Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 14


__ADS_3

Tak berselang lama bu Riris telah sampai di rumah namun telah di hadang oleh ayah Rofi di depan pintu dengan berkacak pinggang.


"Lagi hamil keluyuran darimana saja kamu,suami pulang kerja cape cape malah istri enak enakkan dolan !!"bentak ayah Rofi."


Bu Riris hanya melirik sinis dan nyelonong masuk saja menabrak tubuh ayah Rofi yang berdiri di depan pintu.


Ayah Rofi yang hanya berdiri sekenanya terhuyung ke belakang hampir saja terjatuh.


Ayah Rofi geram merasa dirinya tidak di hargai hingga ayah Rofi mengikuti kemana perginya bu Riris.


Bu Riris berjalan cepat menuju ke kamar setelah sampai di kamar bu Riris menangis histeris.


Ayah Rofi terhenyak kaget dan heran.


"Heh,ga aku apa apain kok kamu nangis histeris begitu"cibir ayah Rofi ketus."


"Apa mau aku tampar hah,dari tadi kok ga jawab ucapanku malah nangis terus!!"bentak ayah Rofi melotot pada bu Riris."


Perlahan isak tangis bu Riris mulai mereda dan bu Riris mencoba menenangkan hatinya.


Bu Riris mengatur nafasnya dan menghela nafasnya panjang


"Yah apa yang telah ayah lakukan pada Cinta!!"hardik bu Riris ketuk."


"Apa maksud ucapanmu itu si!!"bentak ayah Rofi."


"Ayah ga usah pura pura lagi ibu sudah tahu apa yang telah ayah lakukan pada Cinta!!"sindir bu Riris ketus."


"Kalau kamu sudah tahu apa yang aku lakukan pada Cinta terus kamu mau apa hah!!"bentak ayah Rofi melotot pada bu Riris."


"Ayah bukannya merasa bersalah malah masih saja seperti ini,apa tidak ada rasa berdosa dan rasa bersalah ayah setelah apa yang ayah lakukan pada Cinta!!"sindir bu Riris."


"Aku ga salah kondisi waktu itu aku lagi mabuk berat jadi ga sadar,lagian Cinta itu bukan anak kandungku ngapain aku harus merasa bersalah"cebik ayah Rofi tersenyum sinis."


"Walaupun Cinta bukan anak kandung ayah harusnya ayah ga boleh berbuat seperti itu,sama saja ayah seperti binatang tak punya hati nurani "cibir bu Riris ketus."


"plak plak "dua tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri bu Riris."


Setelah menampar istrinya,ayah Rofi berlalu meninggalkan istrinya begitu saja.


Sementara bu Riris kembali menitikkan bulir bening di matanya.

__ADS_1


"Astaghfirullah al adzim..aku ga menyangka punya suami bejad seperti ini,dengan tanpa rasa bersalah mengakui kebejadannya "gerutu bu Riris masih terus dengan menitikkan air mata."


"Maafkan ibu nak tadi ibu sempat ga percaya sama kamu padahal yang kamu ucapkan benar adanya "gerutunya kembali."


"Ya Allah..aku harus bagaimana ini..sekarang kondisi Cinta sedang hamil..pantas dia tak mau bersekolah..sungguh malang nasibmu nak"keluh kesah bu Riris kembali."


Bu Riris sangat bingung,memikirkan nasib masa depan Cinta serasa tak ada ujung pangkal permasalahan ini.


Sempat terbesit pikiran untuk meminta suaminya bertanggung jawab pada Cinta,toh Cinta bukan anak kandungnya.


Namun apa kata orang kelak jika mengetahui aib ini,bu Riris tak bisa menemukan solusi yang tepat.


Sementara ayah Rofi pergi mabuk mabukan bersama teman temannya tanpa berpikir kesalahan yang telah di lakukannya pada Cinta.


Dirinya hanya memikirkan kesenangannya saja bahkan kerap kali main wanita hingga tak pulang ke rumah.


Jika sedang ada masalah dengan istrinya,ayah Rofi malah semakin berbuat nekad.Dengan gonta ganti pacar.


🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯


Waktu berjalan begitu cepat tak terasa telah pagi saja namun ayah Rofi tak pulang dari pertengkarannya sore hari.


Bu Riris tak menghiraukan ayah Rofi mau pulang atau tidak baginya sudah tidak penting.


Setelah selesai memasak bu Riris berpamitan pada 2 anak lelakinya,tak lupa bu Riris juga menempatkan lauk dan sayur pada tempat makan atau semacam rantang susun.


Bu Riris sengaja memasak masakan kesukaan Cinta.


Sementara di rumah bi Narti,Cinta sedang merasakan ngidam.


"Ko tiba tiba aku kepengen masakan ibu tapi aku ga boleh keluar keluar,aku juga takut jika ke rumah ibu "gerutu Cinta sembari menelan salivanya membayangkan makan masakan ibu Riris."


Ketermenungan Cinta tertangkap oleh bi Narti yang memang sengaja ke kamar Cinta untuk memanggil Cinta karena ada tuan Malik datang.


"Nak,kamu kenapa melamun ??"tanya bi Narti mengusap surai hitam Cinta."


"Bi,tiba tiba kok Cinta ingin makan masakan ibu "ucap Cinta tertunduk lesu."


"Ga usah khawatir sayang ini kan hari minggu,bibi ga ke butik nanti biar bibi yang ke rumah ibumu untuk minta tolong ibumu masakin buatmu"ucap bi Narti mencoba menghibur Cinta."


"Tapi apa ibu mau si bi bukannya kemaren sore ibu telah marah marah sama Cinta "ucap Cinta dengan mata berkaca kaca."

__ADS_1


"Bibi yakin ibumu pasti mau masakin buatmu,sudah ga usah terlalu dipikirkan,sekarang kamu keluar dulu,ada tuan Malik kemari,ga enak kalau ga di temui "ucap bi Narti tersenyum kecil pada Cinta."


Cinta lekas bangkit dari pembaringan dan melangkah keluar dari kamar menuju ruang tamu dimana tuan Malik telah menunggu.


Cinta menyalami tuan Malik layaknya menyalami ayahnya sendiri karena selama ini tuan Malik sangat baik.


Perhatian dan kepedulian tuan Malik bukan seperti seorang suami ke istrinya tapi seperti seorang ayah ke anaknya.


Tuan Malik tulus ikhlas memperhatikan dan mencukupi segala kebutuhan Cinta dan bayinya.


Walaupun Cinta berstatus istri siri namun tuan Malik tak pernah ada niat untuk meminta haknya sebagai suami.


"Bagaimana kondisimu nak dan bagaimana kondisi janinmu?"tanya tuan Malik tersenyum ramah."


"Kami baik baik saja kok tuan"jawab Cinta singkat dengan menyunggingkan senyum keterpaksaan."


"Syukurlah kalau begitu,saya kemari hanya ingin memberikan jatah bulanan padamu nak,serta memberikan ini ada buah buahan hasil dari petik kebun sendiri "ucap tuan Malik."


Tanpa mereka sadari semua ucapan mereka di dengar oleh bu Riris.


Bi Narti dan paman Narto lupa tidak mengunci pintu gerbang dan juga pintu rumah.


"Pyang..."rantang yang di bawa bu Riris terjatuh begitu saja ."


Semua yang ada di ruang tamu terhenyak kaget menatap ke arah sumber rantang yang terjatuh.


Bu Riris terpaku terperangah di depan pintu begitu pula dengan bi Narti,paman Narto,Cinta,serta tuan Malik.


Mereka semua sama sama saling kaget.


"Astaghfirullohh al adzimmm..""ucap bu Riris dengan mata berkaca kaca."


"Mba Riris.."ucap serentak bi Narti dan paman Narto."


"I-ibu...."ucap Cinta dengan mata berkaca kaca."


"Apa maksud tuan itu kasih jatah bulanan ke Cinta??!!"tanya bu Riris ketus."


Bu Riris menghampiri semua yang ada di ruang tamu dengan tatapan berkaca kaca dan tatapan sadis.


🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡

__ADS_1


Mohon dukungan like,vote,favorit...


Biar author semangat upp..


__ADS_2