
"Jika hasilnya ginjal saya cocok dengan suami saya,saat melakukan transpalasi ginjal jangan memberitahu pada suami saya kalau saya yang telah mendonorkan satu ginjal saya untuknya "ucap Hanna ."
"Baiklah nyonya,saya akan turuti permintaan nyonya demi keselamatan pasien saya "ucap dokter Rama."
Setelah urusan dengan dokter Rama selesai,Hanna berpamitan pulang.
Hannya dalam waktu beberapa menit Hanna telah sampai di rumah,mendapati suaminya sedang bersantai di teras rumah.
"Assalamu Alaikum "salam Hanna tak lupa mencium tangan suaminya."
"Walaikum Sallam,ibu ngomong apa saja sama dokter Rama?"tanya tuan Malik menyelidik."
"Ibu cuma meminta tolong pada dokter Rama supaya berusaha lebih keras lagi untuk mencari pendonor ginjal buat ayah "jawab Hanna singkat."
"Ooohh pantes cepet banget"ucap tuan Malik terkekeh."
Sepintas Hanna ingat akan rencananya mempekerjakan seorang security,tapi Hanna sedang berpikir untuk memberi alasan yang tepat.
Tak mungkin Hanna beralasan mempekerjakan Security hanya supaya tidak di ganggu oleh Rofi atau Pram.
"Ayah,ibu ingin ngomong sesuatu sama ayah "ucap Hanna menjatuhkan pantatnya di sofa sebelah tuan Malik."
"Bicaralah bu "ucap singkat tuan Malik."
"Ayah,beberapa kali ibu lihat ada orang yang mencurigakan mengamat amati rumah kita yah,apa ga sebaiknya kita mempekerjakan security ?"saran Hanna meminta persetujuan dari tuan Malik."
"Usul ibu bagus juga,ayah juga berapa kali melihat ada orang mencurigakan mengamati rumah kita "ucap tuan Malik."
"Wahh semua serba kebetulan,kalau seperti ini kan suamiku cepat mencari security "batin Hanna."
"Ya sudah ayah saja yang mencarikan securitynya bagaimana?"ucapnya."
"Baiklah bu,ayah akan mencari security yang cocok buat kerja di rumah kita ini "ucap tuan Malik."
Sementara di rumah Narto,dirinya sedang gelisah mencari cara bagaimana supaya Cinta bersedia untuk tinggal di rumah Hanna.
Narto duduk di ruang tengah sambil memijat mijat pelipisnya yang agak pening memikirkan masalah Hanna.
__ADS_1
Kegelisahan Narto terbaca oleh Narti yang kebetulan sedang ada di ruang tengah juga.
Narti sedang asik menonton acara televisi kesukaannya yakni bedah rumah dan uang kaget gkgkgkgk kesukaaan author juga๐คญ๐คญ
"Ayah kenapa murung begitu muka kusut,coba cerita ayah??"tanya Narti menyelidik."
Akhirnya Narto menceritakan semua perihal Hanna adalah ibu kandung Cinta dan menceritakan keinginan tuan Malik supaya Cinta tinggal bersamanya dan istrinya.
Sejenak Narti sempat kaget mengetahui kenyataan yang lama sekali ingin dirinya dan suaminya ketahui.
Narti juga tak menyangka jika ibu kandung Cinta ternyata tak jauh dari Cinta.
"Dunia begitu sempit ya yah,selama ini kita berusaha mencari tahu keberadaan ibu kandung Cinta,eehh ternyata malah keberadaannya dekat dengan kita juga dengan Cinta "ucap Narti menghela nafas panjang."
"Iya bun,awalnya ayah juga kaget sungguh tak menyangka jika ternyata ibu kandung Cinta itu bu Hanna"ucap Narto ."
"Ayah lagi bingung bun,bagaimana cara ayah meyakinkan Cinta untuk bersedia tinggal di rumah bu Hanna ?"ucap Narto mengerutkan alis tanda bingung."
Sejenak Narti terdiam ikut membantu suaminya untuk mencari cara supaya Cinta dengan senang hati bersedia tinggal di rumah Hanna tanpa ada paksakan.
Sesekali Narti menggaruk garuk tengkuk yang tak gatal,sedang Narto sesekali memijat pelipisnya.
"Yah,apa ga sebaiknya kita sedikit berbohong pada Cinta?"tanya Narti."
"Maksudnya begini yah,kita jujur kalau Cinta itu anaknya bu Hanna tapi kita jangan jujur kalau dulu bu Hanna telah membuangnya"ucap Narti sumringah."
"Ayah ga ngerti dengan yang bunda barusan ucapkan,coba bunda jelaskan secara detail,karena kepala ayah lagi pening memikirkan hal ini jadi tak bisa berpikir jernih "ucap Narto mengusap wajahnya berkali kali."
"Kita bilang saja jika dulu Cinta bukan di buang oleh ibunya,tapi dulu Cinta di culik oleh orang yang tak suka dengan bu Hanna "ucap Narti antusias."
"Iya juga si bun,berbohong demi kebaikan ga apa apa kali ya,yang penting kan Cinta bisa berkumpul dengan ibu kandungnya dan yang paling utama bu Hanna telah mengakui kesalahannya dan benar benar bertobat "ucap Narto sambil mengangguk angguk tanda setuju dengan usul istrinya."
"Ya sudah ayah sekarang telfon ke tuan Malik dan bu Hanna mengenai ide bunda ini,supaya suatu saat mereka tidak keceplosan"perintah Narti pada Narto untuk segera menelfon tuan Malik."
Narto segera menelfon tuan Malik dan panggilan telfon tersambung dengan tuan Malik.
๐ "Assalamu Alaikum tuan Malik,maaf menggangu sebentar karena ada yang ingin saya sampaikan "ucap Narto."
__ADS_1
๐ "Walaikum Sallam wr wb ya ada apa tuan Narto,silahkan ngomong saja "jawab tuan Malik."
๐ "Begini tuan,saya akan mengatakan pada Cinta jika dulu Cinta tidak di buang oleh ibunya tapi ada seseorang yang telah menculik Cinta hingga Cinta terpisah dengan bu Hanna ,supaya dengan gampang Cinta bersedia tinggal di rumah tuan Malik,menurut tuan bagaimana?"usul Narto."
๐ "Sebentar saya tanyakan dulu sama istri saya,tapi bagaimana cara meyakinkan pada Cinta?"ucap tuan Malik."
๐ "Gampang tuan,pasti Cinta punya suatu tanda lahir atau apa gitu yang pastinya bu Hanna tahu letaknya yang semua orang ga tahu hanya bu Hanna dan mba Riris yang merawatnya dari bayi "ucap Narto."
๐ "Tapi kan saya sudah terlanjur bilang kalau saya ini tak bisa punya anak "ucap tuan Malik."
๐ "Bilang saja kelak pada Cinta jika tuan setelah punya anak Cinta mengalami kecelakaan yang mengakibatkan maaf alat reproduksi tuan sudah tidak bisa berfungsi lagi jadi ga bisa punya anak lagi "usul Narto."
๐ "Aduhh sebenarnya saya enggan untuk berbohong,saya rundingkan dulu sebentar dengan istri saya ya tuan "ucap tuan Malik."
๐ "Baiklah tuan,kalau begitu saya tutup telfonnya,nanti kita bisa berkabar lagi lewat notifikasi chat pesan,assalamu alaikum "pamit Narto."
๐ "Walaikum sallam wr wb ."
Panggilan telfon di tutup oleh dua belah pihak.
Tuan Malik lekas berunding dengan Hanna mengenai ide dari Narto.
Sejenak Hanna berpikir tentang semua ide dari Narto dan berpikir dimana letak tanda lahir Cinta.
"Kalau menurut ayah baiknya bagaimana?"tanya Hanna bingung."
"Sebenarnya ayah kurang setuju bu,jika kita harus berbohong pada Cinta juga Riris tapi demi kebaikan ibu ya apa boleh buat bu "ucap tuan Malik."
"Jadi ayah setuju dengan usul tuan Narto?"tanya Hanna kembali."
"Iya bu,supaya ibu bisa berkumpul dengan anak ibu "jawab tuan Malik singkat."
"Ibu sudah ingat dimana tanda lahir Cinta yang bisa buat meyakinkan Riris dan Cinta bu,kalau ibu ini ibu kandung Cinta ?"tanya tuan Malik."
"Sudah ayah, Cinta memiliki tanda lahir di punggung bagian kanan juga di lengan bagian kanan "ucap Hanna dengan yakinnya."
โค๐งก๐๐๐๐๐ค๐ค๐คโค๐งก๐๐๐๐๐ค๐ค๐ค
__ADS_1
Mohon dukungan like,vote,favorit..
Biar author semangat up .