
Cinta menangis tak henti hentinya di dalam kamar,bibinya menghampiri.
Belum juga bi Narti berkata,Cinta sudah bertanya terlebih dulu pada bibinya.
"Bi apa semua yang tadi paman Narto ucapkan bena,jika Cinta bukan anak kandung ayah dan ibu??"
"Aduh bagaimana nech??"batin bi Narti."
"Bi ayok jawab dong,bibi kenapa diam saja??"hardik Cinta memaksa bi Narti menjawab pertanyaan Cinta."
Belum juga bi Narti menjawab,paman Narto telah menyambangi kamar Cinta.
"Nak,yang kamu dengar itu salah,kamu anak ayah dan ibumu"ucap paman Narto berbohong untuk menghibur Cinta."
"Sudahlah paman ga usah bohong lagi,tadi Cinta dengar sendiri kok hiks hiks hiks"rajuk Cinta murung."
Paman Narto menghela nafas panjang dan akhirnya membuka tabir rahasia yang sudah bertahun tahun di tutupinya.
"Maafkan paman ya Cinta,kamu memang bukan anak kandung ayah dan ibumu"ucap paman Narto murung."
"Terus di mana orang tua kandung Cinta??"tanya Cinta menyelidik."
"Paman juga tidak tahu nak,beberapa tahun lalu saat orang tuamu kemari ada seseorang menarohmu di depan rumah paman , kamu berada di sebuah keranjang bayi.Kami tidak tahu siapa yang menarohmu,cuma ada secarik kertas jika kamu suruh di beri nama Cinta,tidak ada petunjuk lainnya."
"Saat itu orang tuamu di sini untuk menyuruh paman lekas menikah dengan bibi Narti saat itu ibumu sudah 4 tahun menikah belum juga di karuniai anak,hingga kamu dibawa mereka pulang sebagai anak pancingan agar mereka lekas punya anak."
Demikian penuturan dari paman Narto.Membuat Cinta semakin menangis histeris.
"Bi hiks hiks hiks..kenapa nasib Cinta tragis seperti ini,di buang oleh ibu kandung Cinta,di nodai oleh ayah angkat hingga hamil??" keluh kesah Cinta."
Bi Narti dan paman Narto tak bisa menahan air matanya, keduanya ikut pula menangis.
"Coba dulu Cinta aku yang rawat,mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini "gerutu paman Narto dalam hati."
"Sudahlah nak,kamu yang sabar yang tegar yang kuat "hibur paman Narto."
"Iya nak,Gusti Allah pasti akan membuka jalan bagimu untuk bisa keluar dari masalah ini" hibur bi Narti mengusap surai hitam milik Cinta."
"Ga tahu lah bi,Cinta bakalan kuat apa ga untuk jalani hidup Cinta ke depannya "ucap Cinta murung."
__ADS_1
"Sudahlah nak,kamu lagi hamil tak boleh bersedih dan banyak pikiran,kasihan juga anakmu ntar ikut sedih "hibur bi Narti kembali."
"Ini bukan anak Cinta bi,ini anaknya ayah,Cinta sama sekali ga mengharapkan anak ini "ucap Cinta sudah sangat putus asa."
"Lebih baik sekarang kamu istirahat ya sayang "ucap bi Narti sembari membaringkan Cinta di kasur."
Bi Narti terus saja mengusap surai hitam milik Cinta,hingga akhirnya Cinta terlelap dalam tidur.
Setelah Cinta benar benar nyenyak,bi Narti mengajak paman Narto keluar dari kamar Cinta.
Bi Narti mengajak suaminya untuk berbincang bincang di ruang tamu yang agak jauh dari kamar Cinta.
"Ayah,apakah benar yang barusan ayah ucapkan jika Cinta bukan anak kandung mba Riris dan mas Rofi?"tanya bi Narti menyelidik menatap tajam suaminya."
"Ya bun,maafin ayah telah merahasiakan ini dari bunda,saat ayah dulu nunggu kedatangan bunda ke rumah,saat itulah ada seseorang yang meletakkan Cinta waktu masih bayi di depan teras rumah ayah "ucap paman Narto panjang lebar."
"Apa waktu bunda ga bisa datang karena mendadak ada keperluan keluarga?"tanya bi Narti kembali."
"Iya bun benar sekali,saat itulah pertama kalinya mba Riris dan mas Rofi merawat Cinta,sebagai pancingan agar mereka segera punya anak "ucap paman Narto menatap sendu wajah istrinya."
"Kalau sudah begini kita harus bagaimana yah,kasihan juga Cinta kan yah?"Semakin hari perutnya semakin besar ?? "ucap bi Narti menghela nafas panjang dengan mata berkaca kaca."
Orang ini bernama tuan Malik usianya tak jauh beda dengan paman Narto.
"Assalamu Alaikum "ucap salam tuan Malik."
"Walaikum Sallam "jawab paman Narto dan bi Narti serentak."
Sepasang suami istri ini lekas bangkit untuk menemui sang tamu yang barusan mengucap salam.
Setelah mengetahui siapa yang datang,paman Narto mempersilahkan tuan Malik masuk.
"Maaf nech tuan Narto,saya terpaksa kemari karena saya tunggu tunggu di tempat kerja tapi tuan ga datang datang juga "ucap tuan Malik."
"Astaghfirullohhhh Al'ngadimmm.. mmaafkan saya tuan "ucap paman Narto melihat jam tangannya yang telah menunjukkan pukul 2 siang."
"Mmaafkan saya karena suatu hal jadi waktu istirahat saya lama sekali "ucap paman Narto meminta maaf pada rekan kerjanya tersebut."
"Ga apa kok tuan Narto,apa kiranya saya boleh tahu ada permasalahan apakah,siapa tahu saya bisa bantu tuan Narto??"tanya Malik menyelidik."
__ADS_1
"Aduhhh apa sebaiknya aku ceritakan hal ini atau tak usah ya?"batin paman Narto."
Paman Narto memandang bi Narti seolah ingin meminta persetujuan,bi Narti menggelengkan kepala tanda sebagai kode.
"Masalah biasa kok tuan bukan suatu masalah yang rumit,hanya masalah di butik istri saya "jawab paman Narto berbohong."
Selagi asik mengobrol tiba tiba Cinta datang dengan memegangi perutnya merintih kesakitan.
"Bibi paman..tolongin Cinta...aaduhhhh perut Cinta kok sakit sekali "ucap Cinta lirih."
Wajah Cinta sudah terlihat pucat dan tiba tiba Cinta pingsan di lantai ruang tamu.
Segera paman Narto mengangkat tubuh Cinta dan membawanya ke klinik dimana Neni buka praktek.
Karena merasa penasaran,tuan Malik mengikuti mobil Narto,padahal Narto meminta tuan Malik untuk menunggu di rumah sejenak.
Narti dan Narto sangat panik dengan kondisi Cinta.
Tak berselang lama sampailah mereka di klinik Neni.
Segera Narto mengangkat tubuh Cinta masuk dalam ruang priksa Neni.
"Bagaimana kondisi ponakan saya Nen?"tanya Narti panik."
"Kondisi ibu dan janinnya sehat sehat saja,hal ini bisa terjadi pada ibu hamil jika terlalu stres dan banyak pikiran "ucap Neni."
Hingga Narto dan Narti menceritakan semuanya pada Neni apa yang telah terjadi.Semua yang di ceritakan sepasang suami istri ini di dengar oleh Tuan Malik,karena tuan Malik sengaja menguping pembicaraan antara sepasang suami istri ini dengan Neni.
Neni menyarankan supaya Cinta tidak boleh banyak pikiran dan bila perlu Narto dan Narti harus sering menghiburnya.
"Kami bingung harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalah Cinta ini"ucap Narto mengusap wajahnya dengan kasar ."
"Apa ga sebaiknya kalian mencari seseorang untuk di nikahkan dengan Cinta,untuk menutupi aib Cinta ,ya nikah kontrak mungkin, sampai bayi yang di kandung Cinta lahir "usul Neni."
"Kami sempat berpikir seperti itu Nen,tapi mana ada yang mau menikahi Cinta dalam kondisi Cinta hamil begini "ucap Narti menghela nafas panjang ."
🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐
Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..
__ADS_1
Biar author semangat up..