Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 33


__ADS_3

"Iya tante,tuan Malik ini cuma iba sama Cinta,dia lelaki setia kok tante "ucap Cinta dengan mata berkaca kaca."


"Kalian semua jahat,juga kamu Ris,selama ini aku telah menganggapmu layaknya seperti saudara tapi malah kamu menusukku dari belakang!!"bentak Hanna kemudian menjatuhkan rantangnya di depan pintu rumah Riris."


Hanna berlalu pergi dari rumah Riris dengan air mata bercucuran ,Hanna melajukan mobilnya begitu kencang tanpa memikirkan keselamatan nyawanya.


"Aku ga nyangka mas Malik tega hianati aku,pasti selama ini mas Malik menyabotase semua hasil tes kesuburan dan juga menyuap para dokter untuk berkata yang tidak benar."


"Kenapa si mas Malik tega,normal bilang mandul dan ternyata malah hamili anak yang masih bau kencur."


"Pantas selama ini Riris dan Cinta merahasiakan ayah bayi yang di kandung Cinta,selama ini Riris menutupi semuanya.."


"Sekarang untuk apa mas Malik kasih jatah bulanan buat Cinta,kalau memang tidak ada hubungan yang spesial."


Demikian gerutuan dari Hanna sambil menyetir mobilnya.


Sementara di villa,Riris dan Cinta sama sama bingung dan ga enak dengan Hanna.


Riris dan Cinta sama sama tak tahu kalau tuan Malik ini adalah suami dari Hanna.


"Maaf tuan,jadi anda ini suami dari Hanna?"tanya Riris menyelidik."


"Iya bu saya suami Hanna,loh kok ibu kenal sama istri saya?"tuan Malik balik bertanya."


Riris menceritakan secara detail pada tuan Malik dari awal hingga bagaimana Riris bisa kenal dengan Hanna .


"Jadi ibu ini yang namanya Riris??"tanya tuan Malik kembali ."


"Ya ampunnn kita sering bertemu tapi aku baru tahu nama ibu hari ini,Hanna sering cerita tentang ibu dan anak anak ibu pada saya "ucap tuan Malik panjang lebar."


"Ya tuan,saya juga sering bermain ke rumah tuan tapi tak pernah bertemu dengan tuan satu kalipun "ucap Riris."


"Sekarang bagaimana ini tuan,pasti Hanna juga benci saya dan anak saya "ucap Riris mengernyitkan alis."


"Bu Riris ga usah khawatir si Hanna biar menjadi urusan saya,ya sudah saya permisi pamit pulang,kalian ga usah berpikiran yang macam macam karena kalian sama sama lagi hamil yang penting jaga kondisi kalian assalamu alaikum.."ucap tuan Malik berpamitan."


Tuan Malik segera pulang untuk menjernihkan kekacauan ini.


Segera sang sopir melajukan mobilnya menuju ke rumah tuannya.


Tak berselang lama sampailah tuan Malik di rumahnya.

__ADS_1


Segera tuan Malik mencari keberadaan Hanna,ternyata Hanna ada di dalam kamarnya.


Sedang menelungkupkan wajahnya di bantal sambil menangis tersedu sedu.


"Bu,ibu itu telah salah paham bu "ucap tuan Malik berusaha menjelaskannya pada Hanna."


"Salah paham yang bagaimana orang ibu melihat sendiri ayah memberikan uang pada Cinta untuk jatah bulanan "cibir Hanna ketus."


"Bu,tolong ibu dengarkan dulu penjelasan dari ayah ya..jangan menyela dulu.."ucap tuan Malik dengan sabarnya."


Hannapun terdiam siap untuk mendengarkan cerita dari tuan Malik.


Segera tuan Malik bercerita semuanya dari awal hingga akhir.


Kalau tuan Malik hanya ingin menolong Cinta.


"Kasihan Cinta ibu,dia di nodai oleh ayahnya hingga hamil "ucap tuan Malik menghela nafas panjang."


"Astaghfirullah al adzim..yang bener yah ??"tanya Hanna masih tak percaya."


"Beneran kok bu,saat itu ayah kerumah rekan bisnis ayah dan ayah ga sengaja mendengar pembicaraan rekan bisnis ayah dengan istrinya hingga ayah merasa iba dengan Cinta."


"Maafkan ayah bu yang tak jujur dengan ibu.Ibu bisa tes DNA banyinya kelak kalau sudah lahir jadi ibu lebih yakin dan percaya."


Demikian penjelasan dari tuan Malik secara panjang lebar.


"Baiklah yah,kali ini ibu percaya untuk sementara waktu tapi ntar kalau anak Cinta lahir tolong ayah beneran melakukan tes DNA "ucap Hanna ketus."


Setelah penjelasan yang cukup panjang,tuan Malik pergi berangkat kerja.


Sementara Hanna terus saja berpikir dan berpikir,selagi asik berpikir ponsel berdering yang ternyata panggilan telfon dari Riris.


Namun Hanna tak mengangkatnya,tapi malah merijeknya.


Hingga Riris mengirim notifikasi chat pesan pada Hanna agar Hanna memberi waktu 5 menit saja untuk mendengar yang Riris katakan.


Hingga akhirnya Hanna tak tega dan mengangkat panggilan telfon dari Riris.


Hanna : "Mau apa lagi."


Riris :"Tolong dengarkan aku dulu Han."

__ADS_1


Riris : "Tuan Malik hanya ingin menolong Cinta."


Riris : "Semua yang di katakan tuan Malik itu benar adanya."


Riris : "Anakku hamil karena di nodai oleh suamiku sendiri."


Riris : " Kalau kamu tak percaya kelak jika Cinta melahirkan anaknya bisa di tes DNA."


Riris : "Dan satu hal lagi ,aku sama sekali ga tahu jika tuan Malik itu suamimu.


Riris : " Yang aku tahu tuan Malik itu rekan bisnis adik iparku yang punya villa ini."


Setelah menjelaskan panjang lebar,baik Riris maupun Hanna sama sama menutup telfonnya.


Hanna terus saja bermain dengan pikirannya sendiri,masih setengah percaya dan setengah tidak.


Selagi asik dengan pikirannya sendiri,ada nomor asing menelfon,karena penasaran Hanna mengangkat telfon tersebut.


Pram : "Han,ini aku Pram."


Hanna :"Darimana kamu dapat nomor ponselku dan untuk apa pula kamu ganggu aku lagi."


Pram : "Bukannya kamu waktu itu memberi Desy nomor ponselmu kan,aku mencatat dari ponsel Desi.


Pram : "Tolong kamu jangan sewot dulu aku menelfonmu hannya ingin tahu kabar anak kita."


Hanna :"Kabar dia baik,sudah ya aku lagi sibuk,kalau bisa jangan hubungi aku lagi."


Hanna langsung mematikan panggilan telfon dari Pram,dirinya jadi teringat anaknya yang telah di buangnya bertahu tahun lamanya.


Semua yang Hanna lakukan karena saat itu Pram tak bersedia untuk tanggung jawab.


Melamun dan melamun yang Hanna lakukan seharian ini,hidupnya bagai tak bersemangat.


Hari ini beruntun masalah yang sedang di hadapinya.


Hingga dirinya sama sekali tak memikirkan kondisi kesehatannya.


Sementara Pram akan terus menyelidiki kabar anaknya dari hasil hubungannya dengan Hanna.


🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐

__ADS_1


__ADS_2