Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 78


__ADS_3

Tak terasa sore menjelang,namun Cinta merasa kesepian karena 2 teman gokilnya sedang kembali ke rumah mereka masing masing.


"Sepi banget rasanya,Mey dan Ika balik kemari besok pagi pagi"gerutu Cinta ."


Cinta memutuskan untuk menonton acara televisi supaya tidak terlalu jenuh.


Berbeda dengan Roy yang baru pulang dari kantor.Roy masih saja teringat wajah cemberutnya Cinta.


"Nak,kamu sudah pulang?"sapa Maya di teras halaman rumah."


"Loh tumben mamah ingat jalan pulang?"tiba tiba Roy balik bertanya."


"Nak,kok kamu sama mamah ketus?"tanya Maya seraya mengernyitkan alis."


Roy tak menjawab pertanyaan dari Maya,Roy berlalu begitu saja masuk dalam rumah menuju ke kamar.


15 Menit berlalu,Roy telah mengenakan baju santai.Dirinya lekas ke dapur meminta bibi menghangatkan sayuran masakan Cinta.


"Nak,mamah ingin bicara denganmu sebentar saja "ucap Maya seraya memelas."


Roy mengikuti langkah kaki Maya ke ruang tengah.


"Ada apa si mah?"tanya Roy ketus."


"Nak,mamah tahu kamu marah gara gara seminggu ini mamah ga pernah pulang karena jaga papah Rofi di rumah sakit"ucap Maya."


"Mamah ga tega nak,kalau papah Rofi di tinggal sendiri apa lagi sakitnya itu karena di jahatin orang "ucap Maya kembali."


"Pantaslah di jahati orang,pasti sebelum nikah sama mamah,om Rofi itu bukan orang baik"cibir Roy ketus."


"Mah,kalau cuma mau ngobrol tentang om Rofi mending cukup sampai di sini"ucap Roy akan beranjak bangun dari duduknya."


"Tunggu nak,ada hal lain yang ingin mamah tanyakan padamu"ucap Maya seraya menahan kepergian Roy."


Akhirnya Roy duduk kembali.


"Nak,tadi siang ada seorang gadis muda berhijab datang ke rumah untuk menghangatkan masakan,siapa gadis ini nak?"tanya Maya seraya menyelidik."


"Namanya Cinta,seorang mahasiswi di kampus punya kita.Memang ada apa dengan Cinta,mah?"lagi lagi Roy bertanya balik."


"Ohh anak kuliahan,apa Cinta pacarmu??"tanya Maya menyidik."

__ADS_1


"Bukan mah,Roy sengaja menghukumnya selama 2 bulan untuk selalu mengirim makan siang hasil masakan dia sendiri "ucap Roy sekenanya."


"Menghukum??memangnya Cinta salah apa sama kamu?"tanya Maya penasaran."


"Cinta ga sopan,saat Roy berkunjung ke kampus.Semua hormat sama Roy,cuma Cinta yang cuek bahkan ga merespon kedatangan Roy"ucap Roy sekenanya."


"Astaghfirulloh aladzim,hanya gara gara seperti itu saja kamu menghukum Cinta??apa jangan jangan kamu menyukai gadis itu ya nak?"tanya Maya menyelidik."


"Mamah ini ngomong apa si??namanya orang suka ga akan menghukum orang yang di suka"cebik Roy ketus."


"Bisa saja itu cuma buat alasan untuk menutupi rasa gengsimu"sindir Maya."


Selagi asik mengobrol,si bibi datang memberitahu jika masakan sudah di hangatkan semua dan saat ini sudah tersaji di meja makan.


"Roy mau makan ya mah,perut sudah lapar banget "ucap Roy seraya bangkit dari duduknya."


Maya hanya geleng geleng kepala,karena biasanya Roy makan jika menjelang malam.Namun sore ini sudah makan saja.


Maya pun bangkit dari duduknya,dirinya juga entah kenapa tiba tiba perutnya lapar juga.


Maya melangkah menyusul Roy ke ruang makan untuk ikut makan bersama Roy.


"Kamu juga ga biasanya masih sore makan?"Maya balik bertanya."


"Roy laper mah,lagipula sayang sayur enak enak kalau ga lekas di makan entar basi kan mubazir "ucap Roy sekenanya."


"Pinter banget ini anak jawabnya"gerutu Maya dalam hati."


Maya dan Roy makan sore dengan lahapnya hingga suruh lauk pauk di meja ludes di makan habis .


Berbeda dengan Rofi yang sudah seminggu koma,kini Rofi telah sadarkan diri.


Namun kondisinya masih saja tak bisa bergerak sama sekali,tak bisa berbicara,hanya bisa menggerakkan matanya saja.


Melihat majikannya siuman,salah satu anak buah Maya lekas menelfon Maya dan anak buah yang lainnya memberitahu dokter dan perawat.


Maya sangat senang mendengar kabar suaminya telah siuman.Berbeda dengan Roy yang sangat kecewa mendengar kabar itu.


"Huh,ngapain juga pake siuman.Kenapa ga mati sekalian,cuma habis habisin duit mamah saja"gerutu Roy dalam hati."


Maya lekas pergi untuk melihat kondisi Rofi dengan membawa sopir pribadi.

__ADS_1


3 Jam perjalanan menggunakan mobil pribadi untuk sampai di rumah sakit tersebut.


Setelah sampai,Maya langsung menuju ruang di mana Rofi di rawat.


Kebetulan kedatangan Maya bertepatan dengan jadwal periksa dari dokter.Hingga Maya bisa bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi Rofi.


Dokter menyatakan jika Rofi akan sulit untuk sembuh dan membutuhkan waktu yang lama.


Karena racun telah menyebar ke seluruh anggota tubuh Rofi.Berbeda jika saat awal Rofi keracunan langsung memeriksakan diri,pasti lain lagi kasusnya.


"Ya,memang saat aku selesai makan,aku langsung tidur sampai pagi,karena makanan itu juga seolah membuatku merasa kantuk yang teramat dalam "gerutu Rofi dalam hati."


Maya merasa kecewa dengan apa yang telah di jelaskan oleh dokter.


Maya harus merawat Rofi yang tak bisa apa apa dalam jangka waktu panjang.


Entah mengapa pikiran Maya goyah.


"Kalau seperti ini aku bisa bangkrut,karena harus mengeluarkan banyak uang untuk mas Rofi.Kalau tetap di rumah sakit bakal habis uang banyak.Tapi kalau di bawa ke rumah juga aku repot,jika tidak aku juga harus mengeluarkan uang untuk menyewa perawat pribadi "gerutu Maya dalam hati."


"Sekarang aku baru menyadari jika ucapan Roy ada benarnya kalau mas Rofi ini cuma bisa jadi benalu "gerutu Maya kembali."


"Mungkin karena pernikahanku dengan mas Rofi tidak mendapat restu dari Roy,hingga mendapatkan masalah pelik seperti ini"gerutu Maya lagi."


"Apa yang harus aku lakukan,aku ga mau peninggalan almarhum papah Roy habis hanya untuk biaya pengobatan mas Rofi?"gerutunya lagi."


Iman Maya mulai goyah di saat Rofi di vonis sembuhnya lama.


Maya gelisah dan berpikir keras untuk bisa menyelesaikan permasalahannya.


"Tapi ga mungkin juga aku meninggalkan mas Rofi dalam kondisi seperti ini.Pasti jika aku menggugat cerai,gugatan aku tidak akan di kabulkan oleh hakim"gerutu Maya."


Rofi hanya bisa melihat expresi wajah Maya yang sangat murung.Rofi sudah tidak bisa menggerakkan 1 tangannya lagi untuk menulis,hingga Rofi sudah benar benar tidak bisa berkomunikasi dengan Maya.


"Aku tahu May,kamu sangat kecewa dengan vonis dokter padaku.Tapi ini juga bukan kemauanku.Kalau tidak ada yang mencelakaiku,aku pasti normal May "gerutu Rofi dalam hati."


Rofi juga khawatir Maya akan meninggalkannya di saat dirinya tak berdaya.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Like vote fav..

__ADS_1


__ADS_2