Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 75


__ADS_3

Rofi menunjukkan rekaman CCTV yang ada di ponselnya pada Maya.


Sejenak Maya memperhatikan kurir yang memberikan bungkusan makanan pada Rofi.


"Pah,mamah akan ke kantor polisi untuk melaporkan tindak kriminal ini dengan membawa bukti rekaman CCTV yang ada di ponsel papah ya??"ucap Maya meminta persetujuan dari Rofi."


Rofi hanya mengedipkan mata tanda setuju.


Maya membawa ponsel Rofi ke kantor polisi terdekat.


Seperginya Maya,Rofi tertidur pulas karena pengaruh obat.


"Heemm bagus,wanita itu pergi jadi aku gampang untuk masuk ruangan tersebut "gumam Pram menyeringai sinis."


Selagi Rofi tidur,ada seorang perawat pria masuk namun dengan memakai masker dan sarung tangan.


Perawat pria ini menyuntikkan sesuatu ke kantong cairan infus Rofi.Setelah itu pergi meninggalkan ruang rawat Rofi dengan sangat tergesa gesa.


Perawat pria ini sebenarnya adalah Pram yang menyamar.Sebelum melakukan aksinya,Pram mencari CCTV yang ada di ruang rawat Rofi.


Setelah menemukannya,Pram menutupi kamera CCTV dengan kain hitam tebal,supaya aksinya tidak bisa terekam oleh kamera CCTV di ruang rawat Rofi.


Pram sangat puas karena usahanya tidak sia sia dan tidak ada yang memergokinya.


Pram melenggang pulang ke rumah Hanna untuk memberitahu kabar menyenangkan ini.


Tak lama kemudian,Pram telah sampai di rumah Hanna.Segera Pram menemui Hanna dan memberitahukan tentang Rofi.


Hanna sangat senang dan puas atas apa yang di lakukan Pram pada Rofi.


1 Jam kemudian,Maya telah kembali ke rumah sakit dan langsung masuk ruang rawat Rofi.


Namun Maya sangat terkejut saat mendapati tubuh Rofi sedang kejang kejang,bagaikan seseorang yang tersengat aliran listrik.


Maya langsung berlari dan buru buru memencet tombol yang ada di atas brangkar tepat di atas kepala Rofi.


Segera datang 1 dokter dan 2 perawat masuk ruang rawat Rofi.


"Maaf nyonya tolong keluar sebentar biar dokter bisa fokus menangani pasien"ucap salah satu perawat."


Maya keluar dari ruang rawat Rofi dengan wajah sangat panik.


Dokter begitu lama memeriksa Rofi membuat Maya semakin panik.


Setelah 30 menit berlalu,pintu ruang rawat Rofi terbuka dan muncul dokter serta dua perawat.

__ADS_1


Maya lekas menghampiri dokter dan menanyakan kondisi Rofi.


"Bagaimana kondisi suami saya dok?"tanya Maya dengan mimik panik."


"Kondisinya belum stabil nyonya,sepertinya ada seseorang yang masuk ke ruang rawat tuan Rofi dan menyuntikkan sesuatu yang sangat beracun lewat cairan infusnya "ucap sang dokter."


"Lah kok bisa dok,memang di ruang rawat suami saya tidak ada CCTV?"tanya Maya mengernyitkan alis."


"Ada kok nyonya,tapi pelaku lihai karena kami telah memeriksanya,tertanya kamera CCTV di tutupi dengan kain"ucap sang dokter."


"Ini tidak bisa di biarkan dok,tolong di perketat lagi penjagaan di rumah sakit ini supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi "ucap Maya ketus."


"Baiklah nyonya,kami mohon maaf atas ketidak nyamanannya,temamg saja nyonya karena racun belum sampai menyebar semua ke tubuh tuan Rofi karena langsung ketahuan "ucap sang dokter."


Segera sang dokter meninggalkan ruang rawat Rofi dan melangkah ke kantor rumah sakit untuk menyelidiki CCTV yang ada di ruang rawat Rofi.


Sekilas terlihat seorang pria memakai baju perawat dan memakai masker melangkah ke arah kamera CCTV dan menutupinya dengan kain hitam tebal.


Dokter ini berusaha menyelidikinya dengan mengecek CCTV semua jalan.


Dokter melihat lebih seksama perawat pria yang memakai masker tersebut.


Setelah dokter ini menyusuri perawat pria ber masker melalui CCTV yang ada di luar ruang rawat Rofi dan di jalan jalan lorong rumah sakit.


Lewat CCTV,dokter tersebut mencatat plat nomor motornya.


Semua telah di perhitungkan secara teliti oleh Pram,supaya dirinya tidak tertangkap.Saat ke rumah sakit,Pram juga memasang plat nomor motor yang palsu lagi.


😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬


Satu minggu berlalu namun kondisi Rofi belum juga membaik,malah saat ini Rofi koma.


Sejak kejadian itu,Maya membayar 3 orang untuk setiap hari bergiliran menjaga ruang rawat Rofi.


Sementara Roy merasa geram dengan Maya karena terlalu perhatian dengan Rofi dari pada dengan dirinya.


Kondisi koma Rofi memang membuat hati Roy senang tak terkira,namun juga membuat geram karena semenjak Rofi koma,Maya menghabiskan waktu di rumah sakit.


Karena kurangnya perhatian dari Maya,Roy melemparkan kekesalannya pada Cinta.


Roy memaksa Cinta untuk datang ke rumah hanya untuk memasakkan sarapan dan sekalian masak makan siang.


"Datang sekarang juga ke rumah,asistenku sudah ada di depan kontrakanmu !"isi notifikasi pesan Roy ke ponsel Cinta."


"Dasar arogan!!pagi buta begini nyuruh nyuruh ke rumahnya,kalau ga mau bu Mona yang kena imbasnya!"gerutu Cinta."

__ADS_1


Dengan sangat malas Cinta bersiap siap ke rumah Roy.


"Cin,kamu mau kemana pagi pagi sekali?"tanya Mey penasaran."


Cinta tak menjawab,seperti biasa menunjukkan chat pesan dari Roy.


"Ikut dong,penasaran aku pengen tahu rumah tuan ganteng seperti apa"rengek Mey menaik turunkan alisnya."


"Ayuk,dengan senang hati "ucap Cinta sumringah."


"Kalau aku bawa teman kn si arogan itu takkan macam macam "gerutu Cinta dalam hati."


Cinta masih trauma dengan kejadian buruk yang menimpa dirinya.


Bahkan Cinta tak hanya mengajak Mey melainkan mengajak Ika juga.


Ketiganya keluar dari dalam kontrakan menuju mobil yang sudah menunggu dari 5 menit yang lalu.


Melajulah mobil asisten Roy menuju rumah Roy.Hanya beberapa menit,sampailah di rumah mewah Roy.


Ika dan Mey saling berpandangan seraya mata mereka berdua membola dan mulut terperanga karena takjub melihat rumah yang sangat mewah bak istana pangeran.


"Eeehhh aku mimpi ga,coba Mey cubit aku "perintah Ika pada Mey."


Mey langsung menyubit Ika.


"Aduh,ga sekeras ini kali "rajuk Ika manyun."


Tingkah kocak dua sahabat ini membuat Cinta terkekeh,namun tawa Cinta sirna saat melihat Roy berkacak pingga di depan pintu rumahnya.


Tiba tiba Roy menarik Cinta untuk menjauh dari dua temannya.


"Ngapain kamu bawa dua temanmu ini kemari?!"cebik Roy."


"Ya sudah kalau ga boleh ,aku pergi saja sama teman temanku "ancam Cinta sinis."


Akhirnya Roy mengalah karena tak ingin Cinta pergi begitu saja.


Karena saat ini dirinya ingin sarapan masakan Cinta.Padahal di rumah ada 2 asisten rumah tangga yang cuma kusus masak.


Belum yang bertugas untuk bersih bersih rumah ada 3,dan masih banyak asisten rumah tangganya.


Namun Roy sengaja berbuat usil pada Cinta,Roy juga ingin melihat secara langsung Cinta mengolah masakan.


🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯

__ADS_1


__ADS_2