
Tak terasa waktu bergulir cepat,sudah pagi kembali.Satu hari Cinta berada di rumah Hanna.
Saat akan melakukan aktifitas memasak sarapan pagi,tiba tiba ponsel Hanna berdering,yang tak lain dari dokter Rama.
Hanna segera mengangkat panggilab telfon tersebut,namun mencari tempat yang nyaman supaya pembicaraannya tidak di ketahui tuan Malik.
📱 "Assalamu Alaikum dok,apa hasilnya sudah keluar?"tanya Hanna penasaran."
📱 "Walaikum sallam,iya nyonya Hanna,saya ingin memberitahukan hasil pemeriksaan ginjal nyonya waktu itu "ucap dokter Rama."
📱 "Bagaimana hasilnya dok ?"tanya Hanna berdebar debar."
📱 "Alhamdulillah hasilnya fiks ginjal nyonya Hanna cocok dengan ginjal tuan Malik "ucap dokter Rama."
📱 "Subahanallah walhamdulillah,jadi kapan kira kira bisa melakukan operasi transpalasi ginjalnya dok?"tanya Hanna sudah tak sabar."
📱 "Nyonya Hanna persiapkan diri nyonya supaya fit,selama seminggu nyonya makan yang bergizi,tidur yang cukup ,kurangi aktifitas yang berat,intinya jaga pola makan dan jaga pikiran jangan stres karena berpengaruh juga pada ginjal yang akan nyonya donorkan "ucap dokter Rama panjang lebar."
Setelah cukup lama Hanna dan dokter Rama berbincang bincang,keduanya sama sama menutup panggilan telfonnya.
Hanna melanjutkan lagi memasaknya,sedang dokter Rama melanjutkan persiapannya untuk berangkat ke rumah sakit,karena barusan dokter Rama masih berada di rumah.
Berbeda situasi di rumah Rofi yang masih saja uring uringan mencari kabar Riris dan anak anaknya.
Rofi ingin membujuk Riris supaya mau rujuk kembali.Karena tanpa Riris hidup Rofi tak karuan karena tak ada yang mengurus semua kebutuhan Rofi.
Berbeda dengan Pram yang tiap hari bertengkar dengan Desy.
Sejsk bertemu dengan Hanna,Pram berubah drastis tak seperti dulu lagi.
Pram selalu memikirkan anaknya dari selingkuhannya bersama Hanna.
Sampai Pram jadi pemalas kerja dan memicu pertengkaran dengan Desy.
__ADS_1
Hingga pagi ini,Pram harus terima kenyataan pahit jika dirinya di pecat dari tempat kerjanya.
Karena peringatan demi peringatan tak pernah di hiraukan oleh Pram hingga akhirnya bos dimana Pram bekerja telah habis kesabarannya dan memecat Pram.
Pram kebingunang karena kebutuhan banyak malah nganggur.Telinga Pram juga sudag bosan mendengar ocehan Desy yang kerap kali ngeluh dan marah marah karena tak pernah diberi uang belanja.
Disaat Pram termenung sendiri,ponsel Pram berdering yang tak lain dari tuan Malik.
Karena sebelumnya saat Pram dan Desy bermain ke rumah tuan Malik,tuan Malik dan Pram sempat bertukar nomor telfon.
Pram mengangkat telfon dari tuan Malik yang menurutnya aneh.Karena setelah bertemu waktu itu tuan Malik sama sekali tak pernah telfon maupun kirim notifikasi chat pesan.
📱 "Assalamu alaikum mas Pram kan ya "salam tuan Malik."
📱 "Walaikum Sallam,iya mas Malik benar sekali ini Pram,ada apa ya kok saya jadi penasaran tiba tiba mas Malik telfon?"tanya Pram penasaran."
📱 "Begini mas Pram,saya ingin meminta tolong kira kira mas Pram bisa ga ya?"tanya tuan Malik."
📱 "Tolong apa ya mas,semoga saja saya bisa bantu mas "ucap Pram antusias."
"Pucuk di cinta ulam pun tiba "gerutu Pram dalam hati menyunggingkan senyum ."
📱 "Baiklah mas,nanti saya usahakan kali saja ada yang sedang butuh pekerjaan sebenernya saya sendiri juga sedang butuh pekerjaan mas,kalau saya saja yang bekerja jadi security di rumah mas Malik bagaimana ?"tanya Pram ragu."
📱 "Loh memang mas Pram sudah ga bekerja,setau saya mas bekerja jadi mekanik diller mobil "ucap tuan Malik terkejut."
📱 "Karena suatu hal saya berhenti alias risgn mas "ucap Pram berbohong."
📱 "Ohh begitu,ya sudah malah sangat bagus kalau mas Pram saja yang bekerj di rumahku karena mas Pram kan bukan orang lain melainkan suami dari temen istri saya "ucap Tuan Malik."
📱 "Wahhh terima kasih mas Malik,oh iya kira kira kapan saya sudah bisa mulai bekerja?"tanya Pram."
📱 "Besok pagi mas Pram ke rumah saya untuk mulai bekerja,kalau bisa si kerjanya nginep pulangnya 1 minggu sekali,untuk masalah seragam dan gaji mas Pram ga usah resah,saya yang akan memberi seragam security dan saya akan bayar mahal mas Pram "ucap tuan Malik antusias."
__ADS_1
Akhirnya telah di sepakati jika mulai besok pagi Pram bekerja di rumah tuan Malik sebagai security,dan hanya boleh pulang seminggu 1x.
Setelah menerima telfon dari tuan Malik,wajah Pram sangat berbinar binar.Bukan karena pekerjaan yang di dapatnya,tapi karena setiap hari bisa bertemu dengan Hanna sehingga bisa lebih leluasa dan gampang mengorek keterangan pada Hanna tentang keberadaannya.
Sikap ceria Pram membuat Desy penasaran dan segera menghampiri Pram dengan menggendong babynya.
"Mas,kamu kok bahagia banget emang ada apa?"tanya Desy penasaran."
"Memang aku lagi bahagia karena dapat pekerjaan jadi ga di omelin kamu terus karena aku nganggur "cebik Pram ketus."
"Wahhh alhamdulillah dong mas,emang kerja dimana dan kerja apaan?"tanya Desy penasaran."
"Aduhh kalau aku kasih tahu tentang kerjaku jadi security di rumah Hanna,pasti suatu saat Desy datang "gerutu Pram dalam hati."
"Mas,di tanya bener bener kok malah bengong "cebik Desy memukul pelan lengan Pram ."
Pram yang sedang melamun menjadi kaget saat lengannya di pukul pelan oleh Desy.
"Kamu apa apaan si bikin kaget saja,kalau aku jantungan mati siapa yang mau kasih makan kamu sama anak anak "cebik Pram ketus."
"Loh mas yang di tanya ga jawab jawab malah bengong kok malah marah marah "cibir Desy."
"Sudahlah aku mau tidur,oh iya kamu tak perlu tahu aku kerja dimana.Intinya aku kerja jadi security tapi bos baruku tak menginjinkan aku pulang setiap hari,jadi paling aku pulangnya seminggu sekali,karena tempatnya jauh juga "ucap Pram berlalu begitu saja dari hadapan Desy dengan melangkah menuju ke kamar."
"Iya terserahlah,yang penting duit ngalir,sebulan sekalipun baru pulang juva boleh "gerutu Desy dalam hati."
Setelah menggerutu Desy melangkahnke luar rumah untuk sekedar duduk di teras rumah bersama babynya.
Pram di dalam kamar cengengesan,tiba tiba ingat saat masa pacaran dengan Hanna.
Bahkan sesekali Pram menatap foto Hanna san menciuminya.
Pram mencuri memotret Hanna saat dirinya berada di rumah Hanna bersama Desy.
__ADS_1
💖💖💖💖💖💖💖💗💖💗💖💖💖💖💖💖💖💖