
Saat Riris akan melangkah pergi,telfon rumah berdering yang ternyata dari asisten pribadi tuan Malik.
Riris segera menganggat telfon rumah tersebut.
☎️ "Assalamu Alaikum ini Riris lagi di rumah Hanna "ucapnya."
☎️ "Walaikum Sallam oh iya kebetulan sekali bu Riris ada di rumah tuan Malik,tadinya saya ingin mengabari non Cinta "ucap sang asisten."
☎️ "Begini bu ,saat ini kan tuan Malik pasca transpalasi ginjal,harus opname di rumah sakit,saat ini tuan Malik di rumah sakit Vira Medika di ruang ICU opname 3 hari ,kalau kondisi sudah stabil baru tuan Malik akan di pindahkan ke ruang perawatan khusus di paviliun selama 5 -7 hari."
☎️ "Ok pak,terima kasih informasinya "ucap Riris."
☎️ "Sama sama bu,sudah dulu ya bu Assalamu Alaikum."
☎️ "Walaikum Sallam wr wb "jawab Riris."
Kemudian Riris menutup telfonnya begitu pula dengan asisten tuan Malik.
Riris kembali ke kamar Cinta yang sedang menemani baby Didi.
Dan menjelaskan penuturan dari asisten tuan Malik yang barusan telfon.
"Alhamdulillah kalau sudah ada kabar dari ayah,berarti ibu Hanna juga di rawat di rumah sakit yang sama ya bu"ucap Cinta ."
"Iya nak bisa jadi,ya sudah ibu akan ke rumah sakit sebentar untuk mengetahui kondisi ayah dan ibumu,ga apa apa kan kalau ibu nitip Didi sebentar?"tanya bu Riris ragu."
"Iya ga apa apa bu,Cinta bisa kok jaga si Didi "ucap Cinta tersenyum."
Bu Riris segera berangkat ke rumah sakit Vira Medika untuk melihat kondisi tuan Malik dan Hanna.
Saat akan melangkah keluar pintu gerbang,Pram memanggilnya .
"Ris,kok buru buru?"tanyanya menyelidik."
"Iya mas Pram mau ke rumah sakit jenguk tuan Malik "ucap Riris keceplosan."
__ADS_1
"Loh,pagi tadi tuan Malik kondisi baik baik saja kok Ris ?"ucap Pram merasa tak percaya."
"Aduhh aku keceplosan nech "gerutu Riris dalam hati."
"Hhee salah ngomong mas Pram maaf ya,saya mau pulang sebentar karena mau jenguk temen di rumah sakit juga pengen ketemu Hanna yang lagi jenguk teman kami ini"ucap Riris panjang lebar."
Pram hanya geleng geleng kepala dan merasa penasaran dari mana Riris bisa kenal keluarga tuan Malik.
Namun rasa itu lekas di tepisnya,kini Pram sedang memikirkan Hanna yang sudah berjam jam tapi belum pulang.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Waktu berlalu begitu cepatnya tak terasa 3 hari sudah Hanna dan tuan Malik berada di ruang ICU.
Kini kondisi mereka sudah di pindah ke ruang perawatan,Hanna telah mengijinkan dokter memindah Hanna satu ruangan dengan tuan Malik.
"Ini nyonya Hanna serius di rawat satu ruangan dengan tuan Malik,bukannya waktu itu nyonya inginkan supaya tuan Malik tak mengetahui kalau nyonya yang mendonorkan ginjalnya?"tanya dokter Rama ragu."
"Iya dok,kan waktu itu baru rencana saya khawatir kalau suami saya tahu jadi gagal,kalau sekarang ini kan sudah berhasil menjalankan transpalasinya,jadi biarpun tuan Malik tahu sudah tidak bisa menolak lagi"jawab Hanna sumringah."
Hingga dokter Rama memenuhi kemauan Hanna,menempatkan Hanna satu ruangan dengan tuan Malik.
Saat sang perawat datang ,tuan Malik bertanya pada sang perawat apa yang di alami oleh Hanna sehingga di rawat di ruang yang sama dengan dirinya.
Perawat menjelaskan pada tuan Malik jik Hanna yang telah mendonorkab ginjalnya untul tuan Malik.
"Astaghforullo Al adzim,kalau ibu yang mendonorkan ginjalnya,ayah ga akan mau bu "rajuk tuan Malik seraya sesekali menoleh ke brangkar dimana Hanna berbaring."
Sesaat saya tuan Malik menggerutu sendiri,Hanna telah bangun dari tidurnya dan menoleh pada tuan Malik yang kebetulan sedang melamun.
Tuan Malik sedang menerawang atap langi langit rumah sakit.
"Yah,ayah sudah sadar?"sapa Hanna menoleh pada tuan Malik."
"Iya bu alhamdulillah,kenapa ibu melakukan ini buat ayah?"tanya tuan Malik menoleh menatap pada Hanna."
__ADS_1
"Buat menebus dosa masa lalu ibu pada ayah,ini juga tak sebanding dengan dosa dosa ibu tempo dulu,ibu juga ingin ayah sehat selalu supaya kita bisa melewati masa tua kita bersama sama "ucap Hanna tersenyum."
Tuan Malik sungguh terharu dengan ucapan Hanna,sempat berpikir jika umur tuan Malik tidak akan panjang.
"Bu seharusnya ibu ga usah berbuat seperti ini,bukannya sudah berkali kali ayah bilang jika ayah telah memaafkan kesalahan dan dosa ibu di masa lalu,itu semua juga tak lepas dari kesalahan ayah yang tak bisa memberi keturunan pada ibu"ucap tuan Malik tertunduk lesu."
"Sudahlah ayah jangan menyalahkan diri sendiri untuk kesalahan yang tidak ayah lakukan "ucap Hanna dengan mata berkaca kaca."
Selagi keduanya bercengkrama,datanglah Riris untuk menjenguk keduanya yang kebetulan di rawat di satu ruangan.
"Bagaimana kondisi kalian berdua?"tanya Riris menatap ke arah Hanna kemudian beralih ke arah tuan Malik."
"Kami baik baik saja ,terima kasih ya Ris pastinya kamu sangat repot bolak balik villa terus ke rumah kami,apa lagi kamu punya baby yang masih sangat kecil "ucap Hanna tersenyum pada Riris."
"Aku ga merasa di repotkan kok Han,lagian aku di bantu Narto dan Narti bahkan sebentar lagi mereka akan datang kemari untuk jenguk kalian berdua "ucap Riris sumringah."
"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih ya bu Riris?"ucap tuan Malik lirih."
"Sama sama ,tuan Malik ga perlu sungkan kita kan bukan orang lain lagi tapi saya menganggap Hanna dan tuan Malik ini sudah seperti saudara sendiri "ucap Riris seraya tersenyum menatap tuan Malik."
Setelah menjenguk lumayan lama,Riris berpamitan karena untuk bergantian jenguknya dengan Narto dan Narti .
Sepulang Riris tak lama kemudian datanglah Narto dan Narti untuk menjenguk tuan Malik dan Hanna.
Narto dan Narti pintar sekali mensuport orang,seperti saat ini mensuport Hanna dan tuan Malik supaya lekas sembuh.
Sementara saat Riris mampir ke rumah Hanna,Riris sempat melihat ada seseorang mengintai rumah Hanna namun tak jelas orangnya.
Orang tersebut mengintai dari balik pohon seberang rumah Hanna.
Orang dengan mengenakan jaket,masker,serta kaca mata hitam dan bertopi.
"Siapa gerangan orang itu kok mencurigakan sekali seperti sedang mengamat amati rumah Hanna?"gerutu Riris dalam hati."
Ternyata orang yang mengintai ini adalah Rofi,saat Rofi melihat ke arah Riris,segera Rofi pergi meninggalkan rumah Hanna.
__ADS_1
"Ngapain si Riris di rumah Hanna,padahal aku mau ke rumah Hanna tapi kok sekarang ada securitynya ya ?"gerutu Rofi seraya melajukan motornya ."
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞