
Bu Riris kembali mengulang pertanyaanya mengenai hubungan antara tuan Malik dan Cinta.
Paman Narto ingat akan pintu gerbang yang terbuka lebar,dirinya tak menjawab pertanyaan dari bu Riris tapi berlari ke pintu gerbang dan lekas mengunci dari dalam.
Paman Narto khawatir ada orang yang melihat keributan kecil ini setelah mengunci pintu gerbang ,paman Narto melangkah masuk rumah dan tak lupa menguncinya.
Bi Narti tak bisa menjawab pertanyaan dari bu Riris,bi Narti gemetaran bingung harus bagaimana.
Semua membisu hingga akhirnya tuan Malik bersuara.
"Saya ayah angkat Cinta bu,saya turut prihatin dengan apa yang menimpa Cinta,saat itu saya tak sengaja mendengar pembicaraan yang di lakukan oleh tuan Narto dan istrinya "ucap tuan Malik berbohong."
"Saya hanya ingin membantu Cinta dengan syarat kelak anak Cinta untuk sayakarena saya tidak punya keturunan "ucap tuan Malik kembali."
"Apa benar yang di katakan tuan ini Cinta??!!"tanya bu Riris menatap tajam Cinta."
"Iya mba benar kok yang di katakan tuan Malik "sela paman Narto."
"Diam kamu Narto,aku lagi tanya sama Cinta bukan sama kamu !!"bentak bu Riris pada paman Narto."
"Jawab Cinta kenapa kamu diam saja?!"tanya bu Riris kembali."
"I-i-iya bu,tuan Malik saat itu ga sengaja dengar pembicaraan antara bi Narti dan paman Narto saat Cinta pingsan dan di bawa ke dokter "ucap Cinta dengan mata berkaca kaca."
Bu Riris menghela nafas panjang "ya sudah ibu percaya."
"Ibu kemari karena ingin mengantarkan ini ,kebetulan pagi ini ibu masak menu kesukaanmu,jadi ibu bawain buatmu "ucap bu Riris memberikan rantang yang sempat jatuh tadi."
"Trima kasih ya bu,maafin Cinta sudah repotin ibu"ucap Cinta perlahan menitikkan air mata."
"Padahal aku mau ke rumah mba karena tadi Cinta bilang pengen banget makan masakan mba, malah mba Riris sudah bawain makanannya kemari "ucap bi Narti mencoba mencairkan suasana."
Bu Riris sudah bisa meredam emosinya.
Sementara tuan Malik berpamitan pulang karena tidak ingin berlama lama di rumah Narto.
Tuan Malik khawatir jika bu Riris akan terus memojokkannya dengan berbagai pertanyaan yang akan membuat kesalahpahaman.
__ADS_1
"Maaf semua saya permisi pulang karena masih banyak yang harus di urus "pamit tuan Malik tersenyum ramah pada semuanya."
Tanpa menunggu jawaban dari semuanya tuan Malik telah melangkah keluar dari rumah paman Narto.
Paman Narto lekas mengikuti tuan Malik dan mengantarkan sampai pintu gerbang.
"Terimakasih ya tuan Malik atas kebaikan tuan pada ponakan saya,sekaligus saya minta maaf atas sifat kaka ipar saya yakni ibunya Cinta "ucap paman Narto sembari tersenyum dan agak sedikit membungkukkan badan tanda hormat."
"Ga usah merasa ga enak tuan Narto,saya juga bisa memahami isi hati ibunya Cinta walaupun saya menikahi Cinta,namun saya menganggap Cinta layaknya seperti anak saya sendiri,saya iba padanya di usia muda harus mengalami hal setragis ini "ucap tuan Malik menghela nafas panjang."
"Ya sudah tuan Narto sebaiknya pintu ini lekas di tutup kasihan Cinta tuan "ucap tuan Malik."
Setelah tuan Malik keluar dari pintu gerbang,paman Narto segera menutup pintu gerbang dan kembali masuk dalam rumah.
Paman Narto dan bi Narti duduk di ruang tamu menemani bu Riris dan Cinta.
Saat ini Cinta sedang makan dengan lahapnya masakan ibu Riris.
"Eemmhhhh enak banget bu masakan ibu tiada tandingannya "tiba tiba Cinta berkata sambil terkekeh."
Bi Narti dan bu Riris sama sama matanya berkaca kaca,keduanya sangat iba melihat kondisi Cinta.
Hanya dalam sekejap makanan yang di bawakan oleh bu Riris telah habis ludes tak bersisa.
"Paman bibi ,Cinta minta maaf ya,makanan dari ibu di habisin Cinta semua sampai paman dan bibi ga kebagian "ucap Cinta tertunduk lesu."
"Ga apa apa kok nak ga usah berpikiran macam macam ya sayang "ucap bi Narti mengusap surai hitam Cinta."
Seketika bu Riris mengungkapkan satu hal yang tadi saat di rumah sempat terpikir di otaknya.
"Cinta,ibu ingin ngomong sesuatu padamu tolong dengarkan baik baik ya ,jangan menyahut atau menyela sebelum ibu selesai berkata "ucap bu Riris dengan mimik serius."
"Ya bu "jawab Cinta singkat."
"Cinta,ibu sudah bertanya pada ayahmu kemaren tentang perbuatannya padamu tapi ibu belum cerita kalau saat ini kamu sedang hamil karena perbuatannya."
"Cinta apa ga sebaiknya kamu menikah saja sama ayahmu ,lagian kamu juga sudah tahu jika ayah Rofi itu bukan ayah kandungmu kan?"
__ADS_1
"Hanya sampai anakmu lahir saja Cinta ntar anakmu biar ibu yang asuh dan rawat,kamu lanjutkan hidupmu ."
"Ibu agak kurang setuju jika kelak anak yang kamu lahirkan di berikan pada tuan Malik."
Demikian penuturan dari bu Riris yang panjang lebar.
Setelah bu Riris selesai berkata Cinta baru berani berucap.
"Bu,sebelumnya Cinta minta maaf jika perkataan Cinta tidak sesuai yang ibu inginkan."
"Sampai kapanpun Cinta ga akan mau menikah dengan ayah,amit amit jangan sampai dech Cinta sudah teramat sangat membencinya ."
"Apa ibu ga mikir kelakuan ayah selama ini ke ibu bagaimana,kok malah ibu menyarankan Cinta nikah sama orang bejad kaya si Rofi itu?!"
"Harusnya ibu membela Cinta yang teraniaya ini bukan membela si Rofi yang bejad itu."
Setelah mengucapkan semua itu Cinta bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam melangkah menuju ke kamarnya.
"Mba Riris ini bagaimana sih,masa punya ide konyol seperti itu,sama saja tambah menorehkan luka di hati Cinta??!! "cibir paman Narto menghela nafas panjang."
Bu Riris tak bisa menjawab hanya diam saja dan tiba tiba bu Riris malah berpamitan pulang tanpa ada senyum sedikitpun.
"Aku pamit pulang tolong jaga Cinta baik baik,asalamu Alaikuum..."pamit bu Riris."
"Walaikum Sallam "jawab serentak paman Narto dan bi Narti."
Selama dalam perjalanan pulang bu Riris menggerutu di dalam hati.
"Betapa bodohnya aku kenapa malah menyarankan Cinta menikah dengan suamiku,betul apa yang di katakan Cinta jika suamiku itu bejad ga bermoral,dimana pikiran dan hati nuraniku hingga bisa berkata yang tak masuk di akal seperti tadi,maafkan ibumu ini Cinta yang kembali telah menyakiti hatimu "gerutu bu Riris."
Bu Riris bingung harus bagaimana untuk bisa menolong Cinta menyelesaikan permasalahan Cinta.
Tak terasa air mata bu Riris mengalir membasahi pipi.
Bu Riris tak menghiraukan tatapan para penumpang angkutan umum yang menatap bu Riris dengan tanda tanya.
🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐😬😬😬😬🤥😬😬😬
__ADS_1
Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..
Biar author semangat up..