Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 19


__ADS_3

30 Menit berlalu,masakan telah siap.Dika dan Dede juga telah selesai dengan tugasnya masing masing.


Bahkan kakak beradik ini telah selesai mandi pagi.Giliran bu Riris membangunkan ayah Rofi untuk segera sarapan.


Sudah menjadi tradisi di pagi hari setiap bangun pagi ayah Rofi pasti pergi ke kamar mandi dulu untuk cuci muka dan buang air kecil.


Namun naas,untung tak dapat di raih,ayah Rofi kena sial di pagi hari.Selagi baru masuk ke kamar mandi,dirinya terpeleset membuat pinggangnya terasa sakit.


Ayah Rofi berteriak kesakitan.


"Brag " Kaki ayah Rofi menendang ember."


"Aduhhh "


Ayah Rofi jatuh telentang dengan posisi kaki menendang ember,kepala terantuk ubin kamar mandi.


Sepontan bu Riris dan kedua anaknya saling berpandangan.


Namun saat mereka akan bebarengan bangkit untuk melihat apa yang terjadi,ayah Rofi telah datang dengan meringis kesakitan memegangi pinggangnya.


Ayah Rofi melotot pada bu Riris dan tiba tiba menggebrak meja makan di hadapan kedua anak lelakinya.


"Brakkk " Bu Riris dan kedua anak lelakinya melonjak kaget."


"Yah,kenapa si pagi pagi kok marah marah ga jelas,di depan anak anak pula??"tegur bu Riris ketus."


"Apa kamu bilang aku marah ga jelas,kamu lihat ini,pinggangku sakit karena terpeleset di kamar mandi,kalau nyuci yang bener apa ga bisa??!!"bentak ayah Rofi dengan kedua jari tangannya menekan kepala bu Riris keras,sampai hampir saja kepala bu Riris membentur meja."


Dede merasa tak tega melihat ibunya di kasari,hingga tiba tiba Dede bangkit dari duduknya.


"Ayah jangan nyalahin ibu,salahin saja Dede.Dede yang tadi nyuci baju tapi lupa kamar mandi ga Dede gosok pake sikat jadi masih licin "ucap Dede menatap geram pada ayah Rofi."


Ayah Rofi menghampiri Dede dengan tatapan membunuh.


"Oohhhh jadi kamu yang bikin ulah,hhemm sini kamu harus di beri pelajaran!!"bentak ayah Rofi sambil menarik salah satu telinga Dede."


Bu Riris merasa tak tega melihat semua itu hingga bu Riris memberanikan diri membentak ayah Rofi.

__ADS_1


"Sudah ,lepasin..kasihan Dede "bentak bu Riris memukuli tangan ayah Rofi yang sedang menarik telinga Dede."


Bu Riris memukuli tangan suaminya dengan piring beling hingga ayah Rofi kesakitan.


Ayah Rofi kalap,menghentikan aksi menarik telinga anaknya.Kini ayah Rofi beralih menyiksa istrinya dengan berkali kali menampar pipi bu Riris dan kepala bu Riris di siram dengan air kopi yang tergolong masih hangat.


Setelah itu ayah Rofi berlalu meninggalkan istri dan anak anaknya.Ayah Rofi tak jadi sarapan,dirinya pergi entah kemana dengan membawa kontak motor dan satu tangan terus saja memegangi pinggangnya yang sakit .


"Ibu,harusnya ibu tak usah membela Dede,jadinya seperti ini kan hiks hiks hiks"ucap Dede sambil menangis tersedu sedu."


"Maafin Dika ya bu,tak bisa membela ibu.Dika takut sama ayah hiks hiks hiks"ucap Dika menangis pula."


"De,maaafin kakak ya..tadi diam saja..coba kakak lihat telinganya..masih sakit ga..hiks hiks hiks "ucap Dika menghampiri adiknya dan melihat kondisi telinga Dede yang memerah karena di tarik oleh ayahnya."


Bu Riris tak kuasa menahan tangisnya hingga saat itu juga air matanya tertumpah.


"Ibu yang minta maaf karena ibu tak bisa menjaga kalian dengan benar sehingga kalian sering mendapat perlakuan kasar dari ayah kalian hiks hiks hiks "ucap bu Riris."


"Bu,sudah jangan nangis terus ya..kasihan adik bayi yang di perut entar ikut nangis juga bu,lagian Dede ga apa apa kok,sakitnya cuma sebentar kaya di gigit semut..ini bu telinga Dede sudah sembuh "ucap Dede mencoba tersenyum untuk menghibur ibunya sambil menunjukkan jika telinganya tak apa apa."


Bu Riris lekas melangkah ke kamar mandi untuk mengulang mandinya karena kepala dan baju basah oleh siraman air kopi hangat.


"Ya Allah,hamba mohon ampun..jika mungkin setelah anak ini lahir,hamba tidak akan melanjutkan pernikahan hamba dengan suami hamba."


"Memang perceraian dibenci olehMu,tapi ini jalan yang terbaik buat hamba dan anak anak hamba ."


"Hamba tak ingin pertumbuhan anak anak lelaki hamba terganggu karena sering melihat kekerasan yang di lakukan oleh ayahnya."


Demikianlah sepenggal doa dan keluh kesah bu Riris di sela mandinya.


Sementara Dika membersihkan lantai yang basah kena air kopi,sedangkan Dede membereskan meja makan membantu kakaknya.Walaupun Dika telah melarangnya,namun Dede bersikeras membantu kakaknya.


Setelah selesai mandi,bu Riris lekas berpakaian karena akan berangkat ke laundry.


Kakak beradik ini juga lekas berangkat sekolah.


Berbeda suasana di rumah bi Narti,saat ini Cinta sedang merindukan adik adiknya.Ingin sekali Cinta bertemu dengan adik adiknya,tapi dirinya malu dengan kondisi perutnya yang sudah terlihat besar.

__ADS_1


Cinta hanya sesekali membayangkan saat saat bersama adik adiknya bercanda ria tertawa bersama.


"De,kakak kangen kalian berdua juga kangen ibu.Kakak kangen kita sholat berjamaah.Kakak kangen ngajari kalian berdua mengerjakan tugas sekolah."


"Bu,Dara juga kangen ibu.Kangen saat Dara bantu ibu memasak.Kangen saat ikut ibu belanja ke pasar.Kangen masakan ibu lagi."


Begitulah gerutuan Cinta dengan mata berkaca kaca.


Rasa kangen Cinta tak bisa di luapkan atau di curahkan karena kondisi perut Cinta.


"Semoga kalian baik baik saja di sana "gerutu Cinta kembali."


Cinta bangkit dari duduknya kemudian dirinya mengambil air wudlu untuk melaksanakan sholat istikharah supaya pikirannya tenang dan untuk mendoakan ibu dan adik adiknya.


Setelah selesai sholat dan berdoa,Cinta mengambil Al Qur'an yang ada di meja belajar.


Cinta melantunkan ayat ayat suci Al Qur'an dengan sangat faseh dan merdunya.Cinta tidak hanya sekedar membaca,tapi benar benar menghayatinya.


Kebetulan paman Narto dan bi Narti belum berangkat kerja,mereka sangat terpukau dengan suara merdu Cinta.


"Bun,dengar ga itu.."ucap paman Narto mengamati suara lantunan ayat suci Al Qur'an dari kamarnya."


"Iya ayah itu kan suara Cinta, merdu dan bagus serta enak di dengar ya yah "ucap bi Narti sedang merapikan dasi suaminya."


Setelah keduanya selesai bersiap siap untuk bekerja,segera keduanya berangkat kerja dengan tak lupa berpamitan pada Cinta.


"Hemm sepi lagi seperti ini jika paman dan bibi sudah berangkat kerja "gerutu Cinta."


Beberapa menit kemudian setelah keberangkatan paman dan bibinya.Ada seseorang memencet bel pintu gerbang.


Cinta penasaran ingin melihat siapa yang datang.Dengan mengendap endap Cinta mengintip dari balik hordeng ruang tamu.


😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬


Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..


Biar author semangat up..

__ADS_1


__ADS_2