
Setelah bermalam 2 hari di rumah paman dan bibinya, Cinta berpamitan pulang.Karena akan mulai berangkat kuliah kembali.
Cinta berada di rumah Hanna hanya sesaat karena tak ingin setiap hari bertemu dengan Attha.
"Ayah!ibu!Cinta pamit berangkat kuliah lagi ya, assalamu alaikum" pamitnya seraya mencium tangan Hanna dan Tuan Malik secara bergantian.
"Walaikum sallam wr wb, hati-hati selama kuliah ya nak "ucap Tuan Malik.
"Jaga diri baik-baik ya sayang, jangan lupa sering kasih kabar "ucap Hanna.
Cinta sama sekali tak menghiraukan anaknya, setelah berpamitan pada orang tuanya, dia langsung masuk mobil.
"Ya Allah, ingin rasanya aku juga merasakan di peluk di pamiti oleh Cinta "gumam Pram dalam hati.
Cinta berangkat kuliah di antar oleh sopir pribadi Tuan Malik.
"Hay Cin!bagaimana liburanmu di kampung?"tanya Ika seraya menaik turunkan alisnya.
"Biasa saja! nggak ada yang spesial, memangnya kenapa??
"Ya nggak apa-apa sih, pengen tanya saja "ucap Ika.
Setelah percakapan yang lumayan lama, Cinta dan kedua temannya masuk ke dalam kontrakan.
Lain halnya dengan Roy, yang terus saja penasaran dengan hidup Cinta.Roy menyewa orang untuk menyelidiki tentang pribadi Cinta, dan tentang bagaimana Cinta bisa sangat membenci Rofi.
Namun Roy kecewa, karena orang sewaannya tak menemukan hal yang mencurigakan dari Roy dan Cinta.
Karena memang kisah Cinta tidak ada yang tahu bahkan Rofi juga tidak tahu kalau Cinta pernah hamil anaknya.
Hanya orang-orang terdekat saja yang tahu kisah hidup Cinta.Rahasia ini di simpan rapat-rapat.
"Huft!bagaimana ini, masa orang sewaanku nggak ada yang tahu kenapa Cinta sangat membenci Om Rofi?Aku masih belum tenang jika belum tahu yang sebenarnya "gumamnya seraya menghela nafas panjang.
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah menjelang pagi lagi.Cinta telah bersiap-siap berangkat kuliah bersama dia temannya.
"Cin!kamu tahu nggak, katanya kelas kita akan kedatangan tamu seorang ustad muda yang gantengnya tujuh turunan "kata Mey sumringah.
"Kalian kalau dengar ada cowo ganteng pasti matanya langsung melotot "canda Cinta terkekeh.
"Kami kan normal, memangnya kamu?seperti nggak tertarik dengan pria manapun sampai pria se tampan tuan Roy juga sama kamu malah selalu di ajak berantem "goda Ika terkekeh.
"Hemmm, terserah apa kata kalian dech "kata Cinta seraya melangkah menuju kelasnya.
"Cin!tungguin kami dong "ucap Mey seraya berlari kecil mengejar Cinta, begitu pula dengan Ika.
__ADS_1
Keduanya berlari kecil ke kelas .
Beberapa detik kemudian, bel berbunyi tanda jam pelajaran siap di mulai.
"Assalamu alaikum "sapa sang ustad muda.
Saat Cinta menegakkan kepalanya untuk melihat siapa ustad yang lagi di bicarakan seluruh anak kampus, dirinya terhenyak kaget.
"Ustad Soleh "gerutunya masih bisa di dengar oleh Ika dan Mey yang duduk di bangku sebelah Cinta.
"Cin, kok kamu kenal sama Ustad Soleh?"Ika dan Mey merasa heran.
"Ada dech, mau tahu apa mau tahu banget "goda Cinta terkekeh.
Kemudian mereka fokus dengan ceramah dari ustad Soleh.Tak sengaja Ustad Soleh bertemu pandang dengan Cinta.
Ustad Soleh tersenyum pada Cinta, membuat Ika dan Mey tambah iri
"Iihh Cin, kok kita nggak di senyumin sihhh "rajuk Mey kesal.
"Iya!payah banget si Ustad Soleh, masa senyum cuma ke Cinta saja "rajuk Ika manyun.
Sesekali Ustad Soleh menatap ke arah Cinta, begitu pula Cinta.Namun Cinta merasakan ada getaran yang aneh di dalam hatinya.
"Kenapa jantungku berdetak kencang saat Ustad Soleh menatapku?padahal sebelumnya, setiap aku bertatapan dengan lelaki mana pun tidak merasakan hal seperti ini.Rasa apakah ini ya Allah "gerutu Cinta di dalam hati.
"Ya Allah, ampuni hambaMu ini karena saat ini hamba tidak fokus mengajar di kelas ini karena kehadiran seorang gadis "gerutu Ustad Soleh kembali.
"Aku tidak ingin berbuat seperti ini, alangkah baiknya aku akan mengajak ta'aruf Cinta "gerutunya kembali.
Hingga tak terasa Ustad Soleh telah selesai memimpin pengajian di kelas Cinta.Memang di kampus ini, sesekali setiap kelas mengadakan pengajian dan doa, supaya pendidikan belajar para mahasiswa tidak sia-sia.
Saat akan pulang pun, Ustad Soleh mencuri pandang ke arah Cinta.Membuat Cinta jadi salah tingkah.
"Cin, jangan-jangan Ustad Soleh suka sama kamu.Aku perhatikan, sesekali menatapmu "ledek Mey terkekeh.
"Ist!kamu ngomong apa sih?!mana mungkin seorang Ustad mau sama aku yang..
Tiba-tiba Cinta menghentikan ucapannya.
"Astaghfirulloh aladzim, hampir saja aku keceplosan "gerutu Cinta dalam hati.
"Yang ap Cin?kok nggak kamu lanjutin ngomongnya?"tanya Ika penasaran.
"Yang cuma seorang mahasiswi "ucap Cinta.
__ADS_1
"Ehh jangan salah Cin, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin loh"ucap Ika serius.
"Iya Cin, kali saja jodohmu itu Ustad Soleh "ucap Mey.
Cinta hanya diam saja saat kedua temannya terus saja menggodanya.Karena Cinta tak tahu harus bilang apa.
Tak terasa jam kuliah telah selasai, sedangkan Ustad Soleh telah kembali beberapa jam yang lalu.
Setelah di rumah, Ustad Soleh bercerita pada ibunya jika ingin ta'aruf dengan seorang gadis.
"Umi!Bagaimana menurut Umi jika Soleh ingin ta"aruf dengan seorang gadis ?"tanya Soleh tersipu malu.
"Alhamdulilah!Umi sangat senang kalau akhirnya kamu mau ta'aruf dengan seorang gadis.Umi sangat setuju "ucap Umi sumringah.
Setelah mendapat persetujuan dari Umi, Ustad Soleh menelfon Paman Narto untuk mengajaknya bertemu.
Segera Ustad Soleh mendial nomor ponsel Paman Narto.
📱 "Assalamu alaikum, Pak Narto "ucap salam Ustad Soleh.
📱 "Walaikum sallam wr wb, ada apa ya Ustad Soleh?tumben menelfon?"tanya Narto di balik telfon.
📱 "Saya ingin bertemu Pak Narto, karena ada yang ingin saya bicarakan.Kiranya kapan waktu yang tepat untuk kita bertemu?"tanya Ustad Soleh.
📱 "Nanti sore juga bisa, biar saya yang ke rumah Ustad Soleh nggak apa-apa "jawab Narto.
📱 "Jangan, biar saya yang kerumah Pak Narto "ucap Ustad Soleh.
📱 "Ya sudah Pak Narto, kita bertemu nanti sore lagi.Assalamu alaikum "ucap Ustad Soleh.
📱 "Walaikum sallam wr wb "jawab Narto.
Keduanya sama-sama menutup panggilan telfonnya.
"Aneh!aku jadi penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh Ustad Soleh "gerutu Narto di dalam hati.
"Ada apa tuan Narto, sepertinya kok gelisah sekali setelah anda menerima telfon?"tanya Tuan Malik penasaran.
"Iya tuan! seorang Ustad muda telfon katanya ingin berbicara sesuatu, jadi saya penasaran apa sebenarnya yang akan di bicarakan oleh Ustad tersebut "jawab Narto.
Hay ka,tolong dukung karya baruku
Yang mo ikut lomba,karena yang satunya ga bisa jadi buat baru lagi
dukung like,vote,favorit..terima kasih
__ADS_1