka kan kakimu?" kata hendru khawatir.
"gak papa kok mas, tapi jalannya lebih pelan-pelan ya." kata widya yang langsung dianggukin oleh widya.
sampai didepan mobil hendru langsung membukakan pintu mobil untuk widya agar dia masuk.
setelah widya masuk hendru langsung lewat pintu sebelah. setelah mereka masuk semua ryan menjalankan mobilnya menuju restaurant.
__ADS_1
sesampainya direstoran ternyata papa ikhsan sudah datang mereka semua langsung masuk kedalam restaurant takut kalau papa ikhsan kelamaan menunggu.
"malam pa sudah dari tadi datangnya?" tanya mama naya sambil duduk didekat pap ikhsan.
"papa baru datang juga ma." kata papa ikhsan
mama naya langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan. ternyata mereka tak berani memesan makanan saat melihat harga dari satu makanan. terpaksalah mama naya memesankan makanan.
setelah makanan datang mereka langsung takjub akan makanan yang dihidangkan karena makanan itu terlihat sangat lezat.
"wah makanan ini enak semua. terimakasih ya bu kalau bukan karena ibu kita gak akan merasakan makanan seenak ini." kata ida.
"dah gak usah terimakasih, ayo kita makan mumpung masih baru datang." kata mama naya mempersilahkan karyawannya untuk memakan makanan.
sedangkan hendru yang melihat widya susah memotong daging. hendru langsung mengambil piring milik widya dan memotong daging milik widya dan langsung memberikannya lagi ke widya.
semua yang ada disana langsung melihat dan melihat pasangan itu merasa kalau mereka hanya menumpang.
"wah serasa dunia milik berdua." sindir ryan. sindiran ryan membuat hendru tersadar dan hendru tak menanggapi sindiran ryan itu.
" kemarin saja ada yang bilang tidak mau tidak mau akhirnya mau juga." kata papa ikhsan menyindir hendru.
"siapa yang bilang tidak mau." kata hendru yang membuat semua ketawa terbahak-bahak.
sedangkan widya mukanya sudah memecah
kayak tomat.
"eh wid muka kamu kenapa kok merah gitu?" goda sari yang melihat pertama kali wajah merah widya.
"iya wid benar kenapa merah gitu sih?" tanya ida yang ikut menggoda widya.
widya hanya menundukan kepalanya saja tanpa berani melihat kedua temannya itu. yang membuat semua yang ada disana ketersenyum.
"sudah sudah kasian calon menantu ibu kalian goda terus. ayo kita lanjut makan saja." kata mama naya yang merasa kasian melihat wajah widya yang malu.
jadi dia memutuskan untuk tidak menggoda widya lagi. lagian mama naya juga melihat hendru sudah salah tingkah daritadi.
__ADS_1
selesai makan malam mereka langsung pulang kerumah. ryan ikut sopir mama naya karena tadi dia tidak bawa mobil sendiri.
mama naya pulang dengan papa ikhsan dan hendru pulang dengan widya. didalam mobil suasana menjadi canggung