Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 70


__ADS_3

Widya memutuskan pergi dari rumah Hendru tapi dia tak pulang ke rumah orangtuanya. Widya tau jika dia pulang kerumah orangtuanya pasti Hendru akan segera menemukannya.


Widya memilih pergi ke surabaya walaupun dia tak mempunyai kenalan disana tapi Widya adalah gadis yang mudah akrab dengan orang lain.


Widya sampai disurabaya langsung mencari kontrakan untuk dia tinggal. Dia tak begitu sulit dalam mencari kontrakana karena saat baru saja berjalan keluar tak terlalu jauh ada tulisan rumah dikontrakkan.


Untungnya lagi pemilik rumah itu sangat baik. Widya bisa membayar kontrakan itu perbulan.Widya langsung saja beres-beres rumah itu habis itu dia mandi karena kelelahan dia langsung tertidur.


Hendru mencari Keberada Widya sampai malam hari. Dia tak tau lagi harus mencari Widya. Hendru menyalahkan dirinya sendiri karena kepergian Widya.


Sudah seminggu Widya ada disurabaya dia bertahan hidup dengan jualan kue yang dia titipkan diwarung-warung. Saat dia habis mengantarkan kue ada sebuah mobil yang menabaknya. Pemilik mobil itu segera keluar untuk melihat kondisi Widya.


"Kamu gak papa kan? maaf aku gak sengaja soalnya tadi lagi ambil hp aku yang jatuh!" kata Lydia.


"Gak papa ini cuma lecet kecil kok mbak.' kata Widya sambil mendongga ke atas.


"Kamu Widyakan, karyawan dibutik tante Naya sekaligus istri Hendru. Ngapain kamu disini?" tanya Lydia.


"Aku pergi dari rumah mbak." kata Widya membuat Lydia kaget.


"Ya sudah ayo aku antar kamu ke Rumah Sakit." kata Lydia sambil membantu Widya berdiri.


Lydia langsung membawa Widya ke Rumah Sakit untuk berobat. Habis berobat Lydia mengantarkan Widya pulang ke rumahnya. Widya mengajak Lydia mampir dulu.


"Kamu tinggal disini?" tanya Lydia.


"Iya dari seminggu yang lalu aku tinggal disini." kata Widya.


"Kamu ada masalah dengan kak Hendru?" tanya Lydia yang hanya dianggukin oleh Widya.


"Apa kak Hendru tau kamu tinggal disini?" tanya Lydia.


"Aku mohon tolong rahasiakan keberadaanku." kata Widya.


"Oke aku akan rahasiakan, sekarang kamu kerja dimana? bukannya kamu sekarang sedang kuliah ya?" kata Lydia.


"Aku sekarang hanya bertahan hidup dari jualan kue yang aku bikin." kata Widya.


"Kamu gak mau kuliah lagi bukannya kamu ingin jadi seorang desainer kenapa gak cari kerjaan disebuah butik?" tanya Lydia.


"Mana ada yang mau mempekerjakanku dibutik ijazah aja aku gak bawa. Kalau kuliah aku memutuskan untuk berhenti." kata Widya.


"Gimana kalau aku kasih modal kamu cari ruko untuk kamu buka usaha entah itu buka toko kue atau buka toko baju?" kata Lydia.


"Gak usah mbak ini aja aku udah cukup kok pelan-pelan insayaallah usahaku akan berkembang aku sudah senang mbak sudah mau merahasikan kalau aku disini itu udah cukup." kata Widya.


"Lagian ya kak Hendru gak mungkin tanya ke aku karena aku gak ada kaitan sama kamu. Gini aja aku minta no hp kamu kalau nanti sewaktu-waktu aku kesini lagi kita bisa ketemu. Gimana?" tanya Lydia.

__ADS_1


Widya memberikan no hpnya ke lydia. lydia sendiri setelah mendapatkan no hp Widya dia langsung pulang.


Hendru yang selama satu minggu ini terus mencari keberadaan Widya membuat perusahaan dan kampus tempat dia mengajar tak ada yang mengurus membuat papa dan kakeknya menegurnya.


"Ndru papa mau bicara sama kamu!" kata papa Ikhsan yang melihat Hendru baru pulang.


"Ada apa pa?" tanya Hendru.


"Duduk kamu." kata papa Ikhsan.


"Aku udah duduk, papa mau bicara apa kalau yang mau papa bicarakan bukan masalah penting sebaiknya hendru pergi ke atas untuk istirahat bentar lalu setelah itu lanjut mencari Widya." kata Hendru.


"Widya widya terus yang kamu pikirkan."kata papa Ikhsan.


"Pa yang sabar pa." kata mama Naya sambil mengelus lengan suaminya.


"Pa dia istriku menantu papa juga." kata Hendru tak mau kalah.


"Papa tau kamu khawatir tapi tugas kamu bukan hanya mencari Widya aja kamu juga harus urus perusahaan dan kampus ndru." kata papa Ikhsan.


"Maaf pa." kata Hendru sadar dengan kesalahannya.


"Ndru mencari Widya bisa dilakukan oleh ditektif yang kita bayar tapi perusahaan gak bisa nunggu kamu apalagi sekarang terjadi masalah yang disebabkan oleh perempuan itu yang menyebarkan video kamu itu." kata papa Ikhsan.


"Iya pa aku akan segera menyelesaikan masalah itu secepatnya." kata Hendru.


"Iya pa, ada lagi yang mau papa bicarakan?" tanya Hendru.


"Sudah itu aja." kata papa Ikhsan.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu mau istirahat." kata Hendru yang langsung berdiri lalu pergi ke kamarnya.


"Pa jangan terlalu keras sama hendru kasian dia." kata mama Naya mengingatkan suaminya.


"Ma papa hanya ingin dia tidak lepas tanggungjawab begitu saja. lagian papa juga masih nyuruh orang untuk mencari keberadaan Widya." kata papa IKhsan.


"Kemana sebenarnya Widya pa? mama khwatir dengannya." kata mama Naya.


"Kita akan tau dia dimana nanti, tapi terlebih dahulu kita harus cari tau tentang video yang disebarkan oleh Nessa." kata papa Ikhsan.


"Papa benar ma, kalau bisa jebloskan dia ke penjara biar perempan ular itu kapok." kata Risa yang baru datang dengan Doni


"Ricky mana?" tanya mama Naya.


"Ricky menginap dirumah orangtua kak Doni." kata Risa.


"Don apa kamu punya solusi untuk masalah Hendru?" tanya papa Ikhsan.

__ADS_1


"Pa kita selidiki video itu dulu baru cari tau keberadaan Widya." kata Doni.


"Kenapa gitu?" kata mama Naya.


"Ma percuma kita ketemu dengan Widya kalau kita gak ada bukti yang sebenarnya pasti dia akan menjauh lagi dari kita." kata Doni.


Besok paginya Hendru mulai kembali bekerja banyak pasang mata yang melihatnya merasa kasian karena mereka semua tau jika istri bosnya itu pergi dari rumah saat melihat video bos Hendru dengan Nessa.


Hendru langsung masuk keruang kerjanya. Baru satu hari masuk dia sudah disibukkan dengan pekerjaan yang selama satu minggu ini terbengkalai karena dia terlalu sibuk mencari Widya.


"Ndru ada yang mencarimu?" kata Ryan.


"Siapa?" tanya Hendru yang tetap fokus dengan pekerjaannya.


"Aku yang mencarimu." kata Kevin.


"Kamu Vin ada apa?" kata Hendru sambil berdiri dan mengajak Kevin untuk duduk disofa.


"Kalau gitu aku keluar dulu." kata Ryan.


"Kamu disini aja Yan, kami pasti akan butuh bantuanmu setelah ini." kata Kevin.


Ryan tak jadi pergi dia duduk disofa dekat Kevin. Sebenarnya dia juga penasaran kenapa temannya itu datang kemari.


"Ada apa mencariku?" tanya Hendru.


"Ini soal Nessa." kata Kevin.


"Ada apa dengannya?" kata Ryan.


"Yan kamu punya teman yang jago IT gak?" tanya Kevin.


"Aku ada, maksut kamu video itu palsu." kata Ryan.


"Gak video itu pasti asli." kata Kevin yakin.


"Lalu apa maksut kamu?" kata Ryan yang gak mengerti jalan pikiran Kevin.


"Kita bisa caritau apa yang sebenarnya terjadi saat itu dengan menyadap cctv di apartemen dan juga hp Nessa." kata Kevin.


"Benar kata kevin kenapa aku gak kepikiran?" kata Hendru.


"Karena kamu sedang pusing mencari istrimu." kata Kevin.


"Kamu benar juga, Yan kamu bisa bantu aku mencari orang yang mengerti tentang IT. Untuk saat ini aku harus fokus dulu ke perusahaan." kata Hendru.


Mereka bertiga setelah membagi tugas masing-masing lalu mereka mengerjakan tugas itu. Tapi Hendru masih tetap diperusahaanya sebelum menjalankan rencana mereka.

__ADS_1


__ADS_2