
Sementara tuan Malik yang saat ini sedang bersama paman Narto memberitahukan kabar Riris pada paman Narto.
"Maaf tuan Narto,seperti saat ini tuan harus ke rumah sakit xx,barusan saja dengar kabar kakak ipar anda berada di rumah sakit tersebut saat ini sedang menjalani operasi caesar "ucap tuan Malik."
Tuan Malik tidak memberitahu pada paman Narto jika istrinya yang telah memberitahu padanya tentang kabar Riris.
Paman Narto juga tidak bertanya pada tuan Malik,yang di pikiran paman Narto paling Cinta yang menghubungi tuan Malik.
Sejenak paman Narto mengecek ponsel yang sempat di non aktifkan,segera paman Narto mengaktifkannya kembali.
"Hemm benar saja,Cinta sempat beberapa kali mencoba menelfonku tapi ponselku tidak aku aktifkan,kasihan kamu Cinta pasti kerepotan membawa ibumu sendirian ke rumah sakit xx "gerutu paman Narto dalam hati."
Narto berpikir jika Cinta yang membawa Riris sendiri ke rumah sakit xx dan ketika menghubungi Narto tidak aktif hingga Cinta akhirnya menghubungi tuan Malik.
"Tunggu apa lagi tuan Narto,biar saya dan asisten anda saja yang mengurus perkebunan kelapa sawit ini untuk sementara,kasihan kan kakak ipar anda "ucap tuan Malik sempat mengagetkan lamunan Narto."
Segera Narto pamitan pada tuan Malik untuk segera ke rumah sakit xx.
Dengan mengendarai mobil yang di sopiri oleh asistennya,Narto menuju rumah sakit xx.
Hanya 30 menit saja Narto telah sampai dan langsung mencari cari dimana Riris saat ini di rawat.
"Aduhh..aku lupa tanya pada tuan Malik di ruangan apa mba Riris..tapi menurut tuan Malik saat ini mba Riris sedang jalani operasi caesar "gerutu Narto sambil terus berjalan mencari ruang operasi caesar."
Akhirnya Narto telah sampai di ruang caesar,kebetulan ada perawat yang melintas,Nartopun bertanya pada sang perseat tersebut.
Ternyata saat ini Riris sudah berada di ruang rawat pasca operasi caesar.
Segera Narto menyambangi ruangan dimana saat ini Riris sedang di rawat.
Betapa terkejutnya Narto saat melihat sosok Hanna,begitu juga Hanna terkejut saat melihat Narto.
"Tuan Narto,loh kok tuan ke ruangan ini..nyasar kali ya.?"tanya Hanna heran."
Belum juga Narto menjawab,Riris telah menyela.
__ADS_1
"Narto ini adik iparku,dia yang rekan bisnis tuan Malik "sela Riris tersenyum menatap Hanna."
"Ya ampun dunia ini benar benar sempit,ternyata Riris kakak iparnya Narto,dimana dulu aku menaruh bayiku di depan rumah Narto.Lebih parah lagi,suamiku jadi rekan bisnis Narto,susah dong aku kalau ingin tanya tentang anak kandungku "gerutu Hanna dalam hati."
"Bu..bagaimana kabarnya..sejak bertemu waktu itu kita ga ketemu lagi ya.."sapa Narto tersenyum ramah."
Belum juga Hanna menjawab,lagi lagi Riris menyela.
"Jadi kalian sudah saling kenal,Hanna ini yang bawa aku kemari To "sela Riris sumringah."
"Loh mba Riris kenal bu Hanna dimana??Aku saja baru kenal??"tanya Narto penasaran."
"Aku kenal dengan Hanna beberapa bulan lalu,masa kamu ga kenal sama Hanna To,dia ini kan istri dari rekan bisnismu ??ucap Riris mengernyitkan alis serasa tak percaya dengan perkataan Narto."
"Rekan bisnis yang mana mba karena rekan bisnisku banyak??"tanya Narto penasaran."
"Saya istrinya mas Malik "ucap Hanna sekenanya."
"Aduhhh gawat kalau suatu saat istri tuan Malik ini tahu kalau Cinta istri siri tuan Malik pasti terjadi perang dunia ke 3"gerutu Narto di dalam hati."
"Iya saya jujur saja kaget bu karena selama ini memang saya ga pernah tahu istri istri dari rekan bisnis saya "ucap Narto menutupi rasa gugupnya."
"Oh iya bu,waktu itu ibu menemui saya ada perlu apa ya,mumpung saat ini saya sedang ada waktu?"tanya Narto menyelidik."
"Aduh mati aku harus bilang apa ya aku?"gerutu Hanna dalam hati."
Tiba tiba datang perawat untuk memeriksa kondisi Riris dan bayinya saat ini di ruang inkubator karena lahir prematur.
Hingga Narto dan Hanna sama sama keluar dari ruang rawat Riris untuk sejenak.
Baik Narto maupun Hanna sama sama diam,Narto sibuk dengan ponselnya.
Sementara Hanna sibuk dengan lamunannya,Hanna ingin sekali bertanya tapi takut Narto mengadu pada suaminya.
"Sudah ada waktu luang tapi aku takut untuk bertanya pada mas Narto,aku takut mas Narto membocorkan pertanyaanku tentang anakku pada suamiku dan terbongkarlah aib masa laluku"gerutu Hanna dalam hati."
__ADS_1
"Namun aku ingin tahu dimana saat ini anakku berada,ya Allah tolong berilah petunjukMu"gerutu Hanna kembali dalam hati."
Selagi asik melamun,tahu tahu Narto sudah tidak ada di tempat duduknya di depan pintu ruang rawat Riris.
Ternyata Narto telah berada di dalam di ruang rawat Riris untuk berpamitan pada Riris.
Segera Hanna menyusul masuk kembali ke ruang rawat Riris.
"Mba Riris,aku tinggal dulu ga apa apa kan,nanti aku minta tolong Narti suruh kemari.Mba juga jangan khawatir,ntar aku nyuruh orang kirim makanan buat anak anak mba,kalau aku sudah selesai urusan kerjaanya,pasti aku kemari lagi ya mba "ucap Narto pamit ke Riris."
Bahkan Narto belum sempat bertanya pada Riris apa jenis kelamin anak Riris karena Narto benar benar sedang banyak urusan kerjaan.
Tak lupa Narto juga berpamitan pada Hanna.
"Bu Hanna,saya permisi dulu ya..tuan Malik sudah menunggu.Titip mba Riris ya bu..terima kasih sebelumnya.."ucap Narto tersenyum ramah pada Hanna."
Setelah berpamitan dan tak lupa mengucap salam,Narto segera pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
Hanna terpaku diam menatap kepergian dari Narto,entah apa yang saat ini sedang di pikirkan oleh Hanna.
Sementara Hanna memberanikan diri bertanya pada Riris mengenai kehamilan Cinta.
"Ris,apa yang sebenarnya terjadi pada Cinta,apa memang benar yang waktu itu kamu katakan ??"tiba tiba Hanna bertanya."
"Iya Han,aku sendiri juga sempat tak percaya dengan kelakuan bejad suamiku tapi saat aku tanya langsung dan suamiku mengakuinya aku sempat syok "jawab Riris dengan mata berkaca kaca."
"Sayangnya aku tahu kejadian itu saat diriku sudah hamil kalau aku tahu dari awal aku ga mau lagi di sentuh suamiku "ucap Riris kembali."
"Kok ada ya..ayah kandung sendiri tega menodai anak kandungnya bahkan sampai hamil"ucap Hanna merasa tak percaya."
"Sebenarnya Cinta bukan anak kandung kami Han ,kami mengadopsinya untuk memancingku lekas bisa hamil karena saat itu kami sudah 4 tahun menikah belum juga di karuniai anak "ucap Riris dengan mata berkaca kaca."
🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤨🤥🤥🤨🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤐
Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..
__ADS_1
Biar author semangat up..