Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 71


__ADS_3

Roy melirik pada rantang makanan yang di makan oleh Cinta.


"Apa memang semua wanita sepertimu??makan ga berani banyak khawatir gemuk??"cibir Roy seraya tersenyum sinis."


"Astaghfirulloh al adzim,sabar sabar Cinta jangan terpancing emosi"gerutunya dalam hati."


Kesialan memang sedah berpihak pada Cinta,karena tiba tiba dirinya kehausan yang mengakibatkan cegukan keras sekali.


"Dasar gadis aneh,makanya kalau sehabis makan itu minum "ucap Roy memberikan 1 buah aqua gelas pada Cinta."


"Terima kasih "ucap Cinta tapi tak lekas meminumnya hanya diam saja."


"Loh kok ga di minum??apa perlu aku minumkan?"tegur Roy sinis."


Cinta lekas meminumnya karena tak ingin mendapat kecaman atau omongan yang memancing emosi dirinya.


Setelah selesai minum,Cinta menata rantangnya kembali.


"Tuan sudah kan makan siangnya??kalau begitu saya permisi pamit pulang,assalamu alaikum "ucap Cinta seraya bangkit dari duduknya dan meraih rantangnya."


"Hemm walaikum salamm,pulanglah"ucap Roy seraya melangkah ke meja kerjanya tanpa menghiraukan Cinta."


Segera Cinta melangkah keluar dari ruangan Roy.


Cinta menghela nafas lega,saat dirinya telah benar benar keluar dari kantor Roy.


Pulanglah Cinta ke kontrakannya dengan memesan taxi on line.


Sesampainya di depan kontrakan,dua teman akrabnya lekas berlari menghampiri Cinta.


"Eh Cin bagaimana tadi??si tuan ganteng ngomong apa??"tanya Ika penasaran seraya menaik turunkan alisnya."


"Iya Cin,apa tuan ganteng langsung nembak kamu seperti di dongeng dongeng itu??iihh so sweet dechh "tanya Mey seraya mengedip ngedipkan matanya."


"Kalian ini omongannya ngelantur, sudahlah aku lelah karena harus berdiri lama hingga kakiku pegal nech "ucap Cinta berlalu meninggalkan dua temannya."


Ika dan Mey saling pandang dan Ika menaikkan bahunya sedang Mey hanya geleng geleng kepala.


Sementara di rumah Hanna,dirinya dan tuan Malik sedang merasakan senang.

__ADS_1


Karena baby Attha sudah berusia 1 tahun lebih,baby Attha sedang lucu lucunya.Sejak ada baby Attha suasana rumah tuan Malik menjadi lebih hangat.


Sedang Pram masih saja betah kerja di rumah Hanna.


Hingga suatu hari,Hanna ingin memanfatkan kesempatan ini untuk Pram membalaskan dendam Hanna pada Rofi.


Saat tuan Malik sedang bekerja,Hanna menghampiri Pram.


"Pram,apa kamu masih ingin menebus salahmu pada Cinta?"tanya Hanna menyelidik."


"Kenapa kamu masih bertanya,sejak aku tahu Cinta itu anakku,aku ingin sekali menebus salahku sampai pengen donor darah waktu itu ga bisa kan?"cebik Pram murung."


"Sudah 1 tahun berlalu,aku menunggu selalu kamu cerita tentang ayah anak ini "ucap Pram menunjuk ke baby Attha."


"Baiklah aku ingin menunjukkan siapa sebenernya ayah dari anak Cinta,siapa tahu kamu bisa membalaskan rasa sakit hatiku karena perbuatan biadab orang itu!!"ucap Hanna kesal."


"Lebih tepatnya bukan rasa sakitku tapi rasa sakit anakmu si Cinta "ucap Hanna lagi."


"Kenapa selama 1 tahun ini kamu menghindariku,harusnya kamu jujur dari awal biar aku bisa langsung balaskan dendam anak kita "rajuk Pram kesal."


"Karena aku pikir aku bisa menyelesaikan semua sendiri,aku pikir aku bisa balaskan dendam sendiri,tapi malah aku kehilangan jejak orang ini gara gara aku telah menghapus nomor ponselnya "ucap Hanna tertunduk lesu."


"Kenal sekilas,ga kenal banget "ucap Hanna seraya membuka ponsel dan membuka galeri dimana ada satu foto Rofi."


"Ini orangnya "ucap Hanna seraya menyerahkan ponsel yang ada foto Rofi."


Pram meraih ponsel Hanna dan saat Pram melihat foto tersebut,matanya membola mulutnya terperangah.


"Ini kan Rofi ??!!"ucap Pram mengernyitkan alisnya."


"Loh,kok kamu kenal Rofi?"tanya Hanna seraya terhenyak kaget."


"Jelas kenal lah,sebelum aku kerja di sini kan aku kerja bersama Rofi,lah kamu kok kenal Rofi?"Pram balik bertanya ."


"Awal aku kenal saat tak sengaja aku menabrak motornya dan dia minta ganti rugi,tapi waktu itu dia bilang namanya AA."


"Aku baru tahu kalau AA adalah Rofi saat aku menemani Riris mengantar surat cerenya untuk di tanda tangani oleh Riris."


"Disitulah aku tahu kalau Rofi bohong sama aku dengan memakai nama samaran."

__ADS_1


Demikian penuturan Hanna panjang lebar.


"Kok bisa Rofi berbuat keji sama Cinta itu bagaimana??aku masih tak mengerti??"tanya Pram kembali."


"Loh kamu kenal Rofi dan Riris tapi ga kenal Cinta,anak kita kan di asuh oleh Riris sama Rofi "ucap Hanna."


"Hhahh,berarti anak sulung Riris ini adalah Cinta??aku ga pernah ketemu sama Cinta,karena setiap aku main rumah Rofi saat tengah malam dimana anak anak Riris sudah pada tidur "ucap Pram kesal sekali."


"Kamu pasti ga tahu,1 tahun yang lalu aku pernah memergoki Rofi sedang mengintip rumahmu ini di balik pohon itu,bahkan dia mengakui jika dia sering melakukan itu,saat kamu pasca operasi transpalasi ginjal "ucap Pram ."


"Kenapa kamu tak memberitahuku??!"cebik Hanna ketus."


"Apa kamu lupa,waktu itu hingga sekarang kamu itu cuek dan menjauhiku seolah kamu benci sekali padaku hingga aku tak berani ngomong sama kamu "cebik Pram manyun."


"Kamu ga usah khawatir,aku akan mengurus Rofi dan memberinya pelajaran seberat beratnya "ucap Pram seraya menggertakkan gigi dan mengepalkan tinjunya."


"Bagus Pram,dengan begini aku tak perlu mengotori tanganku,harusnya aku lakukam sejak dulu ya??mungkin saat ini Rofi sudah menerima balasan yang setimpal "gerutu Hanna dalam hati."


"Tapi aku minta kamu ga usah cerita ini ke tuan Malik,ini rahasia kita berdua "ucap Hanna seraya melirik sinis pada Pram."


"Baiklah,aku janji tak akan membuka rahasia ini,aku hanya ingin menebus dosaku padamu dan pada Cinta "ucap Pram dengan sangat meyakinkan."


"Sekarang rencanamu apa Pram??"tanya Hanna penasaran."


"Entahlah Han,untuk saat ini aku belum menemukan ide "ucap Pram singkat."


"Serahkan saja masalah Rofi ke aku,pasti akan segera beres,kamu tinggal duduk manis saja menunggu kabar buruk yang menimpa Rofi "ucap Pram geram."


"Baiklah,aku harap kamu benar benar melakukan tugasmu dengan benar dan kamu benar benar tidak membohongiku"ucap Hanna ."


Setelah percakapan yang begitu lama,Hanna pun pergi berlalu begitu saja masuk dalam rumah seraya menggendong baby Attha.


Sementara Pram masih belum percaya dengan semua yang baru saja di dengarnya dari Hanna.


Bagaimana bisa Rofi berbuat keji pada anak angkatnya yakni Cinta.


Pram juga telah mengira ira jika selama ini Rofi sering mengintai Hanna karena Rofi menyukai Hanna.


Pram mencoba menghubungi nomor ponsel Rofi,namun nomor ponselnya sudah tidak aktif.

__ADS_1


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈


__ADS_2