Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 57


__ADS_3

Waktu bergulir cepat sekali,tak terasa sudah seminggu berlalu dari Pram pertama kerja di rumah Hanna.


Waktu yang telah di tunggu tunggu Hanna juga telah tiba,dirinya telah siap untuk mendonorkan ginjalnya untuk tuan Malik.


Sebelum Hanna berangkat ke dokter,terlebih dulu Hanna berpesan pada Cinta untuk merahasiakan pada tuan Malik tentang kepergiannya.


"Nak,ibu ingin ngobrol sesuatu yang penting denganmu nak"ucap Hanna seraya menatap Cinta sendu."


"Memangnya ada apa si bu,kok serius sekali?"tanyanya penasaran."


Hanna mengajak Cinta bercengkrama di kamar Cinta,setelah keduanya sama sama duduk,barulah Hanna mulai berbicara kembali.


"Begini nak,ibu akan pergi ke rumah sakit untuk mendonorkan ginjal ibu buat ayahmu,tapi ibu minta kamu merahasiakan ini dari ayah "ucap Hanna seraya menatap lekat wajah Cinta."


"Jadi selama ini ayah punya penyakit ginjal bu,lah kenapa juga ibu merahasiakan ini dari ayah?"tanya Cinta penasaran."


"Iya nak,ayahmu selama ini punya penyakit gagal ginjal yang sempat ayahmu sembunyikan dari ibu,ayahmu juga pernah ibu tawarin ginjal ibu tapi menolak nak "ucap Hana seraya mata berkaca kaca."


"Ibu ,kenapa ibu ga cari pendonor ginjal yang lain?"tanya Cinta ."


"Ayahmu sudah mencoba tapi tidak kunjung mendapatkan ginjal yang cocok dengan ayah,sampai ayah putus asa."


"Jadi seminggu yang lalu,ibu memeriksakan ginjal ibu dan ternyata ginjal ibu cocok untuk ayahmu."


"ibu di sarankan benar benar jalani hidup sehat selama seminggu,baru ibu bisa mendonorkan ginjal ibu ."


Demikian penuturan Hanna pada Cinta,setelah mendengar semua itu Cinta baru paham.


"Ya sudah ibu berangkat sana,hati hati di jalan ya bu,semoga transpalasi ginjalnya berjalan lancar "ucap Cinta seraya mencium tangan Hanna."


Hanna segera berangkat ke rumah sakit dengan mencoba melenggang santai.


"Ibu mau kemana bu?"tiba tiba tuan Malik bertanya saat Hanna akan keluar rumah."


"Ibu pikir ayah masih tidur,ini yah ibu mau jenguk teman ibu yang sakit ga apa apa kan yah??cuma sebentar saja kok "ucap Hanna sembari mencium tangan tuan Malik."


"Iya ibu hati hati yah"ucap tuan Malik seraya memberi pesan."


Hanna melajukan mobil,sementara Pram yang membukakan pintu gerbang merasa penasaran dengan kepergian Hanna yang pagi pagi sekali.


Sebenarnya Pram ingin menanyakan hal ini pada Hanna,namun Pram urungkan karena Hanna benar benar sudah tidak bersahabat pada Pram.


Bahkan setelah seminggu Pram bekerja di rumah Hanna,tidak membuat Hanna lantas luluh,Hanna masih tak mau berkata pada Pram.

__ADS_1


"Han,sebegitu bencinyakah kamu padaku?padahal aku benar benar ingin memperbaiki semua,aku ingin menebus salahku terutama pada anak kita"gerutu di hati Pram seraya menutup pintu gerbang."


Tak berselang lama,ponsel tuan Malik berdering yang ternyata panggilan telfon dari dokter Rama.


๐Ÿ“ฒ "Assalamu Alaikum dok,ada apa ya pagi pagi menelfon?"tanya tuan Malik di balik ponselnya."


๐Ÿ“ฒ "Walaikum Sallam wr wb,begini tuan Malik,alhamdulillah saya telah menemukan donor ginjal yang cocok dengan ginjal tuan"jawab dokter Rama dari balik telfon."


๐Ÿ“ฒ "Subahanallah walhamdulillah,terus bagaimana kelanjutannya dok?"tanya tuan Malik."


๐Ÿ“ฒ "Apa kiranya hari ini tuan Malik bisa ke rumah sakit,kita lakukan transpalasi ginjal pagi ini juga bagaimana?"


๐Ÿ“ฒ "Baiklah dok,berarti saya kerumah sakit sekarang juga ya dok?"tanya tuan Malik untuk memastikan."


๐Ÿ“ฒ "Iya tuan Malik,karena lebih cepat lebih baik "ucap sang dokter."


Setelah memberitahu kabar gembira tersebut,dokter Rama menutup panggilan telfonnya.


Begitu pula dengan tuan Malik segera bersiap siap untuk ke rumah sakit.


Tak lupa tuan Malik berpamitan pada Cinta jika dirinya ada keperluan sejenak.Namun tuan Malik tidak memberitahu jika dirinya akan kerumah sakit.


Dengan sopir pribadinya tuan Malik berangkat ke rumah sakit.


Hanya beberapa menit tuan Malik juga telah sampai di rumah sakit.


Tuan Malik segera menemui dokter Rama yang kebetulan sedang menunggu dirinya di ruangannya.


Terlebih dahulu dokter memeriksa kondisi tuan Malik,apakah benar benar sudah di perbolehkan untuk melakukan operasi transpalasi ginjal hari ini.


Setelah melewati beberapa pemeriksaan,tuan Malik di nyatakan boleh melakukan operasi saat ini juga.


Hanna juga di nyatakan sehat,sehingga bisa mendonorkan ginjalnya saat ini juga.


Operasi transpalasi ginjal segera di lakukan tanpa tuan Malik tahu jika Hanna yang telah mendonorkan ginjalnya.


1 jam berlalu...


2 jam berlalu..


3 jam berlalu..


4 jam kemudian selesai sudah transpalasi ginjal berlangsung sukses.

__ADS_1


Kemudian baik Hanna maupun tuan Malik di tempatkan di ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif selama 3 hari.


Setelah stabil akan di pindahkan ke ruang perawatan khusus di paviliun selama 5-7hari.


Cinta merasa khawatir karena Hanna maupun tuan Malik belum juga pulang.Karena Cinta anak kemarin sore hingga tak tahu jika operasi transpalasi ginjal memakan waktu cukup lama.


Karena panik,Cinta menelfon bu Riris dan mengatakan yang sebenarnya pada bu Riris jika saat ini Hanna sedang mendonorkan ginjalnya untuk tuan Malik.


Cinta juga berkata supaya bu Riris tak memberitahu pada tuan Malik terlebih dulu jika Hanna mendonorkan ginjalnya untuk tuan Malik.


Segera Riris berangkat dengan membawa baby Didi ke rumah Hanna.


Hanya beberapa detik sampailah bu Riris di rumah Hanna.Namun bu Riris terkejut karena melihat ada Pram di rumah Hanna dengan memakai seragam security.


Pram juga sama terkejutnya melihat Hanna yang ada di pintu gerbang.


"Riris kan ya ?" tanya Pram tersenyum."


"Iya benar,kamu bukannya mas Pram teman kerjanya mas Rofi kan ya?"Riris balik bertanya."


"Iya benar sekali Ris,kamu ngapain kemari ?"tanya Pram penasaran."


"Loh mas Pram juga ngapain ada disini ?"Riris balik bertanya ."


"Aku sudah di pecat dari diller dan sudah bekerja di sini selama 1 minggu,lah kamu ngapain kemari kok Ris?"tanya Pram kembali ."


"Aku kemari ada perlu sama Hanna dan anaknya,tolong bisa bukain pintu ?"ucap Riris."


Tanpa berkata Pram telah membukakan pintu,Riris segera masuk mencari kamar Cinta.


"Nak,kok ibumu ga kabarin ibu kalau mau transpalasi ginjal?"ucap bu Riris murung."


"Entah bu,Cinta juga tahunya mendadak"jawab Cinta sekenanya."


"Ibumu bilang ga di rumah sakit mana saat ini?"tanya Riris menyelidik."


"Wah ibu malah ga ngomong bu,lupa mungkin bu,berangkatnya juga terburu buru"ucap Cinta sekenanya."


"Aduhhh kalau begini ibu susah kalau mau jenguknya,ya sudah gini saja ntar ibu nyoba cari tahu dimana keberadaan ibumu sama ayahmu ya"ucap Riris meyakinkan Cinta."


โค๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’œ๐ŸคŽ๐Ÿ–คโค๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’ฆ๐ŸคŽ๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค


like..vote..favorit..komentarnya..

__ADS_1


__ADS_2