Asmara Gadis Desa

Asmara Gadis Desa
Bab 46


__ADS_3

Saat mereka berdua terdiam hendru langsung saja pergi dari sana karena tak mau mendengar perkataan dari ibu-ibu itu yang membuat hendru takut kalau tidak bisa meredam emosinya.


Bu anis yang melihat hendru pergi langsung saja kembali duduk ketempatnya dan mengerjakan pekerjaan yang tertunda tadi.


sedangkan tadi bi narti yang tak sengaja melihat tersenyum saat mendengar perkataan dari hendru yang membela widya.


Bi narti yakin kalau widya akan bahagia hodup dengan den hendru karena walaupun kelihatan dingin diluar tapi kalau dengan keluarga dia hangat.


Sedangkan widya dan cindy langsung tidur dengan nyenyak karena kelelahan saat perjalanan jauh tadi.


Mereka berdua bangun saat terdengar suara pintu kamar widya diketuk dari luar.


"cin wid bangun nak, ini sudah petang gak baik anak gadis tidur jam segini." kata bu imah sambil mengetuk pintu kamar widya.


"Iya bu ini widya bangun." kata widya.


"Iya sudah cepat bangun dan jangan lupa mandi ibu udah siapin air hangat buat kamu mandi." kata bu imah.


"Iya bu makasih." kata widya.


Mendengar suara bu imah membuat ketiga pria itu terbangun. Tidur mereka terganggu saat mendengar suara teriakan. Saat bu imah berbalik badan dan melihat kalau ketiga pria itu terbangun langsung saja merasa tidak enak hati karena tanpa sengaja membangunkan mereka.


"Maafin ibu ya nak, kalau teriakan ibu membangunkan kalian." kata bu imah minta maaf.


"Gak papa kok bu. Bu kalau boleh saya tau sekarang jam berapa ya?" tanya aziz.


"Ini jam 5 nak. Ada apa?" kata bu imah.


"Tidak apa-apa bu. Kami juga berterimakasih karena mendengar teriakan ibu jadi kami terbangun dan tak melewatkan kewajiban kami bu." kata hendru.


"Kalau kalian mau sembahyang berjamaah didepan rumah ada musholla nak." kata bu imah.

__ADS_1


"Makasih bu. Sebentar lagi kami akan kesana kami mau siap-siap terlebih dahulu." kata dion.


Mereka bertiga langsung bergantian untuk siap-siap kemusholla untuk sholat ashar dan sekalian menunggu sholat magrib disana.


sedangkan widya dan cindy membantu para gadis-gadis untuk mempersiapkan asor-asor untuk para tamu undangan besok.


widya tak menyangka kalau pernikahannya dilakukan dengan sangat meriah dan secepat itu juga.


"Wah wid aku iri sama kamu tau." kata tika.


"Iri kenapa mbak?" kata cindy yang penasaran dengan perkataan tika.


"Iya lah gimana gak iri. Widya yang biasa aja mendapatkan suami yang sangat tampan dan kelihatannya dia sangat kaya." kata tini.


"Ah mbak bisa aja, Mbak widya ni cantik lo aslinya tapi dianya aja yang gak suka dandan." kata cindy membela calon kakak iparnya.


"Mana ada liat aja penampilannya biasa aja kayak gini." kata tika.


Pagi harinya widya sudah bangun sebelum subuh karena dia harus dimake up terlebih dahulu sebelum akad nikah jam 9.


Selesai make up dan hendru sudah siap mama naya dan ibu imah masuk ke dalam kamar untuk mengajak widya keluar menemui hendru.


Tapi saat mereka masuk ke dalam kamar mereka berdua terkejut melihat penampilan widya yang sangat cantik hari ini. Widya yang diperhatikan melihat badannya dari atas sampai bawah apa ada yang salah dengan penampilannya.


"Ma, bu apa ada yang salah dengan penampilanku?" kata widya yang takut kalau dandananya tidak sesuai yang diharapkan oleh kedua orang itu.


"Eh sayang gak ada apa-apa kok. Mama hanya kaget aja kamu cantik banget tau gak." kata mama naya mendekati widya.


"Iya nduk kamu cantik banget tau gak. Ibu sampai pangkling." puji bu imah.


"Masak sih bu tapi widya gak yakin dengan dandanan begini." kata widya.

__ADS_1


"Kamu cantik saya. Mama yakin saat melihat kamu hendru gak akan bisa mengedipakan matanya karena terpanah dengan kecantikan kamu ya gak mbak?" kata mama naya minta dukungan dari bu imah.


"Iya benar apa kata mertuamu wid. Kami saja para perempuan terpanah apalagi para pria yang melihatmu ibu yakin kalau kamu nanti jadi istri nak hendru dia pasti gak akan biarin kamu dandan kalau sendirian perginya." kata bu imah.


"Benar apa kata ibu kamu." kata mama naya.


"Tapi aku gugup." kata widya.


"Kamu yang tenang ya sayang mama yakin kalau hendru bisa melewati ijab kabul dengan lancar." kata mama naya yang dianggukin oleh widya.


Mereka bertiga keluar dari kamar widya dan benar saja saat widya keluar semua mata terpanah melihat kecantikan widya. Apalagi tini dan juga tika yang gak percaya kalau widya bisa secantik itu saat dia memakai make up.


Aziz yang sadar kalau hendru memandang widya tanpa berkedip langsung saja menyenggol lengannya agar hendru sadar.


"Ndru jangan ngeliatin kayak gitu terus. Nanti aja setelah sah kamu bisa liatin widya sepuasmu." kata aziz.


"Kamu ngomong apa sih ziz?" kata hendru.


"Mas hendru apa sudah siap kalau sudah siap mari kita mulai ijab kabulnya." kata pak penghulu.


"Saya siap pak." kata hendru.


Proses ijab kabul berjalan dengan sangat lancar.Akhirnya hendru dan juga widya telah sah menjadi suami istri.


Widya dan hendru langsung disuruh mama naya untuk bertukar cincin tapi sebelum itu widya harus bersalaman dengan hendru sebagai baktinya kepada hendru.


Saat widya mencium tangan hendru tanpa hendru sadari dia juga mencium kening widya.


"Sudah sudah liat sini nanti diterusin lagi." kata dion yang sudah membawa kameranya untuk mengabadikan momen yang berharga buat sahabanya ini.


Mereka berdua hanya diberi istirahat sebentar habis itu langsung berganti pakaian untuk menemui para tamu yang diundang.

__ADS_1


Ternyata yang tamu yang diundang oleh kedua belah pihak sangat banyak. Hendru tak menyangka kalau kakeknya mempunyai banyak teman dikampung ini.


__ADS_2