
Pagi menjelang,kebetulan hati minggu hingga aktifitas Narto dan Narti libur.
Begitu juga dengan tuan Malik juga libur.
Hari ini mereka semua akan menyambangi villa dimana Riris dan Cinta saat ini tinggal.
Terlebih dulu tuan Malik dan Hanna yang melajukan mobil menuju villa Riris,kemudian baru Narto dan Narti menyusul.
Hanya beberapa menit saja,Hanna dan tuan Malik telah sampai di villa Riris.Si mamang telah hafal dengan mobil Hanna hingga tak butuh waktu lama,mamang membukakan pintu gerbang.
Setelah berada di ruang tamu,Hanna memandang tuan Malik seolah ingin meminta persetujuan dari tuan Malik untuk Hanna segera berkata pada Riris.
"Kamu kenapa si Han,kok seperti gelisah banget?Tumben kesini bareng sama tuan Malik?"tanya Riris menyelidik merasa ada yang Hanna sembunyikan."
Sebelum berkata pada Riris,terlebih dulu Hanna menghela nafas panjang.
"Begini Ris,jujur saja ya selama aku dekat dengan Cinta seperti sudah tak asing lagi."
"Aku ingin menceritakan satu rahasia penting aku dan suamiku,dulu kami pernah punya bayi yang baru aku lahirkan."
"Namun naas anak kami di culik orang yang iri pada kehidupan kami terutama pada suamiku."
"Kami sudah berusaha mencarinya kemana mana tak tak ketemu."
"Yang lebih parahnya lagi,suamiku di vonis tak bisa punya anak lagi saat tempo dulu pernah mengalami kecelakaan."
Demikian ucapan Hanna pada Riris,membuat Riris mengernyitkan alis.
"Maksudmu siapa tahu Cinta ini anak kalian?"tanya Riris ragu."
"Iya Ris,karena feeling seorang ibu tak bisa di bohongi "ucap Hanna mencoba meyakinkan Riris."
"Maafkan hamba ya Allah,karena telah berbohong "gerutu Hanna dalam hati."
Selagi asik ngobrol,datanglah Narto dan Narti sesuai yang telah mereka rencanakan.
Narto dan Narti pura pura ga tahu ada kedatangan tuan Malik dan Hanna.
Narti beralasan main ke villa karena kangen sama baby Didi dan ingin bermain dengan baby Didi.
Mereka melanjutkan lagi ngobrolnya tanpa sungkan ada Narto dan Narti.
__ADS_1
"Jika memang Cinta ini anak bu Hanna dan tuan Malik,terus apa yang bisa membuat kami percaya setidaknya apakah bu Hanna dan tuan Malik ingat anak kalian punya tanda lahir atau apa gitu?"tanya Narto pura pura penasaran."
"Anakku mempunyai tahi lalat di punggung bagian kanan dan tahi lalat di lengan bagian kanan,saat hilang juga anakku memakai pakaian bayi warna pink selimut bayi warna pink,juga anakku memakai sebuah kalung berinisial C "ucap Hanna panjang lebar."
Riris sempat membola matanya karena semua yang Hanna ucapkan pas banget semuanya ada pada diri Cinta.
"Subahannallah walhamdulillah,berarti benar Han kalau Cinta memang anakmu"ucap Riris sumringah."
"Berarti dulu wanita yang aku lihat berlari meletakkan bayi itu adalah penculik bukan ibu kandung Cinta ya Han?"tanya Riris."
"Iya Ris benar sekali,karena tak mungkin kami membuang anak kami sendiri,sebenarnya aku sudah lama ingin cerita ini sama kamu Riris,tapi selalu saja lupa"ucap Hanna."
"Pantas kamu betah disini ya Han,hampir tiap hari bercanda ria sama Cinta, bahkan Cinta akrab sama kamu "goda Riris terkekeh."
Setelah mendengar semua penuturan tersebut,Riris memaanggil Cinta.
Di hadapan Narto,Narti,tuan Malik dan Hanna.Riris perlahan lahan menceritakan semua.
Bahkan Cinta menunjukkan tanda lahir yang berupa tahi lalat di punggung sebelah kanan dan lengan sebelah kanan pula.
Usaha yang sebelumnya telah di rencanakan oleh Narto dan Narti berhasil.
Cinta dan Riris tak curiga justru mereka berdua sangat bahagia.Apalagi Cinta yang dari awal menginginkan Hanna menjadi ibu kandungnya.
Cinta juga tak keberatan tinggal bersama Hanna dan tuan Malik.Cinta sangat gembira bertemu ibu kandungnya.
Semua mengucap sukur atas bertemunya Cinta dengan ibu kandungnya.
Segera Cinta berkemas untuk ikut tinggal bersama Hanna dan tuan Malik.
Hanna sangat bahagia dan bersyukur,berkat bantuan dari Narto,Hanna bisa berkumpul kembali dengan anak kandungnya.
Hanna tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini,Hanna berjanji akan merawat dan mendidik Cinta dengan benar.
Dan akan selalu mengasihi Cinta dan anak yang saat ini di kandungan Cinta dengan tulus.
Setelah selesai Cinta berkemas kemas ,segera Hanna dan tuan Malik pamit pulang dengan membawa serta Cinta.
Narto dan Narti saling berpandangan dan saling melempar senyum karena usaha mereka untuk meyatukan Cinta dengan ibu kandungnya berhasil.
Narto dan Narti juga berpamitan pulang dengan alasan ada suatu hal penting yang ingin mereka kerjakan.
__ADS_1
Tak terasa saat ini Hanna dan tuan Malik telah sampai di rumah.Cinta sangat takjub dan terperangah melihat rumah Hanna yang sangat megah bak istana putri.
"Pantes ada yang iri sama orang tua kandungku dan memisahkanku dari orang tuaku "gerutu Cinta dalam hati."
"Nak,ayuk ibu tunjukan kamarmu "ajak Hanna merangkul Cinta."
"Ini kamarmu ya nak,ibu sengaja memilihkannya untukmu di lantai dasar karena kamu sedang hamil jadi ga naik turun "ucap Hanna."
"Wahh ini si bagus banget bu,kamar mandinya di dalam lagi,alhamdulilla ya Allah telah mempertemukan Cinta dengan orang tua Cinta "gerutunya dengan wajah berkaca kaca."
"Nak,ayah minta maaf ya tak tahu kalau kamu ini anak ayah hingga ayah menikahi siri kamu,pantes waktu ayah pertama lihat kamu hati ini seperti dekat denganmu "ucap tuan Malik berbohong."
"Ga apa apa ayah ,lagi pula pernikahan kita cuma di atas kertas,ayah juga sama sekali tak pernah menyentuh se ujung kukupun diri Cinta "ucap Cinta tersenyum ramah."
"Cinta tahu kok waktu itu ayah hanya ingin menolong Cinta "ucap Cinta kembali."
Setelah percakapan itu,tuan Malik istirahat di kamar.
Sedang Hanna yang jago masak segera ke dapur ingin memasak menu menu spesial buat anaknya.
Cinta merasa suntuk di kamar akhirnya Cinta ikut seru seruan masak bersama Hanna dan si bibi.
Tak henti hentinya Cinta dan Hanna bercanda di sela memasaknya hingga terdengar sampai di kamar tuan Malik.
"Alhandulillah,akhirnya istriku bisa bertemu dengan anak kandungnya dan bisa tinggal bersama,terimakasih ya Allah "gerutu tuan Malik."
Tuan Malik tulus mencintai Hanna,dan ingin selalu membahagiakan Hanna.
Sampai tuan Malik mengesampingkan rasa kecewanya tempo dulu atas penghianatan yang pernah Hanna lakukan.
Jika dibilang lelaki bodoh,mungkin menurut orang demikian jika mengetahui kisah tuan Malik.
Namun besar rasa cintanya yang telah membutakan mata tuan Malik,hingga mampu memaafkan Hanna bahkan menerima ikhlas Cinta yang bukan darah dagingnya .
Ya memang cinta itu buta.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka.
Biar author semangat up..
__ADS_1
Terima kasih..