
Hari yang telah di tunggu telah tiba, Hanna berinisiatif menjemput Cinta ke kontrakannya di kota Y
Setelah beberapa jam perjalanan sampailah di kontrakan Cinta.
"Loh, kok ibu ada di sini?padahal Cinta sudah siap-siap mau pulang.Ibu juga kenapa nggak memberi kabar mau kemari? "Cinta mencium punggung tangan Hanna.
"Ibu sengaja ingin bikin kejutan buatmu "Hanna memeluk Cinta.
"Ada-ada saja, untung Cinta masih di kontrakan.Kalau sudah berangkat pulang, kan kasihan ibu.Lagi pula ibu kan nggak boleh terlalu cape "Cinta melangkah ke mobil bersama Hanna.
"Nggak apa-apa, nak.Kan nggak tiap hari, lagi pula ibu kan suntuk juga di rumah terus jadi jemput kamu "Hanna membukakan pintu mobil untuk Cinta.
Hanna dan Cinta terus saja bercengkrama di dalam mobil seraya bercanda ria .Hingga tak terasa telah sampai rumah.
"Nggak terasa ya bu, sudah sampai rumah saja "Cinta turun dari mobil seraya mengulurkan tangannya pada Hanna.
"Karena sambil ngobrol jadi perjalanan nggak terasa "Hanna menerima uluran tangan Cinta.
Keduanya melangkah berdampingan menuju rumah.
"Bu, memangnya pria yang ingin ta"aruf dengan Cinta, paras wajahnya seperti apa, bu??"Cinta masih saja penasaran.
"Ada dech, ntar juga kamu lihat sendiri" Hanna menaik turunkan alisnya.
"Bu, kalau misal Cinta menolak ta"aruf dengan pria itu bagaimana bu?"
Cinta merasa ragu.
"Kalau menurut ibu, kamu nggak menolaknya dech "Hanna mengusap pipi Cinta.
"Ih, ibu kok seyakin itu sih "Cinta mengernyitkan alisnya.
"Sudah, nggak usah berpikiran yang macam-macam dulu. Sekarang kamu istirahat dulu, mempersiapkan diri untuk nanti sore ketemu AA ganteng "Hanna menggoda Cinta dengan tertawa renyah.
"Hemmm, sebegitunya bahagia ibuku ini" Cinta mengernyitkan alisnya.
Cinta melangkah ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya untuk sejenak istirahat.
Sementara Hanna di dapur untuk memasak persiapan acara nanti sore.Hanna sengaja tak membuat cemilan sendiri karena nggak mau terlalu cape.
Hanna telah memesan beberapa kue di toko kue langganannya, di rumah hanya mempersiapkan masakan saja.
"Alhamdulillah ya Allah, anakku akan bertemu Ustad Soleh. Semoga mereka berdua benar-benar berjodoh dan langgeng selamanya, amin ya Allah "Hanna memasak seraya senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Hati Hanna berbunga-bunga karena Ustad Soleh.
Berbeda dengan Rofi yang saat ini sedang perjalanan ke rumah Riris kembali.
"Aku belum tenang kalau belum mendapatkan maaf dari Riris,anak-anak, serta Cinta "Rofi menggerutu sepanjang jalan.
Rofi tak tahu jika saat ini Cinta ada bersama Riris.
Tak berapa lama kemudian, sampailah Rofi di villa Riris.Kebetulan anak-anak sudah berangkat ke sekolah.
Di rumah cuma tinggal ada Riris dan si bungsu Didi.
"Assalamu Alaikum "Rofi telah berada di depan toko Riris.
Kebetulan toko sedang sepi pembeli.Hingga Riris bisa melihat kedatangan Rofi.
"Walaikum sallam wr wb "Riris terhenyak kaget saat melihat siapa yang datang.
"Mas Rofi, untuk apa mas datang kemari?Riris bertanya seraya sinis.
"Bolehkah aku masuk rumahmu, atau ada suamimu di dalam rumah sehingga kamu tak menawarkan aku untuk masuk rumahmu "Rofi berkata-kata sekenanya.
"Baiklah mas, ayuk kita masuk "ajak Riris melangkah ke villa.
Untuk sementara toko di jaga oleh Mamang.
"Bagaimana kabar kamu dan anak-anak?"
"Alhamdulilah kami baik-baik saja, ada perlu apa mas kemari?"Riris memasang tampang tidak suka.
Rofi pun merasakan sikap Riris yang sangat dingin dan ketus.
"Ya Allah, terasa sakit rasa hati ini di saat di cuekin seperti ini "gerutu Rofi dalam hati.
"Mas, kok bengong?"
"Eh iya Ris "Rofi terhenyak kaget saat Riris bertanya kembali.
"Begini Ris, aku kemari ingin meminta maaf padamu juga pada anak-anak terutama pada Cinta "ucapnya lirih.
"Aku sudah memaafkanmu mas, tapi entahlah dengan anak-anak apa lagi dengan Cinta.Karena perbuatan bejadmu membuat hidup Cinta menderita.Dia harus menanggung aib seumur hidup karena kehamilannya "Riris tak sadar dengan apa yang telah di ucapkannya barusan.
"Apa?!jadi karena kehilafanku itu, Cinta hamil? "Rofi terbelalak seolah tak percaya.
__ADS_1
"Aduhhh, kenapa pula aku keceplosan"gumam Riris dalam hati.
"Ya Allah, betapa berdosanya aku pada Cinta "gumam Rofi dalam hati.
"Sekarang di mana Cinta dan bayinya?"tanya Rofi penasaran.
"Entahlah, sejak kejadian itu Cinta tak bersamaku "jawab Riris berbohong.
"Kenapa kamu menutupi keberadaan Cinta dan bayinya, padahal aku tidak ingin berbuat jahat pada Cinta. Sebisa mungkin aku ingin menebus semua dosaku padanya "kata Rofi meyakinkan Riris.
"Bagaimana caramu menebus dosamu pada Cinta, mas?Dengan mengembalikan kegadisannya kembali?itu tidak akan bisa , semua yang kamu lakukan pada Cinta akan selamanya menorehkan luka di hati Cinta "Riris mendengus kesal.
Rofi diam tak berkeming, tak bisa berkata-kata lagi.
"Sekarang tolong kamu tinggalkan rumah ini, aku nggak ingin saat anak-anak pulang sekolah melihat kehadiranmu "Riris mencoba mengusir Rofi.
"Biar mereka melihatku, karena aku juga ingin bertemu anak-anak "Rofi menolak pergi.
"Anak-anak telah membencimu, mereka tak ingin melihatmu apa lagi bertemu denganmu, mas. Jadi aku mohon pergilah kamu sekarang "Riris mencoba untuk mengusir Rofi
"Bagaimana kabar anakku yang masih bayi, bolehkah aku bertemu dengannya ?Rofi mencoba mengulurkan waktu.
"Alhamdulilah baik dan sehat, maaf saat ini si bungsu sedang tidur tidak bisa di ganggu "Riris menahan geram .
"Mas, tolong pergi dari sini.Karena aku juga masih banyak pekerjaan "kata Riris ketus.
"Ya sudah kamu bekerja saja, biarkan saya duduk di sini untuk menunggu Dika dan Dede "kata Rofi tak bergeming dari tempat duduknya.
Hingga terpaksa Riris meninggalkan Rofi duduk sendiri di ruang tamu.Riris melanjutkan menjaga kembali tokonya.
2 Jam berlalu, kedua anak Riris pulang.Namun keduanya sangat terkejut saat melihat di ruang tamu ada Rofi yang tengah ketiduran di kursi rodanya.
Keduanya mengurungkan niatnya untuk masuk dalam rumah, keduanya memutuskan menemui Riris di toko.
"Bu, kenapa ibu membiarkan ayah masuk ?!rajuk Dika ketus.
"Kita tidak punya ayah ka, dia itu orang asing !dari kecil kita kan nggak punya ayah "rajuk Dede judes.
"Kalian jangan seperti itu nggak baik, ayah kemari hanya ingin meminta maaf pada kalian berdua, menunggu kalian dari beberapa jam lalu "Riris mencoba menasehati kedua anaknya.
"Sudah terlambat bu, kami berdua sudah terlanjur membenci ayah. Dan tak bisa memaafkan ayah "ucap Dika.
"Nak, kalian tidak boleh ngomong seperti itu.Dosa kalau tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, apa lagi kesalahan ayah kalian sendiri "nasehat Riris pada dua anaknya.
__ADS_1
🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥🧥
Mohon dukungan like, vote, fav.