Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 56


__ADS_3

Pagi hari widya seperti biasa bangun terlebih dahulu tapi dia sudah tau gimana cara membangunkan hendru. Jadi tak butuh waktu lama untuk membangunkannya.


"Pagi sayang..." kata hendru sambil memeluk erat widya.


"Pagi mas, bangun mandi. Aku sudah siapkan airnya." kata widya.


"Bentar kayak gini dulu bentar." kata hendru.


"Mas gak enak sama mama, kalau aku bangun siang." kata widya.


"Biarin aja mama juga tau kita ngapain." kata hendru membuat muka widya menjadi merah merona.


"Mas, aku mau banguin mama masak. Lepas ih, kalau gak mau lepas entar malam gak aku kasih jatah." kata widya.


"Lah kok gitu sih sayang." kata hendru.


"Makanya lepasin." kata widya.


Mendapat ancaman dari widya terpaksa hendru melepaskan pelukannya. widya setelah membereskan kamar tidurnya, menyiapkan baju hendru langsung ke bawah ternyata disana sudah ada kedua mertuanya yang duduk dimeja makan.


"Pagi ma pa, maaf aku kesiangan bangunnya." kata widya gak enak hati sama kedua mertuanya.


"Gak papa sayang kami ngerti kok. kami gak sabar untuk mendapatkan cucu." kata mama naya.


"Bukannya mama udah punya cucu." kata hendru.


"Ya bedalah sayang, kalau ricky kan mama cuma sabtu minggu ketemunya. kalau dari kamu nanti mama bisa tiap hari melihatnya." kata mama naya.


"Mamamu benar ndru, papa juga gak sabar tiap pulang kerja disambut sama cucu dirumah rasanya penat jadi hilang." kata papa ikhsan.


"Doain aja pa, semoga widya cepat isi! Iya gak sayang?" kata hendru.


Widya tak menjawab tapi tertunduk malu mendengar perkataan hendru dan kedua orangtuanya. Hendru yang melihat istrinya malu hanya terdiam.


"Wid kamu berangkat sama mama aja ya ke butik!" kata mama naya.


"Gak usah ma, kayaknya aku pulangn malam lagi kayak kemarin soalnya kalau udah ngerjain sesuatu pasti aku lupa waktu." kata widya.


"Aku antar aja, entar pulang aku jemput." kata hendru.


"Mas gak sibuk dikantor memangnya?" tanya widya.


"Aku pagi ini ke kampus sebentar nyerahin tugas baru habis itu ke kantor. kayaknya aku nanti gak terlalu malam pulangnya. Hari ini dikantor aku cuma mau meeting dengan rio dan juga wijaya grub untuk mengajukan proposal kerjasama." kata hendru.


"Rio mau bantu kamu ndru?" tanya papa ikhsan.


"Iya pa, kemarin dia sendiri yang nawarin perusahaannya. katanya sama sama menguntungkan bagi kedua belah pihak dia mau menandatangani kontrak kerjasama." kata hendru.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kayak gitu. Terus masalah om bagas gimana?" tanya papa ikhsan.


"Ada apa sama bagas pa?" tanya mama naya yang terkejut karena adiknya disebut.


"Mama tau apa yang diinginkan bagas selama ini. Oh ya wid papa samapai lupa. Kamu mau kuliah lagi kan?" kata papa ikhsan.


"Iya pa tapi kalau mas hendru ngizinin." kata widya memandang hendru.


"Emang ada info tentang jurusan widya pa?" kata hendru.


"Ada apa kamu izinin widya kuliah lagi?" tanya papa ikhsan.


"Kalau dia mau ya hendru izinin. Emang dikampus mana pa?" tanya hendru.


"Ditempat kakak kamu ngajar papa dengar mereka buka pendaftaran baru jurusan desainer. Tapi harus test masuknya." kata papa ikhsan.


"Gak papa kalau widya mau, aku yakin dia pasti bisa kalau cuma test doang." kata hendru.


"Memang kapan testnya pa?" tanya mama naya.


"Kalau widya siap hari ini juga gak papa?" kata papa ikhsan.


Semua sudah sepakat kalau hari ini widya mengikuti test masuk universitas. Widya pergi ke kampus diantar oleh mama naya. selesai test barulah widya dan mama naya ke butik.


Sampai dibutik widya sudah disibukkan dengan pesanan baju yang digunakan untuk pertunangan awal bulan depan ada waktu cuma 1 minggu jadi widya dan tiara ngebut untuk menyelesaikan gaun yang akan dipakai itu.


Widya sibuk sampai lupa waktu sedangkan hendru sendiri sibuk untuk bertemu para investor baru. Untung saja mereka yang didatangi hendru semua mau bekerjasama termasuk dengan perusahaan wijaya grub yang nota bene sangat sulit menyetujui sebuah kerjasama.


"Pak maaf ada yang ingin bertemu?" kata rina yang masuk ke dalam ruangan hendru.


"Siapa yang mau bertemu denganku rin?" tanya hendru.


"Ini aku Nessa ndru." kata nessa yang muncul dibelakang tubuh rina.


"Ada apa kamu mencariku?" tanya hendru.


"Ndru aku boleh bicara berdua denganmu?" kata nessa yang melihat rina tak keluar dari ruangan hendru.


"Rin kamu keluar dulu. Aku mau tau apa yang mau dibicarakan oleh nesaa!" kata hendru menyuruh rina keluar.


Hendru penasaran apa yang ingin hendru katakan karena sudah lama mereka tak bertemu setelah nessa menikah dengan kevin.


"Duduk nes, kamu mau bicara apa?" kata hendru langsung tutup point.


"Bagaiamana kabar kamu ndru?" kata nessa.


"seperti yang kamu liat, ada apa kamu kesini?" kata hendru.

__ADS_1


"Ndru kamu berubah sekarang." kata nessa.


"Berubah gimana nes aku masih sama kayak dulu." kata hendru.


"Kamu sekarang cuek banget gak kayak dulu perhatian." kata nessa.


Saat hendru dan nessa sedang berbincang-bincang masuklah aziz tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ndru aku mau bicara sama kamu?" kata aziz yang saat masuk terkejut ada nessa disana.


"Loh ada tamu to sorry kalau aku ganggu." kata aziz lagi berbasa basi.


"Nes apa ada yang ingin kamu bicarakan lagi, kalau gak ada bisa keluar sekarang gak soalnya aku ada kerjaan penting yang harus aku kerjakan dengan aziz." kata Hendru.


"Kamu ngusir aku ndru?" tanya nessa.


Nessa gak akan menemui hendru jika dia tak butuh laki-laki itu. Nessa menyesal menikah dengan kevin karena ternyata kevin suka main perempuan dan juga hendru lebih kaya dari kevin.


Nessa pikir dulu hanya seorang dosen yang gak bisa mencukupi kebutuhan mewahnya tapi ternyata hendru juga seorang pewaris tugas diperusahaan mamanya.


Nessa ingin kembali dengan hendru dan kalau sudah mendapatkan hendru kembali dia akan melepas kevin karena sebentar lagi perusahaan kevin akan bangkrut sebab kevin hanya bisa berfoya-foya dan main perempuan. Dia tak bisa menjalankan perusahaan.


"Bukannya aku mengusirmu tapi ada yang lebih penting daripada mengurusi kamu yang hanya sekedar tanya tentang kabar." kata hendru.


Nessa keluar dengan kesal. Dia bertekad akan mendapatkan hati hendru kembali. Selama ini Nessa tak pernah mendengar kalau hendru berpacaran setelah putus dengannya dulu. Nessa yakin kalau hendru masih menyimpan perasaan untuknya.


"Ngapain perempuan ular itu kesini?" tanya aziz setelah nessa keluar dari ruangan itu.


"Gak tau tadi cuma tanya kabar doang habis tu kamu masuk." kata hendru.


"Hati-hati aja sama wanita ular itu. Aku dengar perusahaan kevin mau bangkrut karena dia tak bisa menjalankan perusahaan sehingga dia ditipu oleh kliennya." kata aziz.


"Terus apa hubungan denganku?" tanya hendru.


"Mungkin nessa mau ngejar kamu lagi, karena sekarang kevin sudah hampir bangkrut." kata aziz.


"Biarlah semau dia yang penting hatiku hanya untuk widya." kata hendru.


"Udah bucin banget kayaknya sepupuku ini." kata aziz.


"Makanya kamu cepat menikah biar tau rasanya gimana punya seorang istri." kata hendru.


"Nanti kalau sudah ada yang nyakut dihatiku." kata aziz.


"Nagapin kamu kesini?" tanya hendru.


"Ni kamu liat dulu." kata aziz menyerahkan sebuah amplop kepada hendru.

__ADS_1


Setelah melihat amplop itu hendru dan aziz mulai membicarakan tentang om bagas dan perusahaan. Hendru juga bercerita tentang pendapat dion dan juga doni kemarin.


Mereka berdua mencari solusi dan mengambil jalan tengah untuk menyelesaikan masalah om bagas.


__ADS_2