Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 45


__ADS_3

Hingga suatu pagi Riris memergoki Cinta membuang semua obat yang di anjurkan di minum oleh dokter juga susu ibu hamil dibuang di wastafel.


"Nak,kenapa kamu buang susunya dan berapa kali ibu menemukan obat ini di tong sampah?"tanya ibunya menyelidik."


"Bu,selama ini memang Cinta tak pernah meminum obat obat itu juga susunya karena ga penting buat Cinta bu,bukannya ibu tahu Cinta tak pernah mengharapkan adanya bayi ini"ucap ketus Cinta sambil memukul perut sendiri karena emosi."


"Astaghfirulloh Cinta,kamu ga boleh seperti ini nak,karena anak di dalam perutmu tak salah apa apa dan tak tahu apa apa."


"Semua obat yang kamu buang itu sangat berguna bukan hanya buat janinmu tapi juga buat kesehatanmu pasca melahirkan nanti nak."


Riris berusaha menasehati anaknya dengan sangat pelan karena sejak hamil Cinta gampang sekali terbawa emosi.


Cinta sama sekali tak menjawab omongan ibunya malah berlalu pergi begitu saja.


Cinta melangkah ke kamar,duduk di meja belajar menatap ijasah SMKnya yang nilainya sangat bagus.


"Sayang sekali kondisiku seperti ini,kalau tak ada musibah ini mungkin saat ini aku sudah dapat beasiswa untuk kuliah di jurusan tata boga "gerutunya dengan mata berkaca kaca."


Cinta membuka ponselnya menatap satu persatu foto foto bersama teman teman sekolahnya.


Tak terasa bulir bening keluar dari mata Cinta begitu saja.


Selagi Cinta bersedih, ponselnya berdering yang tak lain dari Hanna,sejenak wajah Cinta berubah menjadi sumringah.


Hanna selalu mampu membuat Cinta yang tadinya marah atau murung menjadi ceria walaupun kadang hanya sejenak saja.


Setelah bercengkrama dengan Hanna sejenak di panggilan telfon,Cinta sudah tak sedih lagi.


Entah bagaimana cara Hanna dalam menghibur Cinta hingga mampu membuat Cinta semangat jalani hari harinya.


Sementara di rumah Hanna,dirinya sedang duduk termenung di teras rumahnya menikmati semilirnya angin dari pepohonan yang bergoyang.


Tak terasa bulir bening menetes setelah menelfon Cinta.


"Bu,ayah cari cari ternyata ada di sini "ucap tuan Malik menepuk pundak Hanna membuat Hanna tersentak kaget."

__ADS_1


Hanna lekas mengusap air matanya yang tertumpah supaya tidak terlihat oleh suaminya.


"Ada yang bisa ibu bantu untuk ayah?"ucap Hanna menoleh menengadah menatap suaminya yang sedang berdiri tepat di sampingnya."


Tuan Malik hanya tersenyum dan menggelengkan kepala dan masuk kembali ke dalam rumah.


Di dalam hati tuan Malik menggerutu sendiri memikirkan kesehatan dirinya.


"Bu bu,entah ayah akan hidup sampai kapan karena penyakit ayah ini ."


"Sampai kapan ibu akan menyembunyikan rahasia kelam ibu,sejujurnya ayah telah tahu semuanya tentang perselingkuhanmu."


"Bu,ayah sangat menunggu kejujuran darimu tapi kenapa sampai detik ini ibu tak mau juga berkata jujur pada ayah."


"Ayah juga ingin tahu di mana saat ini anak kandung ibu dari hasil selingkuhan."


Demikian gerutuan tuan Malik dalam hati,ternyata tuan Malik telah tahu jika istrinya dulu pernah selingkuh darinya.


#Flash Back on #


Tuan Malik tak sengaja melihat Hanna dalam kondisi hamil besar sedang di tuntun oleh ibunya masuk ke ruang bersalin.


Namun saat itu tuan Malik belum sempat menghampiri Hanna dan ibunya,tiba tiba asistennya melaporkan jika ada suatu masalah di pabrik properti miliknya.


Tuan Malik di harapkan segera datang untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di pabrik propertinya.


"Ya Allah,aku ingin sekali ke ruang bersalin itu ingin sekali aku bertanya langsung dengan siapa Hanna mengandung anak itu,tapi malah aku harus segera pergi dari rumah sakit ini "gerutu tuan Malik dengan mata berkaca kaca."


"Astaghfirulloh al adzim bu bu..seharusnya kamu tak perlu melakukan zinah seperti ini,jika kamu jujur tak bahagia denganku,aku rela melepasmu asal kamu bahagia bersama lelaki pilihanmu "gerutunya kembali sambil melangkah menuju mobil."


Selama dalam perjalanan menuju ke kantor properti,tuan Malik terus saja berpikir dan berpikir tentang ayah bayi yang sedang di kandung Hanna.


Berkali kali tuan Malik selalu mengusap dada dan mengucap istihfar.


"Pantes setiap ayah jenguk ke rumah orang tuamu,ibumu selalu beralasan jika kamu sedang tak ada di rumah padahal kamu dan orang tuamu menyembunyikan hal sebesar ini "gerutunya kembali dalam hati."

__ADS_1


"Tega banget si bu kamu lakukan ini ke ayah,pikir ayah kamu tulus cinta sama ayah walaupun kondisi ayah seperti ini tak bisa memberi keturunan,tapi malah kamu bermain api di belakangku bu "gerutunya kembali sambil menitikkan air mata ."


Asistennya melirik dari kaca spion mobil merasa aneh dan heran karena ga seperti biasanya majikannya bersedih seperti ini .


Namun asistennya enggan bertanya karena tak enak hati.


#Flash Back Of #


Sejak kejadian itu tuan Malik sering melamun dan murung.Tuan Malik sengaja tak menegur Hanna karena tuan Malik ingin Hanna jujur berterus terang sendiri tanpa harus terlebih dulu di tegur.


Sakit hati memang iya,tapi rasa cinta tuan Malik ke Hanna begitu besarnya.


Tuan Malik selalu berpegang teguh pada norma norma agama,tak boleh menghakimi kesalahan orang lain karena tuan Malik juga merasa dirinya banyak kesalahan pada Hanna.


"Bukan aku tak tegas pada istriku tapi Allah saja selalu memaafkan kesalahanku,kenapa aku tak mau memaafkan kesalahan istriku??"


"Aku hanya ingin istriku mengakui sendiri kesalahannya di depanku agar jika kelak aku tiada aku tenang tak memendam rasa sakit di hati dan rasa penasaran yang telah lama bernaung di hatiku."


"Ya Allah,aku pikir saat terakhir aku melihat istriku di ruang bersalin saat itu,istriku akan pulang membawa anaknya dan meminta maaf padaku ."


Bertahun tahun tuan Malik selalu penasaran tentang dimana anak yang di lahirkan Hanna,karena sering tuan Malik singgah di rumah mertua Hanna tanpa sepengetahuan Hanna hanya untuk menyelidiki anak yang di lahirkan Hanna,namun tak ada bayi atau anak kecil.


Tuan Malik juga penasaran dengan siapa Hanna selingkuh sampai melahirkan anak.


"Ya Allah tunjukan keberadaan anak kandung Hanna,apakah Hanna telah membuangnya??astaghfirulloh al adzim jangan sampai itu terjadi bu,dosamu saja sudah besar dengan berzina apalagi jika ternyata kamu membuang anak yang tak berdosa"gerutu tuan Malik kembali."


Tuan Malik tidak menyadari jika saat ini telah ada Hanna di sisi pembaringan karena tuan Malik asik melamun dengan waktu yang cukup lama.


"Astagfirulloh al aldzim ibu bikin kaget ayah saja,sejak kapan ibu ada di samping ayah?"tanyanya sambil mengusap dada karena kaget."


"Sudah cukup lama,ayah saja yang dari tadi melamun sampai ibu tanya saja ayah ga jawab jawab "rajuk Hanna manyun."


😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞😞


Mohon dukungan like,votw,favoritnya ka..

__ADS_1


Biar author semangat up..☺☺☺☺


__ADS_2