
Rofi termenung sendiri di dalam kamar, sejenak dirinya baru menyadari kekeliruannya dahulu.
"Ya Allah, mungkin ini karena dosa dan salahku pada Riris dan anak-anak yang membuat hidupku nyaman hanya sejenak saja "gerutunya seraya memukul-mukul kasur.
"Di kala aku ingin memeluk ke tiga anakku, mereka malah takut melihatku "gumamnya seraya menatap langit kamar.
"Aku harus bagaimana ya Allah, jalani hidupku sendiri seperti ini?hhuft, semangat Rofi tak perlu mengasihani diri sendiri "gumamnya kembali.
Rofi ingin memulai hidup barunya, dirinya mengandalkan 2 bengkel untuk kebutuhan sehari-harinya.
Berbeda dengan Pram yang saat ini masih bekerja di rumah tuan Malik.
"Han, aku dapat info kalau Rofi telah keluar dari rumah sakit beberapa waktu lalu "ucap Pram."
"Apa Rofi sudah sembuh?"Hanna seraya heran.
"Entahlah Han, menurut informasi dari pihak rumah sakit, Rofi saat ini sudah bisa menggerakkan seluruh badannya hanya kakinya saja yang masih lumpuh "ucap Pram ."
"Sejak Rofi di jaga, aku ga pernah ke rumah sakit.Begitu ke rumah sakit malah sudah pulang, maafkan aku ya Han "ucap Rofi seraya tertunduk lesu.
"Sudahlah Pram, tak usah merasa bersalah.Mungkin nasib Rofi lagi bagus, hingga lolos dari maut.Biar saja Allah yang membalasnya "ucap Hanna.
"Hemm, sebenarnya aku masih belum ikhlas jika Rofi belum mengalami kesengsaraan yang berkepanjangan "ucap Pram seraya menghela nafas panjang.
"Terserahlah Pram, yang penting aku sudah nasehatin kamu untuk tidak melanjutkan lagi balas dendamnya.Karena jika Allah telah berkehendak lolos dadi maut,mau kita celakai beribu kali kalau Allah masih memberi umur ya pasti tetap sehat" ucap Hanna .
"Aku juga nggak ingin terus menyimpan rasa dendam, aku sudah menyadari itu tidak baik.Aku yakin suatu hari nanti, Cinta akan menemukan kebahagiaan "ucap Hanna.
Setelah panjang lebar Hanna berkata, dirinya berlalu dari hadapan Pram.
Pram juga kembali ke posko security.
Situasi di rumah Maya juga telah berbeda, kini Maya tak ingin memikirkan untuk menikah lagi.
Tapi Maya menginginkan Roy segera menikah, supaya Maya lekas menimang cucu.
"Nak, kapan kamu mau menikah?Apa tidak ada satu gadis pun yang mampu meluluhkan hatimu?"tanya Maya.
"Mamah ngomong apaan sih, Roy sama sekali belum terpikirkan untuk menikah "rajuk Roy ketus.
"Nak, kok kamu jawab ketus?Mamah kan tanya baik-baik,kamu itu sudah tidak muda lagi "ucap Maya.
__ADS_1
"Iya mah, maafkan Roy "Roy menyesal telah berkata kasar ke Maya.
"Mamah tahu kalau saat ini ada yang sedang meresahkan hatimu "ucap Maya.
"Iya mah, jujur ya mah.Sejak Cinta tak lagi mengirim makan siang, Roy merasa ada yang hilang dalam diri ini.Selalu saja emosi pengennya marah terus, mah "ucap Roy seraya menghela napas panjang.
"Itulah yang namanya jatuh cinta "goda Maya terkekeh.
"Bukannya kalau orang jatuh cinta itu berdebar-debar mah, Roy sama sekali nggak merasakan debaran apa pun saat bersama Cinta "ucap Roy.
"Untuk saat ini belum merasakan, tapi sebentar lagi pasti kamu akan merasakan.Setiap orang yang jatuh cinta, tak semua merasakan awal yang sama.Bisa langsung berdebar-debar,bisa pula seperti apa yang saat ini sedang kamu rasakan "ucap Maya terkekeh.
"Mamah setuju sekali kalau kamu bisa menikah dengan Cinta "ucap Maya antusias.
"Entahlah mah, Roy sudah keterlaluan padanya.Makanya Cinta bersikap ketus jika sedang bersamaku "ucapnya seraya menghela napas panjang.
"Makanya jadi cowo jangan terlalu bersikap dingin dan arogan pada semua cewe, karena suatu saat kamu pasti akan membutuhkan kehadiran sosok wanita "ucap Maya menasehati anak semata wayang.
"Hhemm iya mah "ucap Roy singkat.
"Bagaimana kalau mamah yang mencoba mendekatkanmu dengan Cinta, kamu pasti tahu di mana saat ini Cinta tinggal?"tanya Maya seraya menaik turunkan alisnya.
"Apa salahnya kita coba, senjata makan tuan kan?" cibir Maya terkekeh.
"Maksud ucapan mamah apa?" tanya Roy seraya mengernyitkan alis.
"Selama ini kamu dingin dan cuek pada setiap wanita yang mendekatimu, kini kamu merasakan sendiri kan?seperti apa rasanya di cuekin dan tak di respon ?" ucap Maya.
"Yang mendekati Roy kan rata-rata cewe matre, makanya Roy dingin dan cuek pada mereka,mah "rajuk Roy murung.
"Sudah nggak usah merajuk, mana alamat rumah Cinta ?"tanya Maya.
Roy segera memberikan alamatnya pada Maya.
"Nanti sepulang arisan, mamah akan ke rumah Cinta "ucap Maya mencoba menghibur hati Roy yang sedang gundah gulana memikirkan Cinta.
Berbeda dengan Cinta yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang.Dirinya sengaja tak memberitahu orang tuanya karena ingin memberi kejutan.
Setelah menempuh perjalanan 4 jam dengan menggunakan kendaraan umum,sampailah juga Cinta di rumah.
Pram yang sedang makan siang, mendengar bel pintu gerbang berbunyi langsung menghentikan makannya dan lekas berlari untuk membuka pintu gerbang.
__ADS_1
Pram sangat terkejut saat melihat siapa yang ada di balik pintu gerbang.
"Nak, kamu pulang kok nggak memberi kabar??kan orang rumah bisa menjemputmu "ucap Pram sumringah.
"Iya pak, sengaja Cinta nggak memberi kabar karena ingin memberi surprise "jawabnya langsung saja myelonong masuk.
"Ya Allah, ingin rasanya aku memeluk anakku.Tapi itu takkan mungkin terjadi, semua karena kesalahanku dan ke egoisanku di masa lalu "gumam Pram di hati.
Hanna yang melihat kepulangan Cinta sangat terkejut.
"Nak, pulang kok nggak memberi kabar?"Hanna langsung memeluk Cinta dan menciuminya.
"Sengaja bu,ingin bikin kejutan "ucap Cinta seraya membalas pelukan Hanna.
"Dan pada akhirnya kamu benar benar membuat ibu sangat terkejut "ucap Hanna terkekeh.
Pram sempat mendengar gelak tawa Hanna dan Cinta, dirinya ikut merasakan bahagia.
Hanna langsung mengajak Cinta untuk makan siang bersama.Namun saat Cinta melihat Attha, tiba tiba dia menghentikan makan siangnya.
"Maaf bu, bisa nggak kalau anak sialan ini tidak ikut makan di sini?"tanya Cinta ketus.
"Nak, mau sampai kapan kamu tidak bisa berdamai dengan hatimu dan terus menyimpan rasa sakit hatimu "ucap Hanna .
"Jangan kamu lemparkan kesalahan Rofi pada anak tak berdosa ini,Attha tak mengerti apa-ap.Kasihan dia nak, kamu telah begitu lama menolak kehadirannya "ucap Hanna seraya menasehati Cinta.
"Bu, kalau ibu terus saja seperti ini.Lebih baik Cinta kembali ke kontrakan di kota Y "rajuk Cinta berlalu pergi meninggalkan ruang makan.
Cinta melangkah ke kamarnya dengan rasa kesal pada Attha yang tak tahu apa-apa.
"Astaghfirulloh aladzim, maafin ibumu ya nak "Hanna mengusap surai hitam Attha.
Mohon mmaaf jika edit visual belum ok🙏🙏🙏
Hanna
Tuan Malik
__ADS_1