Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 103


__ADS_3

Ustad Soleh membalikkan tubuh lelaki tersebut.


"Astaghfirulloh, ini kan bapak yang waktu itu datang untuk meminta maaf pada Cinta.


#Flash Back On#


"Tuan, biar saya temani bapak ya" kata Mamang.


"Nggak usah Mang, lagi pula saya cuma latihan berjalan di depan villa kok" jawab Rofi.


"Maafkan ponakan saya ya Tuan, gara-gara dia pulangnya lama. Tuan jadi nggak ada yang merawat" Mamang tertunduk lesu.


"Sudahlah Mang, kamu nggak usah merasa bersalah. Saya bisa memahami, mana mungkin ada yang mau merawat orang lumpuh seperti saya" kata Rofi.


"Mang, tolong antar saya ke depan villa. Biar saya sedikit demi sedikit latihan berjalan di depan villa kan banyak pepohonan bisa buat pegangan saya" kata Rofi.


Setelah itu Mamang mendorong kursi roda Rofi mengantarnya di depan villa. Rofi perlahan turun dari kursi roda, dengan tangan bertumpu pada pohon.


Perlahan demi perlahan Rofi melangkahkan kakinya.


Namun Rofi melihat dari jarak berapa senti, ada sebuah motor matic berhenti.


"Itu bukannya suami Cinta, kenapa dia ada di sekitar sini?" gerutu Rofi seraya perlahan berjalan dengan tangan menopang satu pohon ke pohon yang lain.


Rofi berniat ingin menyapa Ustad Soleh, namun saat Rofi tak sengaja menoleh ke belakang. Ada sebuah mobil melaju dengan cepat.


"Astagfirullloh aladzim, mobil itu sepertinya akan menabrak suami Cinta. Ya Allah, beri aku kekuatan untuk cepat menggapai ke arah suami Cinta" Rofi berusaha keras untuk lebih cepat melangkah menghampiri Ustad Soleh.


"Alhamdulillah..awas..nak " Rofi mendorong tubuh Ustad Soleh.


Hingga dirinya yang tertabrak oleh mobil tersebut.


#Flash Back Of #


"Tolong..tolong..." Ustad Soleh berteriak minta tolong.


Kebetulan Mamang sedang memotong rumput, hingga mendengar teriakan Ustad Soleh.


Mamang lekas berlari keluar villa.


"Astaghfirulloh aladzim, Tuan..bagaimana bisa terjadi seperti ini? ayuk Ustad, lekas bantu saya membawanya ke rumah sakit.


"Ti-ti-tidak perlu Mang ..." Rofi menolak do bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


"Ustad, tolong sampaikan permintaan maaf saya pada istrimu, Ci-Ci-Cinta " Rofi mencekal lengan Ustad Soleh seraya berkata terbata-bata.


"Baik pak, saya akan sampaikan permintaan maaf bapak pada istri saya. Tapi untuk saat ini, kita ke rumah sakit dulu. Bapak jangan bapak bicara dulu " Ustad Soleh akan menganggkat tubuh Rofi.


Namun Rofi menolak.


"Ti-tidak usah, nak. Sa-saya sudah tidak kuat lagi..Asyhadu Anlaa Ilaaha Illallah, Waassyhaduanna Muhammadar Rasuulullah"


Setelah mengucap dua kalimat syahadat, Rofi menghembuskan napasnya yang terakhir.


"Inna Lillahi Wa Innalilahi Ro Jiun " serentak Ustad Soleh dan Mamang berucap.


"Majikan anda telah meninggal dunia, pak. Ini semua karena beliau telah menolong saya. Mungkin jika beliau tidak menolong, sayalah yang telah berada di posisinya" Ustad Soleh tak kuasa menitikkan air mata.


"Sudahlah, Ustad. Anda jangan merasa bersalah seperti itu, semua sudah takdir dari Allah SWT. Majikan saya harus meninggal dengan cara seperti ini" Mamang mencoba menghibur Ustad Soleh.


Selagi bersedih, tiba-tiba ponsel Ustad Soleh berdering. Ternyata panggilan telpon dari Paman Narto.


Segera Ustad Soleh mengangkat panggilan telpon dari Paman Narto.


πŸ“±" Assalamu Alaikum Ustad, kiranya Ustad sudah sampai dimana?" Narto bertanya.


πŸ“±" Walaikum sallam wr wb, saya sedang berada di jalan, paman. Mohon maaf ada sedikit keterambatan, karena di jalan ada musibah" jawab Ustad Soleh.


Sejenak Ustad Soleh mengalihkan panggilan telpon menjadi panggilan vidio call.


πŸ“±" Paman, saya akan mengurus pemakaman orang yang tadi menolong saya" Ustad Soleh mengarahkan vidio call ke almarhum Rofi.


πŸ“±" Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun..itu kakak kandung saya, Ustad " Narto terbelalak matanya di vidio call saat melihat jasad Rofi bersimbah darah.


πŸ“±" Kalau begitu saya dan istri akan lekas ke lokasi, Ustad. Tolong share lokasi lewat notifikasi chat pesan" kata Narto panik.


Setelah itu, Ustad Soleh mematikan panggilan telpon. Dan lekas mengirim share lokasi lewat notifikasi chat pesan.


Ustad Soleh dan Mamang mengangkat tubuh almarhum Rofi ke dalam villa, di bantu oleh asisten pribadi almarhum Rofi.


Tak berapa lama kemudian, datanglah Narto dan Narti. Ustad Soleh menceritakan bagaimana semua itu bisa terjadi pada Narto dan Narti.


"Paman, sebaiknya memberi tahu mantan istri dan anak-anak dari almarhum Pak Rofi" Ustad Soleh memberi saran.


"Baiklah, Ustad. Saya akan segera memberitahu mereka" Paman Narto segera mengetik nomor Riris untuk segera datang ke villa almarhum Rofi.


Ustad Soleh juga tak lupa memberitahu Hanna dan Tuan Malik untuk membawa serta Cinta ke villa.

__ADS_1


πŸ“±" Assalamu Alaikum, ayah. Ada berita duka" kata Ustad Soleh di balik telpon.


πŸ“±" Walaikum Sallam, memang siapa yang meninggal? apa masih kerabat?" Tuan Malik penasaran.


πŸ“±" Bapak Rofi, ayah. Pria yang waktu itu ingin meminta maaf pada Cinta" jawab Ustad Soleh.


πŸ“±" Inna Lillahi Wa Inna Illahi Rojiun, bagaimana bisa?" Tuan Malik seraya tak percaya.


πŸ“±" Sebaiknya ayah lekas kemari bersama ibu, dan juga Cinta. Nanti Soleh jelaskan kalau kita telah bertemu" kata Ustad Soleh.


πŸ“±" Baiklah, nak. Kalau begitu ayah bersiap-siap dulu. Ayah pasti datang bersama ibu dan juga istrimu" kata Tuan Malik.


πŸ“±" Sudah dulu ya ayah, kami menunggu kedatangan ayah dengan segera untuk ikut menguburkan jenazah almarhum Bapak Rofi. Assalamu Alaikum ."


Setelah itu keduanya menutup telpon, Ustad Soleh tak lupa mengirim alamat villa dengan notifikasi chat pesan.


Sementara Hanna dan Tuan Malik segera ke rumah Umi Siti untuk menjemput Cinta. Cinta merasa heran dengan kedatangan Hanna dan Tuan Malik.


"Ayah, ibu. Ada apa kok kemari?" Cinta mengernyitkan alis.


"Ayah ingin mengajakmu ke suatu tempat, sekarang juga" kata Tuan Malik.


"Memangnya kemana ayah?" Cinta semakin merasa penasaran.


"Pergilah, nak. Umi sudah pulang, jadi Mita nggak sendirian lagi di rumah" sela Umi Siti.


Kebetulan sebelumnya Ustad Soleh telah terlebih dulu menelpon Umi Siti. Hingga Umi Siti telah mengetahui akan kedatangan orang tua Cinta.


Umi Siti juga sengaja pulang lebih awal supaya ada yang menjaga Mita. Namun Umi Siti juga tidak memberitahu pada Cinta tentang apa yang sebenarnya telah terjadi.


Sengaja semua merahasiakan, kalau tidak seperti itu khawatir Cinta tidak bersedia datang ke villa almarhum Rofi.


"Baiklah, Umi. Cinta pamit pulang dulu sama ayah dan ibu. Assalamu Alaikum " Cinta mencium punggung tangan Umi Siti.


"Walaikum Sallam, hati-hati di jalan ya, nak" Umi Siti mengusap surai hitam Cinta.


Setelah itu Cinta masuk ke dalam mobil bersama Hanna dan Tuan Malik.


Apa yang di lakukan Tuan Malik, juga di lakukan oleh Narto. Narto menghubungi Riris ke villa almarhum Rofi.


Namun tidak memberi tahu alasan yang sebenarnya.


🀑🀑🀑🀑🀑🀑🀑🀑😸😸😸😸😸😸😸😸

__ADS_1


__ADS_2