Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 76


__ADS_3

"Ngapain tuan nyuruh saya kemari pagi pagi begini?"tanya Cinta dengan sinisnya."


"Yuk ikut aku sekarang juga"ucap Roy seraya melangkah ke arah dapur."


Cinta dan kedua temannya mengikuti seraya kedua teman Cinta matanya berkeliaran memandang sekitarnya.


Setelah sampai di dapur,Roy menyuruh Cinta memasak untuk sarapan dan untuk makan siang.


"Maaf tuan,bukankah perjanjiannya cuma tiap makan siang saja??kok sekarang jadi double untuk sarapan dan makan siang??asisten rumah tangga kan banyak,kenapa repot repot minta saya yang buatin sarapan??"cebik Cinta sinis."


"Di sini aku yang berkuasa jadi kamu ga usah protes atau dua temanmu ini yang akan jadi korban keegoisanmu"ucap Roy sinis seraya melirik ke Ika dan Mey."


Setelah mendengar ancaman dari Roy,Cinta tak berani membantah lagi karena tahu akan akibatnya.


"Hemm..bisanya cuma ancam dengan teman temanku ataupun dengan bu Mona sebagai senjata"gerutu Cinta dalam hati."


"Tapi ga apa apa,setidaknya ada Ika sama Meymey biar mereka ikut membantuku kan jadi cepat selesai "gerutu Cinta dalam hati."


"Hey kok bengong,buruan masak keburu siang "perintah Roy menepuk bahu Cinta ."


"Iya "jawab Cinta singkat seraya terlonjak kaget."


"Tapi boleh kan,kalau teman temanku bantu aku memasak?"tanya Cinta seraya menatap Roy sejenak."


"Hhhemm boleh sebatas racik racik,tapi kamu yang masak "ucap Roy singkat."


Setelah mendengar ucapan dari Roy,Cinta langsung memulai masak di bantu dua temannya.


Roy sengaja duduk di dapur untuk melihat proses Cinta memasak.


1 Jam berlalu selesai sudah masakan untuk sarapan dan makan siang.


Cinta menyiapkan sarapan untuk Roy di meja makan di bantu oleh dua temannya.


"Semua sudah selesai tuan,saya pamit pulang karena mau siap siap berangkat kuliah "ucap Cinta ."


"Duduklah kalian bertiga,temani aku sarapan"perintah Roy seraya menatap ke arah Cinta dan dua temannya."


"Tapi tuan.."


Belum selesai Cinta berucap,Roy telah terlebih dulu menyela.


"Ga ada tapi tapi,sudah duduk kalian bertiga.Kalau kalian telat nanti aku yang ngomong ke bu Mona,ga usah khawatir"sela Roy ketus."


"Hemm baik tuan ketus"gerutu Cinta masih bisa di dengar Roy."

__ADS_1


"Ngomong apa kamu barusan??"tegur Roy seraya menatap tajam Cinta."


"Hhemm siapa yang ngomong,aku dari tadi diem loh "cebik Cinta."


"Ambilin sarapanku lekas!!"bentak Roy seraya menatap Cinta."


Dengan rasa terpaksa,Cinta melayani sarapan Roy.


Kemudian Cinta dan dua temannya duduk diam saja,tiba tiba Roy menjatuhkan sendok ke piring hingga berbunyi yang membuat Cinta dan dua temannya terlonjak kaget .


"Astaghfirulloh al adzim "serentak Cinta dan dua temannya berucap."


"Kalian di suruh nemani aku makan malah diam saja,buruan ambil juga sarapan jangan malah bengong"perintah Roy seraya menatap sinis pada Cinta dan ke dua temannya."


Bagaikan kerbau di cucuk hidungnya,demikianlah yang saat ini Cinta dan dua temannya lakukan.


Cinta dan dua temannya lekas mengambil sarapan.


Setelah beberapa menit selesailah sarapan mereka semua.Cinta menata meja makan di bantu oleh Ika dan Mey.


Tak ada gelak tawa ataupun gurauan yang biasa Cinta dan kedua temannya lakukan.


"Hey kamu,nanti siang anak buahku akan datang menjemputmu di kampus.Dari kampus kamu kerumah dulu untuk menghangatkan makan siangku,lalu baru kamu antar makan siang ke kantorku"ucap Roy panjang lebar seraya menatap Cinta."


"Sudah sana kalian boleh pulang,biar anak buahku yang mengantar kalian"ucap Roy dengan entengnya."


"Walaikum sallam "jawab Roy."


Setelah Cinta dan dua temannya berada di luar rumah Roy,mereka bisa bernafas lega.


'Ampun dah,ternyata oh ternyata sangat ketus dan dingin "ucap Ika menghela nafas panjang."


"Iya,pikirku tak seburuk yang orang orang bilang selama ini tentang dia "ucap Mey geleng geleng kepala."


"Masih berapa lama lagi kamu ngurusin si bayi gede ini Cin??"ledek Ika terkekeh."


"Entahlah,aku malah sampai lupa belum aku lihat kalendernya "ucap Cinta sekenanya."


"Waduhhh,biasa kamu itu serba teliti serba perhitungan.Apa kamu betah ya jadi tukang masaknya tuan ganteng??"ledek Mey terkekeh."


"Enak saja,aku sudah ingin mengakhiri semua ini "cebik Cinta kesal."


"Mengakhiri kemana hayoo??"ledek Ika terkekeh."


"Ke pelaminan lah masa kemana"ledek Mey terkekeh pula."

__ADS_1


"Huh,kalian berdua mah tambah bikin mut aku hilang"rajuk Cinta meninggalkan kedua temannya,dirinya mendahului langkahnya menuju mobil."


Tak berapa lama melajulah mobil milik Roy menuju ke kontrakan Cinta dan dua temannya.


Ketiganya lekas mandi karena akan berangkat kuliah.Karena kebetulan toilet ada di setiap kamar mereka hingga tak perlu bergiliran mandi.


Serentak mereka lekas ke kampus bersama sama.


Roy pun akan berangkat ke kantor dengan wajah berseri seri dan hati berbunga bunga.


Namun saat akan melangkahkan kaki le mobil,melintas mobil Maya masuk halaman rumah.


Sejenak Roy berhenti menunggu mamahnya turun dari mobil.


"Nak,kamu sudah sarapan belum?"tanya Maya seraya mengusap pipi Roy."


"Sudah "jawab Roy ketus."


"Ya sudah syukurlah,kamu hati hati kerjanya,mamah masuk dulu ya"ucap Mata seraya tersenyum sembari melangkahkan kaki masuk dalam rumah."


"Hhemm cuma gitu doang,aku juga bisa"gerutu Roy melirik sinis pada Maya yang telah masuk rumah."


Roy pun melanjutkan perjalanannya menuju kantor.


Sementara Maya merasa aneh kenapa di meja makan ada banyak masakan.Sedang Maya tahu kalau Roy ga suka masakan on line.Juga ga cocok masakan bibi,Roy lebih suka masakan Maya.


Jika tak ada Maya,Roy lebih suka makan roti,telor ceplok atau mie instan.Karena Roy ga cocok dengan masakan bibi.


"Bi Inah,sini bi "panggil Maya."


"Ehh nyonyah sudah pulang,ada apa nyah?"tanya bi Inah penasaran."


"Bi,ini ada beraneka menu masakan memangnya bibi yang masak?"tanya Maya pura pura."


"Bukan nyah,den Roy mana mau masakan bibi"ucap bi Inag singkat."


"Lah terus,ini semua dari mana?"tanya Maya penasaran."


"Itu teman den Roy yang masak,tapi masih gadis ABG sekitar 18 atau 19 tahun nyah "ucap bi Inah seraya tertunduk."


"Oohhh ya sudah bi,terima kasih ya"ucap Maya."


"Gadis ABG masih 18 tahun atau 19 tahun,siapa gadis ini??jangan jangan pacar Roy??"gerutu Maya duduk di meja makan."


Maya mencicipi setiap menu masakan yang ada di meja makan.

__ADS_1


"Hhemm lezatnya,berarti gadis ABG itu pinter masak juga "gerutu Maya."


๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–โคโคโค๐Ÿงก๐Ÿงกโค๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2