
sesampainya dikafe hendru langsung menemui teman-temannya. disana semua sudah berkumpul. hendru langsung duduk dikursi yang kosong.
"kok lama amat sih ndru?" tanya aziz.
"tadi ada sesuatu bentar." kata hendru.
"sesuatu apa?" kata dion.
"ada deh mau tau aja."kata hendru sambil meminum kopi yang disudah dipesan oleh teman-temannya.
"eh dru kata ryan lo kemarin kencan buta gimana jadi?" tanya anto.
"gak jadi. lagian aku males dijodoh jodohin gitu." kata hendru.
"lagian tu cewek sudah punya kekasih jadi gak susah aku cari alasan buat nolak perjodohan." kata hendru lagi.
teman-temannya hanya mengangguk kepala saja dan berharap supaya hendru cepat mendapatkan jodohnya.
mereka mengobrol sampai jam 1 baru hendru pamit pulang karena jam 8 dia harus menghadiri rapat diuniversitas.
sampai dirumah masih sepi belum ada aktifitas apapun. hendru langsung menuju kamarnya untuk tidur tapi seebelum itu dia terlebih dahulu gosok gigi dan ganti baju tidur.
widya sebelum subuh sudah bangun untuk membantu bi narti dan yanti bersih-bersih rumah belakang.
"wid nanti kamu gak usah bantu besih-bersih dirumah depan." kata bi narti.
"lo kenapa bi kok aku gak boleh bantuin bersih-bersih?" tanya widya.
"kamu kan sekarang kerja dibutik jadi kamu siap-siap saja untuuk berangkat kebutik." kata bi narti.
"iya wid bi narti benar lagian sekarangkan ada aku yang membantu bibi." sambung yanti.
"baiklah kalau begitu." kaa widya.
sehabis subuh widya tidak membantu bi narti dirumah depan jadi dia mencuci baju kotor dan menjemurnya. lalu dia bersiap-siap berangkat ke butik.
"wid ni kunci motornya tadi aku sudah memeriksanya semmua baik-baik saja." kata pak aji sambil menyerahkan kunci motor.
"makasih pak." kata widya.
"kamu berangkat pakek motor itu wid?" tanya hendru yang sudah ada dibelakang mereka .
"eh aden iya den. kemarin ibu bilang daripada widya naik angkot mending dia pakek motornya non risa." kata pak aji.
"oh bener juga daripada itu motor gak kepakai."kata hendru.
"aden mau berangkat sekarang?" tanya pak aji.
"iya ada rapat dikampus pagi ini." kata hendru sambil berjalan menuju mobilnya.
setelah kepergian hendru. widya pun pamit dengan pak aji mau beranngkat.
widya sampai butik disana sudah ada ida didepan tapi belum dibuka karena kunci yang bawa tiara. widya menghampiri ida.
"kok belum dibuka siapa yang bawa kunci mbak?" tanya widya.
"oh itu yang bawa mbak tiara tumben dia hari ini telat." kata ida sambil memberikan tempat duduk untuk widya.
"mungkin lagi macet." kata widya.
mereka berbicang-bincang tentang masalah keluarga dan juga cita-cita masing-masing. ida salut sama widya karena anaknya gigih dan tidak mdah putus asa.
__ADS_1
saking asiknya mereka tak melihat kalau tiara dan sari sudah sampai.
"hmmmh ngobrolin apaa sampai gak liat kita berdua datang?" tanya tiara.
"eh mbak tiara ma mbak sari sudah datang."kata widya sambil tersenyuum.
"kita gak cuma bahas tentang keluarga kami kok." sambung ida.
" oh ayo masuk. maaf hari ini aku telat bangun." kata tiara.
mereka memaklumi tiara karena tiara sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak yang masih kecil.
mereka berempat masuk sambil bercanda. sampai didalam mereka langsung memulai kerja masing-masing.
ida dan sari membersihkan lantai sedangkan tiara dan widya menata pakaian yang ada dibelakang membawa kedepan.
hendru yang sudah sampai dikampus langsung masuk ke ruangan dosen. saat hendru berjalan banyak perempuan yang mengagumi kegantengan dosennya tapi hendru tak merespon dia tetap dingin, cuek dan tanpa snyum sekali dibibirnya.
walaupun hendru sifatnya dingin tapi banyak para perempuan yang menyuukai bukan hanya mahasiswa tapi juga para dosen yang masih muda disana.
sampai diruangan hendru langsung masuk dan meletakan tasnya dimeja baru habis itu dia keluar lagi menuju ruang rapat disana sudah ada para pengurus universitas.
disana juga ada kakek hasan selaku rektor disitu. rapat itu membahas tentang biaya pngeluaran kampus yang semakin membengkak tapi tidak ada pekerjaan memprbaiki fasilitas atau membeli buku-buku atau alat penunjang yang baru. lalu kemana uang yang diambil itu.
"maaf pak kalau boleh saya tau itu atas nama siapa ya yang mengambil uang dari kas?" kata hendru.
"yang mengambil itu pak irfan tapi kata beliau sudah disetujui oleh pak hasan." kata pak adi selaku petugas TU universitas.
"saya tak pernah mendengar irfan mau mengambil uang kas."kata kakek hasan.
"ini perlu diselidiki lebih lanjut." kata hendru.
para dosen serta pengurus disana tidak ada yang tau kalau sebenarnya hendru adalah cucu dari pemilik universitas yang tau kalau hendru adalah cucu kakek hasan hanya wakil rektor saja.
rapat itu memakan waktu 1 jam setelah selesai hendru langsung masuk kedalam kelas untuk mengajar. hari ini ada 3 kelas yang harus dia ajar. saat mengajar hendru akan tegas kalau telat atau tidak mengerjakan tugas yang dia beri maka nilai mereka akan dikurangi. walaupun begitu masih banyak mahasiswa perempuan yang menyukai.
sampai sampai pernah suatu kali ada mahasiswa yang bukan jurusannya pun ikut masuk kelas yang diajarnya hingga membuat hendru marah besar karena mahasiswa yang diajar tidak ada tempat untuk duduk.
selesai mengajar hendru kembali keruangannya untuk memeriksa tugas yang dia berikan ke mahasiswa saat dia pergi keluar kota.
tok tok tok
"maaf pak boleh saya masuk?" suara dosen intan. dosen muda yang suka mencari perhatian hendru.
"silahkan masuk bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya hendru saat bu intan ada didepannya.
"oh gini pak mau saya mau ngasih kue ini ke bapak. ini kue buatan saya sendiri." kata bu intan.
"makasih bu. seharusnya gak usah repot-repot saya tidak enak." kata hendru menolak secara halus.
"ini cuma kue kok pak." kata bu intan memaksa.
"ini saya terima besok besok lagi saya gak bisa terima pemberian ibu lagi." kata hendru dengan tegas.
"baik pak saya mengerti." kata bu intan sambil tersenyum menggoda.
sepeninggalan bu intan hendru hanya menghera nafas dan kembali memeriksa tugas mahasiswa.
kue yang diberikan bu intan dibiarkan saja diatas meja tak disentuh sama sekali.hendru lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya habis tu dia mau ppuulang untuk beristirahat. sore hari nya dia ada janji bertemu dengan dion untuk menyelidiki masalah diproyek yang hendru datangi kemarin.
proyek itu adalah proyek kerjasama antara perusahaan hendru dan dion. kemarin waktu hendru pergi kelapangan dion tak bisa ikut karena mereka khawatir kalau para penggelap uang itu curiga.
__ADS_1
kalau mereka curiga pasti rencana mereka untuk membongkar kedok para koruptor itu akan sia-sia.
ternyata rencana tinggal rencana karena hendru memeriksa tugas mahasiswa itu sampai jam 5 sedangkan mereka bertiga berjanji bertemu dikafe dion jam 6. akhirnya hendru langsung meluncur kekafe.
ternyata dikafe sudah ada dion yang sedang menunggu diruangannya.
"kok sudah disini emang gak kekantor?" kata hendru saat duduk disofa ruangan dion.
"aku ada rapat diluar habis itu aku tak kembali ke kantor." kata dion sambil ikut duduk disofa.
"enak sekali kamu." kata hendru.
"iyalah aku gak kayak kamu yang selalu serius dalam bekerja. aku kan nyantai."kata dion.
"ya iya terserah kamu saja lah." kata hendru.
"berarti tinggal tunggu ryan kesini." kata dion.
"iya soalnya dia yang membawa bukti-bukti yang kami dapat." kata hendru.
"kamu gak kasian ma ryan selalu kau berikan tugas jarang ada libur." kata dion
"kasian tapi mau gimana lagi. aku sendiri saja juga gak bisa hendel semuanya sendiri. apalagi ini belum universitas diserahkan ke aku. sudah banyak kerjaan apalagi kalau sudah diserahkan keaku." kata hendru panjang lebar.
"iya sih bener orang kafe ini aja kamu sudah gak mau ikut campur lagi padahal ni juga usaha kamu dan aku." kata dion.
mereka berbincang-bincang sampai gak sadar kalau ryan masuk ruangan.
"maaf maaf aku telat." kata ryan.
"gakpapa kita maklum kamu kan sibuk banget ngalah- ngalahin bos kamu." canda dion.
"kamu tu ya memang." kata ryan.
"ya sudah kita makan dulu saja. kalau perut kenyang kan lebih enak ngerjain sesuatu."kata hendru.
"oke aku panggil pelayan dulu."kata dion sambil berjalan keluar memanggil pelayan.
sambil menunggu pesananan mereka diantar mereka berbincang-bincang. sedangkan dibutik widya sibuk melayani pelanggan. tapi hari ini ada pelanggan yang tak suka dengan pakaian yang mereka buat. terpaksa widya menunjukan hasil sketsa yang dia buat kemarin.
saat melihat desain yang dibuat widya langsung menyukai salah satu desain yang dia buat. pakaian itu akan dipakainya untuk bertunangan.
"aku suka desain baju yang ini. apa kalian bisa membuat dalam waktu 1 bulan?" tanya pelanggan itu.
"baik akan kami usaha ka. sekarang saya akan mulai mengukur badan anda." kata tiara.
"tapi mbak emang gakpapa kalau pakai desain aku nanti ibu marah karena gak minta izin dulu." tanya widya.
"sudah gakpapa yang penting pelanggan puas nanti biar aku bilang sama ibu." kata tiara.
setelah mendengar kata dari tiara widya hanya bisa mengiyakan. bagaimanapun kalau ibu naya tidak ada dibutik yang bertanggung jawab disana adalah tiara. kalau tiara sudah berkata begitu maka widya gak bisa berbuat apa-apa.
tiara mulai mengukur pelanggan itu dan yang bertugas menulis ukuran adalah widya.
"oh ya apa kalian bisa membuat jas yang senada dengan gaun yang akan kalian buat ini?" kata pelanggan itu.
"kalau itu biar nanti widya ini yang akan mendesainnya buat calon anda. kalau desainnya sudah jadi akan saya hbngi anda." kata tiara.
"baiklah aku tunggu kabar baiknya." kata pelanggan itu.
"nanti nona bawa sekalian calonnya biar nanti kalau setuju dengan desain yang dibuat oleh widya maka nanti langsung pengukuran biar secepatnya kami buat." kata tiara.
__ADS_1