Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 48


__ADS_3

Rofi merasa gelisah saat nomor ponsel Hanna malah tak bisa di hubungi.


"Waduhhh malah nomor gwe di blokir nech"gerutu Rofi dalam hati."


"Kenapa loe bro,kok gelisah begitu ?"tanya Pram penasaran."


"Ga apa apa kok bro "ucap Rofi berbohong."


Setelah percakapan lumayan panjang,mereka berdua melakukan aktifitasnya kembali sebagai mekanik mobil.


Hingga waktu tak terasa telah sore pukul 16.00 saatnya para pekerja diller pulang begitu juga dengan Rofi dan Pram.


Rofi merasa lelah dan uangnya terasa boros karena sudah tidak ada yang mengurus dirinya sejak Riris pergi meninggalkan rumah.


Rofi malas mencuci baju sendiri karena jika telah pulang kerja telah lelah hingga Rofi selalu membawa baju kotornya ke laundry.


Setiap pagi,siang dan sore selalu makan di warteg.


"Gara gara Riris hidup gwe jadi menderita dan uang gwe boros banget!"gerutunya sambil melajukan motornya."


Setelah sampai di rumah,Rofi berkeliling dalam rumah menatap ruangan rumah yang sangat kotor tak terawat.


"Bagaimana Riris bisa melakukan semua padahal dirinya kerja di laundry kadang pulangnya menjelang maghrib tapi rumah selalu rapi bersih."


"Apalagi saat kondisi hamilpun Riris melakukan semuanya tanpa pernah mengeluh ."


"Padahal aku saja yang pulang kerja pengennya istirahat karena sudah lelah."


Demikian gerutuan Rofi tak hentinya menatap dapur yang berantakan,menatap lantai yang kotor karena jarang di bersihkan.


Bau menyengat dimana mana hingga Rofi mulai mengepel dan sedikit membersihkan ruang tamu dan ruang tengah serta kamar.


Satu jam berkutat dengan pekerjaan wanita rasa lelah semakin terasa.


Rofi segera membersihkan badan.


"Males banget loh,sudah cape laper pula seperti ini "keluh kesah Rofi."


Rofi melangkah menuju keluar rumah melajukan motor untuk mencari makanan.


Namun kali ini Rofi sedang sial,warteg langganannya tutup.


"Aduhh sial banget gwe,perut lapar malah warteg pada tutup,seperti ini gwe harus jalan jauh lagi dong "gerutunya sambil terus melajukan motornya mencari warteg."

__ADS_1


Rofi terus mencari warteg hingga laju motor begitu jauh akhirnya ketemu juga warteg yang buka.


Selagi asik makan di warteg pinggir jalan raya,Rofi sekilas melihat orang yang lagi di incarnya untuk jadi kekasihnya yakni Hanna.


Mobil Hanna sedang berhenti di jalan raya tepatnya di perempatan lampu merah karena rambu lalu lintas sedang merah.


Secepat kilat Rofi menyudahi makannya dan tak lupa membayarnya.


Kebetulan lampu merahnya menyala agak lama hingga Rofi bisa melajukan motor dan berhenti tepat di belakang mobil Hanna.


Saat itu Hanna pulang dari villa Riris,hanya beberapa menit Hanna telah sampai di depan pintu gerbang rumahnya.


Hanna tak menyadari jika saat ini Rofi mengikutinya.


Rofi membola saat melihat rumah mewah yang di huni oleh Hanna.


"Busyett kaya banget ni Hanna,kalau seperti ini gwe bener bener harus bisa dapetin cintanya Hanna "gerutunya dalam hati."


Rofi lekas melajukan motornya menghadang mobil Hanna yang akan masuk pintu gerbang.


Hanna sangat terkejut saat melihat orang yang ada di depannya.


Secepat kilat raut wajah Hanna berubah drastis merah padam menahan amarah.


Akhirnya Hanna berteriak memanggil si mamang tukang kebun untuk mengusir Rofi pergi.


Dengan sangat kesal akhirnya Rofi pergi karena di usir oleh mamang.


Namun Rofi tidak akan menyerah begitu saja,Rofi akan terus mencoba meluluhkan hati Hanna.


"Wanita kaya seperti Hanna harus benar benar sabar menghadapinya biar gwe bisa luluhkan hatinya "gerutu Rofi sambil melajukan motornya pergi dari rumah Hanna."


Berbeda dengan Hanna yang sangat penasaran darimana Rofi bisa tahu rumahnya.


Hanna kesal karena kedatangan Rofi.Jika tuan Malik pulang,Hanna akan meminta ijin pada suaminya mulai besok mempekerjakan security supaya rumah aman.


Hanna tak ingin jika Rofi maupun Pram singgah ke rumah.


Hanna lekas masuk rumah dan mengunci pintu gerbang dengan rasa geram dan kesal.


Ketika Hanna akan masuk rumah,sebuah klakson mobil berbunyi yang tak lain adalah dari mobil tuan Malik.


Namun Hanna membiarkan Mamang yang berlari membuka pintu gerbangnya.

__ADS_1


Segera mobil tuan Malik masuk beserta asisten pribadinya.Tuan Malik segera masuk rumah dengan tak lupa mengucapkan salam.


Sementara Hanna sedang berada di kamar mandi utama yakni yang letaknya di dalam kamar,sedang melakukan ritual mandi sorenya.


Tuan Malik sejenak menyenderkan tubuhnya di sofa ruang tengah sambil menonton televisi menunggu istrinya selesai mandi.


Hanna segera menemui tuan Malik .


"Ayah,air hangat sudah ibu siapkan,mending ayah mandi dulu biar segar yah"ucap Hanna sembari mencium punggung tangan suaminya."


Tuan Malik lekas menuruti kemauan istrinya dan segera melangkah ke kamar untuk mandi.


Hanya beberapa menit saja telah selesai,kemudian tuan Malik mengajak istrinya menunaikan sholat ashar bersama.


Tuan Malik memutuskan ingin bertanya suatu hal yang telah lama menjadi beban pikirannya karena tuan Malik tak ingin terus di hantui rasa penasaran.


"Bu,ayah ingin bertanya satu hal yang sudah cukup lama ingin ayah tanyakan pada ibu "ucapnya di sela selesai menunaikan sholat ashar, posisi masih duduk bersimpuh di sebuah sajadah beralaskan karpet."


"Soal apa itu yah?"tanya Hanna menatap lekat suaminya."


Mereka saling berhadapan bersimpuh,Hanna masih mengenakan mukenanya dan tuan Malik masih mengenakan peci baju kokoh serta kain sarung.


"Selama ini ayah diam bukan berarti ayah tak tahu jika dulu ibu pernah hianati ayah sampai ibu melahirkan seorang anak ."


"Bertahun tahun ayah diam karena menunggu kejujuran ibu,pengakuan ibu akan kesalahan fatal ibu ini pada ayah tapi malah ibu sampai sekarang tak ngomong apa apa."


"Deg deg deg "jantung Hanna berdetak kencang saat suaminya mengatakan hal yang selama ini Hanna takutkan.


"A-ayah tahu semua itu darimana?? "tanya Hanna dengan mata berkaca kaca ."


"I-bu minta mmaf beribu kali maaf atas dosa ibu yang sangat besar ini yah,jujur ibu sangat menyesal tapi saat ibu ingin jujur ke ayah ibu takut dan khawatir akan kemungkinan yang ada,ibu takut di talak oleh ayah makanya ibu diam saja "ucap Hanna menunduk tak berani menatap suaminya."


Perlahan air mata Hanna menetes begitu saja,menggenangi pipinya yang tirus mulus.


"Sudahlah bu,Allah saja pemaaf pada umatNya kenapa ayah tidak memaafkan ibu.Ayah juga menyadari jika semua kesalahan yang ibu lakukan juga bukan sepenuhnya karena kesalahan ibu,jika ayah bisa memberikan keturunan pasti ibu tidak akan melakukan hal yang sangat di benci oleh Allah yakni perzinahan "ucap tuan Malik seraya menghela nafas panjang "


"Seharusnya jika memang ibu sudah tak bahagia sama ayah,ibu seharusnya jujur "ucap tuan Malik."


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


Mohon dukungan like,vote,favoritnya..


Biar author semangat up..

__ADS_1


__ADS_2