Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 90


__ADS_3

Tak terasa pagi menjelang, seperti biasa Tuan Malik dan Hanna menunaikan sholat subuh berjamaah.


Telfon berdering dari ponsel Hanna, dengan masih mengenakan mukena, Hanna lekas mengangkatnya.


📱 "Assalamu Alaikum, ibu "ucap Cinta.


📱 "Walaikum sallam wr wb, pagi sekali kamu menelfon?sudah sholat subuh belum, kebetulan ibu dan ayah baru saja selesai "kata Hanna di balik telfon.


📱 "Alhamdulillah sudah bu, Cinta kangen sama ibu dan ayah jadinya telfon."


📱 "Kebetulan nak, ibu ingin ngomong hal penting sama kamu."


📱 "Ngomong saja bu, Cinta kok jadi dag dig dug."


📱 "Begini nak, ada yang ingin ta'aruf denganmu.Apakah kamu bersedia?"


📱 "Bu, Cinta belum ingin menikah.Lagi pula belum tentu orang yang di ajak ta'aruf bisa menerima keadaan Cinta."


📱 "Nak, orang itu sudah tahu semua tentangmu.Dia tak mempermasalahkan kondisimu."


📱 "Tapi kan Cinta belum pernah melihat orang itu, bu.


📱 "Haduhh nak, namanya ta"aruf ya belum lihat."


📱 "Ya sudah, terserah ibu saja dech.Baiknya bagaimana, asal jangan orang aki-aki yang ta'aruf sama Cinta."


📱 "Di jamin kamu berdecak kagum, karena anaknya ganteng dan baik hati.Dia yang terlebih dulu datang ke rumah, menginginkan ta'aruf denganmu."


📱 "Hemm, sudah dulu ya bu.Lusa dech, Cinta pulang.Ntar berkabar saja, assalamu alaikum."


📱"Walaikum sallam wr wb, baiklah nak."


Setelah itu keduanya menutup panggilan telfonnya.


"Alhamdulillah yah, Cinta bersedia ta"aruf. Katanya lusa Cinta akan pulang ."


"Syukurlah bu, semoga Cinta benar-benar bersedia di pinang oleh Ustad Soleh "Tuan Malik tersenyum kecil.


"Yah, apa kita beri tahu Riris?" Hanna meminta persetujuan dari Tuan Malik.


"Sebaiknya jangan dulu bu, mending kalau menjelang Cinta menikah saja "Tuan Malik melarangnya.


"Ya juga sih, ibu sudah nggak sabar menunggu hari bahagia Cinta "Hanna tersenyum seraya menerawang langit-langit kamar.

__ADS_1


Setelah sholat subuh selesai, Hanna langsung ke dapur untuk membantu bibi memasak.


Sementara Tuan Malik jalan-jalan sejenak dengan mengitari sekeliling halaman rumah.


30 Menit berlalu, Hanna dan Tuan Malik sarapan bersama.Setelah itu Hanna menyiapkan air mandi di bathup untuk Tuan Malik, dan tak lupa menyiapkan pakaiannya.


"Bu, ayah berangkat kerja dulu ya.Kamu baik-baik di rumah, kalau bisa jangan terlalu cape. Kan sekarang ada mba Tuti yang urus Attha "Tuan Malik berpamitan kerja.


"Siap yah, hati-hati. Ayah juga jangan lupa makan dan nggak boleh terlalu cape juga "Hanna mencium tangan Tuan Malik.


Seperginya Tuan Malik, Hanna biasa bermain dengan Attha.Sejak melakukan donor ginjal, Hanna membatasi aktifitasnya.


Bahkan kini Attha juga memiliki baby sitter untuk meringankan pekerjaan Hanna.Karena di usia Attha yang menginjak satu tahun lebih, sudah mulai aktif.


Saat Hanna membawa Attha keluar rumah, untu di suapi.Pram menghampiri dan pura-pura bertanya tentang tamu yang kemarin datang.


"Aku masih penasaran, apakah yang aku dengar benar atau tidak.Mending aku tanya Hanna biar lebih jelas "gerutu Pram seraya menghampiri Hanna.


"Han, kemarin itu kan Ustad Soleh?yang sedang terkenal, memang ngapain datang kemari?"Pram mencoba mengorek keterangan dari Hanna untuk lebih tahu kepastiaannya.


"Kepo banget dech "Hanna mendengus kesal seraya berlalu membawa Attha .


"Han, jawab dong "Pram berlari kecil mengejar Hanna.


Hanna terus saja melangkah menjalankan sttoller yang di naiki Attha, sembari menyuapinya.


"Han, kamu kok gitu sih!"Pram kembali mengejar Hanna dan terus saja berjalan mengikuti Hanna.


"Kamu itu nyebelin banget sih,Pram" Hanna menghentikan langkahnya seraya mendengus kesal dengan menghentakkan kakinya.


"Aku kan tanya baik-baik, kok kamu jadi marah seperti ini.Apa iya Ustad Soleh ingin ta"aruf dengan anak kita?"Pram kembali bertanya.


"Jangan sekali-kali kamu bilang anak kita di hadapan orang.Bilang saja Cinta, nggak perlu kamu ngmonk anak kita lagi! "Hanna melotot pada Pram.


"Iya maaf, aku nggak akan lagi ngomong seperti itu.Tapi tolong jawab dengan jujur, apa benar Ustad Soleh ingin ta"aruf dengan Cinta?"Pram terus saja mendesak Hanna dengan pertanyaannya.


"Kalau memang iya kenapa?ingat ya, kamu jangan coba-coba membuka masa lalu kita! "ancam Hanna.


"Nggak kok Han, aku tahu jika kamu dan Cinta lebih bahagia dengan Tuan Malik.Aku sudah ikhlas Han, aku sadar siapa aku ini.Aku akan menutup rapat-rapat rahasia masa lalu kelam kita , demi kebahagiaanmu dan Cinta "Pram meyakinkan Hanna.


"Baiklah, aku pegang ucapanmu ini.Ya memang, Ustad Soleh menginginkan ta"aruf dengan Cinta "Akhirnya Hanna jujur.


"Syukur alhamdulillah, berarti yang kemarin aku dengar benar adanya "Pram menengadahkan ke dua tangannya seraya mengucap syukur .

__ADS_1


"Ohh jadi kamu kemarin nguping pembicaraan kami, ya?" Hanna melirik sinis ke Pram.


"Aku nggak nguping Han, cuma nggak sengaja dengar "Pram mencoba membela diri.


"Ya ngupinglah, nggak mungkin kalau kamu di posko bisa dengar semua yang kemarin kami katakan "sindir Hanna ketus.


Hanna melangkahkan kakinya kembali tanpa menghiraukan Pram yang mematung.


Sementara Pram melangkahkan kaki kembali ke posko dengan hati gembira, karena tahu Cinta akan ta"aruf dengan Ustad muda yang sedang naik daun.


"Awas kamu ya Pram, kalau berniat ingin merusak kebahagiaanku dan Cinta.Aku tidak akan tinggal diam.Untuk saat ini aku masih pegang omonganmu "batin Hanna.


Sementara di kontrakan, Cinta berangkat kuliah dengan hati gelisah memikirkan pria yang mengajaknya ta"aruf.


"Aku kok jadi penasaran dengan pria yang tiba-tiba mengajak aku ta"aruf?batinnya.


"Sepertinya pria yang datang ke rumah sudah pernah lihat aku, hadehhh kok jadi gundah gulana dan sangat penasaran sama pria yang ajak ta"aruf aku "gumamnya kembali.


"Dor !"Ika dan Mey sengaja mengagetkan Cinta.


"Astaghfirulloh aladzim !kalian bikin kaget aku saja.Kalau aku jantungan, mati bagaimana?!"Cinta merajuk seraya mengusap dada.


"Lagian kenapa juga kamu meracau sendiri sambil jalan "sindir Mey.


"Masa sih "Cinta nggak sadar dengan tingkahnya tadi.


"Iya, kamu ngomong sendiri tapi kita nggak sempet denger sih.Karena suaramu lirih "sela Ika


"Hah, parah habis aku gara-gara memikirkan pria yang mau ta"aruf sama aku "batin Cinta.


"Jangan seperti itu lagi, Cin.Kami takut loh "Mey berucap.


"Kok takut ?"Cinta nggak mengerti maksud ucapan temannya.


"Iya kami takutlah, kalau kamu sering ngomong sendiri.Ntar kamu kebablasan terus masuk rumah sakit jiwa donk "goda Mey dan Ika terkekeh seraya berlari


"Dasar dua teman durhaka, awas kalian ya..Cinta mengejar ke dua temannya itu.


Hay ka mohon dukungannya yoohh


untuk karya yang di lombakan othor


__ADS_1


__ADS_2