Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 63


__ADS_3

Hanna ingin sekali memarahi Pram tapi sayangnya Desy belum juga bergeming dari duduknya.


Sementara Pram geram melihat kedatangan Desy.


"Ngapain kamu keluyuran,apa ga kasihan sama anak kita yang masih bayi ??"tegur Pram ketus seraya berkacak pinggang menatap sinis Desy."


"Aku jenuh mas jadi iseng main rumah Hanna,malah ternyata kamu kerja di sini"ucap Desy manyun."


"Lebih baik sekarang kamu pulang saja,kasihan tuh bayimu "perintah Pram ketus."


"Anterin dong mas,kalau naik angkutan umum kan lama nunggunya "rengek manja Desy."


"Datang datang sendiri kok minta di anterin,aku di sini lagi kerja bukannya lagi main, gajiku minggu lalu sudah aku tranfer,kan bisa buat naik angkutan umum atau grab "cebik Pram ketus."


"Mas,kok kamu malah seperti ga suka aku kemari??harusnya kamu seneng ketemu anak istri yang sudah 1 minggu lebih ga ketemu,aku saja seneng ketemu kamu di sini dan sudah ga penasaran lagi tentang tempat kerjamu "ucap Desy seraya tersenyum manja."


"Aku ga enak sama tuan Malik kalau lagi kerja kamu kemari,ga konsekuen banget"cibir Pram ketus."


"Ya sudah aku pulang mas,beneran nech ga mau anter aku??"pamit Desy seraya memasang wajah memelas supaya Pram mau mengantarnya."


Namun Pram tetap pada pendiriannya untuk tidak mengantarkan Desy karena Pram ingin menanyakan sesuatu pada Hanna.


Desy mencium tangan Pram kemudian melangkah gontay pergi dari rumah Hanna.


"Beberapa bulan terakhir sikap mas Pram berubah drastis banget,juteknya minta ampun ya Allah "gerutu Desy seraya terus saja berjalan mencari angkutan umum."


Hanna yang mengintip dari kaca ruang tamu hanya geleng geleng kepala serasa ga suka dengan sikap kasar Pram pada Desy.


Pram sempat sekilas melihat Hanna yang sedang mengintai dari kaca ruang tamu.


Pram bukannya kembali bertugas dan mengganti baju dengan seragam security tapi malah menghampiri Hanna.


"Ngapain juga itu kutu kupret nyamperin aku kemari,dasar songong "gerutu Hanna dalam hati."

__ADS_1


Hanna akhirnya keluar dari rumah karena tak ingin pembicaraannya di ketahui tuan Malik.


Saat Hanna telah sampai di teras,Pram menarik tangan Hanna membawanya ke posko.


Saat Pram akan berkata,malah Hanna terlebih dulu berkata.


"Mau apa lagi,kamu ga bisa di harapakan sama sekali,mana janjimu mau menebus kesalahanmu sama anakmu??!!"cebik Hanna ketus."


"Han,kamu ngomong apa si sayang?"tanya Pram lirih."


"Cciihh..sayang,aku sangat kecewa sama kamu ternyata kamu ga bisa donor buat Cinta kan??tahu seperti ini aku rahasiakan saja jati diri Cinta darimu,nyesel aku "rajuk Hanna manyun."


"Oohh itu,padahal aku baru mau ngomon malah kamu sudah tahu dulu,maafkan aku ya Han"ucap Pram tertunduk lesu."


"Sudah tidak ada maaf bagimu!!aku ingin kamu risgn dari sini dan jangan sesekali menampakkan dirimu di hadapanku ataupun Cinta,karena kami telah bahagia tanpamu dan ingat satu hal,jika Cinta sudah sepenuhnya menganggap mas Malik ayah kandungnya begitu juga sebaliknya mas Malik sudah anggap Cinta anaknya sendiri "ucap Hanna panjang lebar."


"Tolong jangan kamu rusak kebahagiaan kami dengan kamu datang dan menyatakan pada Cinta maupun mas Malik kalau kamu ayah biologis Cinta "cebik Hanna."


"Maafkan aku Han,tapi aku ingin kita seperti dulu lagi,aku kamu dan Cinta "ucap Pram."


"Apa kamu sudah gila hah??!!mau di kemanakan anak dan istrimu!!kenapa baru sekarang kamu ngomong seperti ini,dimana kamu saat aku pusing memikirkan kandunganku,sudah terlambat kamu ngomong seperti ini Pram,sudahlah aku tak ingin berdebat lebih lama lagi denganmu,pokoknya kamu segera risgn dari sini dan jangan pernah nongol lagi!!"ucap Hanna panjang lebar."


Saat Hanna akan berlalu dari hadapan Pram,lagi lagi Pram mencekal tangan Hanna.Membuat Hanna geram dan menepiskan cekalan Pram.


"Lepasin,atau aku berteriak bilang kamu ingin kurang ajar sama aku biar kamu dibgrebek warga saat ini juga!!dan mas Malik melaporkanmu pada polisi atas tuduhan tindak asusila!!"ancam Hanna ketus."


Pram melepasksn cekalan tangannya.


"Ga sampai sebegitunya kali Han,aku cuma ingin tahu siapa ayah dari bayi yang di kandung Cinta ??"tanya Pram menyelidik."


"Untuk apa,ga penting juga buatmu !"cebik Hanna ketus."


"Siapa tahu darahnya cocok sama Cinta,kan jadi bisa mendonorkan darahnya "ucap Pram sekenanya."

__ADS_1


"Amit amit orang jahat suruh donorin darah ke anakku!!kalau aku ga mikir reputasi atau masa depan Cinta,dia malah sudah aku laporkan ke kantor polisi,telah buat anakku kehilangan mahkotanya dan kini harus hamil anaknya!!"ucap Hanna ketus keceplosan."


"Lagian Cinta sudah mendapatkan donor darah dari mba Narti dan suaminya,jadi kamu ga usah repot repot mikirin Cinta!!"cebik Hanna berlalu dari hadapan Pram."


Pram bengong terpaku diam sedang mencerna ucapan Hanna tentang ayah bayi yang Cinta telah lahirkan.


Pram semakin ga mengerti dan bingung serta penasaran.Ingin Pram bertanya lagi untuk lebih jelasnya malah Hanna telah berlalu pergi.


Tidak mungkinnya Pram kembali mengejar Hanna yang ada tuan Malik malah curiga.


"Aku penasaran sekali dengan maksud ucapan dari Hanna tentang ayah bayi yang di kandung Cinta,apa jangan jangan Cinta di perkosa orang ya??"gerutunya dalam hati."


"Lihat saja,jika aku sudah tahu yang sebenarnya dan ternyata yang aku fikirkan benar,aku tidak akan memaafkan orang yang telah menghancurkan hidup Cinta "gerutunya dalam hati geram."


Pram kembali ke poskonya dan iseng membuka buka ponselnya karena berapa hari males buka ponsel


Saat buka ponsel Pram terlonjak kaget karena banyak sekali notifikasi chat pesan dan panggilan telfon tak terjawab bukan hanya dari Rofi tapi juga dai Desy.


Biasanya jika Pram mendapat notifikasi chat pesan atau panggilan telfon tak terjawab,Pram segera membalasnya atau bahkan menelfon balik ke Rofi.


Namun kali ini Pram sungkan untuk menelfon balik Rofi entah kenapa sebabnya.


Yang ada di pikiran Pram hanya ingin menebus kesalahannya pada anak kandungnya dari Hanna.


Pikiran Pram tak bisa tenang sebelum mengetahui lebih jelas tentang orang yang telah membuat Cinta hamil.


Sementara Hanna masih kesal dengan Pram apa lagi ingat saat tadi Pram bilang sayang .Hanna merasa jijik pada diri sendiri dan pada Pram


Saat ini yang Hanna inginkan membuat Pram resign dari security di rumahnya.


Hanna sudah merasa bahagia dengan keluarganya sekarang dengan tuan Malik dan Cinta.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


Mohon dukung like,vote,favorit..


Biar author semangat up..


__ADS_2