
"Insyaallah kalau Allah sudah mempercayakannya padaku aku siap mbak." kata widya yakin.
Tak terasa hari yang ditunggu-tunggu widya telah tiba. Hari ini pertama kali widya akan memulai menjadi seorang mahasiswa.
widya bangun pagi-pagi sekali, dia mencuci mukanya saja dan langsung turun kebawah untuk membantu memasak didapur tanpa membangunkan hendru.
Widya saat turun langsung menuju dapur ternyata disana sudah ada mama naya dan juga bi narti.
"Selamat pagi semua..." kata widya semangat.
"Pagi sayang semangat sekali kamu nak?" tanya bi narti.
"Iya bi, hari ini kan pertama kali widya masuk kuliah." kata widya.
" Kamu kuliah nduk? selamat ya impian kamu untuk kuliah sekarang terwujud." kata bi narti.
"Iya bi alhamadulilah, ini semua berkat mama sama papa makanya aku bisa kuliah." kata widya.
"Mama cuma doain kamu aja, kan yang berusaha tetap kamu sayang." kata mama naya.
"Iya terimakasih buat doa kalian kalau bukan karena dukungan kalian mungkin sekarang aku gak bisa kuliah." kata widya berterimakasih kepada ke dua wanita paruhbaya itu.
"Kami akan dukung kamu nduk, Oh ya gimana udah isi belum sekarang?" tanya bi narti.
Mama naya pun juga antusias mendengar pertanyaan yang ditujukan untuk widya. Dia gak sabar mendengar kabar kalau widya segera hamil.
"Doain aja ya ma, bi. Aku sama mas hendru sudah berusaha tapi keputusankan tetap sama yang diatas kapan percaya dengan kami menitipakan buah cinta kami berdua." widya.
"Iya sayang mama berdoa sgar secepatnya kamu hamil." kata mama naya.
"Ya sudah kamu bantu goreng ayam ini wid!" kata bi narti yang melihat widya sedih.
Widya mengoreng ayam didapur. Saat hendru bangun dia meraba-raba sebelahnya kosong. kasur yang ditiduri widya sudah dingin itu pertanda dia sudah bangun daritadi.
Hendru membuka matanya dan duduk diranjang sambil melihat kesekeliling tidak ada widya disana. Hendru langsung berjalan keluar untuk mencari widya, dia langsung ke dapur benar saja widya ada disana sedang mengoreng ayam.
"Kok gak bangunin aku sih?" kata hendru sambil memeluk widya dari belakang.
Mama naya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya yang tak tau tempat itu. widya sendiri malu saat tersadar kalau mama naya dan juga bi narti sedang memperhatikannya.
"Mas lepasin gak liat disebelah ada mama?" kata widya yang langsung membuat hendru menengok kesebelah dan benar saja disana ada mama dan bi narti sedang melihatnya. hendru yang malu langsung ngacir kembalj ke atas.
kedua perempuan parubaya itu tertawa saat melihat hendru yang pergi begitu saja. Sedangkan mbak yanti yang baru datang melihat kalau tuan mudanya ngacir dari dapur merasa bingung.
"Ada yang saya lewatkan? kenapa den hendru pergi dengan muka memerah gitu?" kata mbak yanti.
__ADS_1
Mama naya yang tau kalau yanti kebingungan langsung menceritakan yang sebenarnya membuat mbak yanti jadi ikut tersenyum. Mama naya yang kasian dengan menantunya menyuruh widya menyusul hendru. Widya menurut setelah mencuci tangannya dia langsung naik keatas menuju kamarnya.
Saat membuka kamar ternyata hendru sedang memeriksa tugas mahasiswanya. widya masuk saja sampai tak sadar.
"Mas ini teh angetnya diminum dulu." kata widya meletakkan teh didepan hendru.
"Mau kemana?" tanya hendru yang melihat kalau widya ingin pergi dari sana.
"Aku mau mandi dulu mas. Ada apa?" kata widya.
"Sini sebentar." kata hendru.
Widya mendekati hendru dan terkejut saat berada didekat hendru dia langsung menariknya duduk dipangkuannya.
"Mas..." kata widya.
"Ada apa?" tanya hendru sambil sibuk memeriksa tugas mahasiswanya.
"Lepasin aku mau mandi?" kata widya.
"Gak kamu harua tanggungjawab karena tadi udah bikin aku malu." kata hendru.
"Loh itu kan salah mas sendiri kok aku yang disalahin. siapa suruh meluk aku tak melihat siapa yang ada disebelah." kata widya.
"Baiklah aku harus berbuat apa?" kata widya.
"Mandi bersama." kata hendru yang langsung mengendong widya ke dalam kamar mandi.
Mereka berdua keluar kamar dan langsung buru-buru pergi karena mereka sudah telat. Widya menyalahkan hendru karena tadi katanya hanya mandi saja ternyata didalam hendru melakukan hubungan suami istri membuat mereka terlambat.
"Kalian gak makan dulu?" tanya mama naya.
"Gak ma hari ini widya ada kelas pagi. hendru sama widya pergi dulu ma pa." kata hendru menyalami mama papanya diikuti oleh keduanya.
Hendru mengantarkan widya ke kampusnya terlebih dahulu baru pergi untuk ke kampus karena hari ini dia juga ada jadwal mengajar.
Widya disibukkan dengan kuliahnya disana dia berkenalan dengan teman baru satu namaya ica dan satu lagi pria namanya arya.
Mereka bertiga mudah akrab karena sama-sama mempunyai kepribadian yang hampir sama. widya gak nyangka kalau pertama masuk kuliah langsung mendapatkan 2 orang teman.
Arya melihat widya pertama kali langsung menaruh hati padanya. kedua teman barunya tak tau kalau widya sudah menikah.
Arya tambah kagum dengan widya saat dia mengetahui kalau widya juga bekerja sampingan disebuah butik ternama.
Ica yang mengetahui pandangan arya bukan pandangan seorang teman tapi lebih dari itu. Ica hanya menghera nafas mereka baru saja memulai pertemanan. dia gak mau rasa suka bisa membuat pertemanan hancur.
__ADS_1
"wid habis ini kamu mau kemana?" tanya arya.
"Aku mau ke butik." kata widya.
"Aku antar saja gimana?" kata hendru.
"Gak usah aku udah ada yang jemput." kata widya.
Saat arya sedang memaksa untuk mengantar widya pergi ke butik. Terdengar suara hp widya berbunyi dia langsung mengambil hpnya dan mengankatnya.
"Hallo Asalamualikum mas..." kata widya.
"Walaikumsalam.. kamu dimana sayang?" kata hendru.
"Aku ada dikantin mau pergi ke butik." kata widya.
"Tunggu disana aku jemput sekalian aku berangkat ke kantor." kata hendru.
"Loh mas tadi darimana kok baru mau ke kantor?" kata widya.
"Aku baru selesai ngajar ini terus mau ke kantor ada rapat." kata hendru.
"Gak papa emang kalau nganter aku ke butik dulu." kata widya.
"Gak papa, kan sekalian searah daripada kamu naik taksi. ini aku dah jalan nanti aku kabari kalau sudah sampai." kata hendru.
"Siap mas aku tunggu." kata widya.
Selesai berbicara widya langsung memasukkan hpnya ke dalam tasnya. Dia meminum minumannya sampai habis.
"Siapa wid?" tanya ica.
"Suamiku ca." kata widya membuat kedua orang itu terkejut gak menyangka kalau widya sudah memiliki seorang suami.
"Kamu udah Nikah wid?" tanya arya yang kecewa karena widya sudah punya suami.
"Aku baru aja nikah." kata widya.
"Lalu ngapain dia telpon kamu?" kata ica.
"Mas hendru mau mengantarku ke butik." kata widya.
"Memang dia gak kerja?" tanya ica.
"Dia seorang dosen dan juga CEO." kata widya membuat arya semakin terdiam karena dia belum apa-apa sudah kalah telak
__ADS_1