
Hanya beberapa jam saja anak buah Roy telah sampai di villa milik Rofi,hingga mau tak mau Maya ikut pulang bersama anak buah Roy.
Sedangkan Rofi tetap berada di villa karena masih merasa kangen dengan kampung halamannya.
Namun Rofi sama sekali tak mengingat anak anaknya,padahal dirinya saat ini sudah jadi orang sukses.
Pikiran nakalnya malah kumat kembali di saat Maya kembali ke kota Y.
"Hhemm liburan begini ga ada Maya hampa juga,kalau aku pengen bagaimana ya??ah mending aku cari daun muda saja,dulu saja aku ga punya apa apa ada yang mau,apa lagi sekarang aku punya segalanya pasti lebih banyak yang minat "gerutunya senyam senyum sendiri."
Selagi merenung sendiri,ada seorang kurir mengantar makanan buat Rofi.
"Maaf pak,saya ga merasa pesan makanan ini "ucap Rofi pada si kurir"
"Memang bukan anda yang pesan,tapi istri anda sebelum pergi mampir memesan ini dan katanya suruh di antar kemari "jawab tukang gojek seraya menyerahkan bingkisan makanan pada Rofi."
"Oh begitu ya pak,terima kasih ya pak dan ini ada sedikit rejeki buat bapak "ucap Rofi seraya memberikan uang tips pada sopir gojek tersebut."
Setelah menyerahkan makanan tersebut pada Rofi,kurir lekas pergi.
Sementara Rofi membawa masuk makanannya.
"Hhemm dari bau masakannya sedap banget dan masih hangat,hhemm ternyata memang si Maya sangat perhatian sama aku sampai sebelum pulang saja pesenin makan buatku "gerutunya seraya membuka bungkus makanannya."
Rofi makan dengan lahapnya tanpa ada rasa curiga sedikitpun.
Sementara supir gojek tadi sedang senyum senyum sendiri di jalan pulang.
"Syukur loe Rofi,setelah makan makanan itu semua syaraf dalam tubuhmu akan mati dan tidak berfungsi."
"Itu pembalasan setimpal buatmu yang telah merenggut kesucian anak gadisku hingga dia harus menderita."
"Aku sengaja tak membunuhmu secara langsung,karena aku ingin melihatmu tersiksa terlebih dulu dan matimu secara perlahan lahan."
Demikian gerutuan si sopir gojek yang tak lain adalah Pram.Saat ini Pram sedang mengganti plat nomor motor serta membuang sarung tangan dan seragam gojek di sebuah sungai besar.
Semua itu Pram lakukan untuk menghilangkam bukti,untuk antisipasi jika di villa Rofi terdapat CCTV.
#Flash Back On #
__ADS_1
Setelah Pram tahu keberadaan Rofi,Pram sebentar sebentar mengintai villa Rofi.
Kebetulan saat Maya di jemput oleh anak buah Roy,Pram sedang mengintai hingga Pram tahu jika saat ini Rofi sendiri.
"Bagus,itu cewe sudah pergi jadi aku bisa lebih leluasa beraksi "gerutu Pram."
Untung Pram telah menyiapkan seragam gojek terlebih dulu.
Dengan melajukan motornya begitu cepat,Pram ke sebuah gubug di tengah sawah.
Dimana dirinya menyimpan peralatan menyamarnya seperti baju gojek dan sarung tangan serta mengganti plat nomor motornya dengan plat nomor yang palsu.
Sementara plat nomor motor yang asli,Pram simpan.
Setelah sempurna penyamaran,Pram pergi ke sebuah warung makan dan membeli makanan kesukaan Rofi.
Karena Pram telah bersahabat dengan Rofi hingga semua jenis makanan yang Rofi suka,Pram bisa mengetahuinya.
Setelah mendapatkan makanan tersebut,Pram bawa makanan itu ke gubug di tengah pematang sawah.
Pram buka bungkus makanannya dan di taburi bubuk racun,tak lupa Pram mengaduk aduknya hingga tercampur rata.
#Flash Back Of #
Sementara saat ini Rofi sedang kekenyangan karena makanan pemberian tukang gojek.
"Hhemm kenyang sekali rasanya,dan membuatku ingin tidur saja "gerutu Rofi seraya melangkah ke kamar dan lekas merebahkan tubuhnya."
Tak terasa malam berlalu begitu saja,dan kini telah berganti pagi.
Saat Rofi akan bangkit dari pembaringan,dirinya sama sekali tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya sama sekali.
Dari kaki hingga badan,hanya satu tangan yang bisa di gerakkan,mulutpun tak bisa berucap.
"Kenapa semua otot tubuhku kaku tak bisa di gerakkan??hanya satu tanganku yang masih bisa berfungsi,kenapa aku juga tidak bisa berbicara sama sekali,sebenarnya apa yang terjadi padaku ?"gerutu Rofi dalam hati."
Rofi mencoba mengirim notifikasi chat pesan pada Maya,untuk memberitahu kondisinya dan meminta bantuan Maya.
Namun saat itu ponsel Maya tergeletak di meja makan,dan kebetulan Maya sedang ada di kamar mandi sejenak.
__ADS_1
Saat itu Maya sedang sarapan bersama Roy,namun tiba tiba perut sakit hingga Maya lekas ke kamar mandi dapur yang jaraknya dekat dengan ruang makan.
Saat Maya pergi,ponsel bergetar sebagai tanda ada notifikasi chat pesan masuk.
Karena ponsel Maya tak di kunci,hingga Roy mudah membuka ponsel Maya.
"Hhemm gangguin orang lagi sarapan,paling dari si benalu Rofi "gerutu Roy lekas meraih ponsel Maya ."
Roy membuka notifikasi dari Rofi di ponsel Maya,langsung Roy menghapus notifikasi pesan di ponsel Maya tersebut.
Bahkan Roy menghapus pula nomor ponsel Rofi dengan terlebih dulu memblokir nomor ponsel Rofi.
"Hemmm pake alesan ga bisa gerak segala,aku tahu itu cuma akal akalan si benalu supaya mamah iba dan mamah balik lagi ke sana,ga mutu banget trik nya "gerutu Roy seraya meletakkan ponsel Maya di tempatnya semula agar tak di ketahui oleh Maya."
Saat ini Rofi sedang kesal karena melihat notifikasi chat pesan hanya di baca oleh Maya dan bukannya membalas pesan dari Rofi,malah Maya memblokir nomor Rofi.
"Bagaimana si Maya??masa pesanku cuma di baca ga di balas,ini apa apaan si??malah nomor ponselku di blokir??"gerutu Rofi dalam hati."
Rofi bingung harus bagaimana dan minta tolong sama siapa.Disaat seperti ini dirinya baru mengingat anak anaknya.
Namun tak mungkin anak anaknya bersedia membantunya.
Hingga Rofi mendial nomor ponsel sepasang asisten rumah tangga yang berada di villa untuk di mintai tolong.
"Ada apa ya tuan Rofi?"tanya si Mamang."
Rofi bingung mau bercakap tak bisa,hingga Rofi menunjuk nunjuk buku dan pulpen yang ada di atas meja.
"Tolongin saya mang,entah kenapa tiba tiba tubuh saya tak bisa di gerakkan,juga mulut saya tak bisa berbicara "tulisan Rofi di secarik kertas dan di serahkan pada mamang."
Mamang membacanya lalu berucap "apa yang harus saya lakukan tuan?"
Rofi kembali menulis di kertas.
"Tolong carikan dokter setempat yang kira kira mau di ajak kemari untuk memeriksa saya,karena dokter pribadi saya sedang tidak ada di tempat saat ini sedang di luar negeri ."
Kembali si mamang membaca tulisan tangan Rofi di sebuah kertas.Setelah paham dengan isi ucapan Rofi yang di tulis tersebut,mamang langsung pergi untuk mencari dokter.
🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡
__ADS_1