
sambil menunggu ida dan sari memberi makanan. mereka bertiga kembali sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
hendru saat membaca email yang dikirim oleh ryan baru saja membuat dia terkejut akan data keuangan yang tidak sama dengan aslinya.
hendru memutuskan untuk menelpon ryan untuk mencari tau apakah ada yang salah atau ada yang korupsi. akhirnya hendru berjalan keluar dari ruangan widya.
"mas mau kemana?" tanya widya yang melihat hendru berjalan keluar dari ruangannya.
"oh aku mau telpon ryan didepan aja. takut ganggu kalian kalau aku berisik." kata hendru.
"ya sudah. saya pikir mas mau pergi?" kata widya.
"gak lah aku udah janji sama mama untuk jemput kamu." kata hendru.
setelah berkata begitu hendru langsung keluar untuk menelpon ryan. tak butuh waktu lama panggilannya sudah diangkat oleh ryan.
"hallo ada bos?" kata ryan.
"yan aku ada tugas buat kamu?" kata hendru.
"ada apa bos?" kata ryan.
"kamu selidiki tentang keuangan yang dikelola oleh dion." kata hendru.
"memang ada apa bos? jangan bilang kalau bos curiga dengan dion?" kata ryan.
"aku gak bicara seperti itu. gak usah banyak tanya kamu selesaikan dulu tugasku." kata ryan.
"siap bos akan saya laksanakan." kata ryan.
walaupun yang menghendel restaurant adalah dion tapi tetap saja hendru tetap melihat keuangan karena dion masih belum yakin kalau harus menghendel restaurant sendiri.
habis menelpon ryan hendru langsung menelpon dion untuk memberi tau soal laporan yang balance apa adi tau tentang itu.
'hallo kak ada apa?' tanya dion saat mengangkat telpon dari hendru yang gak biasanya dia menelpon malam malam begini.
'kamu sudah memeriksa laporan keuangan direstaurant?' tanya hendru.
'aku sudah tau sebenarnya aku mau mencari tau sendiri karena aku tau kamu akan cuti mau nikah. aku gak mau kamu terbebani dengan masalah restaurant.' kata dion menjelaskan panjang lebar.
'memangnya kamu sudah ada orang yang kamu curigai yon?' tanya hendru.
'aku curiga sama salah satu orang kepercayaan kita yang ada disana.' kata dion.
'lalu apa yang akan kamu lakukan?' tanya hendru.
'aku mau turun langsung ke pedagang yang biasanya meyetok bahan makanan ke kita untuk melihat langsung berapa harga pokoknya.' kata dion.
__ADS_1
'ya sudah kalau begitu aku serahkan ke kamu soal ini. kalau perlu bantuan kamu minta tolong ryan aja kalau nanti aku gak ada disini.' kata hendru.
'siap nanti aku minta tolong ryan.' kata dion.
'ya sudah kalau gitu. aku tutup dulu mau makan malam sama karyawan dibutik mama.' kata hendru yang membuat dion terkejut.
'tumben kamu mau makan sama mereka?' kata dion.
'aku menunggu widya dia kerja lembur untuk menyelesaikan gaun yang dipesan oleh pelanggan mama.' kata hendru.
'oh oke kalau gitu. selamat menunggu.' kata dion sambil terkekeh geli.
setelah menutup panggilan dengan dion bertepatan dengan sari dan ida datang membawa makanan.
sari dan ida terkejut saat masuk ke dalam ternyata diluar ada hendru yang dia pikir adalah hantu.
"ya ampun mas aku pikir hantu tadi?" kata ida.
"masak tampan gini dibilang hantu mbak?" kata hendru yang dibalas cengiran oleh kedua gadis itu.
"mas sih berdiri disitu tanpa menyalakan lampu kan pikiran kita berdua kemana-mana." kata sari.
"maaf kalau aku buat kalian takut." kata hendru meminta maaf akhirnya daripada nanti berkepanjangan.
"ya sudah ayo mas masuk tapi saya mau ambil minuman dulu dikulkas." kata ida.
"air putih aja mas." kata ida dan sari bersamaan. setelah mereka sadar kalau menjawab secara bersamaan mereka berdua langsung terkekeh geli.
"ya sudah kalian masuk aku ambil air." kata hendru.
hendru langsung berjalan ke kulkas untuk mengambil air sedangkan ida dan sari langsung masuk ke dalam.
"ini makanannya sudah datang ayo kita makan." kata ida yang baru masuk ruangan dan berteriak membuat tiara dan widya terkejut.
"kamu itu buat kita terkejut aja. ini udah malam gak usah teriak teriak." kata tiara memarahi ida.
"maaf mbak aku terlalu semangat karena sudah lapar." kata ida yang hanya ditertawain oleh sari.
sedangkan widya dan tiara hanya geleng geleng kepala dengan tingkah laku ida yang kadang kadang apsolut itu.
"mas hendru mana? tadi diluar kalian tak bertemu dengannya?" tanya widya.
"mas hendru sedang ambil air minum buat kita. tadi aku mau ambil katanya dia yang mau ambil." kata sari yang dari tadi hanya mendengarakan mereka bertiga berbicara.
"oh ya sudah kalau gitu kita tunggu mas hendru baru kita makan." kata tiara.
tiara dan widya menghampiri ida dan sari duduk disofa yang ada didalam ruangan itu. mereka duduk disana dengan bersenda gurau sambil menunggu hendru.
__ADS_1
hendru masuk saat mereka sedang asik bercanda satu sama lain. yang selalu jadi kalahan adalah ida yang paling cerewet tapi agak telat mikirnya.
"ngomongin apa sih kok seru banget kayaknya?" tanya hendru saat sudah duduk disofa dekat dengan widya.
"cuma bercandain ida aja mas." kata widya.
"iya aku selalu jadi kalahan dan selalu dijadikan bahan ejekan." kata ida mengadu ke hendru.
tapi malah ditertawin oleh semua orang yang ada disana. hendru sendiri hanya tersenyum sedikit.
"ya sudah ayo kita makan pasti kalian sudah laparkan?" kata hendru.
"siap mas. ayo kita makan." kata ida dengan semangat.
mereka makan dengan tenang tanpa ada suara karena mereka sangat menikmati makanan yang mereka makan sekaligus karena mereka sudah lapar.
"habis makan kalian mau kerja lagi atau pulang?" tanya hendru.
"kerja dulu mas tinggal dikit lagi selesai. tapi kalau yang lain mau pulang ya gak papa." kata widya.
"kita nunggu kamu lagian kan lumayan bisa cuci mata ditemani oleh pria ganteng." kata ida yang ceplas ceplos kalau ngomong.
"maaf ya mas memang ida kayak gitu orangnya." kata tiara yang gak enak dengan hendru.
"gak papa kok mbak malah jadi hiburan sendiri buat aku." kata hendru.
setelah makan dan membereskan bekas makanan tadi widya dan tiara memulai kembali kerjaan yang belum diselesaikan sedangkan sari dan ida tidak melakukan apa-apa karena pekerjaan mereka sudah selesai.
widya dan tiara menyelesaikan gaun itu tepat pada pukul 9 malam.
"akhirnya selesai juga." kata tiara.
"iya mbak akhirnya ya. oh ya mbak sudah bilang suruh pelanggan itu datang besok?" kata widya.
"sudah tenang saja. besok dia datang jam 10." kata tiara.
mereka berdua membereskan alat-alat yang mereka pakai kembali ketempatnya masing-masing agar tidak berserakan. bertepatan dengan selesai bersih bersih hendru juga selesai mengerjakan tugas kantornya.
"mas ayo pulang." kata widya.
"sudah selesai. terus kalian gimana mau aku anter aja apa pulang sendiri ini udah malam soalnya?" kata hendru.
"kita pulang sendiri aja mas." kata tiara yang dianggukin oleh ida dan sari.
"motor aku gimana mas?" tanya widya.
"biar disini saja besok aja dibawa pulang." kata hendru.
__ADS_1
mereka berlima keluar dari butik. saat tiara masih sibuk mengunci pintu tiara dan hendru berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.