
Tak terasa waktu telah sore, Ustad Soleh telah menunggu kepulangan Paman Narto di depan pintu gerbang.
"Ya ampun, maaf Ustad Soleh sudah menunggu lama ya? "tanya Narto merasa nggak enak.
"Belum kok, pak.Baru saja sampai "jawab Ustad Soleh seraya tersenyum ramah.
Narto lekas membuka pintu gerbang, supaya Ustad Soleh bisa lekas masuk rumah.
"Silahkan duduk Ustad "Narto mempersilahkan duduk Ustad Soleh.
Tak berapa lama kemudian, Narti juga pulang.Setelah Narti menyapa Ustad Soleh, dirinya lekas ke dapur meminta bibi untuk membuatkan minum.
Narti lekas kembali ke ruang tamu, duduk di sebelah suaminya.
"Begini Pak Narto, saya kemari karena ada yang ingin saya bicarakan pada bapak dan ibu "kata Ustad Soleh.
Narto dan Narti diam, fokus menatap Ustad Soleh dan mendengar semua yang di ucapkannya.
"Saya ingin ta"aruf dengan ponakan Pak Narto, bagaimana menurut bapak?"tanya Ustad Soleh seraya tersipu malu.
"Subahanallah walhamdulillah, kalau kami berdua sangat setuju.Tapi alangkah lebih baiknya, Ustad Soleh bertanya langsung pada orang tua Cinta.Karena orang tuanya yang lebih berhak memutuskan untuk ta'aruf ini "kata Narto seraya tersenyum ramah.
"Baiklah pak, bisakah bapak antar saya sekarang juga ke rumah orang tua Cinta?"tanya Ustad Soleh.
Narto dan Narti mengantar Ustad Soleh ke rumah Tuan Malik.Hanya butuh beberapa menit saja, telah sampai di rumah Tuan Malik.
Pram langsung membukakan pintu gerbang.
"Ada apa ini?kok sepertinya penting sekali?"gerutu Pram di hati.
Hanna dan Tuan Malik merasa terhormat karena kedatangan tamu penting.Ustad Soleh sudah menjadi buah bibir di beberapa kota dan pelosok desa.
Usianya yang terbilang masih sangat muda, pandai sekali menyiarkan tentang agama.
Setelah semua duduk, barulah Ustad Soleh mengutarakan niat hatinya pada Hanna dan Tuan Malik.
"Begini pak, bu.Saya kemari karena ingin meminta ijin pada kalian.Saya ingin mengajak anak kalian untuk ta'aruf.Apakah bapak dan ibu mengijinkannya?"tanya Ustad Soleh seraya tersenyum ramah.
Sejenak Hanna dan Tuan Malik saling berpandangan satu sama lain, seolah ingin meminta pendapat.
__ADS_1
Akhirnya Tuan Malik berkata.
"Jujur, kami selaku orang tua Cinta sangat tersanjung jika Ustad Soleh ingin ta'aruf dengan anak kami "kata Tuan Malik sejenak menjeda ucapannya.
"Tapi Cinta mempunyai suatu masa lalu, apakah kiranya Ustad Soleh bisa menerimanya atau tidak?"kata Tuan Malik agak ragu-ragu.
"Katakan saja pak,nggak usah ragu.Insa Allah saya akan berlapang dada dan menerima segala konsekuensinya "ucap Ustad Soleh seraya meyakinkan Tuan Malik.
"Baiklah Ustad, Cinta pernah mengalami kegetiran hidupnya.Dimana saat dulu terpisah dari kami, Cinta sempat di angkat anak oleh sepasang suami istri.
"Tapi saat Cinta memasuki kelas 3 SMK,Cinta di nodai oleh ayah angkatnya sendiri hingga hamil dan melahirkan anak.
"Kami bertemu dengan Cinta saat Cinta tengah hamil besar.Dulu anak kami sempat di culik saingan bisnis saya, dan di letakkan di depan rumah tuan Narto.
"Namun di adopsi oleh kakak kandung tuan Narto beserta istri.
"Sampai sekarang Cinta trauma, sampai tidak mau mengakui darah dagingnya sendiri.
Demikian cerita Tuan Malik tentang Cinta pada Ustad Soleh.Sejenak semuanya terdiam seolah sedang menunggu apa yang akan di katakan oleh Ustad Soleh.
"Sekarang di mana anak Cinta?"tiba-tiba Ustad Soleh bertanya.
"Mohon maaf, apakah ayah angkat Cinta tahu jika perbuatan jahatnya mengakibatkan Cinta hamil dan sampai melahirkan?"tanya Ustad Soleh menyelidik.
"Tidak Ustad, dia tidak tahu sama sekali karena kami tidak memberitahunya.Dan kami juga tidak membawanya ke jalur hukum, karena Cinta melarang dan nggak mau aibnya terbongkar kata malu "jawab Tuan Malik.
Sejenak Ustad Soleh manggut-manggut.
"Begini pak bu, setelah saya mendengar tentang kisah Cinta yang sangat tragis.Saya tidak akan merubah niat saya untuk ta'aruf dengan Cinta.Karena semua yang terjadi bukan kehendak Cinta melainkan takdir "kata Ustad Soleh.
"Ustad Soleh sungguh-sungguh tidak mempermasalahkan status anak kami, ibarat sudah tidak suci lagi?"tanya Tuan Malik seolah tak percaya.
"Saya bersungguh-sungguh dengan ucapan saya, karena saya yakin Cinta adalah jodoh yang di kirimkan oleh Allah buat saya "kata Ustad Soleh.
"Jadi apakah bapap ibu, setuju jika saya akan ta'aruf dengan anak kalian?"tanya Ustad Soleh.
"Kami selaku orang tua Cinta sangat setuju, terima kasih Ustad bersedia menerima semua kekurangan pada anak kami "ucap Hanna dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah bapak ibu, kalau begitu saya permisi dulu.Lain waktu saya datang lagi kemari.Silahkan di bicarakan dulu dengan Cinta, assalamu alaikum "Ustad Soleh bangkit dari duduknya dan menyalami semua yang ada di ruang tamu karena dirinya akan pulang.
__ADS_1
Sepulangnya Ustad Soleh, Hanna dan Tuan Malik berpelukan.
Begitu pula dengan Narto dan Narti.Semua mengucap syukur alhamdulillah, karena kebahagiaan akan segera di rasakan oleh Cinta.
Setelah beberapa waktu menderita karena ulah jahat Rofi.
"Tuan Malik, Bu Hana.Kami pamit pulang ya.Kabari kami jika Cinta telah membuat sebuah jawaban.Karena kami juga ingin mendengarnya "pamit Narto.
Tak lupa Narto dan Narti mengucap salam sebelum pergo meninggalkan rumah Tuan Malik.
"Ya Allah, syukur alhamdulillah anakku akan di persunting oleh seorang Ustad yang sangat tampan dan baik hati "gerutu Pram dalam hati.
"Sebenernya aku sedih ya Allah, karena harusnya aku ayah kandungnya yang kelak menjadi wali nikahnya.Tapi ya sudahlah, aku ikhlas ya Allah.Asal anakku tidak menderita lagi dan hidup bahagia "gerutu Pram seraya menghela napas panjang.
"Alhamdulillah ya bu, ayah sungguh nggak mengira kalau Ustad muda dan tampan seperti Ustad Soleh mau ta'aruf sama anak kita "kata Tuan Malik seraya tersenyum bahagia.
"Iya ayah, syukur alhamdulillah.Ibu juga nggak menyangka akan mendapatkan menantu seorang Ustad yang masih sangat muda "kata Hanna dengan menitikkan air mata bahagia.
"Sekarang tinggal bagaimana cara kita menjelaskan pada Cinta, bu"kata Tuan Malik.
"Ayah nggak usah khawatir, untuk urusan Cinta biar ibu yang tangani "kata Hanna antusias.
"Tapi apa Cinta mau ya bu?"tiba-tiba Tuan Malik merasa ragu.
"Kok ayah ngomong begitu?"Hanna balik bertanya.
"Khawatirnya Cinta minder dan menolak ta'aruf dengan Ustad Soleh "kata Tuan Malik ragu.
"Jangan begitu ayah, kita harus positif tinking "ucap Hanna meyakinkan Tuan Malik.
"Iya bu, maafkan ayah ya "ucap Tuan Malik seraya menghela napas panjang.
Hy ka readers semua yang baik hati
mohon dukungan like,vote,favorit
untuk karya baru othor yang akan dilombakan event "merubah takdir "
__ADS_1