Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 24


__ADS_3

Setelah kepergian Rofi,Dika bangkit dari meja makan melangkah keluar untuk memeriksa apakah ayahnya benar benar telah pergi.


Dika menengok dari balik pintu ruang tamu,setelah benar benar pergi,barulah Dika masuk kembali melangkah ke meja makan.


"Bu sudah aman, ayah sudah benar benar pergi bekerja,kita jadi pergi kan bu?"tanya Dika menatap wajah Riris lekat."


"Iya nak jadi tapi ibu bereskan dulu meja makannya ya nak "ucap Riris mencoba tersenyum pada Dika."


"Kita bantu ya bu,biar cepat selesai beberesnya "ucap Dede menawarkan diri."


"Iya nak,maaf ya kalian jadi libur sekolah hari ini,gara gara kita akan berangkat ke rumah paman dan bibi"ucap Riris menghela nafas panjang."


"Sudah ibu ga usah bersedih,kita malah senang kok kalau bisa pergi dari rumah ini "ucap Dika sambil membereskan meja makan."


"Iya bu,jadi ibu tidak di pukuli sama ayah terus "sela Dede menimpali."


"Trima kasih ya anak anak,kalian berdua bisa ngertiin ibu "ucap Bu Riris dengan mata berkaca kaca."


Setelah beberapa menit membereskan meja makan dan mencuci pikir,akhirnya selesai juga semuanya telah bersih dan rapi.


Segera Riris dan kedua anaknya pergi dari rumah Rofi dengan naik kendaraan umum menuju rumah paman Narto.


Beberapa menit kemudian Riris dan kedua anak lelakinya telah sampai di rumah paman Narto.


Paman Narto dan bi Narti memang telah menunggu kedatangan Riris dan ke dua anaknya sudah dari tadi.


Segera Riris dan dua anak lelakinya di ajak masuk rumah.Ketika dua anak lelaki Riris melihat Cinta,ke duanya langsung berhambur memeluk Cinta.


Rasa kangen berbulan bulan tak bertemu kakaknya telah terobati.


"Kak Cinta.."serentak keduanya menghambur berlari memeluk Cinta."


"Kami tahu yang kakak alami,sabar ya kak mulai sekarang kami ada di samping kakak "ucap Dika menitikkan bulir bening di matanya."


"Ya kak,tak perlu ibu cerita semuanya ke kami.Kami telah tahu apa yang terjadi sama kakak..Maafkan kami ya kak karena kami tidak bisa menolong kakak waktu itu "ucap Dede dengan polosnya."


Cinta bingung dengan apa yang sedang Dika dan Dede bicarakan.Cinta menatap ke arah ibunya.


Riris hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu dengan apa yang dua anak lelakinya ucapkan.


"Yuk duduk dulu,kalian pasti lelah kan?"ucap bi Narti."

__ADS_1


Dika dan Dede lekas duduk beserta bu Riris.


"Kalian sudah siang kok belum berangkat kerja?"tanya Riris memecahkan kesunyian."


"Kami sengaja tak bekerja untuk menunggu kedatangan kalian dan akan mengajak kalian ke villa kami yang tak jauh dari rumah ini "ucap paman Narto."


"Iya mba Riris karena jika kalian tinggal di sini pasti suatu saat nanti mas Rofi mencari kalian kemari "sela bi Narti sekenanya."


"Iya benar juga ya "ucap bu Riris."


"Oh iya Dika dan Dede ikut kak Cinta dulu yuk ke kamar kak Cinta.Kakak pengen dengar cerit kalian,selama ga ada kakak "ucap Cinta mengajak ke dua adik lelakinya masuk."


Cinta tahu,pasti ibunya akan bercerita masalah dewasa dengan paman dan bibinya.


Dika dan Dede menuruti kemauan Cinta,mereka berdua mengikuti langkah kaki kakaknya menuju kamar kakaknya.


Sementara paman Narto dan bi Narti bertanya pada Riris apa yang sebenarnya telah terjadi.


Riris segera menceritakan apa yang terjadi,dari KDRT yang selama ini Rofi lakukan terhadapnya.


Juga mengenai perselingkuhan Rofi dengan daun muda seumuran Cinta.


Paman Narto dan bi Narti sungguh tak menyangka dengan semua yang di lakukan oleh Rofi.


Itu sungguh perbuatan yang sangat keji.


"Sudah mba Riris ga usah bersedih lagi,kasihan janin mba ntar ikut sedih juga "hibur bi Narti mengusap bahu Riris."


Setelah percakapan yang cukup lama,barulah paman Narto mengajak Riris ke sebuah villanya.


Bersama kedua anak lelakinya bahkan Cinta juga meminta ijin untuk bisa tinggal dengan ibu dan dua adik lelakinya di villa.


Mereka segera berangkat ke villa pagi itu juga.Karena menurut paman Narto lebih cepat lebih baik.


Paman dan bibi mengijinkan Cinta tinggal di villa bersama ibu dan 2 adik lelakinya.Supaya Cinta tak kesepian.


Perjalanan hanya 5 menit karena jarak villa dari rumah Narto tak begitu jauh.


Villa selalu bersih dan rapi karena ada sepasang suami istri yang selalu merawat dan membersihkan villa tersebut.


"Wah villanya cukup besar ya To "ucap Riris merasa terpukau dengan villa yang sangat bersih dan di sekitar villa juga banyak di tanam pohon buah buahan sehingga udaranua sekitar villa sejuk dan dingin."

__ADS_1


Paman Narto menyarankan agar Riris tak usah kembali bekerja karena kandungan sudah memasuki 7 bulan.


Narto menyanggupi akan membiayai semua kebutuhan Riris dan anak anak Riris.


Dan jika Dika dan Dede lulus SD,paman Narto menyarankan di sekolahkan dekat villa saja,jika untuk saat ini tanggung karena Dika sebentar lagi lulus SD,dan Dede saat ini kelas 5 SD sebentar lagi akan kenaikan kelas.


Setelah percakapan yang cukup panjang,paman Narto dan bi Narti berpamitan pulang.


Tak lupa paman Narto menyodorkan amplop coklat berisikan uang untuk kebutuhan sehari hari Riris dan anak anaknya.


Riris bersyukur walaupun suaminya bejad tapi adik iparnya sangatlah baik,bersedia menolong Riris dan anak anaknya.


Segera Riris dan anak anaknya menata semua barang barang yang di bawanya ke almari kamar masing masing di bantu oleh asisten rumah tangga yang ada di villa tersebut.


Cinta kini bahagia bisa berkumpul kembali dengan ibu dan adik adiknya walaupun dalam kondisi yang sama sama sedang dalam masalah.


Masalah yang di sebabkan oleh satu orang yang sama yakni Rofi.


Setidaknya Cinta tidak kesepian lagi karena ada ibu dan 2 adiknya,tidak seperti saat Cinta di rumah paman Narto dan bi Narti.


Tak berselang lama,paman Narto dan bi Narti telah sampai di depan pintu gerbang rumah sendiri.


Namun mereka berdua terhenyak kaget saat ada satu mobil parkir tepat di samping pintu gerbang rumah mereka.


Seorang wanita yang tak lain adalah Hanna sedang berkali kali memencet bel pintu gerbang.


Narto dan Narti segera turun dari mobil dan menghampiri Hanna.


"Maaff mba,ada yang bisa kami bantu?"tanya Narto menatap menyelidik pada Hanna."


Sejenak Hanna menoleh setelah mendengar ada yang berbicara padanya.


"Apakah anda yang punya rumah ini?"tanya Hanya tersenyum ramah."


"Iya mba benar sekali,saya yang menempati rumah ini dan yang di samping saya adalah istri saya "jawab Narto tersenyum ramah."


💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥


Mohon dukungan like,vote,serta favoritnya..


Biar author semangt up..

__ADS_1


__ADS_2