Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 27


__ADS_3

Saat telah sampai di dapur,Rofi membuka lemari penyimpanan makanan namun tidak ada simpanan apapun.


"Ampun..ga ada beras,ga ada telor,ga ada mie..bagaimana si Riris ini.."gerutunya emosi."


Namun Rofi sedikit bisa tersenyum saat menemukan 1 sachet kopi hitam kesukaannya.


"Yaaaa lumayanlah ngopi juga ga apa apa "gerutunya."


Rofi segera melangkah menuju meja makan dengan membawa kopi sachet tersebut,Rofi membuka kopinya dan menuang dalam gelas.


Namun saat menuangkan termos berisi air panas,termos ternyata kosong ga ada isi air panasnya.


Rofi balik lagi ke dapur dan menyalakan kompor tapi tak kunjung menyala.Rofi mengecek kabulatornya dilihat ternyata jarum anak panah di angka nol.


"Sial banget sih,kopi udah di tuang gelas eehh gasnya habis ,aku ga biasa ngutang di warung lagian aku sering bermasalah sama yang punya warung "gerutu Rofi mengusap wajahnya berkali kali."


Rofi sering mendapat teguran sama yang punya warung gara gara Riris sering ngutang tapi bayarnya lama.


Rofi sering nyolot jika di tegur masalah hutang istrinya di warung makanya Rofi enggan jika dirinya harus ngutang di warung.


Rofi mengambil ponselnya kembali untuk mencoba menelfon Riris namun lagi lagi nomor ponsel ga aktif.


Rofi sangat emosi hingga dirinya tidur begitu saja di kamar.


Sementara situasi di rumah Narto dirinya sedang berbicara serius dengan Narti.


"Bun,untung sebelumnya kita memindahkan mba Riris dan anak anak ke villa,juga mba Riris bersedia untuk mengganti nomor ponselnya sesuai saran kita "ucap Narto sedikit lega."


"Tapi ada 1 hal yang bunda khawatirkan,kemungkinan lain waktu mas Rofi bisa ke sekolahan anak anak,bagaimana menurut ayah??"tanya Narti meminta saran."


"Alangkah baiknya kita bicarakan dengan mba Riris bun,apa sebaiknya kita ke villa sekarang bun biar lebih jelas??"tanya si Narto meminta persetujuan dari Narti istrinya."


"Boleh juga si yah,lebih baik kita ke villa sekarang saja yah "ucap Narti setuju dengan usul Narto."


Akhirnya Narto dan Narti segera ke villa untuk membicarakan hal penting dengan Riris.


Segera mereka berdua bergegas masuk ke dalam mobil dan Narto segera melajukan mobilnya menuju arah villa.


Jika telah pulang kerja sang sopir sudah bebas tugas hanya menjaga rumah dan panti,kebetulan sopir pribadi Narto adalah suami dari asisten rumah tangga mereka.

__ADS_1


Karena jarak villa dan rumah Narto tak begitu jauh,sebentar saja Narto telah sampai di villa.


Riris heran kenapa menjelang maghrib Narto dan istrinya datang tanpa terlebih dulu memberi kabar lewat ponsel.


"Assalamu Alaikum " serentak Narto dan Narti mengucap salam."


"Walaikum sallam masuk yuk "ajak Riris pada Narto dan Narti."


Segera Narto dan Narti masuk dan duduk di sofa ruang tamu,tanpa basa basi lagi Narto dan Narti menceritakan maksud kedatangan mereka.


Terlebih dahulu Narto bercerita jika Rofi sore tadi datang ke rumah mencari cari Riris dan anak anak.


Narto juga bilang pada Riris bisa jadi suatu saat Rofi bisa mendatangi anak anak ke sekolahnya.


Narto punya usul untuk memindahkan Dika dan Dede deket villa.


"Bagaimana mba Riris jika Dika dan Dede sekolahnya di pindahkan saja biar lebih aman?"tanya Narto meminta persetujuan."


"Mba Riris pokoknya terima beres nanti kita yang mengurus semuanya jika mba Riris setuju "ucap Narti menimpali."


"Aku ga bisa memutuskan sepihak,harus tanya dulu sama Dika dan Dede,kan mereka yang sekolah "ucap Riris.".


Kebetulan tanpa sengaja Dika dan Dede mendengar semua pembicaraan paman dan bibinya dengan ibunya.


"Ibu,kami bersedia kok pindah sekolah yang dekat villa kan,kami malah senang jadi tak terlalu jauh "ucap Dika sumringah."


"Iya bu kami sangat setuju kok bu"sela Dede tersenyum."


Namun Riris merasa kurang yakin karena bila sekolah di tempat yang baru kan semua teman temannya baru apa Dika dan Dede akan kerasan.


"Apa kalian yakin jika pindah di sekolah yang baru kan serba baru ,bukan hanya teman teman kalian yang baru tapi juga guru guru kalian juga baru??"tanya Riris pada kedua jagoan kecilnya."


"Kami yakin kok bu,banyak teman kan banyak saudara bu,disini ada teman di sekolah lama ada teman,jadi dimana mana ada teman bu "ucap Dika tersenyum."


"Iya ibu percaya saja sama kita dong "ucap Dede menaik turunkan alisnya menggoda ibunya."


"Kalian memang benar benar anak yang sangat baik,ya sudah besok paman atau bibi yang akan mengurus kepindahan sekolah kalian "ucap Riris."


"Terima kasih ya Narto Narti kalian selalu saja menolong kami " ucap Riris."

__ADS_1


"Tak perlu sungkan mba,kita kan masih saudara "ucap Narto tersenyum ramah."


"Ya sudah mba,kami berdua pamit pulang karena belum menunaikan sholat maghrib "ucap Narto pamit pada Riris."


"Iya hati hati ya kalian "ucap Riris."


Tak lupa Dika dan Dede juga turut mengucapkan terima kasih pada paman Narto dan bi Narti.


Setelah berpamitan pada Riris dan anak anaknya,Narto dan Narti segera pulang karena waktu telah menunjukkan sholat maghrib.


Seperginya Narto dan Narti,Riris memberi nasehat pada ke 2 anak lelakinya jika berada di sekolah yang baru.


Dika dan Dede sangat memperhatikan nasehat dari ibunya,mereka berdua benar benar anak yang penurut tidak pernah nakal.


Gampang di didik tidak pernah membantah sama sekali.


Riris sangat terharu dan sangat bersyukur di karuniai anak anak yang cerdas dan penurut.


Setelah cukup lama memberi nasehat pada ke 2 jagoan kecilnya,Riris mengajak sholat maghrib bersama.


Cinta juga turut serta sholat berjamah dengan Riris dan 2 anak lelakinya.


Begitu khusunya mereka dalam sholat,seperti biasa setelah sholat semuanya berdoa.


Begitu pula dengan paman Narto dan bi Narti yang saat ini juga sedang fokus berdoa untuk Riris dan anak anaknya.


Berbeda dengan Rofi yang tidurnya tak nyenyak karena perut yang lapar belum terisi makanan hingga Rofi memutuskan untuk minum air putih biar sedikit kenyang.


🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊💞💞💞💞💞


Waktu cepat berlalu tak terasa telah pagi namun pagi ini Rofi kesiangan karena biasa ada yang membangunkannya di pagi hari.


Di tambah lagi meja makan berantakan dengan nasi,sayur,dan lauk basi serta kopi yang sore di tuang di gelas,pagi pagi telah di semuti.


"Aduhh aku sudah kesiangan ga mungkin juga aku beresin ini meja yang berantakan tapi kalau ga di beresi pasti baunya tambah menyekat "gerutunya bingung harus bagaimana ."


Hingga akhirnya Rofi memutuskan untuk berangkat kerja .


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈

__ADS_1


Mampir karya author yang udah tamat yuk ka



__ADS_2