
Setelah cukup lama Narto berada di rumah tuan Malik,akhirnya Narto berpamitan pulang dan berjanji akan membantu Hanna supaya Cinta bersedia tinggal bersama Hanna dan tuan Malik.
Seperginya tuan Malik,Hanna menangis meraung raung membuat tuan Malik heran dengan tingkah Hanna.
"Ibu kenapa kok ibu seperti ini ,bukannya tadi tuan Narto telah berkata akan mencoba bantu ibu untuk meyakinkan Cinta supaya bersedia tinggal bersama kita,tapi kenapa ibu masih bersedih ?"tanya."
"Ini apa coba yah,kenapa ayah menyembunyikan penyakit ayah dari ibu hiks hiks hiks "tanya Hanna dengan menunjukan surat keterangan dokter yang di temukan oleh Hanna."
"Loh ibu dapat dari mana itu bu?"tanya tuan Malik heran karena dirinya sengaja menyembunyikan sakitnya dari Hanna,kok malah ketahuan."
"Ibu menemukan ini ga sengaja saat ayah mengambil surat perjanjian pra nikah,amplop berisikan surat keterangan dokter ini jatuh lalu ibu ambil"rajuk Hanna murung."
"Maafkan ayah ya bu,bukan maksud apa apa cuma ayah ga ingin ibu kepikiran dan sakit juga,biar saja ayah yang sakit asal ibu selalu di beri kesehatan "ucap tuan Malik mencoba tersenyum."
"Bukannya ayah sendiri yang berkata,jika segala masalah kita bicarakan dan cari solusinya bersama sama,tetapi kenapa ayah malah bersikap seperti ini dengan menyembunyikan penyakit ayah"cebik Hanna murung."
Tuan Malik tak bisa berkata lagi saat Hanna mengucapkan hal yang pernah tuan Malik ucapkan pada Hanna.
"Ayah,lebih baik kita cari donor ginjal saja biar ayah cepat pulih,kalau perlu ibu mau kok mendonorkan ginjal ibu asal ginjal ibu cocok untuk ayah "saran Hanna pada tuan Malik."
"Ibu ga perlu khawatirkan ayah,jika Allah telah berkehendak terjadi ya terjadi,ayah sudah siap semua kemungkinannya,ayah sudah tenang karena ibu sudah mau jujur sama ayah "ucap tuan Malik berusaha tersenyum."
"Semoga kelak ibu juga bisa bahagia berkumpul dengan anak cucu ibu,pesan ayah cuma satu bu,jangan sia siakan cucu ibu kelak.Biarpun terlahir dengan proses yang tak di inginkan,bagaimanapun cucu ibu tak bersalah tak tahu apa apa"pesan tuan Malik seolah akan pergi dan tak kembali."
"Ayah ga boleh ngomong seperti itu,di surat keterangan dokter ini bukannya di sebutkan,jika ayah bisa sembuh asal melakukan transpalasi ginjal"ucap Hanna meyakinkan tuan Malik."
"Iya bu ayah tahu,tapi ayah sudah minta tolong dokter Rama untuk mencari pendonor ginjal tapi sampai saat ini belum ada perkembangan."
"Ayah juga sudah cape bu,berapa hari sekali harus cuci darah dan setiap habis cuci darah tubuh ayah rasanya ga enak sekali ."
"Jika tidak melakukan cuci darah rasanya sakit,melakukan cuci darah juga sakit."
__ADS_1
Demikian penuturan tuan Malik seperti sudah tak punya harapan apapun.
"Ayah melakukan cuci darah kapan kok ibu ga tahu?"tanyanya menyelidik."
"Saat ayah ga berangkat kerja kan habis melakukan cuci darah bu "ucap tuan Malik."
"Ya sudah sekarang ayah istirahat saja jangan terlalu cape,ibu ijin keluar sebentar ingin menemui dokter Rama,pokoknya kali ini ayah harus nurut sama ibu untuk melakukan transpalasi ginjal,ibu akan bantu mencarikan pendonor ginjal "ucap Hanna berlalu dari hadapan tuan Malik untuk mengambil kontak mobil."
Hanna melangkah keluar terlebih dulu menyalami suaminya.
Tuan Malik hanya diam saja saat istrinya pergi,hanya berpesan supaya berhati hati.
Hanya beberapa menit saja,Hanna telah sampai di rumah sakit di mana dokter Rama saat ini buka praktek.
Hanna sengaja tak memberitahu terlebih dulu pada dokter Rama jika dirinya akan datang.
Segera Hanna melangkah ke ruangan dokter Rama,kebetulan sedang tak ada pasien hingga Hanna langsung bisa berkonsultasi dengan dokter Rama.
"Tok tok tok "Hanna mengetuk pintu ruangan dokter Rama."
"Oohhh nyonya Hanna saya kira siapa,kenapa tak memberitahu jika ada perlu kan bisa saya yang kerumah nyonya ?"ucap dokter Rama saat melihat Hanna masuk ruangan."
Tanpa menunggu di persilahkan duduk,Hanna langsung saja menjatuhkan pantatnya di kursi depan dokter Rama.
"Mmafkan saya ya dok,karena datang tak memberitahu dokter terlebih dahulu,saya ingin membahas masalah penyakit yang saat ini sedang di derita suami saya "ucap Hanna tersenyum ramah menatap sang dokter."
"Jadi nyonya Hanna telah tahu kalau tuan Malik terkena gagal ginjal?"tanya dokter Rama penasaran."
"Iya dok saya sudah tahu,apa ada jalan supaya suami saya bisa sembuh dok?"tanya Hanna ."
"Kebetulan gagal ginjal yang di derita tuan Malik belum kronis atau akut jadi masih bisa di sembuhkan dengan cara transpalasi ginjal "ucap dokter Rama."
__ADS_1
"Subahanallah Walhandulillah,berarti harus segera mencari pendonornya ya dok?"tanya Hanna."
"Iya nyonya karena lebih cepat lebih baik,kalau tidak segera melakukan transpalasi ginjal kasihan tuan Malik harus rutin cuci darah,dan jika tidak segera melakukan transpalasi ginjal,juga penyakitnya akan semakin lebih parah,jika sudah akut akan seumur hidup melakukan cuci darah "ucap panjang lebar dokter Rama."
"Apa jika sudah melakukan transpalasi ginjal suami saya akan sembuh total dok?"
"Iya nyonya ,karena ginjal suami anda sudah tidak berfungsi secara normal hanya dengan mengganti ginjalnya yang baru supaya sehat kembali.Karena terapi lainnya tidak akan bisa menyembuhkan hanya memperlambat proses kerusakan ginjal "ucap dokter Rama."
"Dok,bisakah saya mendonorkan ginjal saya dan apakah jika saya punya satu ginjal masih bisa hidup atau bagaimana dok?"tanya Hanna kembali."
"Siapun bisa mendonorkan satu ginjalnya dengan syarat ginjal yang di donorkan kondisi sehat serta ginjalnya cocok dengan orang yang akan menerima ginjal tersebut.
"Walaupun hidup dengan satu ginjal tidak mempengaruhi masa hidup.Anda tetap perlu menjalani gaya hidup sehat dan lebih berhati hati saat beraktifitas.Pasalnya ginjal tunggal cenderung berkembang lebih cepat ketimbang dua ginjal yang berfungsi normal."
Demikian penjelasan dari dokter Rama pada Hanna.
Hanna telah mengambil keputusan jika dirinya yang akan mendonorkan satu ginjalnya untuk tuan Malik.
"Baiklah dokter,saya ingin mendonorkan satu ginjal saya untuk suami saya "ucap Hanna antusias."
"Baiklah nyonya tapi terlebih dulu ginjal nyonya harus di periksa secara instensif,semoga ginjal nyonya cocok untuk tuan Malik "ucap dokter Rama."
Segera Hanna di bawa ke ruang kusus pemeriksaan,Hanna di periksa ginjalnya dengab seksama.
"Hasilnya tidak langsung keluar ya nyonya,karena saya harus memeriksa dulu di laboratorium,nanti kalau sudah keluar saya kabari "ucap dokter Rama."
"Baiklah dok,ada satu permintaan dari saya "ucap Hanna."
"Apa itu nyonya ?"tanya dokter Rama penasaran."
💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌
__ADS_1
Mohon dukungan like,vote,favorit..
Supaya author semangat up..