
Pram melangkah gontay meninggalkan rumah sakit.Hatinya hancur berkeping keping,di saat dirinya ingin menebus semua kesalahan dan dosanya pada anaknya,namun takdir berkata lain.
"Ya Allah,kasihan sekali anakku harus mengalami hal seperti ini,aku harus tanyakan pada Hanna mengenai ayah dari bayi yang di kandung Cinta,mungkin saja golongan darahnya sama "gerutu Pram seraya terus melangkah dengan gontay meninggalkan rumah sakit tersebut."
Narti merasa iba melihat kondisi Cinta,namun Narti ingin tahu apakah selain golongan darah yang sama yakni AB positif adakah golongan darah yang lain yang bisa di donorkan.
Narti melangkah ke ruang dokter yang merawat Cinta untuk menanyakan hal itu.
"Maaf dok saya ingin tanya,apa golongan darah pasien hanya bisa menerima tranfusi darah dari golongan darah yang sama dengan pasien saja?"tanya Narti penasaran."
"Tidak juga si bu,pemilik golongan darah AB positif dapat menerima donor darah dari semua golongan darah "ucap sang dokter ."
"Loh dok waktu itu ada salah satu perawat yang berkata jika golongan darah AB positif termasuk langka dan hanya yang bergolongan darah yang sama yang bisa mendonorkan darahnya pada pasien bergolongan darah AB positif "ucap Narti ragu."
"Wahh berarti perawat tersebut belum benar benar paham bu,lain kali ibu mending cari saya saja untuk lebih akurat kadang memang ada beberapa pasien yang suka gagal paham saat di minta tolong untuk menjelaskan pada keluarga pasien"ucap sang dokter seraya tersenyum ramah."
"Memang golongan darah AB positif golongan darah yang langka yang hanya bisa mendonorkan pada golongan darah yang sama,tapi bisa menerima donor dari golongan darah apa pun "ucap sang dokter kembali."
"Kebetulan juga stok darah di rumah sakit ini sedang habis bu,jika tidak pasti sudah saya lakukan tindakan tranfusi darah pada pasien,semoga nanti saya dapatkan pendonor darah untuk pasien ibu tenang saja jangan di bikin panik dan khawatir,percaya saja semua akan baik baik saja,berdoa saja ya bu"ucap dokter menghibur Narti."
"Baiklah dok,terima kasih atas informasinya,saya juga akan mencoba mencari pendonor buat pasien,apa saya juga bisa ga ya dok?"tanya Narti kembali."
"Wahh bisa juga bu,mari kita periksa ibu apakah darah ibu bisa di donorkan untuk pasien "ucap dokter sumringah dan lekas bangkit dari duduknya mengajak Narti untuk segera di cek sample darahnya."
Hanya beberapa menit saja pemeriksaan sample darah Narti dan dokter menyatakan jika Narti bisa mendonorkan darahnya.
Segera dokter melakukan tindakan tranfusi darah pada Cinta,supaya kondisi Cinta lekas membaik.
Namun ternyata darah Narti juga belum cukup untuk Cinta,masih di butuhkan beberapa kantong lagi.
Narti segera menghubungi suaminya Narto supaya lekas ke rumah sakit untuk di cek darahnya apakah bisa di donorkan karena Cinta masih butuh beberapa kantong lagi.
__ADS_1
Narto yang mendengar kondisi Cinta kritis dan butuh banyak donor darah merasa iba dan khawatir ,segera Narto meminta asisten pribadinya untuk melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Hanya beberapa menit saja Narto telah sampai dan segera ke ruang pemeriksaan sample darah untuk di cek keabsahan darahnya.
Setelah menunggu beberapa menit hasilnya memuaskan,Narto bisa mendonorkan darahnya untuk Cinta.
Segera Narto mendonorkan darahnya untuk Cinta.Darah Narto tidak langsung di berikan pada Cinta,namun di simpan terlebih dulu untuk stok.
Karena saat ini Cinta masih menerima darah Narti 1 kantong yang saat ini sedang di lakukan tranfusi darah.
Bahkan tanpa di minta atau di suruh,asisten Narto juga bersedia mendonorkan darahnya.
Asisten Narto juga menjalani tes sample darah terlebih dulu untuk di cek apakah darahnya cocok dan bisa di donorkan untuk Cinta.
Setelah beberapa menit asisten Narto juga di ambil darahnya 1 kantong untuk stok tranfusi darah buah Cinta.
Narto dan Narti merasa lega karena akhirnya Cinta bisa tertolong,bahkan Narto meng adzani anak Cinta karena belum sempat ada yang meng adzani.
Sementara saat ini Pram telah sampai di depan pintu gerbang rumah Hanna.Namun Pram sangat terkejut melihat ada Desy di teras depan sedang mengobrol bersama Hanna dan tuan Malik.
Hati Hanna sangat tak tenang pikiran gelisah tak karuan.Hingga tiba tiba ponsel berdering yang ternyata ada panggilan telfon dari Narti.
Hanna berpamitan pada tuan Malik untuk dirinya masuk sebentar untuk menerima telfon dari Narti.
π± "Assalamu Alaikum mba Narti,ada kabar apa tentang Cinta?"tanyanya penasaran."
π± "Walaikum Sallam wr wb,cuma mau mengabarkan kalau Cinta sudah mendapatkan transfusi darah "jawab Narti."
π± "Subahanallah walhamdulillah,berarti ayah kandungnya bisa mendonorkan darahnya ?"tanya Hanna penasaran."
π±"Ga bisa kok bu,karena punya riwayat pengkonsumsi alkohol,yang mendonorkan darah adalah saya beserta suami saya dan asisten pribadi suami saya "jawab Narti kembali."
__ADS_1
π± "Terima kasih ya mba,sampaikan pula ucapan terima kasih saya pada suami mba sama asistennya "ucap Hanna seraya berkaca kaca."
π± "Iya bu sama sama,nanti saya sampaikan ke suami dan asisten pribadi suami saya,kalau begitu sudah dulu ya bu,assalamu alaikum "ucap Narti."
π± "Walaikum sallam wr wb "jawab Hanna."
Baik Narti maupun Hanna sama sama menutup telfonnya.
Hanna merasa geram pada Pram dan merasa menyesal telah memberi tahu yang sebenarnya tentang jati diri Cinta pada Pram.
"Dasar lelaki ga berguna,disaat anak butuh donor darah sendiri ga bisa menolong,nyesel banget aku ngasih tahu kalau Cinta itu anak kandungnya,mba Narti juga ngapain waktu itu telfon bilang yang bisa donor cuma orang yang golongan darahnya sama,ehh ternyata sendirinya bisa mendonorkan darahnya untuk Cinta "gerutu Hanna dalam hati."
"Tahu seperti ini selamanya aku sembunyikan saja identitas Cinta ke Pram "gerutunya kembali."
Selagi asik bengong dengan sejuta rasa kekesalannya,tuan Malik menghampiri.
"Bu,bagaimana kondisi anak kita??"tanya tuan Malik lirih."
Mendengar kata kata tuan Malik,hati Hanna tersentuh.
"Ya Allah,padahal Cinta bukan anaknya tapi suamiku tak ragu untuk berkata" anak kita" "gerutu Hanna dalam hati."
"Bu,kok diam saja apa ada sesuatu yang terjadi dengan anak kita?"tanya tuan Malik kembali."
"Tidak kok yah,alhamdulillah saat ini kondisi Cinta telah membaik,yang tadi sempat kritis karena pendarahan hebat "ucap Hanna."
"Tapi berkat donor darah yang diberikan mba Narti dan suaminya serta asisten pribadi mas Narto,kini Cinta sudah melewati masa kritisnya "ucap Hanna kembali."
"Alhamdulillah,ayah ikut lega bu dengarnya "ucap tuan Malik mengusap bahu Hanna."
"Bu,ayah istirahat dulu di kamar ya bu,ibu juga jangan terlalu cape,tadi ayah sudah pamit sama Pram juga istrinya "ucap tuan Malik seraya melangkah perlahan ke arah kamarnya."
__ADS_1
ππππππππππππππππππ
Mohon maaf jika karya masih banyak kekurangan belum sempurnaππππ