Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 58


__ADS_3

Hendru dan aziz makan malam hanya berdua. Mereka berdua membicarakan tentang siapa orang yang telah membuat onar. Kalau memang benar om Bagas yang ada dibalik semua ini Hendru tak bisa menoleril lagi.


Dia akan menjebloskan om Bagas ke penjara. Dia sudah tak tahan dengan kelakuan om Bagas.Mereka berdua berencana untuk memjebak om Bagas tapi sebelum itu mereka malaporkan masalah ini kepolisi.


Aziz selesai makan langsung pamit pulang. Sepeninggalan Aziz Hendru langsung naik ke atas. Dikamar Widya belum tidur. Hendru langsung menyusul widya yang berbaring diranjang.


Saat hendru sudah berbaring langsung menarik widya kedalam pelukannya. Rasanya saat memeluk Widya penatnya hilang.


"Gimana pekerjaan hari ini mas?" kata Widya.


"Cukup melelahkan tapi saat pulang melihat dan memeluk kamu kayak gini rasanya semua lelahku hilang." kata Hendru gak ingin membebani widya dengan masalahnya dikantor.


"Mas, aku tanya serius kok malah gombal sih." kata widya.


"Aku bicara serius sayang. Aku sama aziz udah menyelesaikan masalah yang terjadi diproyek makanya kami berdua pulang malam." kata Hendru.


"Baiklah aku percaya, mas capek gak?" kata widya.


"Kalau capek memangnya kenapa?" kata hendru.


"Kalau capek mau aku pijitin gak?" tanya widya.


"Boleh kamu pijitin punggung aku ya." kata hendru langsung tengkurap.


Widya melihat hendru yang tengkurap langsung memijit punggung hendru. Hendru mendapat pijitan dari widya bukannya penatnya hilang tapi malah membangunkan sesuatu yang lain.


Saat hendru sudah gak tahan dilangsung berbalik badan dan menarik widya. Sehingga widya sekarang berada diatas hendru.


"Aku menginginkanmu sayang." kata hendru yang dianggukin oleh widya.


Setelah mendapat persetujuan dari widya, hendru langsung mencium widya yang masih berada diatasnya. Setelah puas berciuman hendru langsung membalikkan widya sehingga kini dia berada diatas widya dan langsung saja hendru melakukan penyatuan.


Mereka melakukan kegiatan itu sampai pukul 3 pagi karena hendru tak puas kalau hanya melakukan hanya 1 kali.


Pagi harinya mereka berdua kelabakan karena bangun kesiangan padahal hari ini widya harus ke kampus hendru ada meeting pagi.


Sampai dimeja makan mama naya hanya tersenyum karena meliat anak dan menantunya terburu-buru.


"Kalian berdua semalam begadang sampai jam berapa?" kata papa ikhsan.


"Jam 3 pa?" kata hendru membuat mama naya melotot ke hendru.


Dia gak habis pikir dengan anaknya ini tega menyiksa istrinya.


"Ndru kamu tau gak hari ini hari apa?" kata mama naya.

__ADS_1


"Hendru tau ma. kalau hari ini pertama kali Widya masuk kuliah." kata hendru santai.


"Sudah tau tapi kenapa kamu garab menantu mama sampai pagi." kata mama naya.


"Habisnya widya bikin nagih ma." kata hendru.


"Kamu ya ndru." kata mama naya.


"Bukannya mama pengen cepat punya cucu." kata hendru.


"Iya tapi gak segila itu samapi jam 3 pagi ndru." kata mama naya.


"Udah nanti lagi ceramahnya. Aku berangkat ke kantor dulu ada meeting pagi ini. Ayo sayang aku antar kamu ke kampus dulu." kata hendru mengajak widya berangkat bersamanya.


Widya setelah berpamitan dengan kedua mertuanya langsung bergegas menyusul Hendru yang sudah duluan didalam mobil.


"Kenapa lama sekali?" tanya hendru.


"Kan harus pamit dulu sama mama papa. Maaf kalau lama?" kata widya.


"Ya udah kita berangkat. Gimana kamu udah siap kuliah?" tanya hendru.


"Aku gugup mas." kata widya.


"Aku yakin kamu bisa sayang semangat." kata hendru menyemangati widya.


Hendru langsung menjalankan mobilnya saat widya sudah tak terlihat lagi. Sampai dikantor dia langsung memanggil Ryan untuk menanyakan bagaimana penyelidikannya dan benar saja itu om bagas yang melakukannya.


Setelah hendru berbicara kepada ryan untuk mengirimkan uang kekurang langsung saja dia menelpon aziz untuk melaksanakan rencana mereka berdua.


Tak butuh waktu lama om Bagas sudah digiling oleh pihak berwajib bukan hanya pengelapan uang tapi juga banyak tidak kriminal yang dia lakukan untuk mencapai tujuannya.


Setelah semua selesai hendru bisa bernafas lega. Sekarang dia sudah bisa tenang dan fokus lagi ke kampus karena sudah lama dia absen dikampus.


Widya yang pertama masuk langsung ke ruang Tu untuk menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan lalu setelah itu keliling kampus bentar habis itu dia memutuskan untuk ke butik.


Widya harus menyelesaikan gaun yang sudah dipesan karena nanti sore pelanggan itu mau datang untuk mencoba gaun rancangan Widya.


Sampai dibutik dia berbasa basi bentar sama ida dan sari habis itu dia langsung masuk kedalam ruangannya untuk menyelesaikan gaun.


"Udah selesai urusannya dikampus wid?" tanya Tiara.


"Alhamdulilah udah mbak, tadi nyerahin berkas dan ambil jadwal kuliah." kata widya.


"Kapan mulai kuliah?" kata tiara.

__ADS_1


"Lusa mbak, doain ya supaya lancar." kata widya.


"Siap mbak selalu doain kamu." kata tiara.


Sambil berbincang-bincang mereka sudah menyelesaikan gaun itu. Bertepatan dengan pemesan gaun itu datang diantar oleh sari.


Tok tok tok.


"Mbak ini tamunya udah datang." kata sari.


"Iya sar makasih, mari bu mbak masuk." kata tiara.


"Gimana apa gaunku sudah selesai?" tanya pelanggan itu.


"Ini mbak, mbak mau liat dulu atau langsung mencoba gaunnya?" tanya tiara.


"Aku langsung coba aja." kata pelanggan itu.


Tiara dan widya membantu pelanggan itu sementara mamanya melihat lihat katalog yang ada diruangan widya.


Mama pelanggan itu terpanah saat melihat putrinya memakai rancangan widya. Terlihat semakin cantik.


"Gimana ma penampilanku pakai gaun ini?" tanya pelanggan itu.


"Kamu cantik sayang pakai gaun itu." kata pelanggan itu.


"Apa ada yang kurang nyaman mbak biar saya perbaiki?" kata widya.


"Gak ini udah cukup nyaman, aku suka kalian bisa antar gaun ini langsung ke rumah kami." kata pelanggan itu.


"Bisa mbak, nanti sore akan langsung kami antar ke alamat kalian." kata Tiara.


"Baiklah aku tunggu dirumah." kata pelanggan itu.


Setelah pelanggan itu membayar tagihan langsung pergi dari sana. widya dan juga tiara merasa lega karena satu gaun sudah selesai. Mereka tinggal bikin satu pasang gaun pesenan orang tadi.


"Wid kamu suka bikin gaun pesta atau gaun pernukahan?" tanya tiara.


"Aku suka bikin gaun pernikahan karena rasanya lebih puas kalau melihat gaun yang kita rancang dipakai dihari yang spesial dan satu kali dalam seumur hidup." kata widya.


"Nanti kalau diadakan resepsi disini kamu mau bikin gaun sendiri atau pakai gaun bikinan orang lain?" tanya tiara.


"Aku suka pakai gaun bikinan aku sendiri biar bisa aku tunjukan ke anak-anakku nanti kalau mamanya saat resepsi pakai gaun rancangannya sendiri." kata widya sambil membayangkan kalau memiliki anak-anak yang lucu dan mengemaskan.


"Kamu sudah siap jadi seorang ibu wid?" tanya tiara.

__ADS_1


"Kalau Allah sudah mempercayai kami berdua buah hati insyaallah aku siap mbak." kata widya yakin.


__ADS_2