
"Jika waktu itu ibu jujur,ayah bisa melepaskan ibu untuk ibu memilih jalan kebahagiaan bagi ibu "ucap tuan Malik dengan mata berkaca kaca."
"Ayah,ibu mohon maafkanlah ibu"ucap Hanna kembali."
"Sudahlah bu,sekarang yang ingin ayah tanyakan dimana anak yang ibu lahirkan?"
"Apakah ibu sampai saat ini masih menjalin hubungan dengan ayah dari bayi yang ibu sempat lahirkan?"
"Dan siapa laki laki yang telah menjadi selingkuhan ibu?"
Demikian serentetan pertanyaan dari tuan Malik pada Hanna.
Sejenak Hanna terdiam bibirnya kelu tak bisa berkata apa apa lagi.
"Bu,tolong jawab pertanyaan ayah ini??"rajuk tuan Malik lirih."
"Sebelum ibu jawab pernyataan dari ayah,ibu ingin tahu darimana ayah bisa tahu ibu pernah melahirkan seorang anak?"Hanna malah balik bertanya."
"Ayah lihat dengan mata dan kepala ayah sendiri tempo dulu saat ayah jenguk rekan bisnis ayah yang sedang di rawat di rumah sakit dimana saat itu ayah melihat ibu masuk ke ruang bersalin di tuntun oleh ibumu ."
"Saat itu ayah ingin menghampiri ibu dan bertanya banyak pada ibu tapi keadaan yang tak memungkinkan hingga ayah mengurungkan niat ayah."
Demikian penuturan tuan Malik lirih menahan air mata yang akan tertumpah karena sangat amat kecewa atas sikap istrinya yang tak mau berkata jujur.
Setelah mendengar penuturan tuan Malik,Hanna menceritakan sejujurnya tentang kesalahan di masa lalunya.
Tapi Hanna tidak mengatakan nama pria yang pernah berselingkuh dengannya.
"Ibu mengaku jika tindakan ibu dulu sangat bodoh,awalnya kami cuma saling curhat tentang masalah rumah tangga kami yang sama sama lama menikah tapi belum juga di karuniai anak."
"Saat itu ibu tak berpikir jernih hanya memikirkan ego ibu tanpa memikirkan resikonya."
"Ibu bodoh sangat bodoh karena mau menjalin hubungan dengan lelaki yang telah beristri bahkan sampai ibu hamil."
"Tapi naas ,begitu tahu ibu hamil lelaki itu meninggalkan ibu begitu saja."
__ADS_1
"Ibu panik hingga ibu melakukan berbagai cara untuk menggugurkan janin ibu tapi tak pernah berhasil."
"Sampai akhirnya ibu pergi dari rumah ini untuk sementara waktu sampai anak ibu lahir."
"Ibu menyembunyikan diri di rumah orang tua ibu sampai pasca melahirkan."
"Ibu bingung dengan anak yang ibu lahirkan mau di bawa kemana hingga akhirnya ibu buang begitu saja ."
Panjang lebar Hanna menjelaskan kesalahan masa lalunya pada tuan Malik dengan linangan air mata.
"Astaghfirulloh al adzim bu bu,harusnya saat itu ibu jangan membuang anak yang tak berdosa."
"Seharusnya ibu mempertanggung jawabkan perbuatan dosa ibu."
"Ibu sadar ga,bukannya ibu memperbaiki diri dari dosa dan kesalahan yang telah ibu lakukan,tapi sama saja ibu menambah dosa ibu."
Demikian tuan Malik panjang lebar berkata sambil sesekali geleng geleng kepala dan menghela nafas panjang.
"Iya ayah,sejak saat itu ibu di hantui rasa berdosa dan bersalah,bahkan ibu mencari keberadaan anak ibu,ibu juga di hantui rasa bersalah pada ayah tapi takut ketika akan berkata jujur "penyesalan Hanna."
"Sekarang ayah telah tahu semuanya,ibu sudah pasrah dan jika ternyata ayah akan mencerekan ibu,ibu sudah ikhlas dan rela "ucap Hanna."
"Harusnya dulu ibu tak usah buang anak ibu,tapi kita bisa bicarakan baik baik untuk mencari solusinya,inilah kesalahan ibu yang suka tak jujur sama ayah,harusnya dari awal ibu selalu terbuka sama ayah,pasti tidak akan terjadi hal sefatal ini,tidak sampai ada perselingkuhan bahkan anak tak berdosa menjadi korban kalian berdua "ucap tuan Malik panjang lebar."
"Ibu sadar,memang selama kita menikah jika ayah mengajak ngobrol,ibu selalu tak merespon,ibu saat itu juga tak bisa berpikir jernih takut mendapat penolakan dari ayah jika ibu membawa pulang bayi ibu "ucap Hanna lirih."
"Sudahlah bu,yang penting ibu bertobat dan perbaiki diri ibu,tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik,dan ayah minta ibu mulai sekarang harus selalu jujur sama ayah jangan ada yang di tutupi biar tidak terulang hal yang buruk "ucap tuan Malik menghela nafas panjang."
"Ayah jadi kepikiran nasib anak ibu sekarang ini bagaimana ya??kasihan sekali kamu nak"ucap tuan Malik dengan pandangan menerawang entah kemana ."
"Ayah,sebenernya ibu telah bertemu dengan anak ibu tapi ibu belum berani mengungkapkan pada anak ibu jika ibu ini adalah ibu kandungnya "ucap Hanna jujur."
"Subahanallah walhamdulillah,dimana sekarang anak ibu berada??kiranya bolehkah ayah tahu?"tanya tuan Malik antusias."
"Anak kandung ibu adalah Cinta yah...
__ADS_1
"Astaghfirulloh al adzimm "tiba tiba tuan Malik mengucap istighfar saat Hanna belum selesai berkata."
"Apa kamu yakin bu,jika Cinta itu anak kandungmu?"tanya tuan Malik penasaran."
Hannapun menceritakan bagaimana dirinya meletakkan bayinya saat hujan lebat di depan pintu rumah Narto.
Bahkan Hanna juga bercerita di dalam keranjang telah Hanna siapkan nama untuk anaknya.
Hanna tahu semua kenyataan itu saat Riris bercerita jika Cinta bukanlah anak kandung Riris.
Bahkan cerita Riris sama persis dengan apa yang Hanna lakukan saat itu.
Setelah mendengar semua itu,tuan Malik geleng geleng kepala.
"Ya Allah kasihan sekali kamu Cinta,sudah di buang ibumu tak di akui ayahmu malah kamu saat ini hamil karena di nodai ayah angkatmu"gerutu tuan Malik yang masih bisa di dengar oleh Hanna."
"Ibu,ayah juga ingin minta maaf pada ibu karena ayah juga tak jujur pada ibu kalau sebenarnya ayah telah menikahi Cinta secara siri tapi demi Allah ayah sama sekali tak pernah menyentuh Cinta "tuan Malik membongkar rahasianya sendiri."
"Astaghfirulloh al adzim,kenapa ayah melakukan itu?"cebik Hanna murung."
"Ibu dengarkan dulu penjelasan dari ayah "ucap tuan Malik."
Tuan Malik menjelaskan dari awal mula dirinya ingin menikah siri dengan Cinta yakni hanya ingin membantu menutup aib Cinta yang hamil tanpa suami.
Tuan Malik merasa iba pada Cinta hingga bersedia melakukan itu semua,bahkan tuan Malik yang akan kelak merawat anak Cinta.
Dan akan membebaskan Cinta dari pernikahan sirinya jika kelak anak yang di kandung Cinta telah lahir.
Tuan Malik melakukan itu hanya sebatas rasa kemanusiaannya.
"Jadi selama ini uang yang ayah berikan buat Cinta itu jatah bulanan untuk Cinta karena Cinta istri siri ayah?"tanya Hanna menyelidik."
"Iya bu benar sekali,bahkan ayah telah membuat perjanjian di atas kertas tentang semuanya,sebentar ya bu ayah ambil "ucap tuan Malik lekas bangkit dari duduknya beralih ke almari untuk mengambil surat perjanjiannya."
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💓💓💓
__ADS_1
Mohon dukungan like,vote,favoritnya.
Biar author semangat up.